Fakta Burung Walet yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Fakta Burung Walet yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Jenisburungdunia.net – Ada banyak fakta burung walet yang mungkin saja belum anda ketahui sebelumnya. Mulai dari ciri-ciri, kebiasaan, bentuk tubuh, dan masih banyak lagi fakta-fakta uniknya akan dirangkum secara jelas pada konten berikut ini.

Burung walet adalah hewan terbang dengan sayap yang runcing, ekor yang panjang dengan warna dominan tubuh hitam. Burung ini mempunyai nama latin yaitu Apodidae dan banyak hidup di daerah gua maupun permukiman. Di Indonesia, burung ini sangat mudah dijumpai bahkan hingga dibudidayakan. Bahkan menjadi peluang bisnis besar yang begitu menjanjikan.

Fakta Burung Walet
Burung walet memiliki beberapa fakta unik dan juga menarik yang mungkin Sebelumnya belum pernah anda Ketahui. Baik dari ciri tubuhnya, kebiasaan, maupun dari hal lainnya. Guna menambah wawasan ini mengenai burung yang satu ini, yuk disimak beberapa fakta tentang burung walet berikut ini :

1. Memiliki Sayap yang Kuat
Memang burung walet tubuhnya tak terlalu besar seperti burung elang ataupun burung Garuda, namun sayapnya begitu kuat sehingga hewan yang satu ini mampu terbang dalam radius yang sangat jauh. Bentangan sayap walet ukurannya mencapai 18 cm dan memiliki bentuk yang runcing.

2. Akan Mati Bila Terlalu Lama Dikurung
Fakta burung walet selanjutnya adalah hewan tersebut akan mati jika terlalu lama dikurung. Untuk itu, sebagai seorang peternak tidak disarankan untuk tidak terlalu lama mengurung hewan tersebut di dalam kandang dan harus sering-sering dikeluarkan untuk menghirup udara segar. Idealnya, burung walet hanya bisa bertahan hidup 5 atau 6 hari setelah dikurung

3. Mempunyai Kaki yang Lemah
Berbeda dengan sayapnya yang sangat kuat, justru kaki burung walet sangat lemah sehingga tidak bisa menopang tubuhnya sendiri. Dengan kondisi kaki yang seperti ini membuat burung walet tidak bisa bertengger di pohon atau kabel listrik dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, untuk menangkap serangga walet tidak menggunakan kakinya tetapi menyambar seperti serangga terbang yang sedang lewat.

4. Tidak Bisa Mematuk
Fakta tentang burung walet selanjutnya adalah hewan ini tidak bisa mematuk walaupun memiliki paruh. Jika ingin makan, burung yang satu ini biasanya langsung menyambar makanan seperti serangga yang sedang terbang.

5. Membuat Sarang Walet dengan Air Liur
Fakta burung walet selanjutnya adalah burung yang satu ini membuat sarang menggunakan air liurnya. Tanpa ada campuran bahan apapun, jadi 100% murni dari air liur walet. Biasanya burung walet membangun sarangnya di langit-langit gua atau langit-langit gedung tinggi untuk menghindari ancaman predator yang bisa merusak sarang tersebut.

Baca Juga : Ciri dan Penjelasan Mengenai Burung Walet

6. Sarang Burung Walet Bermanfaat Untuk Kesehatan
Sarang walet bukan hanya sebagai tempat menyimpan telur saja, tetapi juga dapat diolah menjadi makanan ataupun minuman yang menyehatkan tubuh manusia. Sarang burung walet mengandung sejuta manfaat dan telah banyak dibuktikan berdasarkan hasil penelitian.

7. Harga Sarang Walet Mahal
Tahukah anda? Harga sarang burung walet itu sangat mahal sekali. Semakin bagus kualitasnya, tentu akan semakin mahal harganya. Karena mahalnya sarang walet, membuat orang berniat untuk membudidayakannya hingga menjualnya baik di dalam negeri maupun ke luar negeri.

8. Pengimpor Sarang Walet Berasal dari China
Fakta burung walet selanjutnya masih berkaitan dengan sarangnya. Sarang burung walet banyak diminati oleh orang-orang China, sehingga banyak peternak walet yang mengekspornya ke negara China. Berdasarkan data Januari tahun 2017 dari Kementerian Pertanian, jumlah volume ekspornya mencapai 7,5 juta Dolar Amerika.

9. Mayoritas Ada di Asia Tenggara
Burung walet adalah hewan yang dapat bertahan hidup di iklim tropis. Karena itulah negara Asia Tenggara adalah habitat yang paling cocok yang membuat walet dapat bertahan hingga saat ini. Selain karena iklim, curah hujan yang tinggi di Asia Tenggara juga menjadi alasan mengapa burung walet bisa tinggal.

10. Hukum Mengkonsumsi Sarang Walet
Mengkonsumsi olahan sarang walet hukumnya halal dan diperbolehkan. Hal ini didasarkan pada kesepakatan dari Majelis Ulama Indonesia. Jadi, jangan pernah ragu mengkonsumsinya.

Kenal Lebih Dekat Keistimewaan Dari Burung Puyuh

Kenal Lebih Dekat Keistimewaan Dari Burung Puyuh

Jenisburungdunia.net – Burung Puyuh adalah hewan unggas yang memiliki ukuran badan kecil dan gemuk. Berbeda dengan burung lainnya, Burung Puyuh tidak membuat sarang di atas pohon namun bersarang di permukaan tanah.

Masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi mendengar burung puyuh. Burung yang telurnya biasa dimanfaatkan untuk berbisnis terutama bisnis kuliner. Telur burung buyuh selain memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, juga memiliki rasa yang lezat. Biasanya sebagai makanan pelengkap saat sarapan.

Burung puyuh merupakan salah satu dari sekian banyak jenis unggas di dunia. Meski dikategorikan sebagai burung, namun burung puyuh tergolong burung yang sulit terbang. Ukuran tubuh kecil dan gemuk dengan kaki yang pendek. Pada umumnya burung putuh berukuran panjang 19 cm, berbafan bulat, berekor pendek, memiliki paruh pendek dan kuat, serta berjari kaki sebanyak empat. Untuk warna, kebanyakan berwarna cokelat kemerahan atau coklat kekuningan dihiasi corak yang khas sesuai jenisnya.

Soal jenis burung puyuh, terdapat beberapa jenis, setidaknya ada empat jenis yang tersebar di dunia. Keempat jenis burung puyuh itu diantaranya puyuh jepang, puyuh batu, puyuh gonggong jawa, dan bobwhite. Khusus di Indonesia kebanyakan berjenis gonggong jawa dengan corak vairasi garis dan totol. Namun banyak juga ternak burung puyuh di Indonesia yang menggunakan burung puyuh jepang. Karena berbeda dengan spesies puyuh lainnya, burung puyuh jepang mampu menghasilkan sekitar 300 telur per tahun dengan bobot telur sekitar 10 gram per butirnya.

Pada dasarnya, burung puyuh memakan biji-bijian, namun juga sering ditemui burung puyuh memakan serangga dan mangsa lain yang berukuran kecil. Burung puyuh lebih banyak hidup di permukaan tanah, berkemampuan untuk lari, dan terbang dengan kecepatan tinggi meskipun dengan jarak tempuh yang pendek. Khusus burung puyuh jepang mampu terbang dengan jarak yang lebih jauh dibanding spesies puyuh lainnya.

Baca Juga : Jenis Burung Perkutut Yang Indah Adanya

Perbedaan antara burung puyuh jantan dengan betina dapat terlihat jelas. Burung puyuh jantan dewasa memiliki ukuran lebih kecil dibanding puyuh betina. Selain itu, pada dada puyuh jantan bulunya bewarna cokelat polos, sedangkan puyuh betina terdapat corak totol disekitar dadanya. Selain itu pada pangkal paruh puyuh jantan bewarna kemerahan, sedangkan betina hanya bewarna cokelat. Terakhir, ciri lainnya yaitu pada puyuh jantan terdapat benjolan di atas kloaka, dan jika ditekan akan mengeluarkan cairan putih seperti pasta dari kloaka. Umur dewasa burung puyuh jantan ditandai dengan mulainya berkokok, sedangkan pada puyuh betina ditandai dengan mulai produktinya bertelur.

Uniknya, burung yang memilik telur bercorak ini merupakan burung yang menyukai kebersihan. Burung puyuh aktif selalu menjaga bulunya tetap bersih pada siang maupun malam hari. Di alam liar, burung puyuh dapat bertahan hidup selama 3-5 tahun. Istimewanya lain dari burung ini juga memiliki daya tahan yang tinggi terhadap penyakit.

Usaha ternak burung puyuh memang menjanjikan, karena burung puyuh dalam sekali bertelur mampu menghasilkan 10-20 butir telur. Setelah kurang lebih satu tahun setengah, burung puyuh yang tidak produktif lagi dijual untuk dimanfaatkan dagingnya. Di Indonesia ternak burung puyuh telah dilakukan sejak tahun 1979.Saat ini, konsumsi daging dan telur putuh mulai banyak diminati masyarakat karena tinggi gizi dan kadar protein.

Keterancaman Serindit Flores

Keterancaman Serindit Flores

jenisburungdunia.net Salah satu hewan alves yang bisa terbang di Flores,Burung serindit,Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Keterancaman Serindit Flores. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Keterancaman Serindit Flores

International Union for Conservation of Nature) baru-baru ini telah mengumumkan informasi terbaru terkait status keterancaman seluruh flora dan fauna di dunia. Dari 11.147 spesies burung yang diketahui dan telah dikaji hingga saat ini, sejumlah 127 spesies burung mengalami perubahan status keterancaman. Banyak spesies di antaranya sekarang mengalami peningkatan keterancaman sehingga semakin berisiko terhadap kepunahan. Namun kabar baiknya, sebagian di antaranya juga mengalami penurunan risiko terhadap kepunahan.

Salah satu kabar baik tersebut datang dari spesies burung paruh bengkok endemis Nusa Tenggara, yaitu serindit flores (Loriculus flosculus). Sejak 2000, burung kecil berwarna hijau ini ditetapkan oleh IUCN sebagai jenis terancam punah dalam kategori Endangered (EN). Namun berdasarkan informasi terkini, lembaga internasional tersebut menurunkan kategori keterancaman serindit flores menjadi Vulnerable (VU)—satu tingkat di bawah kategori EN. Perubahan ini tentu menjadi kabar baik bagi dunia konservasi burung di Indonesia, sekaligus menjelaskan bahwa populasi spesies ini masih eksis di habitat aslinya dalam jumlah yang lebih banyak dari perkiraan sebelumnya.

Serindit flores merupakan satu dari enam spesies burung endemis yang menghuni habitat hutan tropis semi-hijau dan hutan tropis luruh-daun di Pulau Flores, Nusa Tenggara TimurWilayah jelajahnya yang kecil, ditambah habitat utama berupa area hutan yang semakin berkurang baik dari segi luasan dan kualitas, menyebabkan serindit flores tetap digolongkan dalam spesies yang terancam punah secara global1. Meskipun demikian, spesies ini masih bisa ditemukan dalam kelompok mencapai 10 individu per hektare di lokasi-lokasi persebaran utamanya3. Survei pada awal hingga petengahan 2013 yang dilakukan Burung Indonesia di Pulau Flores mengonfirmasi bahwa bagian barat pulau ini menjadi kantong-kantong populasi utama serindit flores.

Apabila dibandingkan dengan spesies burung endemis Flores lainnya, burung kecil pemakan buah dengan corak merah pada ekor ini masih tergolong beruntung. Sementara itu spesies burung endemis lainnya seperti gagak flores, kehicap flores, dan celepuk flores saat ini masih berstatus terancam punah dalam ketegori Endangered. Meskipun demikian, status keterancaman serindit flores bisa saja kembali memburuk jika tindakan konservasi tidak digencarkan. Mengingat populasi spesies ini masih terancam oleh fragmentasi dan pengurangan luas serta penurunan kualitas hutan.

Baca Juga : Indahnya Burung Kakatua Indonesia

Dalam pengupayaan perlindungan dan pengelolaan hutan, Burung Indonesia telah bekerja pada salah satu area persebaran utama serindit flores yaitu di area hutan Bentang Alam Mbeliling yang secara internasional juga diakui sebagai daerah penting bagi burung (Important Bird Area; IBA). Sejak 2007, Burung Indonesa dan masyarakat dari 27 desa di sekitar Hutan Mbeliling bersama-sama membuat kesepakatan dalam pengelolaan dan pelestarian alam desa. Kesepakatan tersebut mengatur hal-hal prinsip, tanggung jawab, dan hak masing-masing pemangku kepentingan dalam pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam di desa. Untuk mendukung implementasinya, kelompok masyarakat pelestari hutan dibentuk dan berperan penting dalam pemantauan jasa ekosistem, pencegahan pertanian tebang-dan-bakar, perlindungan sumber air melalui penanaman pohon, dan pemantauan gangguan pada hutan, termasuk perluasan kegiatan pertanian ke dalam kawasan hutan4.

Perlindungan dan pengelolaan hutan secara berkelanjutan akan terus menjadi tantangan untuk konservasi burung di Pulau Flores. Tidak hanya bagi keberlangsungan dan kelestarian populasi serindit flores, melainkan juga bagi populasi spesies burung endemis dan terancam punah lainnya, seperti elang flores. Tidak lebih dari 240 individu elang flores yang diperkiraan saat ini tersebar di seluruh kawasan Pulau Flores dan pulau-pulau di sekitarnya, sehingga IUCN pun menempatkannya dalam kategori Critically Endangered dalam daftar merah.

Kediri Dan Koleki Burungnya

Kediri Dan Koleki Burungnya

jenisburungdunia.net Salah satu daerah di Indonesia yang mempunyai beberapa jenis endemik burung yang tidak kecil jumlahnya,Kediri. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Kediri Dan Koleki Burungnya. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Kediri Dan Koleki Burungnya

Organisasi perlindungan hutan dan satwa liar Profauna Indonesia berhasil mengidentifikasi 38 jenis burung yang berada di area hutan afdeling Damarwulan, Kabupaten Kediri pada pertengahan bulan Maret 2018. Dari jumlah itu, dijumpai 11 jenis burung masuk kategori satwa yang dilindungi.Ketua Profauna Indonesia Rosek Nursahid menjelaskan, 11 jenis burung yang masuk kategori satwa dilindungi adalah paok pancawarna (Pitta guajana), cekakak sungai (Todhiramphus chloris), cekakak jawa (Halcyon cyanoventris), cekakak batu (Lacedo pulchella), madu sriganti (Nectarinia jugularis), takur tenggeret (Psilopogon australis), takur tohtor (Psilopogon armillaris), takur tulung tumpuk (Psilopogon javensis), takur ungkut ungkut (Psilopogon haemacepahala), elang bido (Spilornos cheela) dan elang hitam (Ictinaetus malayensis).“Jenis burung lainnya seperti bubut alang-alang (Centropos bengalensis), jingjing batu (Hemipus hirundinaceus), kadalan kembang (Phaenicophaeus javanicus), dan serindit jawa (Loriculus pusillus), juga menghuni hutan ini,” kata Rosek, dalam rilisnya, Senin (26/3/2018)

Juru kampanye Profauna Indonesia, Erik Yanuar menambahkan, terdatanya puluhan jenis burung tersebut sangat menggembirakan sebab beberapa jenis burung yang diidentifikasi sudah jarang ditemukan di alam Jawa Timur, seperti serindit jawa dan paok pancawarna. “Kedua jenis burung ini termasuk jenis yang masih sering diperdagangkan di pasar burung,” ujar Erik.Burung paok pancawarna sendiri, kata Erik, sebetulnya sudah termasuk daftar jenis satwa liar yang dilindungi, tapi masih banyak diperdagangkan di pasar-pasar burung karena keindahan warna bulunya.Keberadaan serindit jawa yang masuk termasuk keluarga burung nuri kecil memang semakin jarang ditemui di alam liar di Jawa Timur. Bahkan, Rosek yang sudah melakukan pengamatan satwa liar di alam sejak tahun 1994 mengatakan kalau perjumpaannya dengan burung ini di Hutan Damarwulan Kediri merupakan perjumpaan pertama kali di alam setelah terkahir kali menjumpainya 10 tahun yang lalu di daerah Malang selatan.

Baca Juga : Bertambahnya Jenis Burung Endemis Indonesia

Menurut Rosek, penangkapan burung di alam untuk diperdagangkan menjadi pemicu semakin langkanya berbagai jenis burung di habitat alaminya. Burung-burung yang dulu umum dijumpai kini semakin jarang, misalnya burung kacamata, bentet dan prenjak.Profauna Indonesia rutin mendata satwa liar di alam dengan program Wild Animals Watching (WAW). Hampir setiap bulan kegiatan ini dilakukan bersama pendukung Profauna di berbagai daerah. “Harapannya bisa memupuk rasa cinta satwa liar yang hidup di alam bebas dan bisa memberikan sumbangsih informasi bagi upaya pelestarian satwa liar itu,” kata Rosek menutup pembicaraan.

Bertambahnya Jenis Burung Endemis Indonesia

Bertambahnya Jenis Burung Endemis Indonesia

jenisburungdunia.net Luasnya wilayah nusantara ini dengan banyaknya persebaran flora dan fauna membuat siapapun tidak akan heran apabila masih ada beberapa yang belum kita temukan. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Bertambahnya Jenis Burung Endemis Indonesia. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Bertambahnya Jenis Burung Endemis Indonesia

Alam Indonesia yang kaya menyimpan keragaman hayati yang luar biasa. Spesies burung yang ditemukan di negara dengan hutan hujan tropis ketiga terluas di dunia ini diketahui bertambah jumlahnya pada tahun ini.Data Burung Indonesia menyatakan pada tahun 2017 terdapat 1.769 jenis burung yang teridentifikasi setelah sebelumnya tercatat 1.672 jenis. Hingga pertengahan tahun 2018 ini, jumlah burung yang teridentifikasi bertambah dua jenis, salah satunya merupakan jenis endemis Indonesia. Maka, jumlah jenis burung di Indonesia saat ini menjadi 1.771 jenis.Kepala Komunikasi dan Pengembangan Kelembagaan Burung Indonesia, Ria Saryanthi mengatakan, salah satu jenis burung yang bertambah yaitu myzomela rote (Myzomela irianawidodoae), burung endemis Pulau Rote di kawasan Nusa Tenggara Timur yang dideskripsikan oleh LIPI pada tahun 2017. Burung ini termasuk dalam famili Meliphagidae yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999. Pengidentifikasian burung ini juga menambah jumlah jenis burung yang dilindungi menjadi 436 jenis dari sebelumnya 435 jenis.Jenis burung endemis Indonesia lainnya yang teridentifikasi adalah paok papua (Erythropitta macklotii). Baik Myzomela irianawidodoae maupun paok papua, keberhasilan mengidentifikasi keduanya telah menambah jumlah jenis burung yang khas atau endemis Indonesia menjadi 513 jenis.

Sementara itu, Daftar Merah Badan Konservasi Dunia (IUCN Red List), status burung terancam punah secara global yang tercatat di Indonesia mangalami sedikit perubahan. Terdapat tiga jenis burung yang status keterancamannya kini meningkat.Ketiga jenis burung tersebut, yaitu dara-laut aleutian atau dara-laut alaska (Onychoprion aleuticus) yang sebelumnya berisiko rendah terhadap kepunahan (Least Concern/LC) menjadi rentan (Vulnerable/VU); myzomela bacan (Myzomela batjanensis) yang sebelumnya berstatus mendekati terancam punah (Near Threatened/NT) menjadi rentan; dan punggok sumba (Ninox sumbaensis) yang sebelumnya berstatus mendekati terancam punah kini meningkat tajam menjadi genting (Endangered/EN).

Baca Juga : Weris Si Cantik Dari Tanah Minahasa

Terhadap kondisi ini, Spesialis Konservasi Keanekaragaman Hayati Burung Indonesia, Ferry Hasudungan mengatakan bahwa jumlah jenis burung di Indonesia dapat terus bertambah dengan adanya penelitian-penelitian yang semakin intensif di lakukan di masa depan.“Jika alam Indonesia yang merupakan habitat burung terus-menerus dirusak, maka bukan tidak mungkin banyak jenis burung akan punah bahkan sebelum ditemukan. Terlebih yang sekarang ada dan sudah ditemukan pun nantinya anak cucu kita mungkin tidak akan pernah sempat mengenalnya dan hanya bisa mengetahuinya dari literatur-literatur akademis,” kata Ferry, Selasa (19/06/2018).

Kajian yang diterbitkan jurnal Nature Climate Change pada 2014 memperkirakan pada tahun 2012 lalu hutan primer di Indonesia telah hilang sebanyak 840.000 hektar. Jumlah ini merupakan yang tertinggi dibandingkan negara-negara lain, bahkan melampaui Brazil yang kehilangan 460.000 hektar hutannya. Sebagai informasi, luas hutan Amazon di Brazil sekitar empat kali luas hutan di Indonesia.Keberadaan hutan sangat terkait dengan kehidupan dan keberlangsungan berbagai jenis burung. Hal ini dikarenakan hutan merupakan tempat burung bersarang, hidup, berlindung dan bereproduksi. Kerusakan hutan akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan bertahan hidup burung-burung yang ada.Jasa lingkungan yang diberikan burung kepada manusia tidaklah sedikit. Burung menjadi agen pengendali berbagai jenis hama, melakukan penyerbukan berbagai tanaman, dan juga menyebarkan biji-bijian yang kemudian tumbuh menjadi tumbuh-tumbuhan di hutan dan alam liar. Oleh karena itu, terancamnya populasi burung dapat juga memperburuk kualitas hidup satwa-satwa lain dan keanekaragaman hayati pada umumnya.

Burung Kiwi Lucu Banget

Burung Kiwi Lucu Banget

jenisburungdunia.net Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Burung Kiwi Lucu Banget. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Burung Kiwi Lucu Banget

Kiwi adalah burung kecil yang terancam punah endemik Selandia Baru, dan secara tidak resmi menjadi simbol negara tersebut. Selain bentuknya yang imut, burung kiwi juga punya beberapa karakteristik sangat unik yang membuat mereka tampak menakjubkan.Burung kiwi masih berkerabat dekat dengan burung unta, tapi punya karakteristik lebih mirip mamalia dibandingkan golongan unggas lainnya. Berikut ini adalah fakta-fakta tentang burung yang jadi ikon Selandia Baru tersebut.

1. Ukuran telur sangat besar berdasar proporsi tubuh
Kiwi betina menghasilkan telur terbesar berkaitan dengan ukuran tubuhnya bila dibandingkan burung lainnya di dunia. Telur burung kiwi berukuran 20 persen dari ukuran tubuh induknya, dan bobotnya bisa mencapai 0,5 kg.Sebagai perbandingan, bayi manusia hanya berukuran 5 persen dari tubuh ibunya. Sebagai imbas dari besarnya ukuran telur, telur burung kiwi banyak mengandung kuning telur, sehingga memungkinkan bayi kiwi ketika menetas langsung punya banyak bulu, sehat, dan ukurannya besar.

2. Hanya berpasangan satu kali seumur hidup
Burung kiwi merupakan sedikit dari spesies yang berpasangan hanya satu kali seumur hidupnya, alias monogami. Selama musim kawin, jantan dan betina akan aktif saling memanggil di malam hari, dan bertemu di sarang yang dibuat bersama setiap tiga hari sekali. Hubungan jantan-betina burung kiwi terlama yang dicatat adalah 20 tahun, hingga salah satunya mati.

3. Punya indra penciuman yang tajam
Indra penciuman yang tajam merupakan atribut yang jarang dimiliki seekor burung, tapi kiwi telah mengembangkan indra penciumannya dengan baik. Mereka adalah satu-satunya burung dengan lubang hidung pada ujung paruhnya, sehingga dengan kemampuan itu membuat mereka bisa mencium mangsa di bawah tanah.

4. Burung tanpa sayap karena kondisi alam
Sudah jadi rahasia umum bahwa burung kiwi tidak bisa terbang, tapi tidak adanya sayap pada burung kiwi bukannya tanpa sebab. Sebelum manusia menginjakkan kakinya di Selandia Baru ribuan tahun lalu, memang tidak ada predator darat yang mengancam populasi kiwi, sehingga burung ini tidak mengembangkan sayap dan relatif aman mencari makan dan bersarang di atas tanah.

5. Bulunya tebal sebagai perlindungan diri
Bulu burung kiwi telah berevolusi menyesuaikan dengan hidupnya yang di tanah, sehingga tampilan kiwi penuh dengan bulu tebal di sekujur tubuhnya. Bulu tebal ini bisa membantu burung kiwi kecil menyamar untuk menghindari predator terbang dengan menyerupai semak belukar.

Baca Juga : Greatest Adjutant Mantab Bangau

6. Punya metode pertahanan diri
Meski kiwi adalah hewan nokturnal atau aktif di malam hari, mereka tidak pemalu. Burung ini sangat waspada dengan wilayahnya, dan mereka punya cakar tajam yang bisa membahayakan lawannya.Menurut peneliti burung kiwi Dr. John McLennan, salah satu kiwi di North Westland, Selandia Baru, yang ditelitinya dan diberi nama Pete terkenal karena kebiasaan menyerang lalu kabur. Burung itu mencabik kaki lalu sembunyi di antara semak belukar.

7. Punya ingatan tajam dan susah ditipu
Burung kiwi punya ingatan tajam, dan mampu mengingat kejadian buruk yang menimpanya setidaknya selama lima tahun. Burung ini mungkin bisa ditipu dengan rekaman panggilan suara kiwi sekali saja, kemudian selanjutnya mereka akan curiga pada pola suara tersebut hingga menyadari tipuan itu.

Burung Ini Juga Gak Bisa Terbang

Burung Ini Juga Gak Bisa Terbang

jenisburungdunia.net Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai Burung Darat. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Burung Darat.

1. Pinguin
Hewan yang hidup di laut dan daratan ini masuk jenis burung. Walau demikian, dari 18 spesies pinguin tidak ada satu pun pinguin yang bisa terbang. Pinguin justru ahli menyelam dan berenang daripada terbang.

2. Bebek Steamer
Beberapa jenis bebek bisa terbang. Namun bebek yang satu ini hanya bisa berenang. Bebek dari Amerika Selatan ini justru menggunakan sayapnya untuk berenang melintasi air.

3. Burung Weka
Burung yang berasal dari Australia ini sekilas tampak seperti ayam. Burung yang berwarna cokelat gelap ini sama seperti burung lain, yakni memiliki sayap. Sayangnya burung ini hanya bisa berjalan dan tidak bisa terbang.

4. Burung Unta
Burung yang satu ini ukurannya sangat besar dibanding burung lain. Yang membuat ia berbeda dari burung lain yakni tidak bisa terbang. Walau demikian, kemampuan berlari burung ini tidak bisa diragukan. Burung unta dapat berlari 45 km/jam lho.

5. Burung Kiwi
Burung mungil berwarna coklat ini hanya bisa berjalan di semak-semak dan tidak bisa terbang. Ia berjalan sambil mengendus tanah dengan lubang hidunganya yang terletak di ujung paruh.

Baca Juga : Burung Terseram Di Dunia

6. Burung Kakak Tua
Mungkin sudah nasib burung kakak tua hinggap di jendela dan tidak bisa terbang. Burung ini sebenarnya memiliki sayap laiknya burung lain, namun tidak bisa digunakan untuk terbang. Walau demikian burung ini punya keahlian yang tidak bisa dilakukan burung lain yakni menirukan suara.

7. Burung Kasuari
Burung yang berhabitat di Papua ini juga tidak bisa terbang. Ia memiliki badan yang lebih besar dari burung pada umumnya. Walau tidak bisa terbang, kemampuannya di daratan tidak bisa diragukan. Cakarnya sangat mematikan sekali lho.

8. Burung Takahe
Burung berwarna indah ini tidak bisa terbang seperti burung pada umunya. Hidup di daratan dan semak-semak, burung ini jago bersembunyi. Itulah kenapa burung ini susah dijumpai.

 

Fakta Menarik Dari Burung Flamingo

Fakta Menarik Dari Burung Flamingo

Jenisburungdunia.net – Burung Flamingo terkenal dengan ciri khas leher dan kaki yang panjang. Flamingo juga memiliki paruh panjang dan warna tubuh yang cantik untuk dipandang. Maka dari itu Burung Flamingo menjadi salah satu hewan yang paling banyak dijadikan animasi favorit gadis perempuan. Tetapi di balik cover-nya yang imut ternyata burung tersebut menyimpan beberapa fakta menarik ini lho. Berikut langsung saja kita bahas mengenai fakta menarik dari burung flamingo yang perlu kalian ketahui :

1. Memiliki nama lain burung api alias fire bird
Bertubuh indah tidak membuat flamingo selamanya memiliki julukan yang indah pula. Buktinya flamingo memiliki nama lain fire bird yang berarti burung api. Kok bisa? Yap, karena nama flamingo berasal dari Bahasa Spanyol ‘flamenco’ yang berarti api. Kata itu diambil berdasarkan warna pink mencolok yang dimiliki oleh flamingo.

2. Flamingo terdiri dari banyak jenis
Jika kamu hanya mengetahui flamingo yang bewarna pink saja, artinya kamu kurang up to date nih. Sebab flamingo sebenarnya terdiri dari 6 jenis spesies yang berbeda. Diantaranya adalah The greater flamingo, Chilean flamingo, Lesser flamingo, Caribbean flamingo, Andean flamingo dan Puna flamingo. Warna pink, putih dan lainnya dalam tubuh flamingo muncul karena mereka umumnya memakan ganggang dan krustasea yang mengandung pigmen karotenoid, sehingga bisa menular ke bulu mereka.

3. Flamingo memiliki darah dan lendir bewarna pink
Karotenoid yang tersebar dalam tubuh flamingo bukan hanya muncul di bagian bulunya saja, namun zat itu menyatu pula dengan warna darah flamingo. Para flamingo betina yang baru memiliki anak memberi makan langsung dari mulut mereka. Flamingo dewasa ini menghasilkan lendir yang memiliki fungsi seperti susu dan ini juga bewarna merah muda.

Baca Juga : Fakta Menarik Tentang Burung Paruh Sepatu

4. Tubuh flamingo bisa berubah warna ketika akhir musim kawin
Baik flamingo jantan maupun betina bisa memberi makan anak mereka dengan susu yang dihasilkan dari lendir mereka. Cairan yang bewarna pink tersebut sepenuhnya diberikan kepada sang anak sehingga warna pink flamingo dewasa memudar menjadi putih hingga keabuan. Para ilmuwan menemukan memang pada beberapa spesies flamingo tertentu kadar karoteneoidnya berbeda sehingga hal seperti tadi wajar terjadi.

5. Warna pink paling mencolok merupakan lambang flamingo terkuat
Semakin pink dan mencolok warna merah muda yang dimiliki oleh seekor flamingo mengartikan statusnya yang semakin tinggi di koloni. Ini menandakan bahwa flamingo berbulu pink pekat paling andal dalam mencari makanan. Dari makanan tadi anak-anak flamingo yang terlahir dengan tubuh putih akan bertransformasi menjadi berbulu merah muda karena kadar karotenoid yang dikonsumsinya sejak baru lahir.

Fakta Menarik Tentang Burung Paruh Sepatu

Fakta Menarik Tentang Burung Paruh Sepatu

Jenisburungdunia.net – Meskipun bukan burung warna-warni, burung paruh sepatu termasuk burung yang ikonis. Burung paruh sepatu adalah burung yang memiliki paruh besar dengan badan berwarna abu-abu. Hewan yang tinggal di rawa-rawa ini memiliki banyak keunikan, mulai dari kebiasaannya, suaranya, hingga fakta bahwa burung ini sudah semakin mendekati kepunahan. Untuk lebih jelas dan lengkap, artikel ini akan membahasnya satu per satu. Dilansir dari laman Mental Floss dan Ranker, berikut penjelasan mengenai beberapa fakta menarik dari burung paruh sepatu :

1. Burung paruh sepatu adalah burung yang jago menatap
Burung paruh sepatu adalah burung yang memiliki tinggi mencapai 4-5 kaki (120-150 cm). Sementara, sayapnya mencapai lebar 8 kaki (240 cm). Burung ini memiliki warna abu-abu dengan paruh yang mirip dengan sandal bakiak yang besar.

Burung paruh sepatu merupakan burung yang paling sabar. Burung ini bisa menatap dan berdiam dalam waktu berjam-jam.

2. Burung berparuh sepatu termasuk bangau atau pelikan?
Jika dilihat dari bentuknya, burung berparuh sepatu adalah burung yang sedikit mirip pelikan, tapi juga mirip dengan bangau. Lihat saja kakinya yang panjang, mirip sekali bukan dengan bangau.

Namun, jika dilihat dari paruhnya yang besar, burung berparuh sepatu mirip dengan pelikan. Setelah diteliti struktur kulit telur dan DNA, burung berparuh sepatu termasuk ke dalam Pelecaniformes alias pelikan.

3. Burung paruh sepatu menggunakan kotoran sebagai pendingin
Salah satu kebiasaan burung paruh sepatu yang unik adalah urohydrosis. Urohydrosis adalah cara yang dilakukan seekor hewan untuk menstabilkan badannya menggunakan kotorannya. Burung paruh sepatu juga mempraktikkan hal tersebut dengan cara menyelimuti kakinya dengan kotorannya. Dengan begitu, suhu tubuhnya bisa menurun.

4. Resmi dikatalogkan pada abad ke-19
Bangsa Arab kuno dan Mesir sudah menghormati hewan ini sejak dahulu kala. Namun, baru dikatalogkan oleh bangsa barat pada abad ke-19.

Kelihaian burung paruh sepatu dalam bersembunyi membuat burung ini susah ditemui. Burung ini dikenal pilih-pilih dalam menentukan tempat untuk bersarang. Mereka hanya memilih tanah rawa dan padat untuk bersembunyi.

Namun pada tahun 1840, diplomat dan penjelajah Jerman bernama Ferdinand Werne melakukan ekspedisi ke Sudan, Afrika. Ia berkemah di lahan basah seluas 12.000 mil persegi (31.080 km persegi). Ia pun akhirnya menemukan burung paruh sepatu ini.

5. Burung yang memiliki banyak nama
Burung paruh sepatu memiliki nama ilmiah, Balaeniceps rex yang memiliki arti ‘raja kepala paus’. Hal ini karena paruhnya mirip dengan mulut paus balin yang juga mirip dengan sepatu.

Burung paruh sepatu juga memiliki nama bog-bird yang berarti burung rawa; boat-bill yang berarti paruh perahu; dan lesser lechwe-eater yang berarti pemakan lechwe (sejenis kijang yang berada di Afrika). Tak hanya itu, dalam bahasa Arab, burung ini diberi julukan abu markub yang berarti bapak sandal.

6. Makanan burung paruh sepatu
Burung paruh sepatu merupakan hewan karnivor yang memakan daging. Makanan favorit burung paruh sepatu adalah ikan paru. Selain itu, mereka juga memakan belut, lele, ular, dan bayi buaya.

Tak hanya itu, jika ada tukik atau ayam yang ditinggal induknya, tentu akan menjadi sasaran burung paruh sepatu ini. Cara memakannya pun juga sedikit kejam. mereka memakan mangsanya lalu membuka kembali mulutnya hingga mangsanya berpikir bisa keluar. Jika kepala mangsa sudah keluar sedikit, paruhnya akan menutup dan menjepitnya hingga mati sebelum memakan sisanya.

Baca Juga : Fakta Tentang Burung Roadrunner

7. Burung paruh sepatu adalah hippogriff di dunia nyata
Burung paruh sepatu adalah burung yang susah didekati. Tidak mudah orang asing untuk mendekatinya, bahkan membelai badannya. Jika ketahuan akan mendekat, burung ini akan mengepakkan sayapnya yang lebar dan paruhnya akan menganga untuk mempertahankan diri. Mereka akan mengizinkan orang mendekat sesuai dengan caranya.

8. Suara burung paruh sepatu mirip dengan senjata api
Burung paruh sepatu merupakan burung yang tahan berjam-jam saat diam. Saat mencari mangsa, burung paruh sepatu bisa menunggu hingga mangsanya datang. Selain itu, burung paruh sepatu adalah burung yang kuat dalam menatap dalam diam. Namun, siapa sangka jika burung paruh sepatu ini membuka paruhnya, bunyinya bisa berisik sekali, seperti senjata api.

9. Meskipun terlihat seperti sepatu, harganya selangit
Burung paruh sepatu merupakan burung yang susah hidup dalam penangkaran. Padahal di habitat aslinya yaitu di rawa-rawa, burung ini kerap diburu untuk perdagangan satwa liar. Dalam perdagangan liar, burung paruh sepatu pernah dihargai mencapai USD10 ribu (Rp140 juta). Saat itu, ada kolektor hewan liar dari Dubai dan Arab Saudi yang menginginkan burung ini.

10. Butuh perhatian khusus agar tidak punah
Burung paruh sepatu dikabarkan sudah mulai sedikit jumlahnya. Banyak faktor yang memengaruhi, di antaranya susahnya berkembang biak di penangkaran, perburuan satwa liar, dan semakin sedikit lahan rawa-rawa yang menjadi habitatnya.

Oleh karena itu, butuh perhatian khusus agar hewan ini tidak punah. Kelompok satwa liar internasional dan ahli konservasi berada di Sudan Selatan, Uganda, Tanzania, dan Zambia untuk memantau keberadaan burung paruh sepatu ini.

Dihimpun dari daftar merah IUCN, burung paruh sepatu diperkirakan hanya tinggal 3300-5300 ekor di seluruh dunia. Jumlah ini pun terus menurun.

Fakta Tentang Burung Roadrunner

Fakta Tentang Burung Roadrunner

Jenisburungdunia.net – Bagi penonton Looney Tunes agaknya akan tahu burung roadrunner. Di Looney Tunes, roadrunner adalah pelari cepat, memiliki badan biru dengan leher panjang dan jambul. Namun dalam kehidupan nyata, roadrunner tidak memiliki leher panjang tapi tetap bisa berlari dengan kencang. Berikut adalah beberapa fakta tentang burung roadrunner yang sedikit berbeda dengan kartunnya.

1. Roadrunner berasal dari keluarga Cucko yang banyak ditemukan di Amerika
Roadrunner ditemukan memiliki 2 jenis yaitu Geococcyx californianus dan Geococcyx velox. Geococcyx californianus adalah jenis yang lebih besar dan biasanya melintasi AS barat daya dan Meksiko utara. Sedangkan Geococcyx velox adalah jenis lebih kecil yang berada lebih jauh ke selatan. Kedua jenis ini merupakan keluarga Cucko, burung yang suka menempatkan telurnya di sarang burung lain.

Uniknya hewan ini adalah hewan yang setia pada pasangannya. Mereka termasuk hewan monogami. Saat bertelur pun, proses pengeraman dilakukan bergantian antara jantan dan betina.

2. Roadruner, pelari lurus yang cepat
Roadrunner memiliki 2 kaki yang masing-masing memiliki 2 jari menghadap ke depan dan 2 jari menghadap kebelakang sehingga membentuk huruf X dan disebut zygodactyl. Dengan kaki zygodactyl, roadrunner diketahui bisa berlari dengan kecepatan hingga 15 hingga 20 mil/jam. Dengan kecepatannya itu, roadrunner dapat menangkap ular derik dengan mudah. Namun sayang, roadrunner hanya dapat berlari untuk jalur lurus. Selain itu, roadrunner hanya dapat berlari kencang saat muda. Seiring bertambahnya umur, kecepatan berlari akan turun.

3. Roadrunner, burung yang minim terbang
Dalam hal berlari, roadrunner adalah jagonya di antara burung-burung lainnya. Namun dalam hal terbang, roadrunner hanya melakukannya sesekali. Sayap yang lemah dan otot kaki yang berat membuatnya memilih berlari dibanding terbang. Selain itu, pada saat berlari, roadrunner tidak berbunyi seperti dalam tokoh kartun Looney Tunes. Mereka hanya bergemuruh sebagai tanda menarik perhatian wanita dan mempertahankan wilayah.

Baca Juga : Fakta Menarik Mengenai Burung Inca Tern

4. Roadrunner, hewan omnivora yang tahan dingin
Roadrunner termasuk dalam hewan omnivora yang berarti pemakan segalanya. Roadrunner memakan biji, buah kaktus, siput, ular, kadal, serangga, arakhnida, dan hewan pengerat. Selain itu roadrunner adalah pemakan ular berbisa. Dengan kecepatannya berlari, roadrunner mengepakkan sayapnya seolah-olah menjadi besar dan memangsa ular salah satunya ular derik.

Tak hanya berani dengan ular derik, roadrunner juga berani dengan cuaca dingin malam hari. Burung roadrunner mempertahankan diri dari dinginnya malam dengan menurunkan suhu tubuhnya hingga 15°F sehingga memungkinkan pembakaran lemak yang lebih sedikit. Untuk menghangatkan diri, roadrunner suka berjemur dibawah sinar matahari dengan mengangkat bulu-bulu sampai terlihat kulitnya.

5. Mitos yang mengelilingi roadrunner
Orang Puebloan percaya bahwa burung roadrunner dapat melindungi dari roh jahat. Suku ini menggoreskan huruf X pada tanah agar terlihat seperti jejak burung roadrunner. Dengan begitu diharapkan roh jahat akan menghindari lambang tersebut dan tidak mengganggu mayat. Selain itu, bulu roadrunner diletakkan di tempat bayi untuk melindungi bayi yang ada di dalamnya.

Burung pelari cepat ini telah menjadi maskot organisasi anti-membuang sampah sembarang dengan nama dusty. Selain itu, roadrunner juga menjadi burung negara Meksiko.