Jenis Burung Indonesia Terbaik

Jenis Burung Indonesia Terbaik

Jenis Burung Indonesia Terbaik – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang jenis-jenis burung terbaik indonesia yang jarang diketahui.

Bila kita jeli melihat peluang, memelihara burung kicau tidak hanya sekedar menjadi hobi saja, namun juga dapat menjadi cara investasi yang dapat mendatangkan pundi-pundi rupiah.

Dengan hutan membentang luas yang menjadi habitat bagi beragam jenis burung, Indonesia memiliki potensi sebagai penghasil burung-burung kicau yang bersuara merdu dan indah.

Pada berbagai pelosok daerah di Indonesia, terdapat banyak sekali kontes burung kicau. Dalam satu minggu, setidaknya ada satu kali penyelengaraan kontes burung kicau.

1. Anis Merah

Salah satu burung kicau yang paling populer di kalangan pecinta burung adalah anis merah. Selain memiliki warna yang indah, kicauan anis merah pun sangat unik.

Wajar saja jika burung ini dibanderol dengan harga yang cukup tinggi. Harga anis merah yang belum “jadi” saja mencapai Rp 1.000.000 lebih, sedangkan yang sudah gacor tentu bisa jauh lebih mahal.

2. Kacer

Meskipun tidak sepopuler beberapa tahun lalu, burung kacer masih diburu para pecinta burung kicau hingga saat ini.

Burung yang memiliki bulu dengan dominasi warna hitam ini memiliki penampilan yang unik dan kicauan khas dengan volume menengah.

Harganya pun relatif masih tinggi di pasar burung. Burung kacer yang masih “bahan” dapat dibanderol dengan harga Rp200.000 sampai Rp500.000. Harganya bisa naik hingga jutaan rupiah jika burung sering meraih gelar juara di kontes burung kicau.

Baca Juga:Bisnis Penangkaran Burung

3. Cucak Rawa

Burung yang habitatnya di rawa-rawa, tepian sungai, atau hutan ini memang menjadi salah satu buruan utama para pecinta burung kicau di Indonesia.

Cucak rawa memiliki kicauan yang nyaring, melengking, dengan intensitas yang khas. Tak heran banyak pecinta burung berusaha keras agar dapat memelihara burung ini.

Sementara itu, populasi cucak rawa di habitatnya semakin langka. Tak heran, harganya pun sangat tinggi di pasaran.

Harga cucak rawa anakan dapat mencapai Rp5 juta sampai Rp6 juta, sedangkan yang sudah dewasa dan memiliki suara ropel, harganya dapat melambung hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

4. Murai Batu

Burung murai batu bisa dibilang rajanya burung kicau di Indonesia. Burung ini sangat populer dan dicari banyak pecinta burung.

Kontes kicau untuk murai batu pun cukup banyak dan menjadi ajang yang bisa dimanfaatkan untuk menaikkan harganya.

Harga murai batu anakan jadi ternak bisa mencapai Rp1,5 juta hingga belasan juta rupiah. Sementara murai batu prospek yang sudah sering mengikuti lomba dan menyabet gelar juara, harganya dapat mencapai ratusan juta rupiah. (Mohammad Syahrial).

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Portal Jember dengan judul “4 Jenis Burung Kicau Paling Populer di Indonesia, Mulai Anis Merah Hingga Murai Batu.”

Bisnis Penangkaran Burung

Bisnis Penangkaran Burung

Bisnis Penangkaran Burung – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang perputaran bisnia penangkaran burung yang memiliki pendapatan besar.

Perputaran uang dalam bisnis penangkaran dan komunitas burung di Indonesia memiliki nominal yang cukup besar. Angka yang dihasilkan dari perputaran pecinta burung bisa mencapai 2 Triliun setiap tahunnya.

Agar roda bisnis buruh ini terus bisa berjalan, diadakan lomba Burung Bogorienze Cup I yang digelar oleh Bonafide Indonesia Community (BIC) dan disupport oleh Bogorienze Resort sebagai pengembang dari Pasar Burung Bogorienze

“Itulah sebabnya mengapa BIC begitu fokus pada perlombaan sebab tujuan besar kami adalah mendukung perekonomian, khususnya para kicau mania,” tegas Ketua BIC, Lukmanul Hakim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (10/8/2020).

Bogorienze Resort pun memahami hal tersebut sebagai sebuah kebutuhan yang perlu di prioritaskan dalam menjalankan perputaran ekonomi para pecinta burung.

“Kami menyediakan 300 kios dan 100 ruko siap huni, dan bulan lalu telah resmi dibuka oleh Menteri Koperasi dan UMKM Bapak Teten Masduki,” jelas Direktur Utama Bogorienze Resort, Bapak Lukman Purnomosidi.

Bogorienze memang telah berencana untuk memfasilitasi para pecinta burung di Bogor dengan pengadaan sebuah lokasi terpadu dan terpusat yang sangat tepat bagi burung-burung bisa bereksplorasi dengan maksimal. Berada di Bogor Inner Ring Road (BIR) Lot XXI Kawasan Bogor Nirwana Residence, Kota Bogor.

Lokasi yang sejuk dengan udara terbuka yang segar memungkinkan burung-burung bisa lebih bebas berkicau. Juga dengan lokasi yang nyaman, strategis, dan ruko-ruko yang tersedia rapih, memungkinkan Pasar Burung Bogorienze bisa menjadi area bisnis yang sehat sekaligus nyaman untuk dikunjungi. Selain itu, Bogorienze Resort merupakan sebuah sarana yang memiliki connecting terbaik.

“Karena letaknya yang dikelilingi oleh banyaknya tempat wisata seperti The Jungle, J-bound, Devoyage, dan Rumah Air, membuat Bogorienze Resort makin lengkap dan terpadu,” ungkap Ugik Sugiyanto.

Baca Juga:Daftar Burung Terindah Indonesia yang Menjadi Incaran Dunia

Punya Banyak Spesies

Juri saat menilai dalam lomba kicau burung di kawasan Kanal Banjir Timur, Jakarta, Rabu (29/8). Lomba yang diadakan komunitas pecinta burung itu menarik perhatian warga serta pengendara yang melintas di kawasan tersebut. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan, Indonesia memiliki banyak spesies burung. Hingga saat ini tercatat ada sekitar 1.660-an jenis burung yang ada di Indonesia.

“Jadi di negara kita Indonesia memiliki spesies burung yang sangat banyak sekali. Dari informasi yang diberikan kepada saya ada 1660-an spesies jenis burung yang ada di negara kita.‎ Ini Sebetulnya sebuah kekayaan besar yang diberikan Allah, yang diberikan Tuhan kepada kita,” ‎ujar dia.

Oleh sebab itu, lanjut Jokowi, dirinya menghargai upaya yang dilakukan oleh para pencinta burung. Selain memelihara dan melatih burung untuk diikutsertakan dalam lomba, komunitas pencinta burung ini juga melakukan pengembangbiakan burung, termasuk yang sudah hampir punah.

“Oleh sebab itu saya sangat menghargai tadi banyaknya penangkaran-penangkaran burung yg ada di banyak daerah sekarang ini. Tadi ada penangkaran murai, kolibri, jalak. Contoh jalak bali dulu sudah punah tetapi karena berhasil ditangkarkan sekarang jumlahnya sudah banyak sekali,” kata dia.

Daftar Burung Terindah Indonesia yang Menjadi Incaran Dunia

Daftar Burung Terindah Indonesia yang Menjadi Incaran Dunia – Indonesia merupakan salah satu negarara dengan kekayaan alam yang melimpah, mulai dari tempat wisata, hingga flora dan fana. Fauna Indonesia yang cukup terkenal adalah jenis burung. Banyak wisatawan dan ilmuwan dari berbagai penjuru negeri datang ke Indonesia hanya untuk melihat serta mempelajari keindahan burung-burung asli Indonesia ini. Namun sayang, keberadaan burung-burung ini kian terancam akibat perburuan liar. Pemerintah telah berupaya untuk melindungi kelestarian burung-burung ini dengan menerapkan peraturan perundang-undangan yang ketat bagi pelaku perburuan liar.

Berikut telah dirangkum tujuh spesies burung cantik asli Indonesia yang menjadi primadona dunia.

1. Jalak Bali

jalak bali

Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) merupakan burung pengicau yang hanya dapat ditemukan di wilayah barat Provinsi Bali. Jalak bali memiliki bulu berwarna putih bersih dengan ukuran sedang yang dapat tumbuh hingga 25 cm dan berat 108 gram. Bagian pelupuk mata burung ini memiliki warna biru tua dengan paruh berwarna kekuningan. Burung jalak Bali ditetapkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali pada 1991.

2. Gelatik Jawa

gelatik jawa

Gelatik Jawa (Paddi oryzivora) merupakan burung pengicau yang endemik dari Pulau Jawa. Gelatik Jawa adalah jenis burung herbivora yang memakan biji-bijian, terutama biji padi. Berukuran cukup kecil, Gelatik Jawa dewasa hanya dapat tumbuh hingga 15 cm. Bulu Gelatik Jawa berwarna abu-abu, perut coklat kemerahan, kaki merah muda, dan lingkaran merah di sekitar mata.

3. Merak

merak

Merak merupakan spesies burung yang tidak bisa terbang dan sebagian besar hidupnya dihabiskan di tanah. Merak di Indonesia adalah jenis merak hijau (Pavo muticus) yang banyak ditemukan di Taman Nasional Baluran. Merak jantan dan betina memiliki morfologi yang sedikit berbeda, merak jantan memiliki ekor yang lebih panjang dan indah dibandingkan merak betina. Ekor ini berfungsi untuk menarik perhatian betina saat musim kawin tiba.

4. Cendrawasih

cendrawasih

Burung cendrawasih (Paradisaea sp.) adalah spesies burung asli tanah Papua yang keindahannya sudah tak diragukan lagi. Bahkan masyarakat asing menyebutnya sebagai bird of paradise karena keindahannya dapat memukau mata. Di Papua terdapat beberapa jenis cendrawasih yang memiliki ciri morofologi berbeda. Warna bulu yang mencolok biasanya perpaduan antara warna cokelat, kuning, putih, hitam, hijau, ungu, biru, merah dan jingga.

5. Kasuari

kasuari

Kasuari masuk dalam golongan suku Casuariidae yang hanya memiliki tiga spesies. Kasuari hanya dapat ditemukan di Papua dan Australia. Sama seperti merak, kasuari adalah burung tanah yang tidak bisa terbang. Berukuran sangat besar dengan warna bulu hitam dengan leher kebiruan membuat burung ini sangat indah dipandang mata. Dibalik keidahannya, kasuari tergolong burung yang berbahaya karena sangat agresif dan memiliki cakar yang cukup tajam untuk merobek kulit manusia.

Baca Juga: Bisnis Penangkaran Burung Terputar Tembus Rp 2 Triliun

6. Enggang

enggang

Enggang adalah jenis burung yang masuk dalam famili Bucerotidae yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia yaitu Jawa, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Masyarakat lokal sering menyebut enggang dengan nama lain seperti Rangkong, Julang, dan Kangkareng. Enggang termasuk jenis burung omnivora yang memakan buah, kelelawar, tikus, dan hewan-hewan kecil lainnya. Keindahan enggang terletak pada paruhnya yang besar dan berwarna terang.

7. Maleo

maleo

Maleo (Macrocephalon maleo) merupakan spesies burung yang didominasi warna hitam dan putih. Bagian mata maleo dikelilingi oleh lingkaran kuning yang mencolok. Keunikan maleo terletak pada kepalanya yang memiliki tanduk atau jambul yang berwarna hitam. Maleo tidak mengerami telurnya, saat bertelur maleo akan menggali lubang di tanah untuk meletakkan telurnya. Maleo kecil setelah menetas sudah ditumbuhi bulu dan dapat langsung terbang. Maleo hanya dapat ditemukan di Papua, Indonesia.

Bisnis Penangkaran Burung Terputar Tembus Rp 2 Triliun

Bisnis-Penangkaran-Burung-Terputar-Tembus-Rp-2-Triliun

jenisburungdunia – Perputaran uang dalam bisnis penangkaran dan komunitas burung di Indonesia memiliki nominal yang cukup besar. Angka yang dihasilkan dari perputaran pecinta burung bisa mencapai 2 Triliun setiap tahunnya.

Agar roda bisnis buruh ini terus bisa berjalan, diadakan lomba Burung Bogorienze Cup I yang digelar oleh Bonafide Indonesia Community (BIC) dan disupport oleh Bogorienze Resort sebagai pengembang dari Pasar Burung Bogorienze

“Itulah sebabnya mengapa BIC begitu fokus pada perlombaan sebab tujuan besar kami adalah mendukung perekonomian, khususnya para kicau mania,” tegas Ketua BIC, Lukmanul Hakim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (10/8/2020).

Bogorienze Resort pun memahami hal tersebut sebagai sebuah kebutuhan yang perlu di prioritaskan dalam menjalankan perputaran ekonomi para pecinta burung.

“Kami menyediakan 300 kios dan 100 ruko siap huni, dan bulan lalu telah resmi dibuka oleh Menteri Koperasi dan UMKM Bapak Teten Masduki,” jelas Direktur Utama Bogorienze Resort, Bapak Lukman Purnomosidi.

Bogorienze memang telah berencana untuk memfasilitasi para pecinta burung di Bogor dengan pengadaan sebuah lokasi terpadu dan terpusat yang sangat tepat bagi burung-burung bisa bereksplorasi dengan maksimal. Berada di Bogor Inner Ring Road (BIR) Lot XXI Kawasan Bogor Nirwana Residence, Kota Bogor.

Lokasi yang sejuk dengan udara terbuka yang segar memungkinkan burung-burung bisa lebih bebas berkicau. Juga dengan lokasi yang nyaman, strategis, dan ruko-ruko yang tersedia rapih, memungkinkan Pasar Burung Bogorienze bisa menjadi area bisnis yang sehat sekaligus nyaman untuk dikunjungi. Selain itu, Bogorienze Resort merupakan sebuah sarana yang memiliki connecting terbaik.

“Karena letaknya yang dikelilingi oleh banyaknya tempat wisata seperti The Jungle, J-bound, Devoyage, dan Rumah Air, membuat Bogorienze Resort makin lengkap dan terpadu,” ungkap Ugik Sugiyanto.

Gerakan Ekonomi Masyarakat.

Sebelumnyam Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, penangkaran burung merupakan salah satu kegiatan bisnis yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Bahkan perputaran uang pada kegiatan tersebut bisa mencapai Rp 1,7 triliun per tahun.

Menurut dia, selain berguna untuk melestarikan spesies burung di Indonesia, kegiatan penangkaran juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Yang berkaitan dengan ekonomi. Dengan penangkaran itu juga roda ekonomi, terutama ekonomi kerakyatan juga tumbuh,” ujar dia di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/3/2018).

Kegiatan yang berkaitan dengan penangkaran burung mulai dari jasa pembuatan sangkar, produksi pakan, obat-obatan hingga kompetisi. Semua kegiatan tersebut diperkirakan menimbulkan yang beredar di masyarakat sebesar Rp 1,7 triliun per tahun.

“Ada pembuatan sangkar burung, kemudian makanan burung, jadi berkembang dan hitungannya tadi untuk perputaran Rp 1,7 triliun per tahun. Artinya di sisi penangkaran, pakan, sangkarnya, obat-obatannya,” tandas Jokowi.

Punya Banyak Spesies

Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan, Indonesia memiliki banyak spesies burung. Hingga saat ini tercatat ada sekitar 1.660-an jenis burung yang ada di Indonesia.

“Jadi di negara kita Indonesia memiliki spesies burung yang sangat banyak sekali. Dari informasi yang diberikan kepada saya ada 1660-an spesies jenis burung yang ada di negara kita.‎ Ini Sebetulnya sebuah kekayaan besar yang diberikan Allah, yang diberikan Tuhan kepada kita,” ‎ujar dia.

Oleh sebab itu, lanjut Jokowi, dirinya menghargai upaya yang dilakukan oleh para pencinta burung. Selain memelihara dan melatih burung untuk diikutsertakan dalam lomba, komunitas pencinta burung ini juga melakukan pengembangbiakan burung, termasuk yang sudah hampir punah.

“Oleh sebab itu saya sangat menghargai tadi banyaknya penangkaran-penangkaran burung yg ada di banyak daerah sekarang ini. Tadi ada penangkaran murai, kolibri, jalak. Contoh jalak bali dulu sudah punah tetapi karena berhasil ditangkarkan sekarang jumlahnya sudah banyak sekali,” kata dia.

Cara Perawatan Dan Penangkaran Burung Cenderawasih

Cara-Perawatan-Dan-Penangkaran-Burung-Cenderawasih

jenisburungdunia – Burung cendrawasih sebenarnya tersebar di beberapa wilayah, namun daerah paling utama sebagai tempat budidaya burung cendrawasih adalah Papua.
Masyarakat lokal mengenal burung cendrawasih sebagai spesies burung yang identik dari dua buah provinsi pada pulau ini, akan tetapi sayangnya sudah menjadi perdagangan ilegal, perburuan dan juga taksidermi yang disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya burung cendrawasih tersebut.

Pada tahun 2013, WWF sudah melakukan survei populasi habitat dan spesies di Papua yang kemudian ditemukan ada lebih dari 40 jenis burung cendrawasih sehingga upaya konservasi sangat dibutuhkan dengan cara ekowisata dan juga kegiatan pendidikan. Kegiatan budidaya yang dilakukan salah satunya adalah mengamati burung pada habitat aslinya yang hanya bisa dilakukan jika kondisi hutan masih terjaga dengan sangat baik.

Proses perkawinan burung cendrawasih dimulai dengan beberapa ekor burung jantan yang akan mendekati cendrawasih betina pada luas sarang sekitar 30 hingga 100 meter. Dalam sarang tersebut juga terdapat beberapa pohon kecil yang tinggi tempat dimana para jantan bertengger untuk bersaing dengan burung jantan lainnya. Burung cendrawasih jantan nantinya akan mengepakkan sayapnya sambil menggelengkan kepala untuk menonjolkan diri pada betina.

Sarang burung cendrawasih berbentuk seperti mangkuk yang terbuat dari daun daunan, batang, pakis dan juga serabut tanaman yang juga dilapisi dengan bulu hewan dan terletak antara 2 hingga 11 meter dari permukaan tanah. Posisi sarang bisa lebih tinggi jika sering terlihat manusia yang bisa mengganggu sarangnya. Burung cendrawasih betina umumnya akan meletakkan 1 hingga 2 telur berwarna merah muda dengan masa inkubasi sekitar 18 hari pada alam bebas dan 20 hari dalam penangkaran.

Habitat Alami dan Pengembangbiakan Cendrawasih

Burung cendrawasih jantan merupakan burung yang poligami sehingga melakukan perkawinan dengan beberapa ekor burung cendrawasih betina.Sesudah melewati perkawinan, burung cendrawasih betina akan meletakkan sekitar 2 butir telur berwarna merah muda pada sarang yang gelap di pohon tinggi. Sedangkan makanan dari burung cendrawasih ini terdiri dari aneka jenis buah buahan dan juga serangga.

Burung cendrawasih juga bisa dilihat pada area pepohonan dan akan pergi ke pohon yang sama setiap tahunnya. Inilah yang menjadi alasan kenapa burung cendrawasih mudah di buru dan punah karena selalu kembali ke pohon yang sama dari generasi ke generasi.

Cara Kawin Burung Cendrawasih

Burung cendrawasih jantan memiliki bulu panjang dengan bentuk khusus. Saat seekor burung cendrawasih muda sudah mencapai usia dewasa, maka burung cendrawasih jantan sudah sempurna dalam urusan suara, bulu dan juga warna untuk menarik perhatian burung jantan dilengkapi juga dengan beberapa tarian yang dilakukan pada masa kawin.

Burung betina nantinya akan melakukan panggilan keras serta mengubah bentuk bulunya untuk memenangkan burung betina. Cendrawasih betina nantinya akan memeriksa dengan seksama dan terkadang menyentuh cendrawasih jantan sebelum akhirnya melakukan proses perkawinan.

Burung cendrawasih memiliki cara yang sangat unik pada saat ingin kawin. Cendrawasih jantan harus melakukan percobaan untuk bercumbu dalam waktu yang lumayan lama diawali dengan menari memutar mengelilingi betina kemudian meloncat dan diikuti juga dengan sedikit berkicau dimana proses perkawinan tersebut tidak bisa ditemukan pada satwa lainnya. Inilah yang menyebabkan burung cendrawasih dinamakan dengan burung dewata.

Baca Juga : Burung Termahal di Indonesia

Cendrawasih jantan akan melakukan ritual seperti tarian yang tidak biasa untuk menarik perhatian cendrawasih betina. Sebelum melakukan ritual tarian, burung jantan akan membersihkan daun yang ada di tanah dan berbagai benda yang bisa mengganggu penampilannya saat menari.

Makanan utama dari burung cendrawasih meliputi buah dan juga arthropoda serta sebagian kecil nektar dan vertebrata kecil yang juga dikonsumsi burung cendrawasih. Variasi jenis makanan juga dibedakan dari jenis burung cendrawasih dimana sebagian jenis burung cendrawasih lebih banyak mengkonsumsi buah buahan dan sebagian jenis lagi lebih banyak mengkonsumsi arthropoda.

Burung cendrawasih memakan buah saat sedang bertengger dan bukan saat sedang terbang. Burung cendrawasih bisa menggunakan kakinya untuk menahan makanan sehingga memungkinkan mereka untuk mengambil sari buah. Beberapa jenis buah yang biasanya dikonsumsi burung cendrawasih diantaranya strawberry, buah ara, mahoni, pala dan juga aneka jenis buah beri. Saat burung cendrawasih memakan buah, maka benih yang juga masuk ke pencernaan akan tetap utuh sehingga sat dikeluarkan bisa membantu meregenerasi hutan.

Perawatan Burung Cendrawasih

Burung cendrawasih akan lebih baik dibiarkan pada habitat aslinya. Akan tetapi saat dibudidayakan dari lingkungan aslinya, maka perawatan memadai wajib untuk diberikan sebagai cara menjaga kesehatan dan kualitas penampilan burung tersebut. Sedangkan untuk cendrawasih jantan lebih membutuhkan perlakukan tambahan untuk mempertahankan daya tarik mereka yang berasal dari bulu.

Pada habitat aslinya, burung cendrawasih hidup dengan energik dan memiliki sedikit masalah kesehatan serta pemangsa. Sedangkan dalam tempat budidaya, beberapa jenis perawatan harus disediakan untuk memastikan burung cendrawasih tidak mengalami masalah dan perlu diingat jika burung cendrawasih sedikit sulit beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda.

Burung Termahal di Indonesia

Burung-Termahal-di-Indonesia

jenisburungdunia – Memelihara burung mungkin sering dianggap hobi yang murah oleh masyarakat awam. Padahal pada kenyataannya, butuh modal yang besar banget bagi siapa pun yang ingin menekuni aktivitas memelihara burung. Jangankan satu atau dua juta, kalau sudah kadung gandrung, seseorang bisa menghabiskan puluhan bahkan belasan juta.

Mahal tidaknya hobi ini sendiri tergantung dari jenis burung yang dipilih. Tentu saja kalau burungnya langka dengan kualitas bagus, maka harganya juga mengikuti dan sebaliknya. Soal burung super mahal, di Indonesia ada beberapa yang punya julukan demikian. Apa saja burung yang dimaksud? Simak ulasannya berikut.

Cucak Rowo

cucak-rowo

Burung yang satu ini sudah terkenal dengan harganya yang mahal. Namun itu sebanding dengan kicauannya yang sangat merdu. Untuk harga, asal kamu tahu, banderolnya cukup mahal. Kisarannya sekitar Rp 2-5 jutaan untuk Cucak Rowo biasa. Harganya tentu bisa berlipat-lipat kalau ia keturunan juara apalagi jika kita beli si jagoannya sendiri. Bisa setara motor harganya.

Murai Batu

Murai-batu

Dengan bentuk tubuh yang sangat ramping dipadukan warna bulu yang mencolok membuat harga burung ini menjadi mahal. Untuk satu ekornya adalah kisaran Rp 1 juta sampai Rp 3 juta rupiah. Untuk melatih kicauan burung ini harus dibutuhkan ketelatenan karena murai batu dikenal cukup sulit dilatih. Namun bila sudah terlatih, pastinya burung ini memiliki kicauan yang sangat indah.

Cucak Ijo

burung-cucak-ijo

Burung yang satu ini sudah terkenal dengan kemampuan kicaunya yang tidak kalah dengan burung yang lain. Harga satu ekor burung Cucak Ijo adalah antara Rp. 1 Juta hingga Rp. 2 Juta. Burung yang mempunyai nama lain Cipo ini mempunyai paruh kecil yang panjang serta bulunya yang berwarna hijau. Burung jenis ini sudah sering dipakai dalam perlombaan.

Jalak Suren

jalak-suren

Burung Jalak Suren dibandrol dengan harga sekitar Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta rupiah. Jalak Suren ini biasanya juga disebut dengan Jalak uret. Burung ini memiliki bentuk tubuh yang kokoh serta paruh yang unik membuat para pencinta burung senang memeliharanya. Selain itu suara kicauan yang dihasilkan sangat merdu dan nyaring.

Baca Juga : Burung Termahal di Indonesia

Kacer

Kacer

Sosok yang pandai menirukan suara burung lain ini juga masuk dalam deretan burung termahal di Indonesia. Kisaran harga dari satu ekor burung ini adalah Rp. 250 ribu hingga Rp. 1,5 juta. Burung yang memiliki nama lain Jalak Poci ini mempunyai suara sangat nyaring sehingga sangat sering dipakai dalam kejuaraan.

Anis Merah

Anis-merah

Para pencinta burung biasanya juga sering menyebutnya burung punglor. Burung ini terbilang unik karena saat sedang berkicau kadang burung punglor ini punya kebiasaan teler. Keunikan tersebut yang membuat para pencinta burung memilih burung ini sebagai peliharaan burung kicaunya. Kisaran harga untuk punglor ini adalah sekitar Rp 600 ribu-an.

Kenari

kenari

Burung yang satu ini pasti sering terdengar di telinga masyarakat. Burung yang berasal dari pulau Canary ini, untuk setiap ekornya dibandrol dengan harga Rp 200 ribu hingga jutaan rupiah. Bahkan untuk beberapa jenis kenari memiliki harga paling rendah 1 juta rupiah. Selain perawatannya yang mudah, bentuk tubuhnya yang bagus serta suara yang gacor menjadi alasan mengapa burung ini dipilih oleh pencinta burung.

 

Mengetahui beberapa burung termahal di Indonesia itu pastinya mematahkan pendapat masyarakat bahwa ini hobi yang murah. Mahalnya harga burung dipengaruhi oleh berbagai aspek, selain itu biaya pemeliharaan juga patut diperhitungkan. Tapi, ya namanya kalau sudah senang, mau bagaimana lagi?

Rahasia Kepintaran dan Harga Burung Beo

Rahasia-Kepintaran-dan-Harga-Burung-Beo

jenisburungdunia – Siapa yang tidak kenal dan kagum saat melihat dan bermain dengan jenis burung yang satu ini? Ya, burung beo adalah satu dari beragam jenis burung yang populer, tak hanya di kalangan para pecinta hewan kicau, namun juga masyarakat pada umumnya. Penyebabnya tak lain karena burung beo terkenal karena mampu menirukan suara yang dikeluarkan oleh manusia.

Burung beo juga bisa menirukan beragam suara yang keluar dari TV, radio, dan jika diajari dengan tepat, mereka bahkan dapat bernyanyi layaknya penyanyi profesional. Kelihaian yang dimiliki inilah yang membuatnya banyak dicari oleh banyak orang dan dibanderol dengan harga yang menakjubkan.

Ada juga sebuah kisah tentang seekor burung beo yang menjadi saksi kasus kriminal di pengadilan. Pada kasus di tahun 2015 tersebut, burung beo peliharaan keluarga Duram diampu sebagai saksi karena mampu menirukan suara korban kejahatan tersebut. Kisah ini tentu dapat membuat siapa saja yang mendengarnya merasa takjub dengan kemampuan yang dimiliki oleh burung beo.

Nah, kepintaran dalam meniru suara tersebut tentu bukan tanpa alasan. Ada rahasia tersendiri yang membuat burung tersebut mampu menirukan suara manusia dengan sangat mirip. Tak perlu penasaran lagi, inilah rahasia mengapa burung beo mampu menirukan banyak suara dan membuat harga jualnya fantastis.

Rahasia Dibalik Kepintaran dan Suara Burung Beo

  • Memiliki Struktur Otak yang Unik Membuat Burung Beo Jago Menirukan Suara Manusia

Tahukah Anda jika ada penelitian oleh Duke University tentang burung beo yang menjelaskan bahwa unggas tersebut memiliki struktur utama otak yang berbeda? Seperti yang dilansir dari National Geographic, perbedaan pada struktur otak inilah yang membuat burung itu memiliki ciri khasnya yaitu bisa menirukan suara manusia dengan sempurna.

Otak burung beo memiliki bagian inti yang mampu mengatur dan mengolah kemampuan vokalnya dengan baik. Bahkan, dibandingkan dengan jenis burung lain yang juga mampu bernyanyi, seperti burung songbird dan kolibri, otak dari burung beo ini memiliki struktur yang berbeda pula. Oleh karena itulah mengapa burung beo lebih dikenal sebagai burung yang cerdas menirukan suara yang didengarnya.

  • Rahasia Burung Beo Pandai Mengolah Vokal Adalah Adanya Jaringan Cincin Luar di Otaknya

Selain struktur inti yang berbeda dengan jenis burung lain, burung beo juga pandai menirukan suara karena di dalam otaknya terdapat jaringan cincin luar. Nah, fungsi utama dari jaringan cincin luar ini adalah sebagai pengolah vokal yang dimiliki oleh burung tersebut.

Namun, tidak semua burung beo memiliki ukuran jaringan cincin luar yang sama. Hal inilah yang membuat ada burung beo yang lebih pandai menirukan suara manusia dibanding yang lainnya. Pasalnya, semakin besar ukuran jaringan cincin luar yang dimiliki, semakin pintar pula burung tersebut menirukan suara manusia.

Fakta yang mencengangkannya lagi, jaringan dalam otak tersebut adalah hasil evolusi burung beo sejak 29 juta tahun yang lalu. Tepatnya dari nenek moyang jenis burung tersebut, yakni burung Kea yang berasal dari Selandia Baru. Jadi, kemampuan burung beo dalam menirukan suara didapatkan dari evolusi jaringan cincin luar ini.

  • Tak Hanya dari Kemampuan Otak, Organ Syrinx Burung Beo Mirip dengan Manusia

Rahasia burung beo dalam menirukan suara manusia ternyata tidak datang dari kemampuan otaknya saja yang berbeda. Organ vokal burung atau Syrinx burung beo juga menjadi alasan mengapa burung tersebut mampu mengeluarkan suara seperti manusia. Jika suara manusia dihasilkan melalui bagian laring, dari organ syrinx inilah burung dapat mengeluarkan suaranya yang merdu.

Walau memiliki letak yang berbeda, laring manusia dan syrinx burung beo mampu menjalankan fungsi vokalnya dengan baik. Laring manusia berada di atas atau sebelum batang tenggorokan dan syrinx burung beo berada di bawah batang tenggorokannya, tepatnya di atas organ paru-parunya.

Dilansir dari sebuah penelitian oleh Harvard University, organ vokal pada burung beo memiliki kombinasi otot yang rumit. Otot-otot yang mengelilingi organ syrinx inilah yang membuat suara burung beo yang dikeluarkan sangat baik.

  • Mampu Mengontrol Suara dengan Mulut dan Lidah Selayaknya Manusia

Tak berhenti sampai di situ, suara burung beo yang dihasilkan melalui organ vokalnya dapat dikontrol dengan lebih akurat karena paruh dan lidahnya dapat melafalkan intonasi. Dengan membuka dan menutup paruhnya, burung beo mampu mendapatkan nada yang tepat dari suara yang dikeluarkan oleh manusia.

Lidah yang dimiliki juga sedikit banyak memiliki kesamaan dengan lidah manusia. Jadi, inilah alasan mengapa tidak sulit untuk mengajarkan burung beo melafalkan kalimat yang dikeluarkan manusia. Pasti seru jika melihat burung peliharaan yang tiba-tiba berbicara dan mengelabuhi teman yang datang ke rumah.

Baca Juga : Alasan Burung Hantu Tidak Cocok Jadi Hewan Peliharaan

  • Sering Ikut Menari Saat Mendengar Musik, Ternyata Juga Ada Penjelasan Ilmiahnya

Saat melihat burung beo bernyanyi, ada kalanya burung tersebut ikut menari atau menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik yang didengarnya. Hal ini ternyata juga dapat dijelaskan secara ilmiah dari penelitian yang dilakukan oleh banyak pihak.

Selain jaringan yang telah disebutkan sebelumnya tentang jaringan otak burung beo, ada juga satu bagian yang berfungsi untuk mengatur pemahaman vokal, yang juga mengatur gerakan. Artinya, saat vocal learning mendapatkan masukan, secara otomatis tubuh dari burung tersebut juga akan ikut bergerak.

Penemuan inilah yang dijadikan dasar atau alasan mengapa burung pintar ini terlihat ikut menari saat mendengarkan musik. Jadi, tak mengherankan mengapa burung tersebut banyak dikenal sebagai burung cerdas karena memang jaringan otaknya jauh lebih kompleks dibanding burung pada umumnya.

Penasaran dengan Harga Burung Beo? Inilah Beberapa Jenis Burung Beo Paling Mahal di Indonesia

Selesai membahas tentang rahasia suara burung beo, saatnya untuk melihat harga jual burung tersebut. Bagi yang telah lama berlalu-lalang di dunia burung kicau dan burung hias pasti sudah tidak kaget saat melihat harga burung beo di pasaran. Namun, bagi masyarakat awam, harga dari salah satu jenis burung kicau populer tersebut tentu sangat mencengangkan.

Penyebab mahalnya harga jual burung beo tidak lain karena kepintaran yang dimilikinya serta kelihaiannya dalam menirukan suara manusia. Karena memang dapat dilatih, burung beo yang telah mahir berbicara akan memiliki harga jual yang lebih mahal dibanding yang belum pernah diajari berbicara. Jenis dari burung beo juga turut memengaruhi harga jualnya di pasaran.

Salah satu jenis yang paling terkenal di Indonesia adalah burung beo Kalimantan. Sesuai dengan namanya, burung beo jenis ini banyak ditemui di Pulau Kalimantan yang memang masih banyak memiliki lahan hijau. Tak disangka-sangka, harga jual dari burung beo Kalimantan ini mencapai 3 juta Rupiah per ekornya.

Tak kalah mahal, ada pula burung beo dari wilayah Sumatera, yakni Medan, yang memiliki harga jual paling murah 1.5 juta Rupiah untuk yang baru berusia 4 hingga 6 bulan saja. Bisa dibayangkan harga jual burung beo jenis ini jika telah mencapai usia dewasa dan telah mahir berbicara bahasa manusia. Bukan tidak mungkin harganya bisa membuat dompet jebol.

Ada lagi burung beo Papua yang tentunya memiliki harga jual yang fantastis pula. Identik dengan ragam faunanya yang eksotis membuat burung beo jenis ini juga memiliki harga jual yang melejit. Untuk satu ekor burung beo dari Papua yang berumur 10 bulan saja, pecinta burung harus rela merogoh kocek hingga 2.5 juta Rupiah.

Lanjut ke jenis lainnya, burung beo yang ditemui di wilayah Nias pun memiliki harga jual mencapai jutaan Rupiah. Tepatnya untuk burung beo Nias yang masih muda, harganya dipatok di kisaran 1.5 jutaan Rupiah, lho! Pastinya, jangan lupa untuk menjaga kondisi keuangan keluarga terlebih dahulu sebelum membeli salah satu jenis burung beo ini.

Kemampuan Bicara Burung Beo Mampu Membuat Takjub Siapapun yang Mendengarnya

Memiliki kemampuan untuk menirukan suara yang didengarnya membuat burung beo banyak digemari oleh banyak orang. Hal inilah yang membuat harga jual dari burung cerdas ini tak pernah turun dan seringkali membuat dompet terkuras. Namun, harga jual yang fantastis tersebut tentu setara dengan kelihaian dan kebiasaan burung beo menghibur para pemiliknya.

Alasan Burung Hantu Tidak Cocok Jadi Hewan Peliharaan

Alasan-Burung-Hantu-Tidak-Cocok-Jadi-Hewan-Peliharaan

jenisburungdunia – Hayo ngaku, saat masih kecil dulu, kamu pasti ingin memelihara burung hantu setelah menonton film Harry Potter. Burung hantu milik Harry Potter bernama Hedwig, yang berjenis burung hantu salju (Bubo scandiacus). Burung hantu adalah hewan peliharaan yang cerdas, ramah pada manusia dan mudah dijinakkan.

Meski kita sangat ingin memelihara burung hantu, ternyata kamu tidak bisa sembarangan. Inilah alasan mengapa burung hantu tidak cocok jadi binatang peliharaan!

1. Burung hantu perlu ruangan yang besar dan tidak dikurung di dalam sangkar

Burung-hantu-perlu-ruangan-yang-besar-dan-tidak-dikurung-di-dalam-sangkar

Burung hantu bukan binatang peliharaan yang mudah bagi pemula. Yang harus kamu ketahui, burung hantu perlu ruangan yang luas dan tidak bisa dikurung di dalam sangkar, jelas laman The Spruce Pets. Kamu bisa memeliharanya di dalam rumah dan memberikan akses ke bak mandi yang harus selalu bersih. Mengapa? Burung hantu perlu membersihkan bulunya secara rutin. Apabila bulunya kotor, saat terbang, sayapnya akan mengeluarkan suara. Di alam liar, burung hantu terbang diam-diam tanpa suara supaya mangsanya tidak menyadari kehadirannya. Selain itu, mereka perlu sering-sering terbang, jangan mengikat kakinya terus-menerus.

2. Burung hantu memakan daging, bisa hidup atau mati

Burung-hantu-memakan-daging-bisa-hidup-atau-mati

Berbeda dengan burung hias seperti lovebird, burung hantu tidak bisa diberi makan biji-bijian, pelet atau sayur dan buah segar. Burung hantu merupakan hewan karnivora, di alam liar mereka akan berburu untuk memperoleh makanan. Mereka biasa memakan tikus, kelinci kecil, ayam kecil hingga marmut. Kamu bisa memberi pakan dalam kondisi hidup atau mati. Selain itu, kamu juga bisa memberinya daging sapi atau ayam mentah. Tapi, opsi ini tidak untuk jangka panjang, karena burung hantu lebih suka memakan hewan dalam kondisi utuh. Tidak disarankan untuk memberinya cacing, serangga atau siput, ujar laman The Barn Owl Trust.

3. Merupakan hewan yang independen

Merupakan-hewan-yang-independen

Di alam liar, burung hantu adalah hewan yang soliter dan independen. Mereka biasa tinggal dan berburu sendiri, atau bersama dengan pasangan dan anaknya. Sifatnya ini membuat burung hantu kerap menyerang orang lain (selain pemiliknya) karena dianggap sebagai ancaman, jelas laman The Spruce Pets. Burung hantu terikat secara emosional dengan pemiliknya, apalagi jika dirawat dengan baik. Itulah mengapa, saat kita jatuh sakit dan tidak bisa merawatnya, mereka akan menjadi stres dan depresi. Burung hantu akan semakin stres apabila mereka dipindah ke pemilik lain karena mereka menganggap pemiliknya sebagai keluarga.

Baca Juga : Dibalik Julukan Burung Surga Cendrawasih

4. Menuntut banyak perhatian dari pemiliknya

Menuntut-banyak-perhatian-dari-pemiliknya

Meski tampangnya terlihat imut dan menggemaskan, burung hantu merupakan attention seeker. Mereka membutuhkan dan menuntut banyak perhatian dari pemiliknya. Burung hantu akan memekik keras agar diperhatikan dan dituruti kemauannya, jelas laman Bird Eden. Dan mereka akan stres apabila diabaikan. Hal ini akan menjadi masalah apabila kamu tinggal di lingkungan padat penduduk. Suara burung hantu yang keras akan mengganggu kenyamanan tetangga. Burung hantu akan lebih berisik saat musim kawin tiba. Bahkan, mereka akan melakukannya di siang atau malam. Itulah mengapa burung hantu tidak terlalu cocok dijadikan hewan peliharaan

5. Bulunya sering rontok, harus rajin dibersihkan

Bulunya-sering-rontok-harus-rajin-dibersihkan

Bulu cantik burung hantu akan rontok dan berganti baru setiap tahun. Mereka juga sering memuntahkan pelet, yakni makanan yang tidak tercerna, seperti tulang, bulu, cakar dan gigi. Bulu dan pelet harus segera dibuang dan dibersihkan, karena tidak baik bagi kesehatan burung hantu, terang laman Bird Eden. FYI, menurut laman Owl Pages, proses pergantian bulu memakan waktu hingga 3 bulan. Jangan lupa untuk membersihkan kotorannya. Saat buang air besar, burung hantu akan membersihkan ceca, yang terletak di ujung usus setiap harinya. Baunya cukup menyengat dan konsistensinya berbentuk semi-padat.

6. Di beberapa wilayah, memelihara burung hantu butuh izin khusus

Di-beberapa-wilayah-memelihara-burung-hantu-butuh-izin-khusus

Memelihara burung hantu tidak bisa sembarangan. Di Amerika Serikat, burung hantu tergolong sebagai hewan liar dan calon pemilik harus dilatih dahulu sebelum mendapat lisensi untuk memelihara. Berdasarkan aturan dari US Fish and Wildlife Service, jika kita gagal atau melanggar aturan, burung hantu itu akan diambil dan ditaruh di penangkaran. Izin memelihara burung hantu di Amerika Serikat sangat ketat dan hanya diberikan pada orang yang bertujuan untuk menangkarkan burung atau menjadikannya sebagai program pendidikan, tukas laman Bird Eden. Di Indonesia, burung hantu tidak seharusnya dipelihara karena termasuk hewan liar, meski masih banyak ditemukan di pasar hewan.

7. Jadi, masihkah kamu ingin memelihara burung hantu?

Jadi-masihkah-kamu-ingin-memelihara-burung-hantu

Dengan segala pertimbangan dan konsekuensi, pilihan terakhir ada di tanganmu. Menurut Diyah Wara Restiyati, ketua The Owl World of Indonesia, dari 58 spesies burung hantu di Indonesia, hanya 16 spesies di antaranya yang dilindungi oleh undang-undang. Pada kenyataannya, burung hantu banyak dijual, baik di pasar atau secara online.

Nah, itulah Beberapa alasan mengapa burung hantu tidak cocok jadi binatang peliharaan. Demi kebaikan, sebaiknya kamu tidak usah memelihara, ya!

 

Dibalik Julukan Burung Surga Cendrawasih

Dibalik-Julukan-Burung-Surga-Cendrawasih

jenisburungduniaBerbicara tentang Papua, salah satu yang melekat di otak adalah burung cendrawasih. Hal ini dikarenakan persebaran burung ini hanya berada di tiga negara, yakni Australia, Halmahera dan Indonesia, tepatnya hanya di Papua. Terdapat total 42 spesies burung cendrawasih dan 30 di antaranya berada di Papua, bahkan terdapat dua burung yang endemik.

Tidak hanya karena burung ini terletak Papua, daya tariknya juga dikarenakan keindahan warna bulunya. Cendrawasih sendiri memiliki jenis yang berbeda-beda, ada Cendrawasih Merah, Cendrawasih Botak, Cendrawasih 12 Antena dan semuanya memiliki ciri yang berbeda. Keunikan ini membuatnya dikenal dunia hingga mendapat julukan sebagai Bird of Paradise alias burung surga.

Tapi, apakah benar julukan tersebut hanya dikarenakan keindahannya semata? Ternyata tidak, terdapat sejarah unik di balik penamaan burung surga ini. Hal ini diungkapkan oleh Ady Kristanto, fotografer alam dan Senior Biodiversity Conservation Officer Flora Fauna Indonesia, saat menjadi pembicara di Mari Cerita (MaCe) Papua pada Rabu, 11 September 2019 di Kuningan City, Jakarta Selatan.

Ady mengatakan bahwa pada awal abad 20, perburuan cendrawasih masih marak terjadi. Burung-burung yang diburu dibawa hingga ke Eropa. Tujuannya, bulu cendrawasih yang halus dan berwarna tersebut akan dijadikan hiasan mahkota dan topi para bangsawan.

“Pas dibawa kakinya patah, jadi mereka gak bisa napak gitu kan. Orang-orang Eropa sana kirain mereka memang gitu, terbang di atas terus,” ujar Ady.

Atas dasar kepercayaan tersebut, burung cendrawasih akhirnya dijuluki Bird of Paradise. Alfred Wallace, seorang peneliti biologi dari Inggris juga memberi nama latin burung ini yakni Paradisea apoda yang berarti burung surga tanpa kaki.

Setelah ditelusuri lebih dalam melalui data Kementerian Pariwisata Indonesia, ternyata eksistensi Cendrawasih sebenarnya telah diketahui raja-raja di Eropa sejak 1522. Cendrawasih pada masa itu sempat dijadikan hadiah dari Raja Maluku untuk Raja Spanyol.

Baca Juga : Ciri Khas Dari Burung Tukan

Kombinasi Warna Bulu dan Tarian Indah

Burung-Surga-Cendrawasih

Julukan ini semakin diperkuat karena seekor burung cendrawasih bisa memiliki kombinasi tiga warna bulu, seperti hitam, kuning, dan putih. Cendrawasih endemik Papua, cendrawasih botak juga justru memiliki kombinasi hingga empat warna, yakni hitam, merah, kuning dan biru pada bagian kepala.

Hal ini yang memberikan keunikan dan menjadi daya tarik bagi burung surga. Sayangnya, dulu perburuan liar masih marak sehingga populasi cendrawasih sempat menurun. Kini, burung tersebut sudah menjadi satwa yang dilindungi sehingga bisa dilihat di tempat-tempat tertentu di Papua.

Banyak orang yang tertarik untuk melihat langsung keajaiban burung ini. Pendiri Isyo Hill’s Bird Watching, salah satu tempat pengamatan burung di Papua, Alex Waisimon mengatakan bahwa dunia sangat antusias untuk melihat burung ini secara langsung, baik untuk kenangan pribadi maupun beberapa dokumentasi fotografer alam. Alex mengatakan pengunjung tempat pengamatan burungnya kebanyakan berasal dari luar negeri.

“I can say it’s (pengunjung domestik) only five per cent,” ungkap Alex saat ditemui di Kuningan City, Rabu, 11 September 2019.

Tak hanya warna bulu, orang-orang tersebut juga penasaran akan tarian yang dilakukan oleh cendrawasih. Tarian cendrawasih adalah sebuah atraksi yang ditunjukkan burung jantan untuk memikat burung betina sehingga bisa diajak kawin.

Perpaduan warna dan atraksi nan indah tersebut yang membuat titel “Burung Surga” melekat hingga sekarang. Jika Anda ingin melihat langsung burung khas ini, Anda bisa berkunjung ke Raja Ampat atau Isyo Hill di Rhepang Muaif, Jayapura. (Novi Thedora)

Beberapa Jenis Burung Kakatua di Dunia

Beberapa-Jenis-Burung-Kakatua-di-Dunia

jenisburungdunia – Total ada 21 spesies kakatua yang eksis di dunia. Mereka tersebar, ada yang tinggal di Indonesia, Australia, dan pulau yang ada di sekitar Oseania. Masing-masing spesies memiliki kekhasannya tersendiri.

Secara umum kakatua dibagi menjadi kakatua gelap (Calyptorhynchus), kakatua putih, dan spesies lainnya. Nah berikut ini beberapa jenis burung kakatua yang cantik terpopuler beserta penjelasannya.

1. Kakatua putih (Cacatua alba)

Kakatua-putih-Cacatua-alba

Ini dia salah-satu spesies kakatua terbesar dan paling cantik. Jambul dan bulunya putih, sedangkan bagian dalam dari sayapnya berwarna kuning menyala. Kakinya abu-abu dan paruhnya hitam. Disebut juga Umbrella cockatoo.

Mata kakatua putih jantan berwarna hitam. Lain lagi dengan kakatua muda atau betina, yang warna matanya cokelat.Ukuran tubuhnya bisa mencapai 45 cm. Untuk itu, anda memerlukan kandang atau penangkaran burung yang leluasa.

Habitat asli, Asal Usul Burung Kakatua Putih

Burung ini merupakan penghuni Indonesia, khususnya di kawasan hutan. Mereka jarang menampakkan diri di tempat terbuka. Mereka hidup dalam kelompok kecil, sekitar 2-10 anggota.

Kakatua putih sebagai burung peliharaan

Burung yang dihargai cukup mahal ini bisa menjadi hewan peliharaan mengagumkan. Mereka jinak dan penyayang, namun cukup berisik karena suka memekik. Sehingga kakatua ini sulit dipertahankan di dalam ruangan.

Mayoritas burung ini berakhir di suaka atau tempat penampungan burung. Pembeli akan memboyong dalam bentuk bayi yang masih pendiam. Mereka tumbuh cepat. Begitu usianya menginjak 3 tahunan, barulah burung ini menunjukkan sifat aslinya yang tegas dan keras. Lengkingan mereka sangat keras, bisa menghancurkan furnitur karena dikira mainan, serta sedikit agresif.

Burung ini juga bukan tipikal yang betah bertengger sepanjang hari. Mereka sangat hiperaktif. Apalagi kalau burung sedang ingin diperhatikan, maka mereka akan melakukan apa pun untuk memeroleh perhatian anda, termasuk dengan tingkah yang mengganggu sekaligus sangat lucu.

2. Kakatua solomon (Cacatua ducorpsii)

Kakatua-solomon-Cacatua-ducorpsii.jpg

Jika ingin kakatua yang lebih imut, anda bisa memilih Cacatua ducorpsii. Ukurannya sekitar 30 cm. Jambul putihnya juga relatif lebih kecil. Bulunya sama seperti kakatua putih. Warnanya putih. Namun ada sentuhan pink atau merah muda di area paruhnya. Burung ini disebut juga Ducorps corella.

Habitat Asli Kakatua Solomon

Sesuai namanya, spesies kakatua ini tinggal di Pulau Solomon yang berdekatan dengan Australia. Spesies ini sendiri masih berkaitan erat dengan Goffins Corella. Untuk membedakan antara kakatua jantan dan betina, yang jantan memiliki selaput pelangi berwarna hitam. Berbeda dengan burung betina, yang irisnya cokelat.

Kakatua solomon sebagai hewan peliharaan

Tentu saja kakatua yang satu ini bisa anda pelihara di rumah. Namun mereka juga nyaman menghuni tempat penangkaran burung. Kakatua ini penurut dan tidak begitu bising. Namun ketika kadang-kadang ketika merasa senang, burung ini juga akan menciptakan suara berisik.

Jika anda memelihara kakatua sedari kecil, kemungkinan besar mereka akan merasa begitu sayang. Mereka juga bisa meniru suara atau kata-kata. Tetapi kemampuannya tidak sebagus burung beo.

3. Cacatua galerita/ Kakatua koki/ jambul kuning (Sulphur-Crested Cockatoo)

Cacatua-galerita

Si jambul kuning ini juga termasuk kakatua besar. Ukurannya 50 cm. Ada beberapa yang mirip dengan mereka, namun ukurannya lebih kecil. Kakatua ini memiliki jambul kuning yang lancip, bulu putih, dan warna kuning di dalam sayapnya. Adapun paruh dan kakinya sama-sama hitam. Kakatua jantan memiliki mata hitam, sedangkan yang betina bermata cokelat.

Perawatan ketika kakatua ini kecil relatif mudah. Namun kesulitannya meningkat ketika burung sudah lebih tua. Tak heran kalau nilainya begitu tinggi.

Habitat asli kakatua jambul kuning

Pemilik jambul kuning sulfur ini tinggal di New-Guinea dan Australia (timur dan utara). Mereka menghuni kawasan hutan dan urban. Burung ini memiliki empat subspesies yang memiliki ciri atau karakter berbeda. Sehingga tidak direkomendasikan untuk menerapkan kawin silang di antara mereka.

Kakatua jambul kuning sebagai hewan peliharaan

Memelihara kakatua ini tidak begitu mudah lantaran ukuran dan kecerdasannya. Mereka memerlukan kandang yang sangat besar. Suara-suara yang dihasilkan juga sangat mengusik ketenangan. Oleh karena itu, mereka kurang cocok tinggal di perumahan yang menginginkan situasi tentram. Spesies ini pun biasanya tinggal di kebun binatang atau taman burung.

Baca Juga : Ciri Khas Dari Burung Tukan

4. Goffins cockatoo/ Goffini cockatoo/ kakatua tanimbar (Cacatua goffini)

Goffins-cockatoo

Kakatua ini juga termasuk spesies yang kecil, seukuran 30 cm. Bulunya putih, dengan sentuhan oranye dan pink. Bagian dalam sayapnya tampak kuning. Kemudian matanya memiliki lingkaran biru muda.

Kakatua ini sudah populer sebagai hewan peliharaan. Namun untuk membeli, memiliki, atau memindahkan hewan ini, anda mesti meiliki surat izin CITES (the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).

Habitat asli kakatua Tanimbar

Burung spesial ini berasal dari Pulau Tanimbal, Maluku Tenggara, Indonesia. Mereka betah tinggal di sekitar hutan tropis nusantara
Kakatua tanimbar sebagai hewan peliharaan

Anda mungkin saja memeliharanya secara pribadi. Namun terkadang perawatannya memang merepotkan. Pasalnya burung ini bisa begitu setia pada satu manusia yang merawatnya, namun sangat agresif terhadap manusia lainnya. Apalagi ketika mereka tidak jinak dan bersosialisasi dari kecil, maka ketika tumbuh besar pun akan serba sulit.

Ukurannya boleh kecil, namun pekikan burung bisa mengganggu pendengaran. Bahkan mereka bisa mengusik kenyamanan tidur anda di waktu malam. Namun tentu saja masing-masing burung memiliki karakter tersendiri. Jika kakatua ini sudah hidup lama bersama anda, bukan tak mungkin ia akan menjadi peliharaan menakjubkan. Kakaktua ini hiperaktif ketika menjerit, menari, berbicara, atau menggigit sesuatu. Mereka juga relatif jago meniru pembicaraan atau suara.

5. Major Mitchell’s Cockatoo/ Pink cockatoo (Cacatua leadbeateri)

Major-Mitchells-Cockatoo

Penyuka pink pasti langsung kepincut dengan penampilan burung ini. Tubuhnya memang berwarna pink lembut, sedangkan bulu pada sayapnya tampak putih. Jambulnya sendiri bisa berwarna kuning dan oranye jika sedang tegak. Ada pun kaki dan paruhnya berwarna putih tulang.

Namun burung berukuran sekitar 40 cm tidak mudah ditaklukan. Mereka juga dipatok dengan harga tinggi.

Habitat asli kakatua pink

Habitat asli mereka ada di kawasan hutan Australia selatan dan barat.

Kakatua pink sebagai hewan peliharaan

Sebenarnya kakatua ini jarang dipelihara di perumahan. Apalagi kalau mereka tidak dijinakkan dan tidak belajar sosialisasi sejak kecil. Maka ketika tumbuh besar, mereka akan sulit jinak dan berbaur dengan manusia. Mereka juga membutuhkan ruangan yang besar. Sehingga kakatua pink ini lebih umum dijadikan penghuni kebun binatang atau taman burung.

6. Moluccan Cockatoo/ Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis)

Moluccan-Cockatoo

Spesies ini sudah terkenal sebagai kakatua yang sangat besar dan penampilannya menakjubkan. Bulunya berwarna putih dan diperindah dengan nuansa pink yang berkilau. Bulu di dalam sayapnya berwarna kuning. Sedangkan jambulnya memancarkan oranye cerah, apalagi ketika berdiri tegak. Untuk paruh dan kakinya sendiri berwarna hitam.

Ukuran kakatua ini sekitar 50 cm. Meski pun besar, namun mereka relatif mudah dijinakkan. Hanya saja banderolnya sangat mahal.

Habitat asli kakatua Maluku

Dari namanya bisa kita tebak kalau kakatua ini asli Maluku – Indonesia, tepatnya di Kepulauan Seram. Mereka hidup di hutan tropis atau subtropis dalam kelompok kecil. Sayangnya populasi burung ini terus tergerus, lantaran habitatnya juga terus berkurang.
Kakatua Maluku sebagai hewan peliharaan

Kakatua ini memiliki reputasi sebagai burung jumbo yang cerdas dan indah. Mereka pun kerap menjadi bird shows alias burung pertunjukan. Lebih lagi burung ini selalu senang mempelajari hal-hal baru dan unjuk gigi di depan pemiliknya. Mereka memang penyayang dan mudah jinak.

Namun anda mesti siap dengan sikap self-mutilation sang burung. Belum lagi dengan jeritannya yang keras dan sesekali menunjukkan sikap agresif terhadap manusia. Oleh karena itu, memelihara kakatua Maluku akan menjadi misi sulit. Perlu kandang besar, pelatihan spesial, dan curahan kasih sayang agar sang burung tetap gembira.

Baca Juga : Ciri Khas Dari Burung Tukan

7. Little Corella/ kakatua rawa (Cacatua sanguinea)

Little-Corella

Dengan ukuran medium sekitar 36 cm, burung ini masuk kategori kakatua kecil. Ia mirip seperti kakatua tanimbar. Bulunya putih, bulu di bawah sayapnya kuning, dan bulu di sekitar paruhnya berwarna pink-oranye. Untuk jambulnya sendiri tidak begitu besar. Namun bercak biru di area matanya tampak lebih besar dibanding spesies lain.

Habitat asli kakatua rawa

Di alam liarnya, mereka merupakan salah-satu spesies umum. Kakatua ini hidup di Australia. Mereka tersebar di area terbuka, entah itu pertanian atau perkotaan. Namun populasinya tidak begitu disukai oleh para petani, sebab kawanan burung ini kerap merusak gandum atau hasil panen lain.
Kakatua rawa sebagai hewan peliharaan

Di Australia sendiri, tidak aneh kalau ada yang memelihara kaaktua rawa. Lebih lagi mereka mudah beradaptasi dengan kehidupan manusia. Mereka juga cenderung mudah dijinakkan, meski pun tidak hidup bersama manusia sejak kecil.

8. Lesser Sulphur-Crested Cockatoo (Cacatua sulphurea)

Lesser-Sulphur-Crested-Cockatoo

Burung ini seperti versi mungil dari burung kakatua jambul kuning. Ukurannya sekitar 34 cm. Namun keduanya merupakan spesies yang berbeda. Bahkan nama ilmiahnya juga berlainan.

Habitat asli Lesser Sulphur-Crested Cockatoo

Burung imut ini berasal dari Sulawesi, Sumba, dan kepulauan lain di Indonesia. Mereka hadir dengan enam subspesies. Semua subspesies itu bisa melakukan kawin silang, namun hasilnya cukup menyulitkan pihak penampungan atau kebun binatang. Mereka jadi tidak benar-benar mampu menentukan campuran genetiknya.

Burung Lesser Sulphur-Crested Cockatoo sebagai hewan peliharaan

Kakatua ini sudah populer sebagai hewan peliharaan. Mereka bisa mempelajari trik baru, penyayang, dan cerdas. Kakatua ini bisa meniru obrolan meski pun tidak selancar burung beo. Hanya saja mereka juga haus kasih sayang dan sering memproduksi suara bising. Kadang mereka menggigit apa pun yang dijumpainya.