Rekomendasi Jenis Burung yang Cantik

1

Rekomendasi Jenis Burung yang Cantik – Beberapa orang sangat menyukai burung. Burung yang menjadi sebuah peliharaan pastinya sangat di jaga dalam hal apapun, terutama kesehatannya. Berikut adalah jenis burung tercantik di dunia yang bisa kamu miliki

1. Keel Billed Toucan (Ramphastos Sulfuratus)
Tatkala melihat burung cantik ini, mungkin kesan pertama yang terlintas adalah burung ini tergolong makhluk buas. Akan tetapi, Keel Billed Toucan ini menarik untuk dilihat. Ini merupakan burung dari Amerika Selatan, burung nasional negara Belize, yang menghabiskan waktunya di kanopi hutan hujan. Burung ini adalah contoh cantik keajaiban alam yang akan membuat siapa saja merasa takjub jika melihatnya.

2. Stork Billed Kingfisher (Pelargopsis Capensis)
Apabila kamu berkunjung ke Asia Timur, mungkin kamu akan menemukan keajaiban alam berupa burung yang benar-benar cantik, Stork Billed Kingfisher. Seekor pejantan besar akan mondar-mandir memamerkan keindahan tubuhnya yang berwarna merah, hijau, biru, abu-abu, buff, dan cerah untuk menarik betina. Biasanya burung ini hidup di habitat hutan yang berdekatan dengan danau, sungai, dan pantai. Selain itu, mereka cukup jago untuk mengusir elang dan hewan penyusup lainnya.

3. The Bali Bird of Paradise (Paradisaea apoda)
Di alam liar, ada banyak jenis Bird of Paradise, dengan warna yang benar-benar menarik dan sebagian besar ditemukan di kepulauan New Guinea. Ahli biologi mengenal empat puluh jenis, yang semuanya sangat berkesan karena bulu burung jantan begitu indah. Jenis tertentu memiliki bulu yang memanjang dengan kombinasi yang rumit, yang membentang dari paruh, sayap dan kepala, dan memberikan penampilan yang bisa membuat kamu menarik napas dalam karena begitu kagumnya. Akan tetapi, kamu mungkin hanya pernah melihat mereka di film, pasalnya mereka hidup di habitat hutan hujan lebat, yang sangat sulit diakses.

Baca Juga : 8 Jenis Burung Peliharaan Yang Cocok Bagi Pemula

4. The Rainbow Lorikeet (Trichoglossus moluccanus)
Bulu burung The Rainbow Lorikeet sangat berwarna-warni. Hampir setiap warna pelangi dapat ditemukan di bulu mereka. Lorikeet merupakan beo dari Australasia, yang dapat ditemukan di pulau-pulau di Pasifik, dan biasanya terdapat di sepanjang pesisir timur Australia dan Tasmania. Hutan hujan, semak, dan hutan wilayah pesisir adalah habitat dari burung ini. Salah satu burung, yang secara visual, paling cantik dan menarik di dunia.

5. Pitta gurneyi (Hydrornis gurneyi)
Pitta Gurneyi merupakan jenis burung berukuran sedang yang dapat dijumpai di Thailand dan Myanmar. Hal ini dianggap sebagai spesies yang berharga karena status konservasinya. Ini memiliki mahkota biru dengan bagian kepala sebagai hitam, leher kuning, celana hitam dan kuning, coklat tua atas sisi dan ekor diwarnai biru. Makanannya terdiri dari cacing, serangga, dan siput. Akibat pengembangan perkebunan kelapa sawit, populasi Pitta Gurneyi menurun dengan cepat. Oleh karenanya, mereka diklasifikasikan sebagai spesies terancam punah oleh IUCN. Setelah tahun 1952, mereka dianggap punah. Akan tetapi pada tahun 1986, burung ini ditemukan kembali di alam. Pitta Gurneyi telah terpilih sebagai The Most Wanted Bird di Thailand oleh pengamat burung.

6. Merak (Pavo cristatus mut. Alba)
Merak merupakan jenis burung besar berwarna cerah yang aslinya dari Asia Selatan. Makanan merak termasuk tanaman, serangga, dan binatang kecil. Umumnya, burung jantan memiliki tubuh biru, mahkota dan tampilan yang indah, seperti bulu yang dapat menyebar seperti kipas dan memiliki warna-warni (biru, oranye, emas) pola ‘eyespot’ pada mereka. Mereka cukup besar namun mereka dapat terbang ke cabang pohon terdekat (dengan demikian, mereka adalah burung terbesar yang mampu terbang). Panjang tubuh mereka bisa mencapai 35-50 inci dan ekor bisa mencapai 5 kaki.

7. Northern Cardinal (Cardinalis cardinalis)
Jenis burung jantan Kardinal Utara dibalur warna merah menarik dengan ‘topeng’ hitam di sekitar paruh yang kemerahan. Burung ini memiliki paruh pendek dan lambang yang menonjol di atas kepala mereka. Mereka tidak hanya terlihat gaya tapi juga enak didengar karena mereka bisa bersiul dengan melodi manis. Burung ini mudah dipancing dengan burung pengumpan. Kamu juga dapat menemukan mereka di taman-taman, bertengger di cabang-cabang pohon atau semak rendah.

8 Jenis Burung Peliharaan Yang Cocok Bagi Pemula

burung

8 Jenis Burung Peliharaan Yang Cocok Bagi Pemula – Salah satu cara untuk mengatasi kejenuhan dan stres adalah dengan memelihara burung. Cari tahu jenis burung peliharaan yang mudah dirawat dan cocok untuk pemula di sini!

Seperti hewan peliharaan pada umumnya, tingkat perawatan burung peliharaan bermacam-macam.

Sebelum mulai memelihara burung, ada baiknya kamu mengetahui jenis mana yang sesuai untuk kamu pelihara.

Jika kamu masih pemula dalam memelihara binatang yang satu ini, kamu bisa memulai memelihara burung yang perawatannya mudah.

Jika kamu benar-benar tertarik untuk memelihara hewan ini, simak yuk ulasan yang satu ini!

Jenis Burung Peliharaan Jinak yang Cocok untuk Pemula

1. Burung Lovebird

Jenis burung lovebird sangat disukai oleh anak-anak karena bulunya yang berwarna-warni.

Burung jinak ini juga dapat dilatih kemampuannya untuk ikut lomba suara burung kicau.

Burung lovebird dikenal cerdas dan bisa dilatih melakukan atraksi.

Karena kecantikan dan kemudahannya untuk dirawat, burung ini cukup populer dijadikan burung peliharaan oleh banyak orang.

Harga burung peliharaan jinak ini cukup beragam, mulai dari Rp200 ribu hingga jutaan rupiah.

2. Burung Kenari

Burung kenari termasuk jenis burung peliharaan di rumah yang pintar menirukan suara burung lainnya.

Karena ukuran tubuhnya yang kecil, burung kenari tidak terlalu berbahaya untuk anak-anak dan keluarga

Perawatan burung kenari juga cukup mudah, lo!

Kamu hanya perlu memberikan makan harian, minum, penjemuran, dan membersihkan sangkar kenari secara rutin.

Burung kenari juga termasuk burung peliharaan murah dan dapat kamu beli dengan harga mulai dari Rp80 ribu saja.

3. Burung Parkit

Burung parkit sangat mirip dengan burung lovebird karena ukuran tubuhnya yang sama.

Namun, burung parkit memiliki corak bulu berbeda karena terdapat garis-garis hitam di sekitar kepala dan punggungnya.

Jika sudah jinak, burung ini dapat dijadikan burung peliharaan yang terlatih dan bisa diajak bermain di luar sangkar.

Harga burung peliharaan jinak ini sangatlah murah karena bisa kamu beli dari harga Rp50 ribu saja.

4. Burung Cockatiel

Burung cockatiel biasa disebut dengan burung falk, palek, parkit Australia, kakatua mini, dan werio.

Cockatiel dapat dilatih menjadi burung peliharaan yang dapat melakukan berbagai atraksi ketangkasan.

Tak hanya pintar dalam beratraksi, burung ini juga dapat meniru suara manusia dan burung lainnya.

Bahkan burung ini mampu menirukan suara klakson mobil, microwave, dan suara bel.

Burung ini juga cocok dibudidayakan karena memiliki harga mencapai Rp850 ribu hingga Rp1 juta, lo!

5. Burung Pacific Parrotlet

Burung paruh bengkok yang satu ini merupakan burung dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan terkadang cukup agresif saat mengejar sesuatu yang mereka anggap menarik.

Jenis burung peliharaan di rumah ini dapat dijinakan dengan mudah dengan perawatan yang benar.

Namun, burung ini jarang dijadikan burung peliharaan karena harganya yang mahal.

Harga burung peliharaan ini konon bisa mencapai Rp1 juta hingga belasan juta rupiah, lo!

Baca Juga : Fakta Burung Raksasa dengan Sayap Mini

6. Burung Cendet

Burung cendet memiliki variasi warna putih, hitam, cokelat, dan abu-abu.

Suara kicauan burung ini cukup lantang dan dapat meniru kicauan beberapa burung lainnya.

Saat liar, burung cendet tergolong agak agresif.

Namun, mereka adalah burung yang mudah beradaptasi dengan lingkungan, sehingga mudah jinak dan cocok untuk dijadikan burung peliharaan.

Burung cendet dianggap sebagai burung peliharaan murah karena dapat kamu beli dengan harga mulai dari Rp50 ribu saja.

7. Burung Nuri

Burung nuri sudah dikenal sebagai jenis burung peliharaan yang paling mudah jinak dan paling mudah perawatannya.

Burung nuri suka bermain dan dapat dilatih untuk melakukan atraksi tertentu.

Cara paling mudah menjinakan burung nuri adalah dengan memandikan burung secara rutin.

Burung jinak ini dibanderol dengan harga dari Rp500 ribu hingga jutaan rupiah.

8. Burung Beo

Beo merupakan hewan peliharaan yang paling menarik karena pintar menirukan bunyi apa saja.

Beo juga mudah untuk dipelihara dan cepat mengenal pemiliknya, sehingga kamu tidak usah repot atau bingung merawat burung ini.

Ada banyak jenis beo yang bisa kamu pelihara, seperti beo Jawa, beo enggano, beo Mentawai, dan beo Nias.

Burung beo tergolong jenis burung peliharaan yang mahal karena harganya mencapai jutaan rupiah.

Nah itu lah jenis burung peliharaan yang cocok bagi pemula, semoga artikel ini membantu

Fakta Burung Raksasa dengan Sayap Mini

Fakta Burung Raksasa dengan Sayap Mini

Fakta Burung Raksasa dengan Sayap Mini – Setelah melewati beberapa tahap proses dalam penyaringan,akhirnya kami dapat menyempurnakan artikel yang sudah kami kumpulkan dengan data-data dari sumber yang terpercaya mengenai fakta burung raksasa dengan sayap mini.

Burung emu (Dromaius novaehollandiae) merupakan burung terbesar di dunia setelah burung unta. Mereka bisa tumbuh hingga setinggi 190 sentimeter. Selain bersaing dalam hal ukuran, sekilas dua spesies burung raksasa ini juga terlihat mirip. Biarpun begitu, burung emu lebih berkerabat dekat dengan burung kasuari yang juga gak kalah sangar.

Biarpun digadang-gadang sebagai burung terbesar, burung emu ternyata punya sayap supermini, lho. Kalau burung emu gak bisa terbang, kenapa mereka masih punya sayap? Simak deh tujuh fakta unik burung emu yang wajib kamu tahu berikut ini!

1. Burung tak terbang tertinggi kedua di dunia

Burung emu dinobatkan jadi flightless bird atau burung tak terbang tertinggi ke dua di dunia setelah burung unta. Bayangkan saja, dengan tinggi 150–190 sentimeter, kebanyakan dari kita harus mendongak untuk bisa bertatapan langsung dengan mereka. Burung ini pun berbobot 18–60 kilogram, mengutip dari Animalia.

2. Badan gede, tapi sayap supermini

Biarpun badannya gede, ukuran sayap burung ini justru mini. Mengutip Treehugger, ukuran sayap mereka gak lebih dari 20 sentimeter, lho. Lalu, kenapa burung ini masih punya sayap biarpun gak pernah dipakai terbang?

Australian Academy of Science menjelaskan kalau sayap burung-burung tak terbang, seperti emu, burung unta, hingga penguin, disebut struktur vestigial. Struktur ini dulunya punya fungsi penting pada nenek moyang, tapi gak lagi diperlukan pada cucu cicitnya atau punya fungsi lain. Karena gak merugikan atau menyulitkan, akhirnya struktur ini tetap dimiliki cucu cicitnya. Atau mungkin, ada fungsi khusus dari sayap mini emu yang belum kita ketahui. Bagaimana menurutmu?

3. Kaki kuat membuat emu mampu melesat 50 km/jam

Sebagai ganti sayapnya yang mini, burung emu punya kaki yang spesial dan powerful. Animal Diversity mengungkapkan kalau burung emu memiliki otot betis yang gak dimiliki spesies burung mana pun! Dengan kaki ini, mereka bisa melesat hingga kecepatan 50 km/jam, tutur Animalia. Selain pelari yang tangguh, burung emu juga pelompat dan perenang yang ahli.

Baca Juga:Burung Penyanyi dengan Dua Kelamin yang Muncul Sekali Seumur Hidup

4. Salah satu burung paling berbahaya di dunia

Kalau ukuran tubuhnya yang gede dan kakinya yang powerful belum membuatmu gentar, kamu perlu tahu kekuatan cakar mereka.

Menurut Britannica, tendangan burung emu mampu mengeluarkan isi perut hewan kalau kondisinya tepat. Tiap jari burung emu dilengkapi cakar tajam yang membuat siapa pun teringat pada kaki dinosaurus. Sejauh ini serangan burung emu pada manusia memang belum sampai berakibat fatal, tapi serangan mereka terbilang “umum” alias gak jarang.

5. Bulu spesial melindungi dari sinar matahari

Habitat emu di Australia bisa memiliki temperatur yang panas dan diterangi cahaya benderang matahari. Animal Diversity mengungkapkan kalau bulu tebal nan kasar emu yang berwarna keabu-abuan dan kecokelatan itu didesain khusus supaya sinar matahari gak bisa menembus dan masuk ke kulit.

Biarpun punya semacam tabir surya alami, mereka tetap suka berteduh kok. Mereka juga lebih memilih habitat, seperti padang rumput, hutan yang teduh, dan dekat dengan sumber air.

Jenis Burung Paling Berbahaya di Dunia

Jenis Burung Paling Berbahaya di Dunia

Jenis Burung Paling Berbahaya di Dunia – Beberapa artikel yang akan kami berikan adalah artikel yang kami rangkum dari sumber terpercaya, berikut ini beberapa artikel yang membahas mengenai jenis burung paling berbahaya di dunia.

Burung merupakan salah satu jenis hewan yang hidup di muka bumi ini. Ada banyak jenis burung dengan beragam bentuknya yang tersebar di alam semesta.

Dari sekian banyak jenis tersebut, ada yang dikategorikan jinak dan bisa dipelihara, namun ada juga yang dikategorikan berbahaya lho.

Dalam daftar di bawah ini akan dibahas 5 burung paling berbahaya di dunia. Kira-kira apa saja, ya burung paling berbahaya tersebut? Simak ulasan di bawah ini.

1. Kasuari

Kasuari adalah satu-satunya anggota keluarga Casuariidae dan termasuk dalam ordo Casuariiformes. Tiga spesies, masing-masing dengan beberapa ras, hidup di habitat yang membentang di sebagian Australia dan Papua.

Kasuari dikenal berbahaya karena dapat membunuh manusia dengan pukulan telapak kakinya yang memiliki kuku tajam. Burung ini juga diamati dapat bergerak cepat yaitu 50 km per jam.

Burung ini dapat menyerang kalau mendapat ancaman. Meski kasus kematian pada manusia jarang, namun ada kasus seorang anak kecil yang urat lehernya dirobek karena menggangu kasuari.

2. Burung Unta

Burung unta adalah burung yang tidak bisa terbang yang banyak ditemukan di negara-negara di Afrika. Burung terbesar yang masih hidup, jantan dewasa memiliki tinggi 2,75 meter dan beratnya lebih dari 150 kilogram.

Burung unta bergantung pada kakinya yang kuat, dua jari yang unik, dengan jari kaki utama berkembang hampir seperti kuku sebagai pertahanan diri, terutama dari manusia dan karnivora yang lebih besar.

Burung unta juga dapat berlari dengan kecepatan 72,5 kilometer per jam. Jika merasa terancam, ia dapat menghasilkan tendangan berbahaya yang mampu membunuh singa dan predator besar lainnya.

Kematian akibat tendangan dan tebasan jarang terjadi. Namun, sebagian besar kasus tebasan burung ini terjadi karena ulah manusia yang suka memprovokasi.

3. Burung Emu

Emu, merupakan burung asli Australia yang terbesar, serta burung yang tak dapat terbang kedua terbesar di dunia. Emu memiliki ciri bertubuh kekar dan berkaki panjang seperti kasuari. Emu dapat berlari dengan kecepatan hampir 50 km per jam.

Jika terancam, mereka dapat menendang dengan kaki besar mereka yang bercabang tiga. Seperti kasuari dan burung unta, cakar jari kaki burung emu mampu membunuh musuhnya. Kematian akibat tendangan burung ini memang jarang terjadi. Namun, burung ini tetap harus diwaspadai.

4. Lammaergeier

Lammergeier, yang juga disebut burung bangkai berjanggut, adalah burung nasar besar seperti Elang dari keluarga Accipitridae. Burung ini bisa mencapai panjang lebih dari 1 meter, dengan lebar sayap hampir 3 meter. Lammergeier mendiami daerah pegunungan dari Asia Tengah dan Afrika timur ke Spanyol.

Mereka sangat suka memakan bangkai, terutama tulang. Ketika mereka menemukan bangkai, mereka akan mencari tulang yang diinginkan dan dibawa terbang keatas, lalu menjatuhkan tulang tersebut dari ketinggian hingga 80 meter ke bebatuan dibawahnya.

Ketika tulangnya sudah hancur, barulah burung ini menikmati makanannya. Kasus kematian pada manusia karena burung ini jarang terjadi. Namun, pernah ada seorang pria berkepala botak yang meninggal karena ditimpali tulang oleh burung ini yang menganggap kepala pria tersebut sebagai batu.

Baca Juga:Jenis Burung Indonesia Terbaik

5. Barred Owl

Barred Owl, habitatnya meliputi sebagian besar Amerika Serikat bagian timur dan Kanada bagian tenggara, ukurannya lebih kecil dari burung hantu bertanduk besar. Beratnya antara 630 dan 800 gram dan memiliki lebar sayap sekitar 110 cm.

Meskipun berukuran kecil, Barred Owl merupakan predator yang menakutkan bagi hewan-hewan kecil bahkan manusia lho. Apabila menemukan mangsanya, burung ini akan menancapkan cakarnya tepat di kepala mangsanya, kemudian akan dipatuk dan dicakar hingga terluka parah.

Beberapa kasus di Amerika, burung ini juga menjadi yang paling ditakuti oleh para pendaki. Tak jarang, kematian akibat cakaran burung ini juga dialami oleh para pendaki tersebut.

Itulah daftar lima burung paling berbahaya di dunia. Kira-kira mana nih yang sudah pernah kamu temui? Awas, jangan ganggu apalagi dekat-dekat ya!

Jenis Burung Indonesia Terbaik

Jenis Burung Indonesia Terbaik

Jenis Burung Indonesia Terbaik – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang jenis-jenis burung terbaik indonesia yang jarang diketahui.

Bila kita jeli melihat peluang, memelihara burung kicau tidak hanya sekedar menjadi hobi saja, namun juga dapat menjadi cara investasi yang dapat mendatangkan pundi-pundi rupiah.

Dengan hutan membentang luas yang menjadi habitat bagi beragam jenis burung, Indonesia memiliki potensi sebagai penghasil burung-burung kicau yang bersuara merdu dan indah.

Pada berbagai pelosok daerah di Indonesia, terdapat banyak sekali kontes burung kicau. Dalam satu minggu, setidaknya ada satu kali penyelengaraan kontes burung kicau.

1. Anis Merah

Salah satu burung kicau yang paling populer di kalangan pecinta burung adalah anis merah. Selain memiliki warna yang indah, kicauan anis merah pun sangat unik.

Wajar saja jika burung ini dibanderol dengan harga yang cukup tinggi. Harga anis merah yang belum “jadi” saja mencapai Rp 1.000.000 lebih, sedangkan yang sudah gacor tentu bisa jauh lebih mahal.

2. Kacer

Meskipun tidak sepopuler beberapa tahun lalu, burung kacer masih diburu para pecinta burung kicau hingga saat ini.

Burung yang memiliki bulu dengan dominasi warna hitam ini memiliki penampilan yang unik dan kicauan khas dengan volume menengah.

Harganya pun relatif masih tinggi di pasar burung. Burung kacer yang masih “bahan” dapat dibanderol dengan harga Rp200.000 sampai Rp500.000. Harganya bisa naik hingga jutaan rupiah jika burung sering meraih gelar juara di kontes burung kicau.

Baca Juga:Bisnis Penangkaran Burung

3. Cucak Rawa

Burung yang habitatnya di rawa-rawa, tepian sungai, atau hutan ini memang menjadi salah satu buruan utama para pecinta burung kicau di Indonesia.

Cucak rawa memiliki kicauan yang nyaring, melengking, dengan intensitas yang khas. Tak heran banyak pecinta burung berusaha keras agar dapat memelihara burung ini.

Sementara itu, populasi cucak rawa di habitatnya semakin langka. Tak heran, harganya pun sangat tinggi di pasaran.

Harga cucak rawa anakan dapat mencapai Rp5 juta sampai Rp6 juta, sedangkan yang sudah dewasa dan memiliki suara ropel, harganya dapat melambung hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

4. Murai Batu

Burung murai batu bisa dibilang rajanya burung kicau di Indonesia. Burung ini sangat populer dan dicari banyak pecinta burung.

Kontes kicau untuk murai batu pun cukup banyak dan menjadi ajang yang bisa dimanfaatkan untuk menaikkan harganya.

Harga murai batu anakan jadi ternak bisa mencapai Rp1,5 juta hingga belasan juta rupiah. Sementara murai batu prospek yang sudah sering mengikuti lomba dan menyabet gelar juara, harganya dapat mencapai ratusan juta rupiah. (Mohammad Syahrial).

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Portal Jember dengan judul “4 Jenis Burung Kicau Paling Populer di Indonesia, Mulai Anis Merah Hingga Murai Batu.”

Daftar Burung Terindah Indonesia yang Menjadi Incaran Dunia

Daftar Burung Terindah Indonesia yang Menjadi Incaran Dunia – Indonesia merupakan salah satu negarara dengan kekayaan alam yang melimpah, mulai dari tempat wisata, hingga flora dan fana. Fauna Indonesia yang cukup terkenal adalah jenis burung. Banyak wisatawan dan ilmuwan dari berbagai penjuru negeri datang ke Indonesia hanya untuk melihat serta mempelajari keindahan burung-burung asli Indonesia ini. Namun sayang, keberadaan burung-burung ini kian terancam akibat perburuan liar. Pemerintah telah berupaya untuk melindungi kelestarian burung-burung ini dengan menerapkan peraturan perundang-undangan yang ketat bagi pelaku perburuan liar.

Berikut telah dirangkum tujuh spesies burung cantik asli Indonesia yang menjadi primadona dunia.

1. Jalak Bali

jalak bali

Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) merupakan burung pengicau yang hanya dapat ditemukan di wilayah barat Provinsi Bali. Jalak bali memiliki bulu berwarna putih bersih dengan ukuran sedang yang dapat tumbuh hingga 25 cm dan berat 108 gram. Bagian pelupuk mata burung ini memiliki warna biru tua dengan paruh berwarna kekuningan. Burung jalak Bali ditetapkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali pada 1991.

2. Gelatik Jawa

gelatik jawa

Gelatik Jawa (Paddi oryzivora) merupakan burung pengicau yang endemik dari Pulau Jawa. Gelatik Jawa adalah jenis burung herbivora yang memakan biji-bijian, terutama biji padi. Berukuran cukup kecil, Gelatik Jawa dewasa hanya dapat tumbuh hingga 15 cm. Bulu Gelatik Jawa berwarna abu-abu, perut coklat kemerahan, kaki merah muda, dan lingkaran merah di sekitar mata.

3. Merak

merak

Merak merupakan spesies burung yang tidak bisa terbang dan sebagian besar hidupnya dihabiskan di tanah. Merak di Indonesia adalah jenis merak hijau (Pavo muticus) yang banyak ditemukan di Taman Nasional Baluran. Merak jantan dan betina memiliki morfologi yang sedikit berbeda, merak jantan memiliki ekor yang lebih panjang dan indah dibandingkan merak betina. Ekor ini berfungsi untuk menarik perhatian betina saat musim kawin tiba.

4. Cendrawasih

cendrawasih

Burung cendrawasih (Paradisaea sp.) adalah spesies burung asli tanah Papua yang keindahannya sudah tak diragukan lagi. Bahkan masyarakat asing menyebutnya sebagai bird of paradise karena keindahannya dapat memukau mata. Di Papua terdapat beberapa jenis cendrawasih yang memiliki ciri morofologi berbeda. Warna bulu yang mencolok biasanya perpaduan antara warna cokelat, kuning, putih, hitam, hijau, ungu, biru, merah dan jingga.

5. Kasuari

kasuari

Kasuari masuk dalam golongan suku Casuariidae yang hanya memiliki tiga spesies. Kasuari hanya dapat ditemukan di Papua dan Australia. Sama seperti merak, kasuari adalah burung tanah yang tidak bisa terbang. Berukuran sangat besar dengan warna bulu hitam dengan leher kebiruan membuat burung ini sangat indah dipandang mata. Dibalik keidahannya, kasuari tergolong burung yang berbahaya karena sangat agresif dan memiliki cakar yang cukup tajam untuk merobek kulit manusia.

Baca Juga: Bisnis Penangkaran Burung Terputar Tembus Rp 2 Triliun

6. Enggang

enggang

Enggang adalah jenis burung yang masuk dalam famili Bucerotidae yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia yaitu Jawa, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Masyarakat lokal sering menyebut enggang dengan nama lain seperti Rangkong, Julang, dan Kangkareng. Enggang termasuk jenis burung omnivora yang memakan buah, kelelawar, tikus, dan hewan-hewan kecil lainnya. Keindahan enggang terletak pada paruhnya yang besar dan berwarna terang.

7. Maleo

maleo

Maleo (Macrocephalon maleo) merupakan spesies burung yang didominasi warna hitam dan putih. Bagian mata maleo dikelilingi oleh lingkaran kuning yang mencolok. Keunikan maleo terletak pada kepalanya yang memiliki tanduk atau jambul yang berwarna hitam. Maleo tidak mengerami telurnya, saat bertelur maleo akan menggali lubang di tanah untuk meletakkan telurnya. Maleo kecil setelah menetas sudah ditumbuhi bulu dan dapat langsung terbang. Maleo hanya dapat ditemukan di Papua, Indonesia.

Burung Termahal di Indonesia

Burung-Termahal-di-Indonesia

jenisburungdunia – Memelihara burung mungkin sering dianggap hobi yang murah oleh masyarakat awam. Padahal pada kenyataannya, butuh modal yang besar banget bagi siapa pun yang ingin menekuni aktivitas memelihara burung. Jangankan satu atau dua juta, kalau sudah kadung gandrung, seseorang bisa menghabiskan puluhan bahkan belasan juta.

Mahal tidaknya hobi ini sendiri tergantung dari jenis burung yang dipilih. Tentu saja kalau burungnya langka dengan kualitas bagus, maka harganya juga mengikuti dan sebaliknya. Soal burung super mahal, di Indonesia ada beberapa yang punya julukan demikian. Apa saja burung yang dimaksud? Simak ulasannya berikut.

Cucak Rowo

cucak-rowo

Burung yang satu ini sudah terkenal dengan harganya yang mahal. Namun itu sebanding dengan kicauannya yang sangat merdu. Untuk harga, asal kamu tahu, banderolnya cukup mahal. Kisarannya sekitar Rp 2-5 jutaan untuk Cucak Rowo biasa. Harganya tentu bisa berlipat-lipat kalau ia keturunan juara apalagi jika kita beli si jagoannya sendiri. Bisa setara motor harganya.

Murai Batu

Murai-batu

Dengan bentuk tubuh yang sangat ramping dipadukan warna bulu yang mencolok membuat harga burung ini menjadi mahal. Untuk satu ekornya adalah kisaran Rp 1 juta sampai Rp 3 juta rupiah. Untuk melatih kicauan burung ini harus dibutuhkan ketelatenan karena murai batu dikenal cukup sulit dilatih. Namun bila sudah terlatih, pastinya burung ini memiliki kicauan yang sangat indah.

Cucak Ijo

burung-cucak-ijo

Burung yang satu ini sudah terkenal dengan kemampuan kicaunya yang tidak kalah dengan burung yang lain. Harga satu ekor burung Cucak Ijo adalah antara Rp. 1 Juta hingga Rp. 2 Juta. Burung yang mempunyai nama lain Cipo ini mempunyai paruh kecil yang panjang serta bulunya yang berwarna hijau. Burung jenis ini sudah sering dipakai dalam perlombaan.

Jalak Suren

jalak-suren

Burung Jalak Suren dibandrol dengan harga sekitar Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta rupiah. Jalak Suren ini biasanya juga disebut dengan Jalak uret. Burung ini memiliki bentuk tubuh yang kokoh serta paruh yang unik membuat para pencinta burung senang memeliharanya. Selain itu suara kicauan yang dihasilkan sangat merdu dan nyaring.

Baca Juga : Burung Termahal di Indonesia

Kacer

Kacer

Sosok yang pandai menirukan suara burung lain ini juga masuk dalam deretan burung termahal di Indonesia. Kisaran harga dari satu ekor burung ini adalah Rp. 250 ribu hingga Rp. 1,5 juta. Burung yang memiliki nama lain Jalak Poci ini mempunyai suara sangat nyaring sehingga sangat sering dipakai dalam kejuaraan.

Anis Merah

Anis-merah

Para pencinta burung biasanya juga sering menyebutnya burung punglor. Burung ini terbilang unik karena saat sedang berkicau kadang burung punglor ini punya kebiasaan teler. Keunikan tersebut yang membuat para pencinta burung memilih burung ini sebagai peliharaan burung kicaunya. Kisaran harga untuk punglor ini adalah sekitar Rp 600 ribu-an.

Kenari

kenari

Burung yang satu ini pasti sering terdengar di telinga masyarakat. Burung yang berasal dari pulau Canary ini, untuk setiap ekornya dibandrol dengan harga Rp 200 ribu hingga jutaan rupiah. Bahkan untuk beberapa jenis kenari memiliki harga paling rendah 1 juta rupiah. Selain perawatannya yang mudah, bentuk tubuhnya yang bagus serta suara yang gacor menjadi alasan mengapa burung ini dipilih oleh pencinta burung.

 

Mengetahui beberapa burung termahal di Indonesia itu pastinya mematahkan pendapat masyarakat bahwa ini hobi yang murah. Mahalnya harga burung dipengaruhi oleh berbagai aspek, selain itu biaya pemeliharaan juga patut diperhitungkan. Tapi, ya namanya kalau sudah senang, mau bagaimana lagi?

Beberapa Jenis Burung Kakatua di Dunia

Beberapa-Jenis-Burung-Kakatua-di-Dunia

jenisburungdunia – Total ada 21 spesies kakatua yang eksis di dunia. Mereka tersebar, ada yang tinggal di Indonesia, Australia, dan pulau yang ada di sekitar Oseania. Masing-masing spesies memiliki kekhasannya tersendiri.

Secara umum kakatua dibagi menjadi kakatua gelap (Calyptorhynchus), kakatua putih, dan spesies lainnya. Nah berikut ini beberapa jenis burung kakatua yang cantik terpopuler beserta penjelasannya.

1. Kakatua putih (Cacatua alba)

Kakatua-putih-Cacatua-alba

Ini dia salah-satu spesies kakatua terbesar dan paling cantik. Jambul dan bulunya putih, sedangkan bagian dalam dari sayapnya berwarna kuning menyala. Kakinya abu-abu dan paruhnya hitam. Disebut juga Umbrella cockatoo.

Mata kakatua putih jantan berwarna hitam. Lain lagi dengan kakatua muda atau betina, yang warna matanya cokelat.Ukuran tubuhnya bisa mencapai 45 cm. Untuk itu, anda memerlukan kandang atau penangkaran burung yang leluasa.

Habitat asli, Asal Usul Burung Kakatua Putih

Burung ini merupakan penghuni Indonesia, khususnya di kawasan hutan. Mereka jarang menampakkan diri di tempat terbuka. Mereka hidup dalam kelompok kecil, sekitar 2-10 anggota.

Kakatua putih sebagai burung peliharaan

Burung yang dihargai cukup mahal ini bisa menjadi hewan peliharaan mengagumkan. Mereka jinak dan penyayang, namun cukup berisik karena suka memekik. Sehingga kakatua ini sulit dipertahankan di dalam ruangan.

Mayoritas burung ini berakhir di suaka atau tempat penampungan burung. Pembeli akan memboyong dalam bentuk bayi yang masih pendiam. Mereka tumbuh cepat. Begitu usianya menginjak 3 tahunan, barulah burung ini menunjukkan sifat aslinya yang tegas dan keras. Lengkingan mereka sangat keras, bisa menghancurkan furnitur karena dikira mainan, serta sedikit agresif.

Burung ini juga bukan tipikal yang betah bertengger sepanjang hari. Mereka sangat hiperaktif. Apalagi kalau burung sedang ingin diperhatikan, maka mereka akan melakukan apa pun untuk memeroleh perhatian anda, termasuk dengan tingkah yang mengganggu sekaligus sangat lucu.

2. Kakatua solomon (Cacatua ducorpsii)

Kakatua-solomon-Cacatua-ducorpsii.jpg

Jika ingin kakatua yang lebih imut, anda bisa memilih Cacatua ducorpsii. Ukurannya sekitar 30 cm. Jambul putihnya juga relatif lebih kecil. Bulunya sama seperti kakatua putih. Warnanya putih. Namun ada sentuhan pink atau merah muda di area paruhnya. Burung ini disebut juga Ducorps corella.

Habitat Asli Kakatua Solomon

Sesuai namanya, spesies kakatua ini tinggal di Pulau Solomon yang berdekatan dengan Australia. Spesies ini sendiri masih berkaitan erat dengan Goffins Corella. Untuk membedakan antara kakatua jantan dan betina, yang jantan memiliki selaput pelangi berwarna hitam. Berbeda dengan burung betina, yang irisnya cokelat.

Kakatua solomon sebagai hewan peliharaan

Tentu saja kakatua yang satu ini bisa anda pelihara di rumah. Namun mereka juga nyaman menghuni tempat penangkaran burung. Kakatua ini penurut dan tidak begitu bising. Namun ketika kadang-kadang ketika merasa senang, burung ini juga akan menciptakan suara berisik.

Jika anda memelihara kakatua sedari kecil, kemungkinan besar mereka akan merasa begitu sayang. Mereka juga bisa meniru suara atau kata-kata. Tetapi kemampuannya tidak sebagus burung beo.

3. Cacatua galerita/ Kakatua koki/ jambul kuning (Sulphur-Crested Cockatoo)

Cacatua-galerita

Si jambul kuning ini juga termasuk kakatua besar. Ukurannya 50 cm. Ada beberapa yang mirip dengan mereka, namun ukurannya lebih kecil. Kakatua ini memiliki jambul kuning yang lancip, bulu putih, dan warna kuning di dalam sayapnya. Adapun paruh dan kakinya sama-sama hitam. Kakatua jantan memiliki mata hitam, sedangkan yang betina bermata cokelat.

Perawatan ketika kakatua ini kecil relatif mudah. Namun kesulitannya meningkat ketika burung sudah lebih tua. Tak heran kalau nilainya begitu tinggi.

Habitat asli kakatua jambul kuning

Pemilik jambul kuning sulfur ini tinggal di New-Guinea dan Australia (timur dan utara). Mereka menghuni kawasan hutan dan urban. Burung ini memiliki empat subspesies yang memiliki ciri atau karakter berbeda. Sehingga tidak direkomendasikan untuk menerapkan kawin silang di antara mereka.

Kakatua jambul kuning sebagai hewan peliharaan

Memelihara kakatua ini tidak begitu mudah lantaran ukuran dan kecerdasannya. Mereka memerlukan kandang yang sangat besar. Suara-suara yang dihasilkan juga sangat mengusik ketenangan. Oleh karena itu, mereka kurang cocok tinggal di perumahan yang menginginkan situasi tentram. Spesies ini pun biasanya tinggal di kebun binatang atau taman burung.

Baca Juga : Ciri Khas Dari Burung Tukan

4. Goffins cockatoo/ Goffini cockatoo/ kakatua tanimbar (Cacatua goffini)

Goffins-cockatoo

Kakatua ini juga termasuk spesies yang kecil, seukuran 30 cm. Bulunya putih, dengan sentuhan oranye dan pink. Bagian dalam sayapnya tampak kuning. Kemudian matanya memiliki lingkaran biru muda.

Kakatua ini sudah populer sebagai hewan peliharaan. Namun untuk membeli, memiliki, atau memindahkan hewan ini, anda mesti meiliki surat izin CITES (the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).

Habitat asli kakatua Tanimbar

Burung spesial ini berasal dari Pulau Tanimbal, Maluku Tenggara, Indonesia. Mereka betah tinggal di sekitar hutan tropis nusantara
Kakatua tanimbar sebagai hewan peliharaan

Anda mungkin saja memeliharanya secara pribadi. Namun terkadang perawatannya memang merepotkan. Pasalnya burung ini bisa begitu setia pada satu manusia yang merawatnya, namun sangat agresif terhadap manusia lainnya. Apalagi ketika mereka tidak jinak dan bersosialisasi dari kecil, maka ketika tumbuh besar pun akan serba sulit.

Ukurannya boleh kecil, namun pekikan burung bisa mengganggu pendengaran. Bahkan mereka bisa mengusik kenyamanan tidur anda di waktu malam. Namun tentu saja masing-masing burung memiliki karakter tersendiri. Jika kakatua ini sudah hidup lama bersama anda, bukan tak mungkin ia akan menjadi peliharaan menakjubkan. Kakaktua ini hiperaktif ketika menjerit, menari, berbicara, atau menggigit sesuatu. Mereka juga relatif jago meniru pembicaraan atau suara.

5. Major Mitchell’s Cockatoo/ Pink cockatoo (Cacatua leadbeateri)

Major-Mitchells-Cockatoo

Penyuka pink pasti langsung kepincut dengan penampilan burung ini. Tubuhnya memang berwarna pink lembut, sedangkan bulu pada sayapnya tampak putih. Jambulnya sendiri bisa berwarna kuning dan oranye jika sedang tegak. Ada pun kaki dan paruhnya berwarna putih tulang.

Namun burung berukuran sekitar 40 cm tidak mudah ditaklukan. Mereka juga dipatok dengan harga tinggi.

Habitat asli kakatua pink

Habitat asli mereka ada di kawasan hutan Australia selatan dan barat.

Kakatua pink sebagai hewan peliharaan

Sebenarnya kakatua ini jarang dipelihara di perumahan. Apalagi kalau mereka tidak dijinakkan dan tidak belajar sosialisasi sejak kecil. Maka ketika tumbuh besar, mereka akan sulit jinak dan berbaur dengan manusia. Mereka juga membutuhkan ruangan yang besar. Sehingga kakatua pink ini lebih umum dijadikan penghuni kebun binatang atau taman burung.

6. Moluccan Cockatoo/ Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis)

Moluccan-Cockatoo

Spesies ini sudah terkenal sebagai kakatua yang sangat besar dan penampilannya menakjubkan. Bulunya berwarna putih dan diperindah dengan nuansa pink yang berkilau. Bulu di dalam sayapnya berwarna kuning. Sedangkan jambulnya memancarkan oranye cerah, apalagi ketika berdiri tegak. Untuk paruh dan kakinya sendiri berwarna hitam.

Ukuran kakatua ini sekitar 50 cm. Meski pun besar, namun mereka relatif mudah dijinakkan. Hanya saja banderolnya sangat mahal.

Habitat asli kakatua Maluku

Dari namanya bisa kita tebak kalau kakatua ini asli Maluku – Indonesia, tepatnya di Kepulauan Seram. Mereka hidup di hutan tropis atau subtropis dalam kelompok kecil. Sayangnya populasi burung ini terus tergerus, lantaran habitatnya juga terus berkurang.
Kakatua Maluku sebagai hewan peliharaan

Kakatua ini memiliki reputasi sebagai burung jumbo yang cerdas dan indah. Mereka pun kerap menjadi bird shows alias burung pertunjukan. Lebih lagi burung ini selalu senang mempelajari hal-hal baru dan unjuk gigi di depan pemiliknya. Mereka memang penyayang dan mudah jinak.

Namun anda mesti siap dengan sikap self-mutilation sang burung. Belum lagi dengan jeritannya yang keras dan sesekali menunjukkan sikap agresif terhadap manusia. Oleh karena itu, memelihara kakatua Maluku akan menjadi misi sulit. Perlu kandang besar, pelatihan spesial, dan curahan kasih sayang agar sang burung tetap gembira.

Baca Juga : Ciri Khas Dari Burung Tukan

7. Little Corella/ kakatua rawa (Cacatua sanguinea)

Little-Corella

Dengan ukuran medium sekitar 36 cm, burung ini masuk kategori kakatua kecil. Ia mirip seperti kakatua tanimbar. Bulunya putih, bulu di bawah sayapnya kuning, dan bulu di sekitar paruhnya berwarna pink-oranye. Untuk jambulnya sendiri tidak begitu besar. Namun bercak biru di area matanya tampak lebih besar dibanding spesies lain.

Habitat asli kakatua rawa

Di alam liarnya, mereka merupakan salah-satu spesies umum. Kakatua ini hidup di Australia. Mereka tersebar di area terbuka, entah itu pertanian atau perkotaan. Namun populasinya tidak begitu disukai oleh para petani, sebab kawanan burung ini kerap merusak gandum atau hasil panen lain.
Kakatua rawa sebagai hewan peliharaan

Di Australia sendiri, tidak aneh kalau ada yang memelihara kaaktua rawa. Lebih lagi mereka mudah beradaptasi dengan kehidupan manusia. Mereka juga cenderung mudah dijinakkan, meski pun tidak hidup bersama manusia sejak kecil.

8. Lesser Sulphur-Crested Cockatoo (Cacatua sulphurea)

Lesser-Sulphur-Crested-Cockatoo

Burung ini seperti versi mungil dari burung kakatua jambul kuning. Ukurannya sekitar 34 cm. Namun keduanya merupakan spesies yang berbeda. Bahkan nama ilmiahnya juga berlainan.

Habitat asli Lesser Sulphur-Crested Cockatoo

Burung imut ini berasal dari Sulawesi, Sumba, dan kepulauan lain di Indonesia. Mereka hadir dengan enam subspesies. Semua subspesies itu bisa melakukan kawin silang, namun hasilnya cukup menyulitkan pihak penampungan atau kebun binatang. Mereka jadi tidak benar-benar mampu menentukan campuran genetiknya.

Burung Lesser Sulphur-Crested Cockatoo sebagai hewan peliharaan

Kakatua ini sudah populer sebagai hewan peliharaan. Mereka bisa mempelajari trik baru, penyayang, dan cerdas. Kakatua ini bisa meniru obrolan meski pun tidak selancar burung beo. Hanya saja mereka juga haus kasih sayang dan sering memproduksi suara bising. Kadang mereka menggigit apa pun yang dijumpainya.

Ciri Khas Dari Burung Tukan

Ciri Khas Dari Burung Tukan

Jenisburungdunia.net – Burung toucan merupakan jenis burung daerah tropis bengan bagian paruh besar. Burung ini hidup pada hutan-hutan tropis. Terdapat 37 jenis dari burung taucan atau tukan. Sebagian besar di antaranya yang hidup di hutan-hutan Amerika Tengah serta Selatan. Tukan hidup pada kawanan kecil di puncak pohon. Burung ini tampangnya juga mirip dengan burung rangkong, namun beda keluarga.

Ciri Khas Burung Toucan
Ciri khas burung taucan yaitu memiliki panjang antara 30 hingga 61 cm. Paruh serta bulunya pada umumnya berwarna merah, jingga, biru, kuning, serta hitam. Paruh burung tukan yang besar itu ternyata berongga dan ringan. Paruh itu melindungi wajah pada saat ia memetik buah-buahan. Tapi, beberapa jenis di antaranya yaitu merupakan peniru suara yang ulung.

Burung tukan bersarang pada batang pohon yang berongga serta tunggul. Terkadang burung unik ini berada dalam lubang bekas burung pelatuk. Saat sedang tidur, burung tukan menaruh paruhnya pada punggungnya serta akan menutup paruhnya dengan ekornya.

Ciri khas burung toucan dengan paruh pipih dan besar ini termasuk bentuk adaptasi supaya Toucan lebih gampang dalam meraih buah-buah dengan ukuran kecil yang menjadi kegemarannya. Selain memakan buah, Toucan juga berburu serangga serta kadal kecil menjadi tambahan asupan protein. Toucan punya peran penting untuk regenerasi hutan dengan menyebarkan biji-bijian dengan ciritnya pada seluruh pelosok hutan.

Perilaku Burung Toucan
Toucan akan mengerami telur-telurnya dengan bergantian dengan pasangannya. Saat malam hari, salah satu dari induk Toucan saja yang tidur pada dalam sarang. Pengeraman ini berlangsung dalam waktu 16 hari. Sesudah telur-telur itu menetas, bayi-bayi Toucan dibesarkan berada dalam sarang.

Selama tiga atau empat minggu sesudah menetas, burung tukan muda tidak bisa membuka matanya. Beberapa minggu selanjutnya, barulah anakan meninggalkan sarang induknya. Tukan merupakan burung penerbang yang buruk. Mereka lebih gemar melompat-lompat pada dahan jika dibandingkan terbang. Paruhnya dapat mencapai 20 cm.

Bagian paruhnya yang panjang menjadikan toucan mudah mencapai buah-buahan yang tumbuh di dahan atau ranting yang jauh. Bulunya yang memiliki warna cerah kemungkinan dipakai untuk menakuti jenis burung yang lain.

Suara mereka juga lebih mirip dengan suara katak.Bahkan suaranya lebih keras, pekikannya, hingga dapat terdengar sampai dengan sejauh 1 km pada tengah hutan. Burung tukan akan memakai paruhnya yang panjang guna menyibakkan daun, selanjutnya mengambil biji serta buah yang ada dalam pohon.

Fungsi Paruh Besar Toucan
Paruhnya yang besar terbuat dari keratin. Bagian paruhnya lebih bermanfaat untuk alat mencari makan serta menarik pasangannya. Burung ini juga bertelur kurang lebih sekitar 2-4 butir telur dan akan menetas dalam 2 minggu . Konstruksi paruhnya menjadikan burung ini meredam benturan yang keras.

Meskipun ukuran paruhnya sepertiga dari tubuhnya serta tampak berat juga. Akan tetapi pada kenyataannya itu tidak benar. Tekstur untuk bagian dalam paruh tukan bisa diibaratkan dengan tekstur busa keras.

Terdapat bagian yang berongga, dan ada yang hanya berupa rangka dan juga membran. Hasilnya yaitu bagian paruh yang ringan juga begitu kuat. Diperkirakan oleh para ahli memperkirakan warna paruh yang indah itu akan menyamarkan Toucan pada waktu berada pada buah-buahan yang terdapat di sekitarnya. Dengan begitu ia akan lebih gampang dalam mengintai mangsa. Paruh ini dapat dipakai untuk memecahkan benda yang sedikit keras.

Keunikan yang dimiliki oleh burung toucan yang memiliki paruh besar membuat orang banyak memburunya. Sehingga burung ini menjadi langka.

Ciri Khas Dari Burung Kuntul Alias Bangau

Ciri Khas Dari Burung Kuntul Alias Bangau

Jenisburungdunia.net – Bangau merupakan sebutan untuk burung dari keluarga Ciconiidae. Jenis burung ini memiliki postur tubuh yang besar, berkaki panjang, berleher panjang namun lebih pendek dari burung Kuntul, dan mempunyai paruh yang besar, kuat dan tebal. Hampir seluruh sayapnya berwarna putih dan memiliki ekor hitam yang panjang. Sementara bagian paruh dan kaki panjangnya berwarna merah.

Bangau tidak memiliki organ suara syrinx sehingga tidak bersuara. Paruh yang diadu dengan pasangannya merupakan cara berkomunikasi menggantikan suara panggilan. Bangau merupakan burung pantai migran, terbang jauh dengan cara melayang memanfaatkan arus udara panas sehingga dapat menghemat tenaga.

Ciri Burung Bangau
Bangau merupakan burung yang berat dengan rentang sayap yang lebar. Spesies Leptoptilos crumeniferus dari Afrika mempunyai rantang sayap 3,2 meter, sehingga dijuluki sebagai “burung darat dengan rentang sayap terpanjang di dunia” bersaingan dengan burung Kondor.

Badan yang berukuran besar, bersifat monogami, dan kesetiaan pada tempat bersarang menjadikan burung Bangau sering dijadikan simbol pembawa kebahagiaan di dalam banyak kebudayaan dan mitologi. Meskipun di cap sebagai burung setia, bangau juga dapat berganti pasangan apabila setelah atau berimigrasi tanpa di temani pasangannya.

Ketika burung ini terbang, mereka akan menjulurkan kepalanya ke depan dan mendorong bagian kakinya ke belakang. Aerodinamis merupakan gaya burung bangau pada saat terbang, dengan gaya inilah menjadikan mereka terbang lebih cepat karena membelah angin.

Burung bangau termasuk jenis burung yang unik, contoh kecil ketika ia membuat sarang atau rumah, maka akan di gunakan selama beberapa tahun, berbeda dengan burung alam lainnya. Untuk ukuran sarang burung bangau sendiri mencapai 2 meter dan kedalamannya kurang lebih samai 3 meter.

Burung bangau termasuk burung yang rentan terhadap musim dingin, jadi burung ini berpindah-pindah ke daerah lain dengan suhu udara yang hangat. Dengan hadirnya burung bangau, orang orang juga akan menerima kabar gembira jika musim panas akan segera datang.

Untuk mengenali burung ini tidaklah sulit, sebab banyak sekali ciri yang mudah di hafali. Contoh kecil, burung ini suka berdiri dengan satu kaki saja, sementara kaki yang satunya di istirahatkan.

Adapun tujuan bangau berdiri dengan kaki satu yakni dapat memudahkan terbang pada saat bahaya mengahmpirinya. Selain itu berdiri satu kaki di ketika mencari makanan di air juga untuk mengelabuhi binatang predator atau pemangasa. Sebetulnya banyak pendapat, mengapa burung bangau berdiri hanya menggunakan satu kaki saja. Sebut saja, untuk menyesuaikan diri terhadap temperatur tempat dia berdiri.

Habitat Burung Bangau
Bangau merupakan salah satu species burung yang rentan akan cuaca dingin, jadi ketika musim dingin tiba burung bangau akan berimigrasi ke tempat yang hangat seperti Eropa hingga ke Afrika Utara dan dari Turki hingga ke Jepang.

Sebelum musim dingin tiba, burung bangau bermigrasi ke wilayah tropis seperti afrika dan india. Uniknya di sini, burung bangau bisa tahu jika belahan bumi selatan lebih hangat kala waktu itu.

Yang menjubkan lagi, setalah 6 bulan lamanya dan musim semi tiba, burung bangau kembali pulang dan dapat menemukan kembali sarang yang buat sekaligus di tempati kembali.

Burung bangau yang mempunyai kaki ramping, berati menandakan jiak burung tersebut tidak suka perjalanan dengan melintasi lautan luas.

Burung bangau sangat suka melintasi lautan yang dekat dengan daratan. Ini bertujuan ketiak kelelahan dalam perjalan bisa beristirahat dan mencari makanan. Adapun laut yang dekat daratan seperti Laut Bhosporus, Selat Gibraltar dan Terusan Suez.

Pembuatan Sarang Bangau
Bangau bisa di katakan sebagai burung yang pemberani, sebab ia tidak takut dengan manusia. Kondisi ini berbeda dengan jenis burung pada umumnya yang takut dengan kehadiran manusia.

Dalam pembuatan sarang, burung bangau biasanya membuatnya di atas gedung, cerobong asap, dan pohon. Adapun bahan yang di gunakan untuk membuat sarang adalah ranting-ranting pohon.

Burung bangau adalah burung yang suka perindah secara bersama dengan kawan-kawannya atau pasangannya. Contoh kecil, ketika mereka sampai di eropa, burung ini biasanya menghabiskan waktu untuk beberapa saat. Selama minggu pertama di bulan april, biasanya bangau jantan akan membuat sarang untuk tempat tinggal.