Burung Gemak

Burung Gemak

jenisburungdunia.net – Burung gemak, mempunyai habitat seperti semak belukar, padang rumput dan banyak juga terdapat di lahan-lahan pertanian seperti pada tanaman tembakau, tebu dan sejenisnya. Burung gemak ini masih satu saudara dengan burung puyuh warna dan bentuknya pun juga mirip.

Gemak ini mempunyai beberapa jenis, diperkirakan burung puyuh yang dibudidayakan oleh sebagian masyarakat itu adalah burung gemak yang telah dijinakkan dari kecil hingga besar hanya di kandang sehingga menjadikan tubuhnya lebih pendek dari pada yang hidup di alam liar.

Pada zaman dahulu, burung puyuh sering ditangkap untuk dikonsumsi daging dan telurnya. Itulah yang menyebabkan jumlahnya turun drastis di alam. Di Jawa dan Bali dapat ditemukan tiga jenis puyuh, yaitu gemak tegalan, gemak loreng, dan puyuh batu.

Baca juga : Burung Ciblek/Prenjak

Kata gemak dan puyuh dalam dunia akademis merujuk pada dua suku burung yang berbeda. Namun dalam pembahasan ini saya memasukkan mereka ke dalam kelompok yang sama karena mereka memiliki morfologi tubuh yang serupa. Selain itu, masyarakat awam juga menyebut gemak dan puyuh untuk satu jenis burung yang sama.

Gemak tegalan dan loreng dimasukkan dalam family turnicidae. Suku ini memiliki anggota yang umumnya betina lebih besar dan lebih mencolok dibandingkan jantan. Betina akan kawin dengan beberapa jantan dan meninggalkan telur yang akan dierami oleh si jantan.

Burung jantan juga bertugas merawat anak-anaknya hingga dewasa dan dapat hidup sendiri. Ketika masa kawin tiba, betina akan menarik perhatian jantan untuk kawin dengannya. Si jantan akan memilih betina yang akan dikawininya, umumnya jantan memilih betina yang bertubuh lebih besar dengan penampilan menarik. Sedangkan gemak loreng merupakan anggota family phasianidae, satu suku dengan ayam-ayaman. Suku ini memiliki ciri berupa jantan yang berwarna lebih menarik dan mencolok.

Burung betina bertubuh lebih suram untuk menyamarkan diri dengan keadaan sekitar. Menjelang kawin, si jantan akan menarik betina untuk kawin dengannya. Betina akan memilih jantan yang memiliki tubuh paling menarik dibandingkan yang lainnya.

Burung gemak atau puyuh merupakan burung liar yang juga diburu untuk diternak oleh beberapa orang yang membudidayakan burung ini, maupun yang ingin memperdagangkannya. Karena hingga saat ini, burung gemak tidak termasuk satwa yang dilindungi.

Burung Ciblek/Prenjak

Burung Ciblek Prenjak

jenisburungdunia.net – Burung Ciblek/Prenjak, Prenjak atatu ciblek dalam bahasa latin disebut Prinia familiaris burungnya kecil gerakannya sangat lincah burung ini asli indonesia burung ini lebih suka berada di pohon yang pendek-pendek seperti alang-alang semak belukar pagar pekarangan dan tempat pendek lainnya.

Ciri-ciri burung ciblek gunung
Burung perenjak gunung / hill prinia (Prinia superciliaris), atau dikenal dengan sebutan ciblek gunung, sangat popular di kalangan kicaumania Indonesia, baik sebagai masteran maupun untuk dilombakan.

Baca juga : Burung Pipit

Postur tubuhnya berukuran sedang, dengan panjang sekitar 15 cm, berwarna cokelat dan memiliki ekor yang panjang. Pada bagian dada terdapat coretan hitam. Tubuh atas cokelat, sisi tubuh merah-karat-kekuningn, perut putih-kuning tua, dan alis mata keputihan.

Ciri-ciri burung ciblek Semi / Ciblek Kebun
Burung perenjak jawa / bar-winged prinia (Prinia familiaris) kerap disebut sebagai ciblek kebun. Burung ini acapkali terlihat di pekarangan, kebun, dan lahan pertanian.

Panjang tubuhnya sekitar 13 cm. Bulu tubuh didominasi warna zaitun. Tubuh bagian atas cokelat-zaitun, tenggorokan dan dada bagian tengah terlihat putih. Ekornya panjang, dengan garis sayap putih yang khas dengan ujung hitam dan putih.

Ciri-ciri burung ciblek tambak / ciblek rawa
Burung perenjak rawa / yellow-bellied prinia (Prinia flaviventris) memiliki postur tubuh seukuran perenjak jawa (13 cm). Punggungnya berwarna hijau-zaitun, dada putih, perut kuning, dan kepala berwarna abu-abu.

Ciri-ciri burung ciblek sawah / ciblek padi
Burung perenjak padi / plain prinia (Prinia inornata) sering disebut ciblek pare atau ciblek sawah, karena habitatnya selalu tidak jauh dari lahan persawahan.

Postur tubuhnya sedang, atau seukuran burung ciblek gunung (panjang 15 cm), berwarna kecokelatan. Bagian dada dan perut berwarna kuning-tua atau merah-karat. Alis mata putih, paruh atas cokelat, dan paruh bawah merah jambu pucat.

Perenjak padi / ciblek sawah banyak ditemukan di daerah berumput panjang, gelagah, paya-paya, kebun jagung, dan lahan persawahan di Pulau Jawa.

Ciri-ciri burung ciblek alang-alang
Burung perenjak cokelat / brown prinia atau (Prinia polychroa) kerap disebut ciblek alang-alang, karena habitatnya di padang alang-alang dan semak rendah di Pulau Jawa.

Postur tubuhnya sedang, bercoret cokelat dengan bentuk ekor panjang. Tubuh bagian atas berwarna cokelat dengan coretan / berbintik. Tubuh bawah kuning-tua, dada abu-abu, sisi tubuh dan paha berwarna cokelat.

Burung Pipit

Burung Pipit

jenisburungdunia.net – Burung Pipit, Siapa sih yang gak tau burung ini apalagi yang tinggalnya di pedesaan pasti sudah akrab banget, namanya burung pipit emprit sebutan khusus bagi masyarakat Jawa, burung pipit ini hidup dalam kelompok-kelompok biasanya berhenti di satu tempat untuk mencari makan.

Makannya biji-bijian terutama padi, burung ini di cap sebagai wereng bagi petani padi karena ia datang ke sawah-sawah petani saat padi sudah mulai menguning, karena umumnya berkelompok jadi sekali hinggap di satu sawah dalam jangka 1 hari bisa jadi panen berkurang berkilo-kilo apalagi kalau berhari-hari bisa dipastikan gagal panen.

Species Pipit Matari

1. Neochmia phaeton phaeton
Ras ini daerah persebaran yaitu mulai dari wilayah utara Australia Barat, wilayah utara Northern Territory, sampangan di wilayahi de Queensland.

Baca juga : Burung Gelatik

Ciri khas burung pipit matari ras australia ini yaitu punya perut berwarna hitam. Maka dari itu dalam literatur perburungan internasional burung ini disebut dengan black-bellied crimson finch.

2. Neochmia phaeton evangeline
Dan untuk ras ini daerah persebarannya yaitu berada di wilayah selatan Papua dan juga di ujung timur-laut Austalia.

Pipit matari juga merupakan ras papua yang mempunyai perut yang berwarna putih (white-bellied crimson finch). Kemudian pada bagian ekor lebih pendek jika dibandingkan jenis lainnya yang ada di Australia.

Kehidupan dari burung pipit matari ini sering terlihat kelompok burung kecil atau dalam kawanan besar bergerombol.Terkadang juga terlihat bercampur bersama jenis pipit lainnya seperti bondol.

Habitat burung ini juga beragam, seperti savana, hutan bambu, padang rumput yang berawa, areal perkebunan. Bahkan burung ini juga memiliki habitat di daerah dengan rumput tinggi di dekat danau atau tepian sungai.

Makanan Burung Pipit Matari
Burung pipit matari merupakan burung pemakan biji bijian, bisa anda berikan seperti pakan kenari. Bisa juga anda beri Sayur-sayuran seperti mentimun, daun bayam, sawi, wortel, dan sebagainya.

Sedangkan untuk pakan hidup diantaranya seperti ulat hongkong, baik yang masih hidup maupun yang telah dikeringkan. Anda juga bisa memberikan telur rebus dan asinan sebagai pakan tambahannya.

Burung Gelatik

Burung Gelatik

jenisburungdunia.net – Burung gelatik, yang satu ini adalah khas Indonesia lebih tepatnya berasal dari Pulau Jawa, bentuknya yang kecil lincah dan corak warnanya yang mengkilau membuat orang berambisi untuk memilikinya, dengan cara apapun sehingga sekarang ini habitatnya sudah mulai punah.

Selain masuk dalam kategori burung kontes, burung ini juga sering digunakan sebagai burung pemaster burung lain. Di tanah air sendiri terdapat berbagai varian jenis gelatik dengan ciri-ciri yang berbeda-beda. Nah bagi anda yang belum mengetahui varian Gelatik, berikut ini kami akan memberikan sedikit informasi mengenai jenis-jenis Gelatik yang ada di tanah air.

Jenis Jenis Gelatik di Indonesia :

Gelatik Batu / Gelatik Wingko
Jenis burung gelatik batu memiliki nama latin parus major. Burung ini memiliki panjang rata-rata sekitar 13 cm dengan warna putih, abu-abu dan juga hitam. Burung gelatik batu jantan memiliki kepala dengan warna hitam pekat sedangkan gelatik batu betina memiliki bagian kepala berwarna abu-abu. bagian burung gelatik didominasi dengan warna hitam dan sedikit warna putih yang terkesan seperti bentuk coretan saja. Burung gelatik batu memiliki sifat sangat aktif bergerak dan suka turun naik pohon dengan lincah.

Baca juga : Burung Kenari

Gelatik Jawa
Jenis Gelatik jawa mempunyai sebutan nama latin yaitu oryzivora. Gelatik jenis ini mempunyai postur tubuh mungil dengan ukuran panjang sekitar 15 cm. Ciri-ciri burung Gelatik jawa ini diantaranya memiliki perut yang berwarna coklat kemerahan. Memiliki lingkaran merah disekitar daerah mata. Berbulu coklat namun jika sudah dewasa akan berubah menjadi keabu-abuan, dan warna kaki yang kemerah mudaan. Burung gelatik mungil ini merupakan burung pemakan buah-buahan, biji dan juga serangga serta suka hidup secara berkelompok dengan burung-burung yang lain.

Gelatik Silver
Gelatik silver menjadi salah satu jenis burung gelatik yang memiliki ciri-ciri paruh yang berwarna merah cerah namun pada bagian tepinya berwarna putih kekuningan. Pada bagian bulu sebelah samping body berwarna putih, sedangkan dagu, dada, punggung sampai ke ekor memiliki warna abu-abu muda. Panjang jenis gelatik ini biasanya mencapai 15 cm.

Gelatik Putih
Berbeda dengan Gelatik Jawa yang mempunyai warna tubuh abu-abu serta berwarna hitam pada kepalanya. Gelatik Putih tidak mempunyainya, bahkan pada bagian tompel pipi putih yang biasanya dimiliki pada burung Gelatik Jawa, pada jenis Gelatik ini tidak terlihat karena bercampur dengan warna bulunya yang putih.

Ciri fisik yang terdapat di Gelatik Putih ini yaitu warian suara lebih banyak, warna pangkal paruh lebih merah dan empunyai mata tajam dan cerah. Jenis Gelatik ini harganya pun cukup mahal.

Gelatik Coklat / Gelatik Holland
Ciri khas yang terdapat dalam warna pada Gelatik Cokelat (cream java) ini adalah memiliki dominasi warna krem atau warna putih kekuning-kuningan. Di Indonesia banyak orang yang menyebutkan Gelatik Holland. Untuk ciri fisik gelatik Coklat ini hampir sama dengan Gelatik Silver dan Gelatik Belon, namun yang membedakan cuma soal warnanya saja.

Burung Kenari

Burung Kenari

jenisburungdunia.net – Burung kenari, dengan nama latin Serinus Canaria burung ini bukan asli dari indonesia, pertama kali ditemukan oleh seorang pelaut perancis karena ketertarikan dengan merdu suaranya dan bulunya yang warna-warni maka kenari ini dibudidayakan.

Sampai saat ini, burung kenari menjadi burung yang populer di Indonesia atau bahkan dunia. Mengingat burung ini termasuk kedalam burung yang gemar sekali bernyanyi, maka tentu akan menimbulkan rasa tersendiri bagi pemiliknya.

Kenari yang ada di Indonesia merupakan hasil perkawinan dari kenari-kenari liar dan menghasilkan jenis scoth fancy, norwich, bolder fancy dll. Kenari ini sangat banyak peminatnya mulai dari kalangan remaja hingga orangtua memilih kenari mungkin karena perawatannya yang gak terlalu ribet alias gampang.

Baca juga : Burung Gemak

Sejarah Kenari

Pelaut Perancis yang bernama Jean De Berthan Cout, adalah pelaut yang pertama kali menemukan salah satu jenis burung kenari di Kepulauan Canaria, Samudera Atlantik pada abad ke-15. Karena terpesona dengan keindahan warna burung kenari, pelaut tersebut akhirnya memutuskan untuk menangkapnya dan membawa ke negaranya, untuk di budidayakan. Akan tetapi di kurun waktu yang tidak begitu lama, seorang Raja yang bernama Carlos VII dari Kerajaan Spanyol, berhasil memenangkan sengketa atas sebuah pulau yaitu Kepulauan Canary (sebuah pulau yang pada tahun kemarin menjadi lokasi syuting film, yang di bintangi oleh Brian dan Dom Toretto dengan judul film Fast & Farious 6). Dan di bawah seorang navigator kapal yang bernama Henry, burung tersebut di bawa ke Negara Spanyol untuk di budidayakan. Kemudian dijualnya ke Negara-negara di Eropa, yang lambat laun menyebar ke Negara di Benua Asia, Amerika, Australia, dan Afrika.

Jenis-jenis Burung Kenari

Burung Kenari Yorkshire

  • kenari yorkshire ini bisa ada di dunia karena adanya sebuah perkawinan silang antara kenari Belgia dengan kenari Lancashire

ciri-cirinya burung ini

  • selalu berdiri tegak
  • Berkaki panjang
  • Panjang tubuh keseluruhan sekitar 16 cm.
  • Warna dominan kuning emas

Burung Kenari Border

  • Nama border sendiri telah di resmikan pada tanggal 5 juni 1890, dan nama latinya adalah Serinus Canaria Domesticus. Jenis kenari ini kabarnya berevolusi dari abad ke-17 sampai abad ke-18, dari Cumberland Fancy lebih tepatnya di perbatasan Border antara Skotlandia dan Inggris.

ciri-cirinya burung ini

  • Berbentuk bulat dan cenderung memiliki ukuran yang kecil
  • Kurang lebih sekitar 13 cm
  • Warna kuning atau berkombinasi dengan warna kuning kecoklatan

Burung Kenari Norwich
ciri-cirinya burung ini

  • Bentuk fisik yang serba kebulatan
  • Panjang 15 cm
  • Berbulu tebal
  • Berparuh pendek
  • warna burung ini bisa hijau, kuning dan putih

Jenis Burung Gagak Banggai

Jenis Burung Gagak Banggai

Jenisburungdunia.net – Gagak Banggai sekarang termasuk burung langka di Indonesia dengan status Critically Endangered (Critical). Dan dia juga dianggap punah. Populasi habitatnya berada di hutan dengan ketinggian hingga 900 meter di atas permukaan laut (dpl).

Burung ini dikenal dari dua spesimen yang ditemukan sekitar 1884-1885 di salah satu pulau di Kepulauan Banggai di Sulawesi Tengah. Sesudah penemuan itu burung Gagak Banggai tidak pernah lagi ditemui sampai pada tahun 2008 seorang ahli burung Indonesia yang berhasil memotret dan mendapatkan foto dua spesies Gagak Banggai di pulau Peleng, yaitu pulau dengan luas 2.340km2 .

Dan termasuk salah satu pulau di kepulauan Banggai. Populasi dari jenis burung ini diperkirakan hanya berkisar antara 30 sampai dengan 200 ekor.

Ciri Burung Gagak Banggai

Ciri burung gagak banggai yaitu memiliki ukuran panjang tubuh kurang lebihh sekitar 39 cm dan bulunya yang berwarna hitam. Pada bagian iris mata berwarna lebih gelap dari pada gagak hutan.

Dan untuk bagian ekornya juga lebih pendek jika dibandingkan ekor gagak hutan. Ciri burung gagak banggai yaitu memiliki suara yang tinggi dengan nada yang lebih cepat jika dibandingkan dengan suara gagak hutan.

Ciri burung gagak Banggai ini jika sekilas mirip dengan Gagak Hutan dengan nama latin Corvus enca yang memiliki ukuran panjang tubuh kurang lebih 39 cm dan bagian bulunya yang hitam.

Bagian iris mata memiliki warna lebih gelap serta bagian ekor yang lebih pendek dari pada dengan burung Gagak Hutan. Perilaku dari burung endemik Sulawesi Tengah yang sudah langka ini belum banyak yang diketahui. Suara burung ini diperkirakan lebih tinggi sertalebih cepat nadanya dari pada saudara dekatnya yaitu Gagak Hutan.

Baca juga : Jenis Burung Tokhtor Sumatera

Gagak Banggai telah teridentidfikasi sejak abad 18. BurungGagak banggai telah teridentifikasi sejak abad 18. Burung gagak banggai merupakan jenis burung yang sempat dinyatakan punah, akibat keberadaannya di alam sangat sulit dijumpai.

Sejak penemuannya kembali pada tahun 2007, belum banyak penelitian yang dilakukan secara intensif terhadap jenis burung ini.

Saat ini diketahui gagak banggai mendapat tekanan berat dihabitatnya akibat konversi lahan, sehingga sebarannya hanya terbatas pada Pulau Peleng, dan terisolasi pada daerah barat Pulau Peleng.

Jenis Burung Tokhtor Sumatera

Jenis Burung Tokhtor Sumatera

Jenisburungdunia.net – Selama hampir satu abad setelah uraiannya pada tahun 1916, ia tidak pernah bertemu. Baru pada November 1997 Tokhtor dari Sumatra difoto untuk pertama kalinya.

Sejauh ini, burung endemik Sumatera termasuk dalam 18 burung paling langka di Indonesia. Burung Tokhtor di Sumatra terdaftar sebagai hewan yang “hampir punah”, yaitu negara konservasi dengan ancaman tertinggi. Populasi tampaknya tidak akan mencapai 300 ekor.

Cuckoo darat Sumatra, cuckoo darat Sumatra, dan nama Latin Carpococcyx viridis ada dalam bahasa Inggris. Burung ini adalah salah satu dari tiga spesies Tokhtor di dunia, selain endoctor Kalimantan (Carpococcyx radiceus) yang endemik untuk cuckoo yang ditagih oleh karang raksasa (Carpococcyx renauldi) ditemukan di Thailand dan Vietnam. Di masa lalu, Tokhtor Sumatera dan Tokhtor Kalimantan dianggap sebagai spesies yang disebut Toktor Sunda.

Ciri-ciri dan Kebiasaan. Burung Tokhtor Sumatera merupakan burung penghuni permukaan tanah dengan ukuran tubuh yang besar mencapai 60 cm. Kaki dan paruh berwarna hijau. Mahkota hitam, sedangkan mantel, bagian atas, leher samping, penutup sayap dan penutup sayap tengah berwarna hijau pudar. Bagian bawah tubuh berwarna coklat dengan palang coklat kehijauan luas. Sayap dan ekor hitam kehijauan mengilap. Tenggorokan bawah dan dada bawah hijau pudar, bagian bawah sisanya bungalan kayu manis, sisi tubuh kemerahan. Kulit sekitar mata berwarna hijau, lila dan biru.

Baca juga : Jenis Burung Trulek Jawa

Burung Tokhtor Sumatera hidup di permukaan tanah dan memakan vertebrata kecil dan invertebrata besar. Burung endemik Sumatera yang sangat langka dan terancam punah ini termasuk binatang pemalu.

Burung Tokhtor Sumatera yang Langka. Burung Tokhtor Sumatera atau Sumatran Ground Cuckoo (Carpococcyx viridis) merupakan binatang yang langka. Burung endemik Sumatera ini termasuk dalam 18 burung paling langka di Indonesia.

Sejak terdiskripsikan pada 1916, burung ini tidak pernah terlihat sekalipun hingga pada November 1997 di Taman Nasional Bukit Barisan, seekor Tokhtor Sumatera berhasil difoto untuk pertama kalinya. Burung ini terdokumentasi kedua kalinya lewat kamera trap di Taman Nasional Kerinci Seblat pada Tahun 2006. Baru pada Januari 2007, tim survei satwa liar dari Wildlife Coservation Society-Indonesia Program (WCS-IP) berhasil menangkap spesies burung Tokhtor Sumatera hidup. Inipun setelah burung tersebut terperangkap jeratan untuk menjebak Ayam Hutan.

Populasi burung Tokhtor Sumatera (Carpococcyx viridis) diperkirakan hanya antara 50-250 ekor saja. Dengan habitat (daerah persebaran) seluas 26.000 km persegi di Pegunungan Barisan, Sumatera. Burung endemik yang langka ini mendiami hutan pegunungan rendah dengan ketinggian antara 800-1000 meter dpl.

Karena kelangkaannya, burung Tokhtor Sumatera (Sumatran Ground Cuckoo) diberikan status konservasi Critically Endangered (Kritis) sejak tahun 2000. Sayangnya, spesies ini justru terlewat dan tidak terdaftar dalam PP. No. 7 Tahun 1999 sebagai jenis-jenis burung yang dilindungi di Indonesia.

Pun berbagai perilaku dan kebiasaan burung ini belum dapat diungkap secara detail akibat kurangnya data dan penelitian yang bisa dilakukan. Apalagi dengan sedikitnya jumlah spesies yang ditemukan dan berhasil diamati.

Semoga saja burung Tokhtor Sumatera yang pernah dianggap punah dan kini diduga populasinya kurang dari 300-an ekor yang hanya tersebar di sekitar Pegunungan Barisan benar-benar belum punah. Di suatu tempat, burung ini masih eksis berkembang biak dengan bebasnya memperkaya keanekaragaman satwa Indonesia.

Jenis Burung Trulek Jawa

Jenis Burung Trulek Jawa

Jenisburungdunia.net – Salah satu burung langka yang hanya ada (endemik) di Jawa. Burung dari keluarga Charadriidae ini pada tahun 1994 dinyatakan punah oleh IUCN, tetapi sejak tahun 2000 statusnya telah diubah menjadi Critical (CR). Meskipun demikian, keberadaan burung Jawa Trulek masih menjadi misteri antara kepunahan dan tidak.

Trulek Jawa (Vanellus macropterus), yang bernama Javan Lapwing, Javavan Lapwing atau Sunda Plover, tidak tahu berapa banyak spesies yang tersisa. Bahkan status “Critically Endangered (CR)” yang diberikan oleh Daftar Merah IUCN hanyalah asumsi berdasarkan catatan dari tahun 1940. Berbagai survei dan penelitian yang dilakukan oleh tidak satupun dari mereka jelas menunjukkan keberadaan burung langka ini. Selalu meninggalkan misteri.

Burung ini terakhir tercatat pada tahun 1940 di delta Sungai Citarum. Mungkin karena IUCN belum mempelajari semua habitatnya dan penduduk lokal masih melaporkan keberadaan spesies ini, IUCN belum berani menyebutnya punah.

Ciri-ciri Trulek Jawa. Burung Trulek Jawa (Vanellus macropterus) berukuran sedang, sekitar 28 cm. Bulunya berwarna coklat keabuan dengan kepala hitam. Punggung dan dada coklat keabuan, perut hitam, tungging putih. Bulu-bulu sayap terbang hitam, ekor putih dengan garis subterminal hitam lebar. Terdapat taji hitam pada bagian lengkung sayap. Iris coklat, paruh hitam, tungkai hijau kekuningan atau jingga. Satu hal yang khas dari burung ini adalah gelambir putih kekuningan yang nangkring secara elok di atas paruhnya.

Baca juga : Jenis Burung Sikatan Aceh

Burung Trulek Jawa (Vanellus macropterus) hidup berpasangan di padang rumput terbuka sepanjang pantai utara Jawa barat dan pantai selatan Jawa timur. Makanan burung endemik ini antara lain kumbang air, siput, larva serangga dan biji-bijian tumbuhan air.

Habitat Trulek Jawa. Burung yang terancam punah ini sering berada di sekitar daerah berair (tepi sungai, muara sungai, dan rawa) namun tidak menyukai air. Mereka sering terlihat justru sedang bertengger di tempat kering di sekitar lahan basah seperti ranting, bebatuan, dan rerumputan.

Beberapa daerah yang diduga didiami burung endemik berstatus krisis ini antara lain:

  1. Hutan Sawangan, Petungkriyono, Pekalongan (Jawa Tengah); terakhir terlihat tahun 2001 oleh Tim Komunity Forestry Pekalongan.
  2. Hutan Ungaran (Jawa Tengah).
  3. Merubetiri, Jember (Jawa Timur).
  4. Lumajang (Jawa Timur); Di sini penduduk setempat menamainya “Plirik” dan menganggapnya sebagai burung keramat lantaran terdapat motif menyerupai keris pada sayapnya.
  5. Pegunungan Halimun (Jawa Barat).

Burung endemik Pulau Jawa ini, meskipun dimasukkan dalam kategori “Kritis” (Critically Endangered; CR) tetapi keberadaannya masih misteri. Entah masih ada atau bahkan sudah punah. Hingga saat ini yang dapat dijumpai dengan mudah hanyalah spesimennya (awetannya) saja yang disimpan di Museum Zoologi, Cibinong.

Mudah-mudahan saja, burung Trulek Jawa (Vanellus macropterus) masih tersisa di salah satu sudut di pulau Jawa. Sungguh suatu yang tidak nyaman jika saya kemudian harus melakukan update terhadap artikel saya berjudul Satwa Indonesia yang Telah Punah, yang pernah saya tulis di blog ini beberapa bulan yang lalu.

Jenis Burung Sikatan Aceh

Jenis Burung Sikatan Aceh

Jenisburungdunia.net – Karena belum ditemukan selama hampir 100 tahun, burung kawah Aceh dalam Daftar Merah IUCN diklasifikasikan sebagai “sangat terancam punah”. Dan terutama salah satu dari 18 burung paling langka di Indonesia.

Burung Acehan Sikatan dalam bahasa Inggris disebut Rueck Blue Flycatcher atau Rueck Niltava. Cyornis ruckii adalah burung misterius yang dianggap endemik di Sumatra.

Burung ini diketahui dari 4 cadangan (spesimen) yang ditemukan oleh orang Belanda bernama August van Heijst pada tahun 1918, di wilayah Tuntungan (sekarang kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara) dan ditemukan pada 1917 di Delitua (Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara). Dua spesimen ditemukan di Malaysia tetapi diduga ditangkap di Sumatra. Spesimen ini disimpan di Paris dan Leiden.

Diskripsi Burung Sikatan Aceh. Burung Sikatan Aceh berukuran sedang dengan panjang tubuh sekitar 17 cm. Bulunya didominasi bulu berwarna biru. Pada burung jantan, kepala, tenggorokan, dan dada biru sedangkan tunggir dan penutup ekor atas biru berkilap. Burung betina tubuh bagian atasnya berwarna coklat-merah bata dengan tunggir dan ekor merah bata serta dada merah karat hingga keputih-putihan pada perut.

Sebagaimana jenis sikatan lainya, burung ini merupakan pemakan serangga yang menangkap mangsanya saat terbang di udara. Diskripsi lainnya mengenai burung ini seperti kebiasaan dan musim kawin serta suara kicauan, tidak diketahui dengan pasti.

Baca juga : Jenis Burung Cenderawasih Biru

Habitatnya diduga berasal dari hutan sekunder di daerah dataran rendah. Bahkan kuat dugaan burung ini merupakan burung endemik Sumatera yang tidak terdapat di daerah manapun juga.

Sikatan Aceh Burung Misterius. Misteri burung Sikatan Aceh bukan sekedar lantaran tidak pernah ditemukan kembali sehingga data-data yang ada tidak komplit. Namun juga lantaran penamaan burung ini dalam bahasa Indonesia yang memakai nama “Aceh”, padahal burung ini ditemukan di Medan, Sumatera Utara. Kenapa namanya Sikatan Aceh bukannya Sikatan Medan?.

Belum cukup misterius, burung Sikatan Aceh (Cyornis ruckii) diyakini berkerabat dekat dengan Sikatan Hainan (Cyornis hainana) yang terdapat di China.

Meskipun tidak pernah ditemukan kembali hingga hampir seratus tahun, namun IUCN Red List dan birdlife belum berkehendak untuk menyatakn burung ini punah. Burung Sikatan Aceh (Cyornis ruckii) dikategorikan sebagai Critically Endangered (kritis) sejak tahun 2000. CITES juga masih mengategorikannya dalam daftar Apendiks II. Anehnya, dalam lampiran PP No 7 Tahun 1999 burung ini tidak terdapat dalam daftar hewan yang dilindungi.

Burung Sikatan Aceh atau Rueck’s Blue-flycatcher menambah daftar burung misterius di Indonesia yang hingga puluhan tahun tidak pernah ditemukan kembali. Selain Sikatan Aceh, burung-burung yang keberadaan tetap misterius hingga sekarang adalah Trulek Jawa (Vanellus macropterus) yang terakhir kali terlihat pada 1940.

Semoga saja Sikatan Aceh ini seperti burung Tokhtor Sumatera (Carpococcyx viridis) yang pernah dianggap punah lantaran tidak pernah dijumpai sejak 1916, namun pada 1997 tiba-tiba muncul bahkan berhasil didokumentasikan gambarnya.

Jenis Burung Cenderawasih Biru

Jenis Burung Cenderawasih Biru

Jenisburungdunia.net – Cenderawasih biru adalah burung Cenderawasih yang berukuran sedang, dengan panjang sekitar 30cm, dari genus Paradisaea. Cendrawasih Biru ditemukan oleh Carl Hunstein dalam salah satu ekspedisinya di pulau Irian pada tahun 1884. Nama ilmiah spesies langka ini memperingati seorang putra mahkota dari Austria bernama Rudolf von Österreich-Ungarn.

Daerah Tempat Cendrawasih Biru
Daerah sebaran Cenderawasih biru terdapat di hutan-hutan pegunungan Papua Nugini bagian timur dan tenggara, umumnya dari ketinggian 1.400 meter sampai ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut. Pakan burung Cendrawasih Biru terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.

  • Ciri-Ciri Cendrawasih Biru
  • Ciri-ciri umum Cendrawasih Biru antara Lain
  • Burung ini berwarna hitam dan biru
  • Berparuh putih kebiruan
  • Kaki abu-abu
  • Iris mata berwarna coklat tua
  • Di sekitar mata terdapat dua buah setengah lingkaran putih
  • Sayap berwarna biru terang

Ciri-Ciri Burung Cendrawasih Biru jantan dewasa memiliki bulu-bulu jumbai hiasan pada sisi dada yang berwarna biru keunguan jika dilihat dari bawah dan berwarna coklat kemerahan jika dilihat dari atas. Pada bagian dadanya terdapat lingkaran oval hitam dengan tepi berwarna merah. Diekornya terdapat dua buah tali panjang berwarna hitam dengan ujung membulat berwarna biru.

Baca juga : Jenis Burung tukan

Ciri-Ciri Burung Cendrawasih Biru Betina berukuran lebih kecil, tanpa dihiasi bulu hiasan dan tubuh bagian bawah berwarna coklat kemerahan.

Proses Memikat Pasangan
Cenderawasih biru adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian yang memamerkan bulu-bulu hiasannya. Tidak seperti burung Cenderawasih Paradisaea lainnya, Cenderawasih Biru jantan melakukan tariannya tidak dalam kelompok. Jantan menggantungkan badannya ke bawah, membuka memamerkan bulu hiasannya seperti kipas biru sambil berkicau dengan suara menyerupai dengungan rendah. Didekatnya terdapat seekor betina. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain.

Pelestarian Cendrawasih Biru
Upaya-upaya untuk mengatasi kepunahan Perburuan burung Cendrawasih sebenarnya sudah dilarang dipasaran, namun karena harga burung ini cukup menggiurkan sehingga para pemburu terus mengadakan perburuan liar. Keindahannya sejak lama telah menjadi incaran komoditas usaha yang mendunia, mulai dari pemburu lokal, pemerintah kolonial Belanda, hingga pengusaha busana di Eropa Amerika dan Kanada yang memanfaatkan bulu burung tersebut. Populasi burung cendrawasih yang terus menurun menimbulkan keinginan beberapa pihak untuk mencoba melakukan penangkaran.