Fakta Menarik Dari Burung Flamingo

Fakta Menarik Dari Burung Flamingo

Jenisburungdunia.net – Burung Flamingo terkenal dengan ciri khas leher dan kaki yang panjang. Flamingo juga memiliki paruh panjang dan warna tubuh yang cantik untuk dipandang. Maka dari itu Burung Flamingo menjadi salah satu hewan yang paling banyak dijadikan animasi favorit gadis perempuan. Tetapi di balik cover-nya yang imut ternyata burung tersebut menyimpan beberapa fakta menarik ini lho. Berikut langsung saja kita bahas mengenai fakta menarik dari burung flamingo yang perlu kalian ketahui :

1. Memiliki nama lain burung api alias fire bird
Bertubuh indah tidak membuat flamingo selamanya memiliki julukan yang indah pula. Buktinya flamingo memiliki nama lain fire bird yang berarti burung api. Kok bisa? Yap, karena nama flamingo berasal dari Bahasa Spanyol ‘flamenco’ yang berarti api. Kata itu diambil berdasarkan warna pink mencolok yang dimiliki oleh flamingo.

2. Flamingo terdiri dari banyak jenis
Jika kamu hanya mengetahui flamingo yang bewarna pink saja, artinya kamu kurang up to date nih. Sebab flamingo sebenarnya terdiri dari 6 jenis spesies yang berbeda. Diantaranya adalah The greater flamingo, Chilean flamingo, Lesser flamingo, Caribbean flamingo, Andean flamingo dan Puna flamingo. Warna pink, putih dan lainnya dalam tubuh flamingo muncul karena mereka umumnya memakan ganggang dan krustasea yang mengandung pigmen karotenoid, sehingga bisa menular ke bulu mereka.

3. Flamingo memiliki darah dan lendir bewarna pink
Karotenoid yang tersebar dalam tubuh flamingo bukan hanya muncul di bagian bulunya saja, namun zat itu menyatu pula dengan warna darah flamingo. Para flamingo betina yang baru memiliki anak memberi makan langsung dari mulut mereka. Flamingo dewasa ini menghasilkan lendir yang memiliki fungsi seperti susu dan ini juga bewarna merah muda.

Baca Juga : Fakta Menarik Tentang Burung Paruh Sepatu

4. Tubuh flamingo bisa berubah warna ketika akhir musim kawin
Baik flamingo jantan maupun betina bisa memberi makan anak mereka dengan susu yang dihasilkan dari lendir mereka. Cairan yang bewarna pink tersebut sepenuhnya diberikan kepada sang anak sehingga warna pink flamingo dewasa memudar menjadi putih hingga keabuan. Para ilmuwan menemukan memang pada beberapa spesies flamingo tertentu kadar karoteneoidnya berbeda sehingga hal seperti tadi wajar terjadi.

5. Warna pink paling mencolok merupakan lambang flamingo terkuat
Semakin pink dan mencolok warna merah muda yang dimiliki oleh seekor flamingo mengartikan statusnya yang semakin tinggi di koloni. Ini menandakan bahwa flamingo berbulu pink pekat paling andal dalam mencari makanan. Dari makanan tadi anak-anak flamingo yang terlahir dengan tubuh putih akan bertransformasi menjadi berbulu merah muda karena kadar karotenoid yang dikonsumsinya sejak baru lahir.

Fakta Menarik Tentang Burung Paruh Sepatu

Fakta Menarik Tentang Burung Paruh Sepatu

Jenisburungdunia.net – Meskipun bukan burung warna-warni, burung paruh sepatu termasuk burung yang ikonis. Burung paruh sepatu adalah burung yang memiliki paruh besar dengan badan berwarna abu-abu. Hewan yang tinggal di rawa-rawa ini memiliki banyak keunikan, mulai dari kebiasaannya, suaranya, hingga fakta bahwa burung ini sudah semakin mendekati kepunahan. Untuk lebih jelas dan lengkap, artikel ini akan membahasnya satu per satu. Dilansir dari laman Mental Floss dan Ranker, berikut penjelasan mengenai beberapa fakta menarik dari burung paruh sepatu :

1. Burung paruh sepatu adalah burung yang jago menatap
Burung paruh sepatu adalah burung yang memiliki tinggi mencapai 4-5 kaki (120-150 cm). Sementara, sayapnya mencapai lebar 8 kaki (240 cm). Burung ini memiliki warna abu-abu dengan paruh yang mirip dengan sandal bakiak yang besar.

Burung paruh sepatu merupakan burung yang paling sabar. Burung ini bisa menatap dan berdiam dalam waktu berjam-jam.

2. Burung berparuh sepatu termasuk bangau atau pelikan?
Jika dilihat dari bentuknya, burung berparuh sepatu adalah burung yang sedikit mirip pelikan, tapi juga mirip dengan bangau. Lihat saja kakinya yang panjang, mirip sekali bukan dengan bangau.

Namun, jika dilihat dari paruhnya yang besar, burung berparuh sepatu mirip dengan pelikan. Setelah diteliti struktur kulit telur dan DNA, burung berparuh sepatu termasuk ke dalam Pelecaniformes alias pelikan.

3. Burung paruh sepatu menggunakan kotoran sebagai pendingin
Salah satu kebiasaan burung paruh sepatu yang unik adalah urohydrosis. Urohydrosis adalah cara yang dilakukan seekor hewan untuk menstabilkan badannya menggunakan kotorannya. Burung paruh sepatu juga mempraktikkan hal tersebut dengan cara menyelimuti kakinya dengan kotorannya. Dengan begitu, suhu tubuhnya bisa menurun.

4. Resmi dikatalogkan pada abad ke-19
Bangsa Arab kuno dan Mesir sudah menghormati hewan ini sejak dahulu kala. Namun, baru dikatalogkan oleh bangsa barat pada abad ke-19.

Kelihaian burung paruh sepatu dalam bersembunyi membuat burung ini susah ditemui. Burung ini dikenal pilih-pilih dalam menentukan tempat untuk bersarang. Mereka hanya memilih tanah rawa dan padat untuk bersembunyi.

Namun pada tahun 1840, diplomat dan penjelajah Jerman bernama Ferdinand Werne melakukan ekspedisi ke Sudan, Afrika. Ia berkemah di lahan basah seluas 12.000 mil persegi (31.080 km persegi). Ia pun akhirnya menemukan burung paruh sepatu ini.

5. Burung yang memiliki banyak nama
Burung paruh sepatu memiliki nama ilmiah, Balaeniceps rex yang memiliki arti ‘raja kepala paus’. Hal ini karena paruhnya mirip dengan mulut paus balin yang juga mirip dengan sepatu.

Burung paruh sepatu juga memiliki nama bog-bird yang berarti burung rawa; boat-bill yang berarti paruh perahu; dan lesser lechwe-eater yang berarti pemakan lechwe (sejenis kijang yang berada di Afrika). Tak hanya itu, dalam bahasa Arab, burung ini diberi julukan abu markub yang berarti bapak sandal.

6. Makanan burung paruh sepatu
Burung paruh sepatu merupakan hewan karnivor yang memakan daging. Makanan favorit burung paruh sepatu adalah ikan paru. Selain itu, mereka juga memakan belut, lele, ular, dan bayi buaya.

Tak hanya itu, jika ada tukik atau ayam yang ditinggal induknya, tentu akan menjadi sasaran burung paruh sepatu ini. Cara memakannya pun juga sedikit kejam. mereka memakan mangsanya lalu membuka kembali mulutnya hingga mangsanya berpikir bisa keluar. Jika kepala mangsa sudah keluar sedikit, paruhnya akan menutup dan menjepitnya hingga mati sebelum memakan sisanya.

Baca Juga : Fakta Tentang Burung Roadrunner

7. Burung paruh sepatu adalah hippogriff di dunia nyata
Burung paruh sepatu adalah burung yang susah didekati. Tidak mudah orang asing untuk mendekatinya, bahkan membelai badannya. Jika ketahuan akan mendekat, burung ini akan mengepakkan sayapnya yang lebar dan paruhnya akan menganga untuk mempertahankan diri. Mereka akan mengizinkan orang mendekat sesuai dengan caranya.

8. Suara burung paruh sepatu mirip dengan senjata api
Burung paruh sepatu merupakan burung yang tahan berjam-jam saat diam. Saat mencari mangsa, burung paruh sepatu bisa menunggu hingga mangsanya datang. Selain itu, burung paruh sepatu adalah burung yang kuat dalam menatap dalam diam. Namun, siapa sangka jika burung paruh sepatu ini membuka paruhnya, bunyinya bisa berisik sekali, seperti senjata api.

9. Meskipun terlihat seperti sepatu, harganya selangit
Burung paruh sepatu merupakan burung yang susah hidup dalam penangkaran. Padahal di habitat aslinya yaitu di rawa-rawa, burung ini kerap diburu untuk perdagangan satwa liar. Dalam perdagangan liar, burung paruh sepatu pernah dihargai mencapai USD10 ribu (Rp140 juta). Saat itu, ada kolektor hewan liar dari Dubai dan Arab Saudi yang menginginkan burung ini.

10. Butuh perhatian khusus agar tidak punah
Burung paruh sepatu dikabarkan sudah mulai sedikit jumlahnya. Banyak faktor yang memengaruhi, di antaranya susahnya berkembang biak di penangkaran, perburuan satwa liar, dan semakin sedikit lahan rawa-rawa yang menjadi habitatnya.

Oleh karena itu, butuh perhatian khusus agar hewan ini tidak punah. Kelompok satwa liar internasional dan ahli konservasi berada di Sudan Selatan, Uganda, Tanzania, dan Zambia untuk memantau keberadaan burung paruh sepatu ini.

Dihimpun dari daftar merah IUCN, burung paruh sepatu diperkirakan hanya tinggal 3300-5300 ekor di seluruh dunia. Jumlah ini pun terus menurun.

Fakta Tentang Burung Roadrunner

Fakta Tentang Burung Roadrunner

Jenisburungdunia.net – Bagi penonton Looney Tunes agaknya akan tahu burung roadrunner. Di Looney Tunes, roadrunner adalah pelari cepat, memiliki badan biru dengan leher panjang dan jambul. Namun dalam kehidupan nyata, roadrunner tidak memiliki leher panjang tapi tetap bisa berlari dengan kencang. Berikut adalah beberapa fakta tentang burung roadrunner yang sedikit berbeda dengan kartunnya.

1. Roadrunner berasal dari keluarga Cucko yang banyak ditemukan di Amerika
Roadrunner ditemukan memiliki 2 jenis yaitu Geococcyx californianus dan Geococcyx velox. Geococcyx californianus adalah jenis yang lebih besar dan biasanya melintasi AS barat daya dan Meksiko utara. Sedangkan Geococcyx velox adalah jenis lebih kecil yang berada lebih jauh ke selatan. Kedua jenis ini merupakan keluarga Cucko, burung yang suka menempatkan telurnya di sarang burung lain.

Uniknya hewan ini adalah hewan yang setia pada pasangannya. Mereka termasuk hewan monogami. Saat bertelur pun, proses pengeraman dilakukan bergantian antara jantan dan betina.

2. Roadruner, pelari lurus yang cepat
Roadrunner memiliki 2 kaki yang masing-masing memiliki 2 jari menghadap ke depan dan 2 jari menghadap kebelakang sehingga membentuk huruf X dan disebut zygodactyl. Dengan kaki zygodactyl, roadrunner diketahui bisa berlari dengan kecepatan hingga 15 hingga 20 mil/jam. Dengan kecepatannya itu, roadrunner dapat menangkap ular derik dengan mudah. Namun sayang, roadrunner hanya dapat berlari untuk jalur lurus. Selain itu, roadrunner hanya dapat berlari kencang saat muda. Seiring bertambahnya umur, kecepatan berlari akan turun.

3. Roadrunner, burung yang minim terbang
Dalam hal berlari, roadrunner adalah jagonya di antara burung-burung lainnya. Namun dalam hal terbang, roadrunner hanya melakukannya sesekali. Sayap yang lemah dan otot kaki yang berat membuatnya memilih berlari dibanding terbang. Selain itu, pada saat berlari, roadrunner tidak berbunyi seperti dalam tokoh kartun Looney Tunes. Mereka hanya bergemuruh sebagai tanda menarik perhatian wanita dan mempertahankan wilayah.

Baca Juga : Fakta Menarik Mengenai Burung Inca Tern

4. Roadrunner, hewan omnivora yang tahan dingin
Roadrunner termasuk dalam hewan omnivora yang berarti pemakan segalanya. Roadrunner memakan biji, buah kaktus, siput, ular, kadal, serangga, arakhnida, dan hewan pengerat. Selain itu roadrunner adalah pemakan ular berbisa. Dengan kecepatannya berlari, roadrunner mengepakkan sayapnya seolah-olah menjadi besar dan memangsa ular salah satunya ular derik.

Tak hanya berani dengan ular derik, roadrunner juga berani dengan cuaca dingin malam hari. Burung roadrunner mempertahankan diri dari dinginnya malam dengan menurunkan suhu tubuhnya hingga 15°F sehingga memungkinkan pembakaran lemak yang lebih sedikit. Untuk menghangatkan diri, roadrunner suka berjemur dibawah sinar matahari dengan mengangkat bulu-bulu sampai terlihat kulitnya.

5. Mitos yang mengelilingi roadrunner
Orang Puebloan percaya bahwa burung roadrunner dapat melindungi dari roh jahat. Suku ini menggoreskan huruf X pada tanah agar terlihat seperti jejak burung roadrunner. Dengan begitu diharapkan roh jahat akan menghindari lambang tersebut dan tidak mengganggu mayat. Selain itu, bulu roadrunner diletakkan di tempat bayi untuk melindungi bayi yang ada di dalamnya.

Burung pelari cepat ini telah menjadi maskot organisasi anti-membuang sampah sembarang dengan nama dusty. Selain itu, roadrunner juga menjadi burung negara Meksiko.

Fakta Menarik Mengenai Burung Inca Tern

Fakta Menarik Mengenai Burung Inca Tern

Jenisburungdunia.net – Burung biasanya memiliki warna yang menarik sehingga terlihat unik, namun berbeda dengan Inca Tern. Burung laut satu ini sekilas seperti merpati, tapi memiliki “kumis” putih di dekat paruhnya yang membedakan dari burung laut lain. Keunikannya tersebut mejadi bukti bahwa burung Inca Tern merupakan satu-satunya jenis dari genus Larosterna.

Pada umumnya, burung ini berwarna kehitaman ketika masih remaja dan belum memiliki kumis. Namun, ada pula yang berwarna kecokelatan. Bulu-bulu putih seperti kumis tersebut hanya bisa dijumpai pada burung Inca dewasa. Burung Inca dapat tumbuh mencapai 40 cm dengan berat 0,2 kg. Ingin tahu lebih banyak tentang burung Inca? Berikut dibawah ini beberapa fakta menarik dari burung inca tern yang perlu kalian ketahui :

1. Endemik di sekitar Arus Hamboldt
Burung Inca merupakan salah satu penghuni di daerah pantai barat daya Ekuador, pantai Pasifik Peru, Chili, pantai barat Amerika Selatan dan sepanjang arus Humboldt.

Daerah tersebut merupakan perairan yang dikenal paling produktif, karena kaya nutrisi. Ada banyak spesies ikan yang hidup diperairan ini, termasuk ikan teri yang menjadi makanan burung Inca. Burung Inca tinggal daerah pantai yang berbatu dan tebing-tebing di dekat pantai. Burung tersebut juga tidak bermigrasi, berbeda dari burung laut pada umumnya. Sehingga, persebaran burung Inca hanya di daerah tersebut.

2. Kleptoparasit untuk mendapatkan makanan
Makanan favorit burung Inca memang ikan teri, namun ia juga memakan beberapa jenis ikan kecil. Sedangkan burung Inca bukan termasuk burung yang pandai berenang. Sehingga untuk mendapatkan makanannya, ia harus mengandalkan keterampilan terbang dan menyambar mangsa.

Uniknya, burung yang termasuk agresif dan pemberani ini bisa mencuri makanan dari mulut anjing laut atau mamalia pemakan ikan lainnya. Bahkan, burung Inca juga dapat mencuri ikan di perahu nelayan. Karena sering mencuri untuk mendapatkan makanan, burung Inca disebut sebagai kleptoparasit.

3. Tergolong burung yang setia
Burung Inca ini biasanya kawin sebanyak dua kali dalam satu tahun, yaitu pada sekitar bulan April sampai Juli dan Oktober sampai Desember. Para pejantan terbang dan menari di udara dengan ikan di mulutnya untuk menarik perhatian burung Inca betina.

Meski dapat dikatakan monogami, tapi burung Inca memiliki kemungkinan kawin dengan pasangan yang berbeda di setiap musim kawin. Namun, ada pula yang kawin dengan pasangan yang sama pada setiap musimnya.

Baca Juga : Fakta Menarik Dari Snowy Owl

4. Kumisnya bukan sekadar hiasan
Salah satu hal menarik yang sudah disebutkan sebelumnya, yaitu kumis burung Inca. Kumis panjang yang terdiri dari bulu-bulu halus berwarna putih tersebut ternyata sebagai indikator tingkat kesehatan burung Inca, lho. Jika, kumis burung Inca semakin panjang menandakan bahwa burung tersebut semakin sehat.

Selain itu, burung Inca yang memiliki kumis lebih panjang, lebih mudah tertarik satu sama lain. Tidak hanya itu, mereka juga memiliki respon imun yang baik dan cenderung memiliki banyak keturunan.

5. Masuk daftar “Hampir Terancam” IUCN
Meski belum masuk dalam daftar hewan yang terancam punah, namun jumlahnya sekitar 150.000 ekor. Jumlahnya akan terus menurun saat terjadi El Nino dan badai. Namun, populasinya bisa dengan cepat kembali stabil.

Selain itu, penangkapan berlebih terjadi pada burung Inca. Sebab, dianggap mengurangi jumlah tangkapan ikan. Sedangkan ancaman lainnya yaitu tikus dan kucing yang dapat memangsa telur serta burung Inca yang masih kecil.

Fakta Menarik Dari Snowy Owl

Fakta Menarik Dari Snowy Owl

Jenisburungdunia.net – Seperti namanya, snowy owl atau burung hantu salju ini memiliki penampilan berwarna putih layaknya salju. Burung hantu salju berbeda dengan kerabatnya yang suka beraktivitas di malam hari. Sebab, mereka bukanlah hewan nokturnal. Selain itu, masih ada lagi fakta menarik tentang burung cantik ini. Dilansir dari laman National Geographic, Tree Hugger, dan All About Birds, berikut akan kami bahas mengenai beberapa fakta menarik tentang burung hantu salju !

1. Lebar sayap yang mengesankan
Burung hantu salju dapat merentangkan lebar sayapnya hingga 1,5 meter dengan kecepatan terbang 40 km/jam. Kaki-kaki burung hantu salju dilapisi dengan bulu halus yang berfungsi untuk menjaga kehangatan tubuhnya di habitat yang dingin.

2. Pemburu yang sabar sekaligus ganas
Saat lapar, burung hantu salju akan bertengger dan sabar menanti seolah-olah sedang “duduk manis” sambil memantau keadaan sekitar. Burung hantu salju memiliki indra penciuman dan pendengaran yang sangat tajam.

Ketika hewan pengerat kecil yang disebut lemming muncul, dengan sigap mereka mencengkeram mangsa dengan kuku tajamnya. Seekor burung hantu salju dewasa bisa mengonsumsi tiga sampai lima ekor lemming atau sekitar 1.600 lemming per tahunnya.

3. Penampilan jantan dan betina yang berbeda
Burung hantu salju yang berwarna putih pekat itu berarti berjenis kelamin jantan. Sebab, para betina umumnya memiliki sedikit corak hitam di tubuhnya. Hal sebaliknya terjadi pada pejantan. Seiring berjalannya usia, burung hantu salju jantan akan memiliki warna putih yang semakin bersih seperti salju.

Baca Juga : Fakta Unik Dari Burung Kiwi

4. Jenis burung terbesar di Amerika Utara
Dengan bulu-bulu lebat yang menghiasi tubuhnya dari suhu dingin, burung hantu salju dinobatkan sebagai jenis burung terbesar di Amerika Utara. Berat seekor burung hantu salju sekitar 2 kg.

5. Bukan hewan nokturnal seperti kerabatnya
Berbeda dari burung hantu lain yang dikenal sebagai hewan nokturnal, burung hantu salju tidak melakukan kegiatannya pada waktu gelap. Burung cantik ini beraktivitas di siang hari. Mereka menggunakan malam hari sebagai waktunya beristirahat.

Jika kamu mau menemui burung hantu salju, saat musim migrasi tiba, mereka kerap kali terbang ke Quebec, Kanada, dan Amerika Utara.