Jenis Burung Paling Berbahaya di Dunia

Jenis Burung Paling Berbahaya di Dunia

Jenis Burung Paling Berbahaya di Dunia – Beberapa artikel yang akan kami berikan adalah artikel yang kami rangkum dari sumber terpercaya, berikut ini beberapa artikel yang membahas mengenai jenis burung paling berbahaya di dunia.

Burung merupakan salah satu jenis hewan yang hidup di muka bumi ini. Ada banyak jenis burung dengan beragam bentuknya yang tersebar di alam semesta.

Dari sekian banyak jenis tersebut, ada yang dikategorikan jinak dan bisa dipelihara, namun ada juga yang dikategorikan berbahaya lho.

Dalam daftar di bawah ini akan dibahas 5 burung paling berbahaya di dunia. Kira-kira apa saja, ya burung paling berbahaya tersebut? Simak ulasan di bawah ini.

1. Kasuari

Kasuari adalah satu-satunya anggota keluarga Casuariidae dan termasuk dalam ordo Casuariiformes. Tiga spesies, masing-masing dengan beberapa ras, hidup di habitat yang membentang di sebagian Australia dan Papua.

Kasuari dikenal berbahaya karena dapat membunuh manusia dengan pukulan telapak kakinya yang memiliki kuku tajam. Burung ini juga diamati dapat bergerak cepat yaitu 50 km per jam.

Burung ini dapat menyerang kalau mendapat ancaman. Meski kasus kematian pada manusia jarang, namun ada kasus seorang anak kecil yang urat lehernya dirobek karena menggangu kasuari.

2. Burung Unta

Burung unta adalah burung yang tidak bisa terbang yang banyak ditemukan di negara-negara di Afrika. Burung terbesar yang masih hidup, jantan dewasa memiliki tinggi 2,75 meter dan beratnya lebih dari 150 kilogram.

Burung unta bergantung pada kakinya yang kuat, dua jari yang unik, dengan jari kaki utama berkembang hampir seperti kuku sebagai pertahanan diri, terutama dari manusia dan karnivora yang lebih besar.

Burung unta juga dapat berlari dengan kecepatan 72,5 kilometer per jam. Jika merasa terancam, ia dapat menghasilkan tendangan berbahaya yang mampu membunuh singa dan predator besar lainnya.

Kematian akibat tendangan dan tebasan jarang terjadi. Namun, sebagian besar kasus tebasan burung ini terjadi karena ulah manusia yang suka memprovokasi.

3. Burung Emu

Emu, merupakan burung asli Australia yang terbesar, serta burung yang tak dapat terbang kedua terbesar di dunia. Emu memiliki ciri bertubuh kekar dan berkaki panjang seperti kasuari. Emu dapat berlari dengan kecepatan hampir 50 km per jam.

Jika terancam, mereka dapat menendang dengan kaki besar mereka yang bercabang tiga. Seperti kasuari dan burung unta, cakar jari kaki burung emu mampu membunuh musuhnya. Kematian akibat tendangan burung ini memang jarang terjadi. Namun, burung ini tetap harus diwaspadai.

4. Lammaergeier

Lammergeier, yang juga disebut burung bangkai berjanggut, adalah burung nasar besar seperti Elang dari keluarga Accipitridae. Burung ini bisa mencapai panjang lebih dari 1 meter, dengan lebar sayap hampir 3 meter. Lammergeier mendiami daerah pegunungan dari Asia Tengah dan Afrika timur ke Spanyol.

Mereka sangat suka memakan bangkai, terutama tulang. Ketika mereka menemukan bangkai, mereka akan mencari tulang yang diinginkan dan dibawa terbang keatas, lalu menjatuhkan tulang tersebut dari ketinggian hingga 80 meter ke bebatuan dibawahnya.

Ketika tulangnya sudah hancur, barulah burung ini menikmati makanannya. Kasus kematian pada manusia karena burung ini jarang terjadi. Namun, pernah ada seorang pria berkepala botak yang meninggal karena ditimpali tulang oleh burung ini yang menganggap kepala pria tersebut sebagai batu.

Baca Juga:Jenis Burung Indonesia Terbaik

5. Barred Owl

Barred Owl, habitatnya meliputi sebagian besar Amerika Serikat bagian timur dan Kanada bagian tenggara, ukurannya lebih kecil dari burung hantu bertanduk besar. Beratnya antara 630 dan 800 gram dan memiliki lebar sayap sekitar 110 cm.

Meskipun berukuran kecil, Barred Owl merupakan predator yang menakutkan bagi hewan-hewan kecil bahkan manusia lho. Apabila menemukan mangsanya, burung ini akan menancapkan cakarnya tepat di kepala mangsanya, kemudian akan dipatuk dan dicakar hingga terluka parah.

Beberapa kasus di Amerika, burung ini juga menjadi yang paling ditakuti oleh para pendaki. Tak jarang, kematian akibat cakaran burung ini juga dialami oleh para pendaki tersebut.

Itulah daftar lima burung paling berbahaya di dunia. Kira-kira mana nih yang sudah pernah kamu temui? Awas, jangan ganggu apalagi dekat-dekat ya!

Jenis Burung Indonesia Terbaik

Jenis Burung Indonesia Terbaik

Jenis Burung Indonesia Terbaik – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang jenis-jenis burung terbaik indonesia yang jarang diketahui.

Bila kita jeli melihat peluang, memelihara burung kicau tidak hanya sekedar menjadi hobi saja, namun juga dapat menjadi cara investasi yang dapat mendatangkan pundi-pundi rupiah.

Dengan hutan membentang luas yang menjadi habitat bagi beragam jenis burung, Indonesia memiliki potensi sebagai penghasil burung-burung kicau yang bersuara merdu dan indah.

Pada berbagai pelosok daerah di Indonesia, terdapat banyak sekali kontes burung kicau. Dalam satu minggu, setidaknya ada satu kali penyelengaraan kontes burung kicau.

1. Anis Merah

Salah satu burung kicau yang paling populer di kalangan pecinta burung adalah anis merah. Selain memiliki warna yang indah, kicauan anis merah pun sangat unik.

Wajar saja jika burung ini dibanderol dengan harga yang cukup tinggi. Harga anis merah yang belum “jadi” saja mencapai Rp 1.000.000 lebih, sedangkan yang sudah gacor tentu bisa jauh lebih mahal.

2. Kacer

Meskipun tidak sepopuler beberapa tahun lalu, burung kacer masih diburu para pecinta burung kicau hingga saat ini.

Burung yang memiliki bulu dengan dominasi warna hitam ini memiliki penampilan yang unik dan kicauan khas dengan volume menengah.

Harganya pun relatif masih tinggi di pasar burung. Burung kacer yang masih “bahan” dapat dibanderol dengan harga Rp200.000 sampai Rp500.000. Harganya bisa naik hingga jutaan rupiah jika burung sering meraih gelar juara di kontes burung kicau.

Baca Juga:Bisnis Penangkaran Burung

3. Cucak Rawa

Burung yang habitatnya di rawa-rawa, tepian sungai, atau hutan ini memang menjadi salah satu buruan utama para pecinta burung kicau di Indonesia.

Cucak rawa memiliki kicauan yang nyaring, melengking, dengan intensitas yang khas. Tak heran banyak pecinta burung berusaha keras agar dapat memelihara burung ini.

Sementara itu, populasi cucak rawa di habitatnya semakin langka. Tak heran, harganya pun sangat tinggi di pasaran.

Harga cucak rawa anakan dapat mencapai Rp5 juta sampai Rp6 juta, sedangkan yang sudah dewasa dan memiliki suara ropel, harganya dapat melambung hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

4. Murai Batu

Burung murai batu bisa dibilang rajanya burung kicau di Indonesia. Burung ini sangat populer dan dicari banyak pecinta burung.

Kontes kicau untuk murai batu pun cukup banyak dan menjadi ajang yang bisa dimanfaatkan untuk menaikkan harganya.

Harga murai batu anakan jadi ternak bisa mencapai Rp1,5 juta hingga belasan juta rupiah. Sementara murai batu prospek yang sudah sering mengikuti lomba dan menyabet gelar juara, harganya dapat mencapai ratusan juta rupiah. (Mohammad Syahrial).

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Portal Jember dengan judul “4 Jenis Burung Kicau Paling Populer di Indonesia, Mulai Anis Merah Hingga Murai Batu.”

Bisnis Penangkaran Burung

Bisnis Penangkaran Burung

Bisnis Penangkaran Burung – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang perputaran bisnia penangkaran burung yang memiliki pendapatan besar.

Perputaran uang dalam bisnis penangkaran dan komunitas burung di Indonesia memiliki nominal yang cukup besar. Angka yang dihasilkan dari perputaran pecinta burung bisa mencapai 2 Triliun setiap tahunnya.

Agar roda bisnis buruh ini terus bisa berjalan, diadakan lomba Burung Bogorienze Cup I yang digelar oleh Bonafide Indonesia Community (BIC) dan disupport oleh Bogorienze Resort sebagai pengembang dari Pasar Burung Bogorienze

“Itulah sebabnya mengapa BIC begitu fokus pada perlombaan sebab tujuan besar kami adalah mendukung perekonomian, khususnya para kicau mania,” tegas Ketua BIC, Lukmanul Hakim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (10/8/2020).

Bogorienze Resort pun memahami hal tersebut sebagai sebuah kebutuhan yang perlu di prioritaskan dalam menjalankan perputaran ekonomi para pecinta burung.

“Kami menyediakan 300 kios dan 100 ruko siap huni, dan bulan lalu telah resmi dibuka oleh Menteri Koperasi dan UMKM Bapak Teten Masduki,” jelas Direktur Utama Bogorienze Resort, Bapak Lukman Purnomosidi.

Bogorienze memang telah berencana untuk memfasilitasi para pecinta burung di Bogor dengan pengadaan sebuah lokasi terpadu dan terpusat yang sangat tepat bagi burung-burung bisa bereksplorasi dengan maksimal. Berada di Bogor Inner Ring Road (BIR) Lot XXI Kawasan Bogor Nirwana Residence, Kota Bogor.

Lokasi yang sejuk dengan udara terbuka yang segar memungkinkan burung-burung bisa lebih bebas berkicau. Juga dengan lokasi yang nyaman, strategis, dan ruko-ruko yang tersedia rapih, memungkinkan Pasar Burung Bogorienze bisa menjadi area bisnis yang sehat sekaligus nyaman untuk dikunjungi. Selain itu, Bogorienze Resort merupakan sebuah sarana yang memiliki connecting terbaik.

“Karena letaknya yang dikelilingi oleh banyaknya tempat wisata seperti The Jungle, J-bound, Devoyage, dan Rumah Air, membuat Bogorienze Resort makin lengkap dan terpadu,” ungkap Ugik Sugiyanto.

Baca Juga:Daftar Burung Terindah Indonesia yang Menjadi Incaran Dunia

Punya Banyak Spesies

Juri saat menilai dalam lomba kicau burung di kawasan Kanal Banjir Timur, Jakarta, Rabu (29/8). Lomba yang diadakan komunitas pecinta burung itu menarik perhatian warga serta pengendara yang melintas di kawasan tersebut. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan, Indonesia memiliki banyak spesies burung. Hingga saat ini tercatat ada sekitar 1.660-an jenis burung yang ada di Indonesia.

“Jadi di negara kita Indonesia memiliki spesies burung yang sangat banyak sekali. Dari informasi yang diberikan kepada saya ada 1660-an spesies jenis burung yang ada di negara kita.‎ Ini Sebetulnya sebuah kekayaan besar yang diberikan Allah, yang diberikan Tuhan kepada kita,” ‎ujar dia.

Oleh sebab itu, lanjut Jokowi, dirinya menghargai upaya yang dilakukan oleh para pencinta burung. Selain memelihara dan melatih burung untuk diikutsertakan dalam lomba, komunitas pencinta burung ini juga melakukan pengembangbiakan burung, termasuk yang sudah hampir punah.

“Oleh sebab itu saya sangat menghargai tadi banyaknya penangkaran-penangkaran burung yg ada di banyak daerah sekarang ini. Tadi ada penangkaran murai, kolibri, jalak. Contoh jalak bali dulu sudah punah tetapi karena berhasil ditangkarkan sekarang jumlahnya sudah banyak sekali,” kata dia.