Bisnis Penangkaran Burung

Bisnis Penangkaran Burung

Bisnis Penangkaran Burung – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang perputaran bisnia penangkaran burung yang memiliki pendapatan besar.

Perputaran uang dalam bisnis penangkaran dan komunitas burung di Indonesia memiliki nominal yang cukup besar. Angka yang dihasilkan dari perputaran pecinta burung bisa mencapai 2 Triliun setiap tahunnya.

Agar roda bisnis buruh ini terus bisa berjalan, diadakan lomba Burung Bogorienze Cup I yang digelar oleh Bonafide Indonesia Community (BIC) dan disupport oleh Bogorienze Resort sebagai pengembang dari Pasar Burung Bogorienze

“Itulah sebabnya mengapa BIC begitu fokus pada perlombaan sebab tujuan besar kami adalah mendukung perekonomian, khususnya para kicau mania,” tegas Ketua BIC, Lukmanul Hakim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (10/8/2020).

Bogorienze Resort pun memahami hal tersebut sebagai sebuah kebutuhan yang perlu di prioritaskan dalam menjalankan perputaran ekonomi para pecinta burung.

“Kami menyediakan 300 kios dan 100 ruko siap huni, dan bulan lalu telah resmi dibuka oleh Menteri Koperasi dan UMKM Bapak Teten Masduki,” jelas Direktur Utama Bogorienze Resort, Bapak Lukman Purnomosidi.

Bogorienze memang telah berencana untuk memfasilitasi para pecinta burung di Bogor dengan pengadaan sebuah lokasi terpadu dan terpusat yang sangat tepat bagi burung-burung bisa bereksplorasi dengan maksimal. Berada di Bogor Inner Ring Road (BIR) Lot XXI Kawasan Bogor Nirwana Residence, Kota Bogor.

Lokasi yang sejuk dengan udara terbuka yang segar memungkinkan burung-burung bisa lebih bebas berkicau. Juga dengan lokasi yang nyaman, strategis, dan ruko-ruko yang tersedia rapih, memungkinkan Pasar Burung Bogorienze bisa menjadi area bisnis yang sehat sekaligus nyaman untuk dikunjungi. Selain itu, Bogorienze Resort merupakan sebuah sarana yang memiliki connecting terbaik.

“Karena letaknya yang dikelilingi oleh banyaknya tempat wisata seperti The Jungle, J-bound, Devoyage, dan Rumah Air, membuat Bogorienze Resort makin lengkap dan terpadu,” ungkap Ugik Sugiyanto.

Baca Juga:Daftar Burung Terindah Indonesia yang Menjadi Incaran Dunia

Punya Banyak Spesies

Juri saat menilai dalam lomba kicau burung di kawasan Kanal Banjir Timur, Jakarta, Rabu (29/8). Lomba yang diadakan komunitas pecinta burung itu menarik perhatian warga serta pengendara yang melintas di kawasan tersebut. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan, Indonesia memiliki banyak spesies burung. Hingga saat ini tercatat ada sekitar 1.660-an jenis burung yang ada di Indonesia.

“Jadi di negara kita Indonesia memiliki spesies burung yang sangat banyak sekali. Dari informasi yang diberikan kepada saya ada 1660-an spesies jenis burung yang ada di negara kita.‎ Ini Sebetulnya sebuah kekayaan besar yang diberikan Allah, yang diberikan Tuhan kepada kita,” ‎ujar dia.

Oleh sebab itu, lanjut Jokowi, dirinya menghargai upaya yang dilakukan oleh para pencinta burung. Selain memelihara dan melatih burung untuk diikutsertakan dalam lomba, komunitas pencinta burung ini juga melakukan pengembangbiakan burung, termasuk yang sudah hampir punah.

“Oleh sebab itu saya sangat menghargai tadi banyaknya penangkaran-penangkaran burung yg ada di banyak daerah sekarang ini. Tadi ada penangkaran murai, kolibri, jalak. Contoh jalak bali dulu sudah punah tetapi karena berhasil ditangkarkan sekarang jumlahnya sudah banyak sekali,” kata dia.

Bisnis Penangkaran Burung Terputar Tembus Rp 2 Triliun

Bisnis-Penangkaran-Burung-Terputar-Tembus-Rp-2-Triliun

jenisburungdunia – Perputaran uang dalam bisnis penangkaran dan komunitas burung di Indonesia memiliki nominal yang cukup besar. Angka yang dihasilkan dari perputaran pecinta burung bisa mencapai 2 Triliun setiap tahunnya.

Agar roda bisnis buruh ini terus bisa berjalan, diadakan lomba Burung Bogorienze Cup I yang digelar oleh Bonafide Indonesia Community (BIC) dan disupport oleh Bogorienze Resort sebagai pengembang dari Pasar Burung Bogorienze

“Itulah sebabnya mengapa BIC begitu fokus pada perlombaan sebab tujuan besar kami adalah mendukung perekonomian, khususnya para kicau mania,” tegas Ketua BIC, Lukmanul Hakim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (10/8/2020).

Bogorienze Resort pun memahami hal tersebut sebagai sebuah kebutuhan yang perlu di prioritaskan dalam menjalankan perputaran ekonomi para pecinta burung.

“Kami menyediakan 300 kios dan 100 ruko siap huni, dan bulan lalu telah resmi dibuka oleh Menteri Koperasi dan UMKM Bapak Teten Masduki,” jelas Direktur Utama Bogorienze Resort, Bapak Lukman Purnomosidi.

Bogorienze memang telah berencana untuk memfasilitasi para pecinta burung di Bogor dengan pengadaan sebuah lokasi terpadu dan terpusat yang sangat tepat bagi burung-burung bisa bereksplorasi dengan maksimal. Berada di Bogor Inner Ring Road (BIR) Lot XXI Kawasan Bogor Nirwana Residence, Kota Bogor.

Lokasi yang sejuk dengan udara terbuka yang segar memungkinkan burung-burung bisa lebih bebas berkicau. Juga dengan lokasi yang nyaman, strategis, dan ruko-ruko yang tersedia rapih, memungkinkan Pasar Burung Bogorienze bisa menjadi area bisnis yang sehat sekaligus nyaman untuk dikunjungi. Selain itu, Bogorienze Resort merupakan sebuah sarana yang memiliki connecting terbaik.

“Karena letaknya yang dikelilingi oleh banyaknya tempat wisata seperti The Jungle, J-bound, Devoyage, dan Rumah Air, membuat Bogorienze Resort makin lengkap dan terpadu,” ungkap Ugik Sugiyanto.

Gerakan Ekonomi Masyarakat.

Sebelumnyam Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, penangkaran burung merupakan salah satu kegiatan bisnis yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Bahkan perputaran uang pada kegiatan tersebut bisa mencapai Rp 1,7 triliun per tahun.

Menurut dia, selain berguna untuk melestarikan spesies burung di Indonesia, kegiatan penangkaran juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Yang berkaitan dengan ekonomi. Dengan penangkaran itu juga roda ekonomi, terutama ekonomi kerakyatan juga tumbuh,” ujar dia di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/3/2018).

Kegiatan yang berkaitan dengan penangkaran burung mulai dari jasa pembuatan sangkar, produksi pakan, obat-obatan hingga kompetisi. Semua kegiatan tersebut diperkirakan menimbulkan yang beredar di masyarakat sebesar Rp 1,7 triliun per tahun.

“Ada pembuatan sangkar burung, kemudian makanan burung, jadi berkembang dan hitungannya tadi untuk perputaran Rp 1,7 triliun per tahun. Artinya di sisi penangkaran, pakan, sangkarnya, obat-obatannya,” tandas Jokowi.

Punya Banyak Spesies

Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan, Indonesia memiliki banyak spesies burung. Hingga saat ini tercatat ada sekitar 1.660-an jenis burung yang ada di Indonesia.

“Jadi di negara kita Indonesia memiliki spesies burung yang sangat banyak sekali. Dari informasi yang diberikan kepada saya ada 1660-an spesies jenis burung yang ada di negara kita.‎ Ini Sebetulnya sebuah kekayaan besar yang diberikan Allah, yang diberikan Tuhan kepada kita,” ‎ujar dia.

Oleh sebab itu, lanjut Jokowi, dirinya menghargai upaya yang dilakukan oleh para pencinta burung. Selain memelihara dan melatih burung untuk diikutsertakan dalam lomba, komunitas pencinta burung ini juga melakukan pengembangbiakan burung, termasuk yang sudah hampir punah.

“Oleh sebab itu saya sangat menghargai tadi banyaknya penangkaran-penangkaran burung yg ada di banyak daerah sekarang ini. Tadi ada penangkaran murai, kolibri, jalak. Contoh jalak bali dulu sudah punah tetapi karena berhasil ditangkarkan sekarang jumlahnya sudah banyak sekali,” kata dia.

Rahasia Kepintaran dan Harga Burung Beo

Rahasia-Kepintaran-dan-Harga-Burung-Beo

jenisburungdunia – Siapa yang tidak kenal dan kagum saat melihat dan bermain dengan jenis burung yang satu ini? Ya, burung beo adalah satu dari beragam jenis burung yang populer, tak hanya di kalangan para pecinta hewan kicau, namun juga masyarakat pada umumnya. Penyebabnya tak lain karena burung beo terkenal karena mampu menirukan suara yang dikeluarkan oleh manusia.

Burung beo juga bisa menirukan beragam suara yang keluar dari TV, radio, dan jika diajari dengan tepat, mereka bahkan dapat bernyanyi layaknya penyanyi profesional. Kelihaian yang dimiliki inilah yang membuatnya banyak dicari oleh banyak orang dan dibanderol dengan harga yang menakjubkan.

Ada juga sebuah kisah tentang seekor burung beo yang menjadi saksi kasus kriminal di pengadilan. Pada kasus di tahun 2015 tersebut, burung beo peliharaan keluarga Duram diampu sebagai saksi karena mampu menirukan suara korban kejahatan tersebut. Kisah ini tentu dapat membuat siapa saja yang mendengarnya merasa takjub dengan kemampuan yang dimiliki oleh burung beo.

Nah, kepintaran dalam meniru suara tersebut tentu bukan tanpa alasan. Ada rahasia tersendiri yang membuat burung tersebut mampu menirukan suara manusia dengan sangat mirip. Tak perlu penasaran lagi, inilah rahasia mengapa burung beo mampu menirukan banyak suara dan membuat harga jualnya fantastis.

Rahasia Dibalik Kepintaran dan Suara Burung Beo

  • Memiliki Struktur Otak yang Unik Membuat Burung Beo Jago Menirukan Suara Manusia

Tahukah Anda jika ada penelitian oleh Duke University tentang burung beo yang menjelaskan bahwa unggas tersebut memiliki struktur utama otak yang berbeda? Seperti yang dilansir dari National Geographic, perbedaan pada struktur otak inilah yang membuat burung itu memiliki ciri khasnya yaitu bisa menirukan suara manusia dengan sempurna.

Otak burung beo memiliki bagian inti yang mampu mengatur dan mengolah kemampuan vokalnya dengan baik. Bahkan, dibandingkan dengan jenis burung lain yang juga mampu bernyanyi, seperti burung songbird dan kolibri, otak dari burung beo ini memiliki struktur yang berbeda pula. Oleh karena itulah mengapa burung beo lebih dikenal sebagai burung yang cerdas menirukan suara yang didengarnya.

  • Rahasia Burung Beo Pandai Mengolah Vokal Adalah Adanya Jaringan Cincin Luar di Otaknya

Selain struktur inti yang berbeda dengan jenis burung lain, burung beo juga pandai menirukan suara karena di dalam otaknya terdapat jaringan cincin luar. Nah, fungsi utama dari jaringan cincin luar ini adalah sebagai pengolah vokal yang dimiliki oleh burung tersebut.

Namun, tidak semua burung beo memiliki ukuran jaringan cincin luar yang sama. Hal inilah yang membuat ada burung beo yang lebih pandai menirukan suara manusia dibanding yang lainnya. Pasalnya, semakin besar ukuran jaringan cincin luar yang dimiliki, semakin pintar pula burung tersebut menirukan suara manusia.

Fakta yang mencengangkannya lagi, jaringan dalam otak tersebut adalah hasil evolusi burung beo sejak 29 juta tahun yang lalu. Tepatnya dari nenek moyang jenis burung tersebut, yakni burung Kea yang berasal dari Selandia Baru. Jadi, kemampuan burung beo dalam menirukan suara didapatkan dari evolusi jaringan cincin luar ini.

  • Tak Hanya dari Kemampuan Otak, Organ Syrinx Burung Beo Mirip dengan Manusia

Rahasia burung beo dalam menirukan suara manusia ternyata tidak datang dari kemampuan otaknya saja yang berbeda. Organ vokal burung atau Syrinx burung beo juga menjadi alasan mengapa burung tersebut mampu mengeluarkan suara seperti manusia. Jika suara manusia dihasilkan melalui bagian laring, dari organ syrinx inilah burung dapat mengeluarkan suaranya yang merdu.

Walau memiliki letak yang berbeda, laring manusia dan syrinx burung beo mampu menjalankan fungsi vokalnya dengan baik. Laring manusia berada di atas atau sebelum batang tenggorokan dan syrinx burung beo berada di bawah batang tenggorokannya, tepatnya di atas organ paru-parunya.

Dilansir dari sebuah penelitian oleh Harvard University, organ vokal pada burung beo memiliki kombinasi otot yang rumit. Otot-otot yang mengelilingi organ syrinx inilah yang membuat suara burung beo yang dikeluarkan sangat baik.

  • Mampu Mengontrol Suara dengan Mulut dan Lidah Selayaknya Manusia

Tak berhenti sampai di situ, suara burung beo yang dihasilkan melalui organ vokalnya dapat dikontrol dengan lebih akurat karena paruh dan lidahnya dapat melafalkan intonasi. Dengan membuka dan menutup paruhnya, burung beo mampu mendapatkan nada yang tepat dari suara yang dikeluarkan oleh manusia.

Lidah yang dimiliki juga sedikit banyak memiliki kesamaan dengan lidah manusia. Jadi, inilah alasan mengapa tidak sulit untuk mengajarkan burung beo melafalkan kalimat yang dikeluarkan manusia. Pasti seru jika melihat burung peliharaan yang tiba-tiba berbicara dan mengelabuhi teman yang datang ke rumah.

Baca Juga : Alasan Burung Hantu Tidak Cocok Jadi Hewan Peliharaan

  • Sering Ikut Menari Saat Mendengar Musik, Ternyata Juga Ada Penjelasan Ilmiahnya

Saat melihat burung beo bernyanyi, ada kalanya burung tersebut ikut menari atau menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik yang didengarnya. Hal ini ternyata juga dapat dijelaskan secara ilmiah dari penelitian yang dilakukan oleh banyak pihak.

Selain jaringan yang telah disebutkan sebelumnya tentang jaringan otak burung beo, ada juga satu bagian yang berfungsi untuk mengatur pemahaman vokal, yang juga mengatur gerakan. Artinya, saat vocal learning mendapatkan masukan, secara otomatis tubuh dari burung tersebut juga akan ikut bergerak.

Penemuan inilah yang dijadikan dasar atau alasan mengapa burung pintar ini terlihat ikut menari saat mendengarkan musik. Jadi, tak mengherankan mengapa burung tersebut banyak dikenal sebagai burung cerdas karena memang jaringan otaknya jauh lebih kompleks dibanding burung pada umumnya.

Penasaran dengan Harga Burung Beo? Inilah Beberapa Jenis Burung Beo Paling Mahal di Indonesia

Selesai membahas tentang rahasia suara burung beo, saatnya untuk melihat harga jual burung tersebut. Bagi yang telah lama berlalu-lalang di dunia burung kicau dan burung hias pasti sudah tidak kaget saat melihat harga burung beo di pasaran. Namun, bagi masyarakat awam, harga dari salah satu jenis burung kicau populer tersebut tentu sangat mencengangkan.

Penyebab mahalnya harga jual burung beo tidak lain karena kepintaran yang dimilikinya serta kelihaiannya dalam menirukan suara manusia. Karena memang dapat dilatih, burung beo yang telah mahir berbicara akan memiliki harga jual yang lebih mahal dibanding yang belum pernah diajari berbicara. Jenis dari burung beo juga turut memengaruhi harga jualnya di pasaran.

Salah satu jenis yang paling terkenal di Indonesia adalah burung beo Kalimantan. Sesuai dengan namanya, burung beo jenis ini banyak ditemui di Pulau Kalimantan yang memang masih banyak memiliki lahan hijau. Tak disangka-sangka, harga jual dari burung beo Kalimantan ini mencapai 3 juta Rupiah per ekornya.

Tak kalah mahal, ada pula burung beo dari wilayah Sumatera, yakni Medan, yang memiliki harga jual paling murah 1.5 juta Rupiah untuk yang baru berusia 4 hingga 6 bulan saja. Bisa dibayangkan harga jual burung beo jenis ini jika telah mencapai usia dewasa dan telah mahir berbicara bahasa manusia. Bukan tidak mungkin harganya bisa membuat dompet jebol.

Ada lagi burung beo Papua yang tentunya memiliki harga jual yang fantastis pula. Identik dengan ragam faunanya yang eksotis membuat burung beo jenis ini juga memiliki harga jual yang melejit. Untuk satu ekor burung beo dari Papua yang berumur 10 bulan saja, pecinta burung harus rela merogoh kocek hingga 2.5 juta Rupiah.

Lanjut ke jenis lainnya, burung beo yang ditemui di wilayah Nias pun memiliki harga jual mencapai jutaan Rupiah. Tepatnya untuk burung beo Nias yang masih muda, harganya dipatok di kisaran 1.5 jutaan Rupiah, lho! Pastinya, jangan lupa untuk menjaga kondisi keuangan keluarga terlebih dahulu sebelum membeli salah satu jenis burung beo ini.

Kemampuan Bicara Burung Beo Mampu Membuat Takjub Siapapun yang Mendengarnya

Memiliki kemampuan untuk menirukan suara yang didengarnya membuat burung beo banyak digemari oleh banyak orang. Hal inilah yang membuat harga jual dari burung cerdas ini tak pernah turun dan seringkali membuat dompet terkuras. Namun, harga jual yang fantastis tersebut tentu setara dengan kelihaian dan kebiasaan burung beo menghibur para pemiliknya.

Alasan Burung Hantu Tidak Cocok Jadi Hewan Peliharaan

Alasan-Burung-Hantu-Tidak-Cocok-Jadi-Hewan-Peliharaan

jenisburungdunia – Hayo ngaku, saat masih kecil dulu, kamu pasti ingin memelihara burung hantu setelah menonton film Harry Potter. Burung hantu milik Harry Potter bernama Hedwig, yang berjenis burung hantu salju (Bubo scandiacus). Burung hantu adalah hewan peliharaan yang cerdas, ramah pada manusia dan mudah dijinakkan.

Meski kita sangat ingin memelihara burung hantu, ternyata kamu tidak bisa sembarangan. Inilah alasan mengapa burung hantu tidak cocok jadi binatang peliharaan!

1. Burung hantu perlu ruangan yang besar dan tidak dikurung di dalam sangkar

Burung-hantu-perlu-ruangan-yang-besar-dan-tidak-dikurung-di-dalam-sangkar

Burung hantu bukan binatang peliharaan yang mudah bagi pemula. Yang harus kamu ketahui, burung hantu perlu ruangan yang luas dan tidak bisa dikurung di dalam sangkar, jelas laman The Spruce Pets. Kamu bisa memeliharanya di dalam rumah dan memberikan akses ke bak mandi yang harus selalu bersih. Mengapa? Burung hantu perlu membersihkan bulunya secara rutin. Apabila bulunya kotor, saat terbang, sayapnya akan mengeluarkan suara. Di alam liar, burung hantu terbang diam-diam tanpa suara supaya mangsanya tidak menyadari kehadirannya. Selain itu, mereka perlu sering-sering terbang, jangan mengikat kakinya terus-menerus.

2. Burung hantu memakan daging, bisa hidup atau mati

Burung-hantu-memakan-daging-bisa-hidup-atau-mati

Berbeda dengan burung hias seperti lovebird, burung hantu tidak bisa diberi makan biji-bijian, pelet atau sayur dan buah segar. Burung hantu merupakan hewan karnivora, di alam liar mereka akan berburu untuk memperoleh makanan. Mereka biasa memakan tikus, kelinci kecil, ayam kecil hingga marmut. Kamu bisa memberi pakan dalam kondisi hidup atau mati. Selain itu, kamu juga bisa memberinya daging sapi atau ayam mentah. Tapi, opsi ini tidak untuk jangka panjang, karena burung hantu lebih suka memakan hewan dalam kondisi utuh. Tidak disarankan untuk memberinya cacing, serangga atau siput, ujar laman The Barn Owl Trust.

3. Merupakan hewan yang independen

Merupakan-hewan-yang-independen

Di alam liar, burung hantu adalah hewan yang soliter dan independen. Mereka biasa tinggal dan berburu sendiri, atau bersama dengan pasangan dan anaknya. Sifatnya ini membuat burung hantu kerap menyerang orang lain (selain pemiliknya) karena dianggap sebagai ancaman, jelas laman The Spruce Pets. Burung hantu terikat secara emosional dengan pemiliknya, apalagi jika dirawat dengan baik. Itulah mengapa, saat kita jatuh sakit dan tidak bisa merawatnya, mereka akan menjadi stres dan depresi. Burung hantu akan semakin stres apabila mereka dipindah ke pemilik lain karena mereka menganggap pemiliknya sebagai keluarga.

Baca Juga : Dibalik Julukan Burung Surga Cendrawasih

4. Menuntut banyak perhatian dari pemiliknya

Menuntut-banyak-perhatian-dari-pemiliknya

Meski tampangnya terlihat imut dan menggemaskan, burung hantu merupakan attention seeker. Mereka membutuhkan dan menuntut banyak perhatian dari pemiliknya. Burung hantu akan memekik keras agar diperhatikan dan dituruti kemauannya, jelas laman Bird Eden. Dan mereka akan stres apabila diabaikan. Hal ini akan menjadi masalah apabila kamu tinggal di lingkungan padat penduduk. Suara burung hantu yang keras akan mengganggu kenyamanan tetangga. Burung hantu akan lebih berisik saat musim kawin tiba. Bahkan, mereka akan melakukannya di siang atau malam. Itulah mengapa burung hantu tidak terlalu cocok dijadikan hewan peliharaan

5. Bulunya sering rontok, harus rajin dibersihkan

Bulunya-sering-rontok-harus-rajin-dibersihkan

Bulu cantik burung hantu akan rontok dan berganti baru setiap tahun. Mereka juga sering memuntahkan pelet, yakni makanan yang tidak tercerna, seperti tulang, bulu, cakar dan gigi. Bulu dan pelet harus segera dibuang dan dibersihkan, karena tidak baik bagi kesehatan burung hantu, terang laman Bird Eden. FYI, menurut laman Owl Pages, proses pergantian bulu memakan waktu hingga 3 bulan. Jangan lupa untuk membersihkan kotorannya. Saat buang air besar, burung hantu akan membersihkan ceca, yang terletak di ujung usus setiap harinya. Baunya cukup menyengat dan konsistensinya berbentuk semi-padat.

6. Di beberapa wilayah, memelihara burung hantu butuh izin khusus

Di-beberapa-wilayah-memelihara-burung-hantu-butuh-izin-khusus

Memelihara burung hantu tidak bisa sembarangan. Di Amerika Serikat, burung hantu tergolong sebagai hewan liar dan calon pemilik harus dilatih dahulu sebelum mendapat lisensi untuk memelihara. Berdasarkan aturan dari US Fish and Wildlife Service, jika kita gagal atau melanggar aturan, burung hantu itu akan diambil dan ditaruh di penangkaran. Izin memelihara burung hantu di Amerika Serikat sangat ketat dan hanya diberikan pada orang yang bertujuan untuk menangkarkan burung atau menjadikannya sebagai program pendidikan, tukas laman Bird Eden. Di Indonesia, burung hantu tidak seharusnya dipelihara karena termasuk hewan liar, meski masih banyak ditemukan di pasar hewan.

7. Jadi, masihkah kamu ingin memelihara burung hantu?

Jadi-masihkah-kamu-ingin-memelihara-burung-hantu

Dengan segala pertimbangan dan konsekuensi, pilihan terakhir ada di tanganmu. Menurut Diyah Wara Restiyati, ketua The Owl World of Indonesia, dari 58 spesies burung hantu di Indonesia, hanya 16 spesies di antaranya yang dilindungi oleh undang-undang. Pada kenyataannya, burung hantu banyak dijual, baik di pasar atau secara online.

Nah, itulah Beberapa alasan mengapa burung hantu tidak cocok jadi binatang peliharaan. Demi kebaikan, sebaiknya kamu tidak usah memelihara, ya!

 

Dibalik Julukan Burung Surga Cendrawasih

Dibalik-Julukan-Burung-Surga-Cendrawasih

jenisburungduniaBerbicara tentang Papua, salah satu yang melekat di otak adalah burung cendrawasih. Hal ini dikarenakan persebaran burung ini hanya berada di tiga negara, yakni Australia, Halmahera dan Indonesia, tepatnya hanya di Papua. Terdapat total 42 spesies burung cendrawasih dan 30 di antaranya berada di Papua, bahkan terdapat dua burung yang endemik.

Tidak hanya karena burung ini terletak Papua, daya tariknya juga dikarenakan keindahan warna bulunya. Cendrawasih sendiri memiliki jenis yang berbeda-beda, ada Cendrawasih Merah, Cendrawasih Botak, Cendrawasih 12 Antena dan semuanya memiliki ciri yang berbeda. Keunikan ini membuatnya dikenal dunia hingga mendapat julukan sebagai Bird of Paradise alias burung surga.

Tapi, apakah benar julukan tersebut hanya dikarenakan keindahannya semata? Ternyata tidak, terdapat sejarah unik di balik penamaan burung surga ini. Hal ini diungkapkan oleh Ady Kristanto, fotografer alam dan Senior Biodiversity Conservation Officer Flora Fauna Indonesia, saat menjadi pembicara di Mari Cerita (MaCe) Papua pada Rabu, 11 September 2019 di Kuningan City, Jakarta Selatan.

Ady mengatakan bahwa pada awal abad 20, perburuan cendrawasih masih marak terjadi. Burung-burung yang diburu dibawa hingga ke Eropa. Tujuannya, bulu cendrawasih yang halus dan berwarna tersebut akan dijadikan hiasan mahkota dan topi para bangsawan.

“Pas dibawa kakinya patah, jadi mereka gak bisa napak gitu kan. Orang-orang Eropa sana kirain mereka memang gitu, terbang di atas terus,” ujar Ady.

Atas dasar kepercayaan tersebut, burung cendrawasih akhirnya dijuluki Bird of Paradise. Alfred Wallace, seorang peneliti biologi dari Inggris juga memberi nama latin burung ini yakni Paradisea apoda yang berarti burung surga tanpa kaki.

Setelah ditelusuri lebih dalam melalui data Kementerian Pariwisata Indonesia, ternyata eksistensi Cendrawasih sebenarnya telah diketahui raja-raja di Eropa sejak 1522. Cendrawasih pada masa itu sempat dijadikan hadiah dari Raja Maluku untuk Raja Spanyol.

Baca Juga : Ciri Khas Dari Burung Tukan

Kombinasi Warna Bulu dan Tarian Indah

Burung-Surga-Cendrawasih

Julukan ini semakin diperkuat karena seekor burung cendrawasih bisa memiliki kombinasi tiga warna bulu, seperti hitam, kuning, dan putih. Cendrawasih endemik Papua, cendrawasih botak juga justru memiliki kombinasi hingga empat warna, yakni hitam, merah, kuning dan biru pada bagian kepala.

Hal ini yang memberikan keunikan dan menjadi daya tarik bagi burung surga. Sayangnya, dulu perburuan liar masih marak sehingga populasi cendrawasih sempat menurun. Kini, burung tersebut sudah menjadi satwa yang dilindungi sehingga bisa dilihat di tempat-tempat tertentu di Papua.

Banyak orang yang tertarik untuk melihat langsung keajaiban burung ini. Pendiri Isyo Hill’s Bird Watching, salah satu tempat pengamatan burung di Papua, Alex Waisimon mengatakan bahwa dunia sangat antusias untuk melihat burung ini secara langsung, baik untuk kenangan pribadi maupun beberapa dokumentasi fotografer alam. Alex mengatakan pengunjung tempat pengamatan burungnya kebanyakan berasal dari luar negeri.

“I can say it’s (pengunjung domestik) only five per cent,” ungkap Alex saat ditemui di Kuningan City, Rabu, 11 September 2019.

Tak hanya warna bulu, orang-orang tersebut juga penasaran akan tarian yang dilakukan oleh cendrawasih. Tarian cendrawasih adalah sebuah atraksi yang ditunjukkan burung jantan untuk memikat burung betina sehingga bisa diajak kawin.

Perpaduan warna dan atraksi nan indah tersebut yang membuat titel “Burung Surga” melekat hingga sekarang. Jika Anda ingin melihat langsung burung khas ini, Anda bisa berkunjung ke Raja Ampat atau Isyo Hill di Rhepang Muaif, Jayapura. (Novi Thedora)

Fakta Burung Walet yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Fakta Burung Walet yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Jenisburungdunia.net – Ada banyak fakta burung walet yang mungkin saja belum anda ketahui sebelumnya. Mulai dari ciri-ciri, kebiasaan, bentuk tubuh, dan masih banyak lagi fakta-fakta uniknya akan dirangkum secara jelas pada konten berikut ini.

Burung walet adalah hewan terbang dengan sayap yang runcing, ekor yang panjang dengan warna dominan tubuh hitam. Burung ini mempunyai nama latin yaitu Apodidae dan banyak hidup di daerah gua maupun permukiman. Di Indonesia, burung ini sangat mudah dijumpai bahkan hingga dibudidayakan. Bahkan menjadi peluang bisnis besar yang begitu menjanjikan.

Fakta Burung Walet
Burung walet memiliki beberapa fakta unik dan juga menarik yang mungkin Sebelumnya belum pernah anda Ketahui. Baik dari ciri tubuhnya, kebiasaan, maupun dari hal lainnya. Guna menambah wawasan ini mengenai burung yang satu ini, yuk disimak beberapa fakta tentang burung walet berikut ini :

1. Memiliki Sayap yang Kuat
Memang burung walet tubuhnya tak terlalu besar seperti burung elang ataupun burung Garuda, namun sayapnya begitu kuat sehingga hewan yang satu ini mampu terbang dalam radius yang sangat jauh. Bentangan sayap walet ukurannya mencapai 18 cm dan memiliki bentuk yang runcing.

2. Akan Mati Bila Terlalu Lama Dikurung
Fakta burung walet selanjutnya adalah hewan tersebut akan mati jika terlalu lama dikurung. Untuk itu, sebagai seorang peternak tidak disarankan untuk tidak terlalu lama mengurung hewan tersebut di dalam kandang dan harus sering-sering dikeluarkan untuk menghirup udara segar. Idealnya, burung walet hanya bisa bertahan hidup 5 atau 6 hari setelah dikurung

3. Mempunyai Kaki yang Lemah
Berbeda dengan sayapnya yang sangat kuat, justru kaki burung walet sangat lemah sehingga tidak bisa menopang tubuhnya sendiri. Dengan kondisi kaki yang seperti ini membuat burung walet tidak bisa bertengger di pohon atau kabel listrik dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, untuk menangkap serangga walet tidak menggunakan kakinya tetapi menyambar seperti serangga terbang yang sedang lewat.

4. Tidak Bisa Mematuk
Fakta tentang burung walet selanjutnya adalah hewan ini tidak bisa mematuk walaupun memiliki paruh. Jika ingin makan, burung yang satu ini biasanya langsung menyambar makanan seperti serangga yang sedang terbang.

5. Membuat Sarang Walet dengan Air Liur
Fakta burung walet selanjutnya adalah burung yang satu ini membuat sarang menggunakan air liurnya. Tanpa ada campuran bahan apapun, jadi 100% murni dari air liur walet. Biasanya burung walet membangun sarangnya di langit-langit gua atau langit-langit gedung tinggi untuk menghindari ancaman predator yang bisa merusak sarang tersebut.

Baca Juga : Ciri dan Penjelasan Mengenai Burung Walet

6. Sarang Burung Walet Bermanfaat Untuk Kesehatan
Sarang walet bukan hanya sebagai tempat menyimpan telur saja, tetapi juga dapat diolah menjadi makanan ataupun minuman yang menyehatkan tubuh manusia. Sarang burung walet mengandung sejuta manfaat dan telah banyak dibuktikan berdasarkan hasil penelitian.

7. Harga Sarang Walet Mahal
Tahukah anda? Harga sarang burung walet itu sangat mahal sekali. Semakin bagus kualitasnya, tentu akan semakin mahal harganya. Karena mahalnya sarang walet, membuat orang berniat untuk membudidayakannya hingga menjualnya baik di dalam negeri maupun ke luar negeri.

8. Pengimpor Sarang Walet Berasal dari China
Fakta burung walet selanjutnya masih berkaitan dengan sarangnya. Sarang burung walet banyak diminati oleh orang-orang China, sehingga banyak peternak walet yang mengekspornya ke negara China. Berdasarkan data Januari tahun 2017 dari Kementerian Pertanian, jumlah volume ekspornya mencapai 7,5 juta Dolar Amerika.

9. Mayoritas Ada di Asia Tenggara
Burung walet adalah hewan yang dapat bertahan hidup di iklim tropis. Karena itulah negara Asia Tenggara adalah habitat yang paling cocok yang membuat walet dapat bertahan hingga saat ini. Selain karena iklim, curah hujan yang tinggi di Asia Tenggara juga menjadi alasan mengapa burung walet bisa tinggal.

10. Hukum Mengkonsumsi Sarang Walet
Mengkonsumsi olahan sarang walet hukumnya halal dan diperbolehkan. Hal ini didasarkan pada kesepakatan dari Majelis Ulama Indonesia. Jadi, jangan pernah ragu mengkonsumsinya.

Kenal Lebih Dekat Keistimewaan Dari Burung Puyuh

Kenal Lebih Dekat Keistimewaan Dari Burung Puyuh

Jenisburungdunia.net – Burung Puyuh adalah hewan unggas yang memiliki ukuran badan kecil dan gemuk. Berbeda dengan burung lainnya, Burung Puyuh tidak membuat sarang di atas pohon namun bersarang di permukaan tanah.

Masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi mendengar burung puyuh. Burung yang telurnya biasa dimanfaatkan untuk berbisnis terutama bisnis kuliner. Telur burung buyuh selain memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, juga memiliki rasa yang lezat. Biasanya sebagai makanan pelengkap saat sarapan.

Burung puyuh merupakan salah satu dari sekian banyak jenis unggas di dunia. Meski dikategorikan sebagai burung, namun burung puyuh tergolong burung yang sulit terbang. Ukuran tubuh kecil dan gemuk dengan kaki yang pendek. Pada umumnya burung putuh berukuran panjang 19 cm, berbafan bulat, berekor pendek, memiliki paruh pendek dan kuat, serta berjari kaki sebanyak empat. Untuk warna, kebanyakan berwarna cokelat kemerahan atau coklat kekuningan dihiasi corak yang khas sesuai jenisnya.

Soal jenis burung puyuh, terdapat beberapa jenis, setidaknya ada empat jenis yang tersebar di dunia. Keempat jenis burung puyuh itu diantaranya puyuh jepang, puyuh batu, puyuh gonggong jawa, dan bobwhite. Khusus di Indonesia kebanyakan berjenis gonggong jawa dengan corak vairasi garis dan totol. Namun banyak juga ternak burung puyuh di Indonesia yang menggunakan burung puyuh jepang. Karena berbeda dengan spesies puyuh lainnya, burung puyuh jepang mampu menghasilkan sekitar 300 telur per tahun dengan bobot telur sekitar 10 gram per butirnya.

Pada dasarnya, burung puyuh memakan biji-bijian, namun juga sering ditemui burung puyuh memakan serangga dan mangsa lain yang berukuran kecil. Burung puyuh lebih banyak hidup di permukaan tanah, berkemampuan untuk lari, dan terbang dengan kecepatan tinggi meskipun dengan jarak tempuh yang pendek. Khusus burung puyuh jepang mampu terbang dengan jarak yang lebih jauh dibanding spesies puyuh lainnya.

Baca Juga : Jenis Burung Perkutut Yang Indah Adanya

Perbedaan antara burung puyuh jantan dengan betina dapat terlihat jelas. Burung puyuh jantan dewasa memiliki ukuran lebih kecil dibanding puyuh betina. Selain itu, pada dada puyuh jantan bulunya bewarna cokelat polos, sedangkan puyuh betina terdapat corak totol disekitar dadanya. Selain itu pada pangkal paruh puyuh jantan bewarna kemerahan, sedangkan betina hanya bewarna cokelat. Terakhir, ciri lainnya yaitu pada puyuh jantan terdapat benjolan di atas kloaka, dan jika ditekan akan mengeluarkan cairan putih seperti pasta dari kloaka. Umur dewasa burung puyuh jantan ditandai dengan mulainya berkokok, sedangkan pada puyuh betina ditandai dengan mulai produktinya bertelur.

Uniknya, burung yang memilik telur bercorak ini merupakan burung yang menyukai kebersihan. Burung puyuh aktif selalu menjaga bulunya tetap bersih pada siang maupun malam hari. Di alam liar, burung puyuh dapat bertahan hidup selama 3-5 tahun. Istimewanya lain dari burung ini juga memiliki daya tahan yang tinggi terhadap penyakit.

Usaha ternak burung puyuh memang menjanjikan, karena burung puyuh dalam sekali bertelur mampu menghasilkan 10-20 butir telur. Setelah kurang lebih satu tahun setengah, burung puyuh yang tidak produktif lagi dijual untuk dimanfaatkan dagingnya. Di Indonesia ternak burung puyuh telah dilakukan sejak tahun 1979.Saat ini, konsumsi daging dan telur putuh mulai banyak diminati masyarakat karena tinggi gizi dan kadar protein.

Keterancaman Serindit Flores

Keterancaman Serindit Flores

jenisburungdunia.net Salah satu hewan alves yang bisa terbang di Flores,Burung serindit,Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Keterancaman Serindit Flores. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Keterancaman Serindit Flores

International Union for Conservation of Nature) baru-baru ini telah mengumumkan informasi terbaru terkait status keterancaman seluruh flora dan fauna di dunia. Dari 11.147 spesies burung yang diketahui dan telah dikaji hingga saat ini, sejumlah 127 spesies burung mengalami perubahan status keterancaman. Banyak spesies di antaranya sekarang mengalami peningkatan keterancaman sehingga semakin berisiko terhadap kepunahan. Namun kabar baiknya, sebagian di antaranya juga mengalami penurunan risiko terhadap kepunahan.

Salah satu kabar baik tersebut datang dari spesies burung paruh bengkok endemis Nusa Tenggara, yaitu serindit flores (Loriculus flosculus). Sejak 2000, burung kecil berwarna hijau ini ditetapkan oleh IUCN sebagai jenis terancam punah dalam kategori Endangered (EN). Namun berdasarkan informasi terkini, lembaga internasional tersebut menurunkan kategori keterancaman serindit flores menjadi Vulnerable (VU)—satu tingkat di bawah kategori EN. Perubahan ini tentu menjadi kabar baik bagi dunia konservasi burung di Indonesia, sekaligus menjelaskan bahwa populasi spesies ini masih eksis di habitat aslinya dalam jumlah yang lebih banyak dari perkiraan sebelumnya.

Serindit flores merupakan satu dari enam spesies burung endemis yang menghuni habitat hutan tropis semi-hijau dan hutan tropis luruh-daun di Pulau Flores, Nusa Tenggara TimurWilayah jelajahnya yang kecil, ditambah habitat utama berupa area hutan yang semakin berkurang baik dari segi luasan dan kualitas, menyebabkan serindit flores tetap digolongkan dalam spesies yang terancam punah secara global1. Meskipun demikian, spesies ini masih bisa ditemukan dalam kelompok mencapai 10 individu per hektare di lokasi-lokasi persebaran utamanya3. Survei pada awal hingga petengahan 2013 yang dilakukan Burung Indonesia di Pulau Flores mengonfirmasi bahwa bagian barat pulau ini menjadi kantong-kantong populasi utama serindit flores.

Apabila dibandingkan dengan spesies burung endemis Flores lainnya, burung kecil pemakan buah dengan corak merah pada ekor ini masih tergolong beruntung. Sementara itu spesies burung endemis lainnya seperti gagak flores, kehicap flores, dan celepuk flores saat ini masih berstatus terancam punah dalam ketegori Endangered. Meskipun demikian, status keterancaman serindit flores bisa saja kembali memburuk jika tindakan konservasi tidak digencarkan. Mengingat populasi spesies ini masih terancam oleh fragmentasi dan pengurangan luas serta penurunan kualitas hutan.

Baca Juga : Indahnya Burung Kakatua Indonesia

Dalam pengupayaan perlindungan dan pengelolaan hutan, Burung Indonesia telah bekerja pada salah satu area persebaran utama serindit flores yaitu di area hutan Bentang Alam Mbeliling yang secara internasional juga diakui sebagai daerah penting bagi burung (Important Bird Area; IBA). Sejak 2007, Burung Indonesa dan masyarakat dari 27 desa di sekitar Hutan Mbeliling bersama-sama membuat kesepakatan dalam pengelolaan dan pelestarian alam desa. Kesepakatan tersebut mengatur hal-hal prinsip, tanggung jawab, dan hak masing-masing pemangku kepentingan dalam pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam di desa. Untuk mendukung implementasinya, kelompok masyarakat pelestari hutan dibentuk dan berperan penting dalam pemantauan jasa ekosistem, pencegahan pertanian tebang-dan-bakar, perlindungan sumber air melalui penanaman pohon, dan pemantauan gangguan pada hutan, termasuk perluasan kegiatan pertanian ke dalam kawasan hutan4.

Perlindungan dan pengelolaan hutan secara berkelanjutan akan terus menjadi tantangan untuk konservasi burung di Pulau Flores. Tidak hanya bagi keberlangsungan dan kelestarian populasi serindit flores, melainkan juga bagi populasi spesies burung endemis dan terancam punah lainnya, seperti elang flores. Tidak lebih dari 240 individu elang flores yang diperkiraan saat ini tersebar di seluruh kawasan Pulau Flores dan pulau-pulau di sekitarnya, sehingga IUCN pun menempatkannya dalam kategori Critically Endangered dalam daftar merah.

Kediri Dan Koleki Burungnya

Kediri Dan Koleki Burungnya

jenisburungdunia.net Salah satu daerah di Indonesia yang mempunyai beberapa jenis endemik burung yang tidak kecil jumlahnya,Kediri. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Kediri Dan Koleki Burungnya. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Kediri Dan Koleki Burungnya

Organisasi perlindungan hutan dan satwa liar Profauna Indonesia berhasil mengidentifikasi 38 jenis burung yang berada di area hutan afdeling Damarwulan, Kabupaten Kediri pada pertengahan bulan Maret 2018. Dari jumlah itu, dijumpai 11 jenis burung masuk kategori satwa yang dilindungi.Ketua Profauna Indonesia Rosek Nursahid menjelaskan, 11 jenis burung yang masuk kategori satwa dilindungi adalah paok pancawarna (Pitta guajana), cekakak sungai (Todhiramphus chloris), cekakak jawa (Halcyon cyanoventris), cekakak batu (Lacedo pulchella), madu sriganti (Nectarinia jugularis), takur tenggeret (Psilopogon australis), takur tohtor (Psilopogon armillaris), takur tulung tumpuk (Psilopogon javensis), takur ungkut ungkut (Psilopogon haemacepahala), elang bido (Spilornos cheela) dan elang hitam (Ictinaetus malayensis).“Jenis burung lainnya seperti bubut alang-alang (Centropos bengalensis), jingjing batu (Hemipus hirundinaceus), kadalan kembang (Phaenicophaeus javanicus), dan serindit jawa (Loriculus pusillus), juga menghuni hutan ini,” kata Rosek, dalam rilisnya, Senin (26/3/2018)

Juru kampanye Profauna Indonesia, Erik Yanuar menambahkan, terdatanya puluhan jenis burung tersebut sangat menggembirakan sebab beberapa jenis burung yang diidentifikasi sudah jarang ditemukan di alam Jawa Timur, seperti serindit jawa dan paok pancawarna. “Kedua jenis burung ini termasuk jenis yang masih sering diperdagangkan di pasar burung,” ujar Erik.Burung paok pancawarna sendiri, kata Erik, sebetulnya sudah termasuk daftar jenis satwa liar yang dilindungi, tapi masih banyak diperdagangkan di pasar-pasar burung karena keindahan warna bulunya.Keberadaan serindit jawa yang masuk termasuk keluarga burung nuri kecil memang semakin jarang ditemui di alam liar di Jawa Timur. Bahkan, Rosek yang sudah melakukan pengamatan satwa liar di alam sejak tahun 1994 mengatakan kalau perjumpaannya dengan burung ini di Hutan Damarwulan Kediri merupakan perjumpaan pertama kali di alam setelah terkahir kali menjumpainya 10 tahun yang lalu di daerah Malang selatan.

Baca Juga : Bertambahnya Jenis Burung Endemis Indonesia

Menurut Rosek, penangkapan burung di alam untuk diperdagangkan menjadi pemicu semakin langkanya berbagai jenis burung di habitat alaminya. Burung-burung yang dulu umum dijumpai kini semakin jarang, misalnya burung kacamata, bentet dan prenjak.Profauna Indonesia rutin mendata satwa liar di alam dengan program Wild Animals Watching (WAW). Hampir setiap bulan kegiatan ini dilakukan bersama pendukung Profauna di berbagai daerah. “Harapannya bisa memupuk rasa cinta satwa liar yang hidup di alam bebas dan bisa memberikan sumbangsih informasi bagi upaya pelestarian satwa liar itu,” kata Rosek menutup pembicaraan.

Bertambahnya Jenis Burung Endemis Indonesia

Bertambahnya Jenis Burung Endemis Indonesia

jenisburungdunia.net Luasnya wilayah nusantara ini dengan banyaknya persebaran flora dan fauna membuat siapapun tidak akan heran apabila masih ada beberapa yang belum kita temukan. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Bertambahnya Jenis Burung Endemis Indonesia. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Bertambahnya Jenis Burung Endemis Indonesia

Alam Indonesia yang kaya menyimpan keragaman hayati yang luar biasa. Spesies burung yang ditemukan di negara dengan hutan hujan tropis ketiga terluas di dunia ini diketahui bertambah jumlahnya pada tahun ini.Data Burung Indonesia menyatakan pada tahun 2017 terdapat 1.769 jenis burung yang teridentifikasi setelah sebelumnya tercatat 1.672 jenis. Hingga pertengahan tahun 2018 ini, jumlah burung yang teridentifikasi bertambah dua jenis, salah satunya merupakan jenis endemis Indonesia. Maka, jumlah jenis burung di Indonesia saat ini menjadi 1.771 jenis.Kepala Komunikasi dan Pengembangan Kelembagaan Burung Indonesia, Ria Saryanthi mengatakan, salah satu jenis burung yang bertambah yaitu myzomela rote (Myzomela irianawidodoae), burung endemis Pulau Rote di kawasan Nusa Tenggara Timur yang dideskripsikan oleh LIPI pada tahun 2017. Burung ini termasuk dalam famili Meliphagidae yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999. Pengidentifikasian burung ini juga menambah jumlah jenis burung yang dilindungi menjadi 436 jenis dari sebelumnya 435 jenis.Jenis burung endemis Indonesia lainnya yang teridentifikasi adalah paok papua (Erythropitta macklotii). Baik Myzomela irianawidodoae maupun paok papua, keberhasilan mengidentifikasi keduanya telah menambah jumlah jenis burung yang khas atau endemis Indonesia menjadi 513 jenis.

Sementara itu, Daftar Merah Badan Konservasi Dunia (IUCN Red List), status burung terancam punah secara global yang tercatat di Indonesia mangalami sedikit perubahan. Terdapat tiga jenis burung yang status keterancamannya kini meningkat.Ketiga jenis burung tersebut, yaitu dara-laut aleutian atau dara-laut alaska (Onychoprion aleuticus) yang sebelumnya berisiko rendah terhadap kepunahan (Least Concern/LC) menjadi rentan (Vulnerable/VU); myzomela bacan (Myzomela batjanensis) yang sebelumnya berstatus mendekati terancam punah (Near Threatened/NT) menjadi rentan; dan punggok sumba (Ninox sumbaensis) yang sebelumnya berstatus mendekati terancam punah kini meningkat tajam menjadi genting (Endangered/EN).

Baca Juga : Weris Si Cantik Dari Tanah Minahasa

Terhadap kondisi ini, Spesialis Konservasi Keanekaragaman Hayati Burung Indonesia, Ferry Hasudungan mengatakan bahwa jumlah jenis burung di Indonesia dapat terus bertambah dengan adanya penelitian-penelitian yang semakin intensif di lakukan di masa depan.“Jika alam Indonesia yang merupakan habitat burung terus-menerus dirusak, maka bukan tidak mungkin banyak jenis burung akan punah bahkan sebelum ditemukan. Terlebih yang sekarang ada dan sudah ditemukan pun nantinya anak cucu kita mungkin tidak akan pernah sempat mengenalnya dan hanya bisa mengetahuinya dari literatur-literatur akademis,” kata Ferry, Selasa (19/06/2018).

Kajian yang diterbitkan jurnal Nature Climate Change pada 2014 memperkirakan pada tahun 2012 lalu hutan primer di Indonesia telah hilang sebanyak 840.000 hektar. Jumlah ini merupakan yang tertinggi dibandingkan negara-negara lain, bahkan melampaui Brazil yang kehilangan 460.000 hektar hutannya. Sebagai informasi, luas hutan Amazon di Brazil sekitar empat kali luas hutan di Indonesia.Keberadaan hutan sangat terkait dengan kehidupan dan keberlangsungan berbagai jenis burung. Hal ini dikarenakan hutan merupakan tempat burung bersarang, hidup, berlindung dan bereproduksi. Kerusakan hutan akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan bertahan hidup burung-burung yang ada.Jasa lingkungan yang diberikan burung kepada manusia tidaklah sedikit. Burung menjadi agen pengendali berbagai jenis hama, melakukan penyerbukan berbagai tanaman, dan juga menyebarkan biji-bijian yang kemudian tumbuh menjadi tumbuh-tumbuhan di hutan dan alam liar. Oleh karena itu, terancamnya populasi burung dapat juga memperburuk kualitas hidup satwa-satwa lain dan keanekaragaman hayati pada umumnya.