Jenis Burung Indonesia Terbaik

Jenis Burung Indonesia Terbaik

Jenis Burung Indonesia Terbaik – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang jenis-jenis burung terbaik indonesia yang jarang diketahui.

Bila kita jeli melihat peluang, memelihara burung kicau tidak hanya sekedar menjadi hobi saja, namun juga dapat menjadi cara investasi yang dapat mendatangkan pundi-pundi rupiah.

Dengan hutan membentang luas yang menjadi habitat bagi beragam jenis burung, Indonesia memiliki potensi sebagai penghasil burung-burung kicau yang bersuara merdu dan indah.

Pada berbagai pelosok daerah di Indonesia, terdapat banyak sekali kontes burung kicau. Dalam satu minggu, setidaknya ada satu kali penyelengaraan kontes burung kicau.

1. Anis Merah

Salah satu burung kicau yang paling populer di kalangan pecinta burung adalah anis merah. Selain memiliki warna yang indah, kicauan anis merah pun sangat unik.

Wajar saja jika burung ini dibanderol dengan harga yang cukup tinggi. Harga anis merah yang belum “jadi” saja mencapai Rp 1.000.000 lebih, sedangkan yang sudah gacor tentu bisa jauh lebih mahal.

2. Kacer

Meskipun tidak sepopuler beberapa tahun lalu, burung kacer masih diburu para pecinta burung kicau hingga saat ini.

Burung yang memiliki bulu dengan dominasi warna hitam ini memiliki penampilan yang unik dan kicauan khas dengan volume menengah.

Harganya pun relatif masih tinggi di pasar burung. Burung kacer yang masih “bahan” dapat dibanderol dengan harga Rp200.000 sampai Rp500.000. Harganya bisa naik hingga jutaan rupiah jika burung sering meraih gelar juara di kontes burung kicau.

Baca Juga:Bisnis Penangkaran Burung

3. Cucak Rawa

Burung yang habitatnya di rawa-rawa, tepian sungai, atau hutan ini memang menjadi salah satu buruan utama para pecinta burung kicau di Indonesia.

Cucak rawa memiliki kicauan yang nyaring, melengking, dengan intensitas yang khas. Tak heran banyak pecinta burung berusaha keras agar dapat memelihara burung ini.

Sementara itu, populasi cucak rawa di habitatnya semakin langka. Tak heran, harganya pun sangat tinggi di pasaran.

Harga cucak rawa anakan dapat mencapai Rp5 juta sampai Rp6 juta, sedangkan yang sudah dewasa dan memiliki suara ropel, harganya dapat melambung hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

4. Murai Batu

Burung murai batu bisa dibilang rajanya burung kicau di Indonesia. Burung ini sangat populer dan dicari banyak pecinta burung.

Kontes kicau untuk murai batu pun cukup banyak dan menjadi ajang yang bisa dimanfaatkan untuk menaikkan harganya.

Harga murai batu anakan jadi ternak bisa mencapai Rp1,5 juta hingga belasan juta rupiah. Sementara murai batu prospek yang sudah sering mengikuti lomba dan menyabet gelar juara, harganya dapat mencapai ratusan juta rupiah. (Mohammad Syahrial).

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Portal Jember dengan judul “4 Jenis Burung Kicau Paling Populer di Indonesia, Mulai Anis Merah Hingga Murai Batu.”

Daftar Burung Terindah Indonesia yang Menjadi Incaran Dunia

Daftar Burung Terindah Indonesia yang Menjadi Incaran Dunia – Indonesia merupakan salah satu negarara dengan kekayaan alam yang melimpah, mulai dari tempat wisata, hingga flora dan fana. Fauna Indonesia yang cukup terkenal adalah jenis burung. Banyak wisatawan dan ilmuwan dari berbagai penjuru negeri datang ke Indonesia hanya untuk melihat serta mempelajari keindahan burung-burung asli Indonesia ini. Namun sayang, keberadaan burung-burung ini kian terancam akibat perburuan liar. Pemerintah telah berupaya untuk melindungi kelestarian burung-burung ini dengan menerapkan peraturan perundang-undangan yang ketat bagi pelaku perburuan liar.

Berikut telah dirangkum tujuh spesies burung cantik asli Indonesia yang menjadi primadona dunia.

1. Jalak Bali

jalak bali

Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) merupakan burung pengicau yang hanya dapat ditemukan di wilayah barat Provinsi Bali. Jalak bali memiliki bulu berwarna putih bersih dengan ukuran sedang yang dapat tumbuh hingga 25 cm dan berat 108 gram. Bagian pelupuk mata burung ini memiliki warna biru tua dengan paruh berwarna kekuningan. Burung jalak Bali ditetapkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali pada 1991.

2. Gelatik Jawa

gelatik jawa

Gelatik Jawa (Paddi oryzivora) merupakan burung pengicau yang endemik dari Pulau Jawa. Gelatik Jawa adalah jenis burung herbivora yang memakan biji-bijian, terutama biji padi. Berukuran cukup kecil, Gelatik Jawa dewasa hanya dapat tumbuh hingga 15 cm. Bulu Gelatik Jawa berwarna abu-abu, perut coklat kemerahan, kaki merah muda, dan lingkaran merah di sekitar mata.

3. Merak

merak

Merak merupakan spesies burung yang tidak bisa terbang dan sebagian besar hidupnya dihabiskan di tanah. Merak di Indonesia adalah jenis merak hijau (Pavo muticus) yang banyak ditemukan di Taman Nasional Baluran. Merak jantan dan betina memiliki morfologi yang sedikit berbeda, merak jantan memiliki ekor yang lebih panjang dan indah dibandingkan merak betina. Ekor ini berfungsi untuk menarik perhatian betina saat musim kawin tiba.

4. Cendrawasih

cendrawasih

Burung cendrawasih (Paradisaea sp.) adalah spesies burung asli tanah Papua yang keindahannya sudah tak diragukan lagi. Bahkan masyarakat asing menyebutnya sebagai bird of paradise karena keindahannya dapat memukau mata. Di Papua terdapat beberapa jenis cendrawasih yang memiliki ciri morofologi berbeda. Warna bulu yang mencolok biasanya perpaduan antara warna cokelat, kuning, putih, hitam, hijau, ungu, biru, merah dan jingga.

5. Kasuari

kasuari

Kasuari masuk dalam golongan suku Casuariidae yang hanya memiliki tiga spesies. Kasuari hanya dapat ditemukan di Papua dan Australia. Sama seperti merak, kasuari adalah burung tanah yang tidak bisa terbang. Berukuran sangat besar dengan warna bulu hitam dengan leher kebiruan membuat burung ini sangat indah dipandang mata. Dibalik keidahannya, kasuari tergolong burung yang berbahaya karena sangat agresif dan memiliki cakar yang cukup tajam untuk merobek kulit manusia.

Baca Juga: Bisnis Penangkaran Burung Terputar Tembus Rp 2 Triliun

6. Enggang

enggang

Enggang adalah jenis burung yang masuk dalam famili Bucerotidae yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia yaitu Jawa, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Masyarakat lokal sering menyebut enggang dengan nama lain seperti Rangkong, Julang, dan Kangkareng. Enggang termasuk jenis burung omnivora yang memakan buah, kelelawar, tikus, dan hewan-hewan kecil lainnya. Keindahan enggang terletak pada paruhnya yang besar dan berwarna terang.

7. Maleo

maleo

Maleo (Macrocephalon maleo) merupakan spesies burung yang didominasi warna hitam dan putih. Bagian mata maleo dikelilingi oleh lingkaran kuning yang mencolok. Keunikan maleo terletak pada kepalanya yang memiliki tanduk atau jambul yang berwarna hitam. Maleo tidak mengerami telurnya, saat bertelur maleo akan menggali lubang di tanah untuk meletakkan telurnya. Maleo kecil setelah menetas sudah ditumbuhi bulu dan dapat langsung terbang. Maleo hanya dapat ditemukan di Papua, Indonesia.

Burung Termahal di Indonesia

Burung-Termahal-di-Indonesia

jenisburungdunia – Memelihara burung mungkin sering dianggap hobi yang murah oleh masyarakat awam. Padahal pada kenyataannya, butuh modal yang besar banget bagi siapa pun yang ingin menekuni aktivitas memelihara burung. Jangankan satu atau dua juta, kalau sudah kadung gandrung, seseorang bisa menghabiskan puluhan bahkan belasan juta.

Mahal tidaknya hobi ini sendiri tergantung dari jenis burung yang dipilih. Tentu saja kalau burungnya langka dengan kualitas bagus, maka harganya juga mengikuti dan sebaliknya. Soal burung super mahal, di Indonesia ada beberapa yang punya julukan demikian. Apa saja burung yang dimaksud? Simak ulasannya berikut.

Cucak Rowo

cucak-rowo

Burung yang satu ini sudah terkenal dengan harganya yang mahal. Namun itu sebanding dengan kicauannya yang sangat merdu. Untuk harga, asal kamu tahu, banderolnya cukup mahal. Kisarannya sekitar Rp 2-5 jutaan untuk Cucak Rowo biasa. Harganya tentu bisa berlipat-lipat kalau ia keturunan juara apalagi jika kita beli si jagoannya sendiri. Bisa setara motor harganya.

Murai Batu

Murai-batu

Dengan bentuk tubuh yang sangat ramping dipadukan warna bulu yang mencolok membuat harga burung ini menjadi mahal. Untuk satu ekornya adalah kisaran Rp 1 juta sampai Rp 3 juta rupiah. Untuk melatih kicauan burung ini harus dibutuhkan ketelatenan karena murai batu dikenal cukup sulit dilatih. Namun bila sudah terlatih, pastinya burung ini memiliki kicauan yang sangat indah.

Cucak Ijo

burung-cucak-ijo

Burung yang satu ini sudah terkenal dengan kemampuan kicaunya yang tidak kalah dengan burung yang lain. Harga satu ekor burung Cucak Ijo adalah antara Rp. 1 Juta hingga Rp. 2 Juta. Burung yang mempunyai nama lain Cipo ini mempunyai paruh kecil yang panjang serta bulunya yang berwarna hijau. Burung jenis ini sudah sering dipakai dalam perlombaan.

Jalak Suren

jalak-suren

Burung Jalak Suren dibandrol dengan harga sekitar Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta rupiah. Jalak Suren ini biasanya juga disebut dengan Jalak uret. Burung ini memiliki bentuk tubuh yang kokoh serta paruh yang unik membuat para pencinta burung senang memeliharanya. Selain itu suara kicauan yang dihasilkan sangat merdu dan nyaring.

Baca Juga : Burung Termahal di Indonesia

Kacer

Kacer

Sosok yang pandai menirukan suara burung lain ini juga masuk dalam deretan burung termahal di Indonesia. Kisaran harga dari satu ekor burung ini adalah Rp. 250 ribu hingga Rp. 1,5 juta. Burung yang memiliki nama lain Jalak Poci ini mempunyai suara sangat nyaring sehingga sangat sering dipakai dalam kejuaraan.

Anis Merah

Anis-merah

Para pencinta burung biasanya juga sering menyebutnya burung punglor. Burung ini terbilang unik karena saat sedang berkicau kadang burung punglor ini punya kebiasaan teler. Keunikan tersebut yang membuat para pencinta burung memilih burung ini sebagai peliharaan burung kicaunya. Kisaran harga untuk punglor ini adalah sekitar Rp 600 ribu-an.

Kenari

kenari

Burung yang satu ini pasti sering terdengar di telinga masyarakat. Burung yang berasal dari pulau Canary ini, untuk setiap ekornya dibandrol dengan harga Rp 200 ribu hingga jutaan rupiah. Bahkan untuk beberapa jenis kenari memiliki harga paling rendah 1 juta rupiah. Selain perawatannya yang mudah, bentuk tubuhnya yang bagus serta suara yang gacor menjadi alasan mengapa burung ini dipilih oleh pencinta burung.

 

Mengetahui beberapa burung termahal di Indonesia itu pastinya mematahkan pendapat masyarakat bahwa ini hobi yang murah. Mahalnya harga burung dipengaruhi oleh berbagai aspek, selain itu biaya pemeliharaan juga patut diperhitungkan. Tapi, ya namanya kalau sudah senang, mau bagaimana lagi?

Beberapa Jenis Burung Kakatua di Dunia

Beberapa-Jenis-Burung-Kakatua-di-Dunia

jenisburungdunia – Total ada 21 spesies kakatua yang eksis di dunia. Mereka tersebar, ada yang tinggal di Indonesia, Australia, dan pulau yang ada di sekitar Oseania. Masing-masing spesies memiliki kekhasannya tersendiri.

Secara umum kakatua dibagi menjadi kakatua gelap (Calyptorhynchus), kakatua putih, dan spesies lainnya. Nah berikut ini beberapa jenis burung kakatua yang cantik terpopuler beserta penjelasannya.

1. Kakatua putih (Cacatua alba)

Kakatua-putih-Cacatua-alba

Ini dia salah-satu spesies kakatua terbesar dan paling cantik. Jambul dan bulunya putih, sedangkan bagian dalam dari sayapnya berwarna kuning menyala. Kakinya abu-abu dan paruhnya hitam. Disebut juga Umbrella cockatoo.

Mata kakatua putih jantan berwarna hitam. Lain lagi dengan kakatua muda atau betina, yang warna matanya cokelat.Ukuran tubuhnya bisa mencapai 45 cm. Untuk itu, anda memerlukan kandang atau penangkaran burung yang leluasa.

Habitat asli, Asal Usul Burung Kakatua Putih

Burung ini merupakan penghuni Indonesia, khususnya di kawasan hutan. Mereka jarang menampakkan diri di tempat terbuka. Mereka hidup dalam kelompok kecil, sekitar 2-10 anggota.

Kakatua putih sebagai burung peliharaan

Burung yang dihargai cukup mahal ini bisa menjadi hewan peliharaan mengagumkan. Mereka jinak dan penyayang, namun cukup berisik karena suka memekik. Sehingga kakatua ini sulit dipertahankan di dalam ruangan.

Mayoritas burung ini berakhir di suaka atau tempat penampungan burung. Pembeli akan memboyong dalam bentuk bayi yang masih pendiam. Mereka tumbuh cepat. Begitu usianya menginjak 3 tahunan, barulah burung ini menunjukkan sifat aslinya yang tegas dan keras. Lengkingan mereka sangat keras, bisa menghancurkan furnitur karena dikira mainan, serta sedikit agresif.

Burung ini juga bukan tipikal yang betah bertengger sepanjang hari. Mereka sangat hiperaktif. Apalagi kalau burung sedang ingin diperhatikan, maka mereka akan melakukan apa pun untuk memeroleh perhatian anda, termasuk dengan tingkah yang mengganggu sekaligus sangat lucu.

2. Kakatua solomon (Cacatua ducorpsii)

Kakatua-solomon-Cacatua-ducorpsii.jpg

Jika ingin kakatua yang lebih imut, anda bisa memilih Cacatua ducorpsii. Ukurannya sekitar 30 cm. Jambul putihnya juga relatif lebih kecil. Bulunya sama seperti kakatua putih. Warnanya putih. Namun ada sentuhan pink atau merah muda di area paruhnya. Burung ini disebut juga Ducorps corella.

Habitat Asli Kakatua Solomon

Sesuai namanya, spesies kakatua ini tinggal di Pulau Solomon yang berdekatan dengan Australia. Spesies ini sendiri masih berkaitan erat dengan Goffins Corella. Untuk membedakan antara kakatua jantan dan betina, yang jantan memiliki selaput pelangi berwarna hitam. Berbeda dengan burung betina, yang irisnya cokelat.

Kakatua solomon sebagai hewan peliharaan

Tentu saja kakatua yang satu ini bisa anda pelihara di rumah. Namun mereka juga nyaman menghuni tempat penangkaran burung. Kakatua ini penurut dan tidak begitu bising. Namun ketika kadang-kadang ketika merasa senang, burung ini juga akan menciptakan suara berisik.

Jika anda memelihara kakatua sedari kecil, kemungkinan besar mereka akan merasa begitu sayang. Mereka juga bisa meniru suara atau kata-kata. Tetapi kemampuannya tidak sebagus burung beo.

3. Cacatua galerita/ Kakatua koki/ jambul kuning (Sulphur-Crested Cockatoo)

Cacatua-galerita

Si jambul kuning ini juga termasuk kakatua besar. Ukurannya 50 cm. Ada beberapa yang mirip dengan mereka, namun ukurannya lebih kecil. Kakatua ini memiliki jambul kuning yang lancip, bulu putih, dan warna kuning di dalam sayapnya. Adapun paruh dan kakinya sama-sama hitam. Kakatua jantan memiliki mata hitam, sedangkan yang betina bermata cokelat.

Perawatan ketika kakatua ini kecil relatif mudah. Namun kesulitannya meningkat ketika burung sudah lebih tua. Tak heran kalau nilainya begitu tinggi.

Habitat asli kakatua jambul kuning

Pemilik jambul kuning sulfur ini tinggal di New-Guinea dan Australia (timur dan utara). Mereka menghuni kawasan hutan dan urban. Burung ini memiliki empat subspesies yang memiliki ciri atau karakter berbeda. Sehingga tidak direkomendasikan untuk menerapkan kawin silang di antara mereka.

Kakatua jambul kuning sebagai hewan peliharaan

Memelihara kakatua ini tidak begitu mudah lantaran ukuran dan kecerdasannya. Mereka memerlukan kandang yang sangat besar. Suara-suara yang dihasilkan juga sangat mengusik ketenangan. Oleh karena itu, mereka kurang cocok tinggal di perumahan yang menginginkan situasi tentram. Spesies ini pun biasanya tinggal di kebun binatang atau taman burung.

Baca Juga : Ciri Khas Dari Burung Tukan

4. Goffins cockatoo/ Goffini cockatoo/ kakatua tanimbar (Cacatua goffini)

Goffins-cockatoo

Kakatua ini juga termasuk spesies yang kecil, seukuran 30 cm. Bulunya putih, dengan sentuhan oranye dan pink. Bagian dalam sayapnya tampak kuning. Kemudian matanya memiliki lingkaran biru muda.

Kakatua ini sudah populer sebagai hewan peliharaan. Namun untuk membeli, memiliki, atau memindahkan hewan ini, anda mesti meiliki surat izin CITES (the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).

Habitat asli kakatua Tanimbar

Burung spesial ini berasal dari Pulau Tanimbal, Maluku Tenggara, Indonesia. Mereka betah tinggal di sekitar hutan tropis nusantara
Kakatua tanimbar sebagai hewan peliharaan

Anda mungkin saja memeliharanya secara pribadi. Namun terkadang perawatannya memang merepotkan. Pasalnya burung ini bisa begitu setia pada satu manusia yang merawatnya, namun sangat agresif terhadap manusia lainnya. Apalagi ketika mereka tidak jinak dan bersosialisasi dari kecil, maka ketika tumbuh besar pun akan serba sulit.

Ukurannya boleh kecil, namun pekikan burung bisa mengganggu pendengaran. Bahkan mereka bisa mengusik kenyamanan tidur anda di waktu malam. Namun tentu saja masing-masing burung memiliki karakter tersendiri. Jika kakatua ini sudah hidup lama bersama anda, bukan tak mungkin ia akan menjadi peliharaan menakjubkan. Kakaktua ini hiperaktif ketika menjerit, menari, berbicara, atau menggigit sesuatu. Mereka juga relatif jago meniru pembicaraan atau suara.

5. Major Mitchell’s Cockatoo/ Pink cockatoo (Cacatua leadbeateri)

Major-Mitchells-Cockatoo

Penyuka pink pasti langsung kepincut dengan penampilan burung ini. Tubuhnya memang berwarna pink lembut, sedangkan bulu pada sayapnya tampak putih. Jambulnya sendiri bisa berwarna kuning dan oranye jika sedang tegak. Ada pun kaki dan paruhnya berwarna putih tulang.

Namun burung berukuran sekitar 40 cm tidak mudah ditaklukan. Mereka juga dipatok dengan harga tinggi.

Habitat asli kakatua pink

Habitat asli mereka ada di kawasan hutan Australia selatan dan barat.

Kakatua pink sebagai hewan peliharaan

Sebenarnya kakatua ini jarang dipelihara di perumahan. Apalagi kalau mereka tidak dijinakkan dan tidak belajar sosialisasi sejak kecil. Maka ketika tumbuh besar, mereka akan sulit jinak dan berbaur dengan manusia. Mereka juga membutuhkan ruangan yang besar. Sehingga kakatua pink ini lebih umum dijadikan penghuni kebun binatang atau taman burung.

6. Moluccan Cockatoo/ Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis)

Moluccan-Cockatoo

Spesies ini sudah terkenal sebagai kakatua yang sangat besar dan penampilannya menakjubkan. Bulunya berwarna putih dan diperindah dengan nuansa pink yang berkilau. Bulu di dalam sayapnya berwarna kuning. Sedangkan jambulnya memancarkan oranye cerah, apalagi ketika berdiri tegak. Untuk paruh dan kakinya sendiri berwarna hitam.

Ukuran kakatua ini sekitar 50 cm. Meski pun besar, namun mereka relatif mudah dijinakkan. Hanya saja banderolnya sangat mahal.

Habitat asli kakatua Maluku

Dari namanya bisa kita tebak kalau kakatua ini asli Maluku – Indonesia, tepatnya di Kepulauan Seram. Mereka hidup di hutan tropis atau subtropis dalam kelompok kecil. Sayangnya populasi burung ini terus tergerus, lantaran habitatnya juga terus berkurang.
Kakatua Maluku sebagai hewan peliharaan

Kakatua ini memiliki reputasi sebagai burung jumbo yang cerdas dan indah. Mereka pun kerap menjadi bird shows alias burung pertunjukan. Lebih lagi burung ini selalu senang mempelajari hal-hal baru dan unjuk gigi di depan pemiliknya. Mereka memang penyayang dan mudah jinak.

Namun anda mesti siap dengan sikap self-mutilation sang burung. Belum lagi dengan jeritannya yang keras dan sesekali menunjukkan sikap agresif terhadap manusia. Oleh karena itu, memelihara kakatua Maluku akan menjadi misi sulit. Perlu kandang besar, pelatihan spesial, dan curahan kasih sayang agar sang burung tetap gembira.

Baca Juga : Ciri Khas Dari Burung Tukan

7. Little Corella/ kakatua rawa (Cacatua sanguinea)

Little-Corella

Dengan ukuran medium sekitar 36 cm, burung ini masuk kategori kakatua kecil. Ia mirip seperti kakatua tanimbar. Bulunya putih, bulu di bawah sayapnya kuning, dan bulu di sekitar paruhnya berwarna pink-oranye. Untuk jambulnya sendiri tidak begitu besar. Namun bercak biru di area matanya tampak lebih besar dibanding spesies lain.

Habitat asli kakatua rawa

Di alam liarnya, mereka merupakan salah-satu spesies umum. Kakatua ini hidup di Australia. Mereka tersebar di area terbuka, entah itu pertanian atau perkotaan. Namun populasinya tidak begitu disukai oleh para petani, sebab kawanan burung ini kerap merusak gandum atau hasil panen lain.
Kakatua rawa sebagai hewan peliharaan

Di Australia sendiri, tidak aneh kalau ada yang memelihara kaaktua rawa. Lebih lagi mereka mudah beradaptasi dengan kehidupan manusia. Mereka juga cenderung mudah dijinakkan, meski pun tidak hidup bersama manusia sejak kecil.

8. Lesser Sulphur-Crested Cockatoo (Cacatua sulphurea)

Lesser-Sulphur-Crested-Cockatoo

Burung ini seperti versi mungil dari burung kakatua jambul kuning. Ukurannya sekitar 34 cm. Namun keduanya merupakan spesies yang berbeda. Bahkan nama ilmiahnya juga berlainan.

Habitat asli Lesser Sulphur-Crested Cockatoo

Burung imut ini berasal dari Sulawesi, Sumba, dan kepulauan lain di Indonesia. Mereka hadir dengan enam subspesies. Semua subspesies itu bisa melakukan kawin silang, namun hasilnya cukup menyulitkan pihak penampungan atau kebun binatang. Mereka jadi tidak benar-benar mampu menentukan campuran genetiknya.

Burung Lesser Sulphur-Crested Cockatoo sebagai hewan peliharaan

Kakatua ini sudah populer sebagai hewan peliharaan. Mereka bisa mempelajari trik baru, penyayang, dan cerdas. Kakatua ini bisa meniru obrolan meski pun tidak selancar burung beo. Hanya saja mereka juga haus kasih sayang dan sering memproduksi suara bising. Kadang mereka menggigit apa pun yang dijumpainya.

Ciri Khas Dari Burung Tukan

Ciri Khas Dari Burung Tukan

Jenisburungdunia.net – Burung toucan merupakan jenis burung daerah tropis bengan bagian paruh besar. Burung ini hidup pada hutan-hutan tropis. Terdapat 37 jenis dari burung taucan atau tukan. Sebagian besar di antaranya yang hidup di hutan-hutan Amerika Tengah serta Selatan. Tukan hidup pada kawanan kecil di puncak pohon. Burung ini tampangnya juga mirip dengan burung rangkong, namun beda keluarga.

Ciri Khas Burung Toucan
Ciri khas burung taucan yaitu memiliki panjang antara 30 hingga 61 cm. Paruh serta bulunya pada umumnya berwarna merah, jingga, biru, kuning, serta hitam. Paruh burung tukan yang besar itu ternyata berongga dan ringan. Paruh itu melindungi wajah pada saat ia memetik buah-buahan. Tapi, beberapa jenis di antaranya yaitu merupakan peniru suara yang ulung.

Burung tukan bersarang pada batang pohon yang berongga serta tunggul. Terkadang burung unik ini berada dalam lubang bekas burung pelatuk. Saat sedang tidur, burung tukan menaruh paruhnya pada punggungnya serta akan menutup paruhnya dengan ekornya.

Ciri khas burung toucan dengan paruh pipih dan besar ini termasuk bentuk adaptasi supaya Toucan lebih gampang dalam meraih buah-buah dengan ukuran kecil yang menjadi kegemarannya. Selain memakan buah, Toucan juga berburu serangga serta kadal kecil menjadi tambahan asupan protein. Toucan punya peran penting untuk regenerasi hutan dengan menyebarkan biji-bijian dengan ciritnya pada seluruh pelosok hutan.

Perilaku Burung Toucan
Toucan akan mengerami telur-telurnya dengan bergantian dengan pasangannya. Saat malam hari, salah satu dari induk Toucan saja yang tidur pada dalam sarang. Pengeraman ini berlangsung dalam waktu 16 hari. Sesudah telur-telur itu menetas, bayi-bayi Toucan dibesarkan berada dalam sarang.

Selama tiga atau empat minggu sesudah menetas, burung tukan muda tidak bisa membuka matanya. Beberapa minggu selanjutnya, barulah anakan meninggalkan sarang induknya. Tukan merupakan burung penerbang yang buruk. Mereka lebih gemar melompat-lompat pada dahan jika dibandingkan terbang. Paruhnya dapat mencapai 20 cm.

Bagian paruhnya yang panjang menjadikan toucan mudah mencapai buah-buahan yang tumbuh di dahan atau ranting yang jauh. Bulunya yang memiliki warna cerah kemungkinan dipakai untuk menakuti jenis burung yang lain.

Suara mereka juga lebih mirip dengan suara katak.Bahkan suaranya lebih keras, pekikannya, hingga dapat terdengar sampai dengan sejauh 1 km pada tengah hutan. Burung tukan akan memakai paruhnya yang panjang guna menyibakkan daun, selanjutnya mengambil biji serta buah yang ada dalam pohon.

Fungsi Paruh Besar Toucan
Paruhnya yang besar terbuat dari keratin. Bagian paruhnya lebih bermanfaat untuk alat mencari makan serta menarik pasangannya. Burung ini juga bertelur kurang lebih sekitar 2-4 butir telur dan akan menetas dalam 2 minggu . Konstruksi paruhnya menjadikan burung ini meredam benturan yang keras.

Meskipun ukuran paruhnya sepertiga dari tubuhnya serta tampak berat juga. Akan tetapi pada kenyataannya itu tidak benar. Tekstur untuk bagian dalam paruh tukan bisa diibaratkan dengan tekstur busa keras.

Terdapat bagian yang berongga, dan ada yang hanya berupa rangka dan juga membran. Hasilnya yaitu bagian paruh yang ringan juga begitu kuat. Diperkirakan oleh para ahli memperkirakan warna paruh yang indah itu akan menyamarkan Toucan pada waktu berada pada buah-buahan yang terdapat di sekitarnya. Dengan begitu ia akan lebih gampang dalam mengintai mangsa. Paruh ini dapat dipakai untuk memecahkan benda yang sedikit keras.

Keunikan yang dimiliki oleh burung toucan yang memiliki paruh besar membuat orang banyak memburunya. Sehingga burung ini menjadi langka.

Ciri Khas Dari Burung Kuntul Alias Bangau

Ciri Khas Dari Burung Kuntul Alias Bangau

Jenisburungdunia.net – Bangau merupakan sebutan untuk burung dari keluarga Ciconiidae. Jenis burung ini memiliki postur tubuh yang besar, berkaki panjang, berleher panjang namun lebih pendek dari burung Kuntul, dan mempunyai paruh yang besar, kuat dan tebal. Hampir seluruh sayapnya berwarna putih dan memiliki ekor hitam yang panjang. Sementara bagian paruh dan kaki panjangnya berwarna merah.

Bangau tidak memiliki organ suara syrinx sehingga tidak bersuara. Paruh yang diadu dengan pasangannya merupakan cara berkomunikasi menggantikan suara panggilan. Bangau merupakan burung pantai migran, terbang jauh dengan cara melayang memanfaatkan arus udara panas sehingga dapat menghemat tenaga.

Ciri Burung Bangau
Bangau merupakan burung yang berat dengan rentang sayap yang lebar. Spesies Leptoptilos crumeniferus dari Afrika mempunyai rantang sayap 3,2 meter, sehingga dijuluki sebagai “burung darat dengan rentang sayap terpanjang di dunia” bersaingan dengan burung Kondor.

Badan yang berukuran besar, bersifat monogami, dan kesetiaan pada tempat bersarang menjadikan burung Bangau sering dijadikan simbol pembawa kebahagiaan di dalam banyak kebudayaan dan mitologi. Meskipun di cap sebagai burung setia, bangau juga dapat berganti pasangan apabila setelah atau berimigrasi tanpa di temani pasangannya.

Ketika burung ini terbang, mereka akan menjulurkan kepalanya ke depan dan mendorong bagian kakinya ke belakang. Aerodinamis merupakan gaya burung bangau pada saat terbang, dengan gaya inilah menjadikan mereka terbang lebih cepat karena membelah angin.

Burung bangau termasuk jenis burung yang unik, contoh kecil ketika ia membuat sarang atau rumah, maka akan di gunakan selama beberapa tahun, berbeda dengan burung alam lainnya. Untuk ukuran sarang burung bangau sendiri mencapai 2 meter dan kedalamannya kurang lebih samai 3 meter.

Burung bangau termasuk burung yang rentan terhadap musim dingin, jadi burung ini berpindah-pindah ke daerah lain dengan suhu udara yang hangat. Dengan hadirnya burung bangau, orang orang juga akan menerima kabar gembira jika musim panas akan segera datang.

Untuk mengenali burung ini tidaklah sulit, sebab banyak sekali ciri yang mudah di hafali. Contoh kecil, burung ini suka berdiri dengan satu kaki saja, sementara kaki yang satunya di istirahatkan.

Adapun tujuan bangau berdiri dengan kaki satu yakni dapat memudahkan terbang pada saat bahaya mengahmpirinya. Selain itu berdiri satu kaki di ketika mencari makanan di air juga untuk mengelabuhi binatang predator atau pemangasa. Sebetulnya banyak pendapat, mengapa burung bangau berdiri hanya menggunakan satu kaki saja. Sebut saja, untuk menyesuaikan diri terhadap temperatur tempat dia berdiri.

Habitat Burung Bangau
Bangau merupakan salah satu species burung yang rentan akan cuaca dingin, jadi ketika musim dingin tiba burung bangau akan berimigrasi ke tempat yang hangat seperti Eropa hingga ke Afrika Utara dan dari Turki hingga ke Jepang.

Sebelum musim dingin tiba, burung bangau bermigrasi ke wilayah tropis seperti afrika dan india. Uniknya di sini, burung bangau bisa tahu jika belahan bumi selatan lebih hangat kala waktu itu.

Yang menjubkan lagi, setalah 6 bulan lamanya dan musim semi tiba, burung bangau kembali pulang dan dapat menemukan kembali sarang yang buat sekaligus di tempati kembali.

Burung bangau yang mempunyai kaki ramping, berati menandakan jiak burung tersebut tidak suka perjalanan dengan melintasi lautan luas.

Burung bangau sangat suka melintasi lautan yang dekat dengan daratan. Ini bertujuan ketiak kelelahan dalam perjalan bisa beristirahat dan mencari makanan. Adapun laut yang dekat daratan seperti Laut Bhosporus, Selat Gibraltar dan Terusan Suez.

Pembuatan Sarang Bangau
Bangau bisa di katakan sebagai burung yang pemberani, sebab ia tidak takut dengan manusia. Kondisi ini berbeda dengan jenis burung pada umumnya yang takut dengan kehadiran manusia.

Dalam pembuatan sarang, burung bangau biasanya membuatnya di atas gedung, cerobong asap, dan pohon. Adapun bahan yang di gunakan untuk membuat sarang adalah ranting-ranting pohon.

Burung bangau adalah burung yang suka perindah secara bersama dengan kawan-kawannya atau pasangannya. Contoh kecil, ketika mereka sampai di eropa, burung ini biasanya menghabiskan waktu untuk beberapa saat. Selama minggu pertama di bulan april, biasanya bangau jantan akan membuat sarang untuk tempat tinggal.

Ciri Dari Burung Nuri Yang Mudah Dikenali

Ciri Dari Burung Nuri Yang Mudah Dikenali

Jenisburungdunia.net – Burung nuri atau dikenal juga sebagai burung bayan merupakan salah satu spesies dari sekian banyak jenis burung yang ada di dunia. Burung ini adalah jenis burung yang banyak dijumpai dan seringkali dipelihara. Banyak pecinta nuri dari berbagai belahan di Nusantara ini, termasuknya di Indonesia.

Burung nuri juga merupakan salah satu jenis burung yang terkenal akan keunikannya. Hal ini yang menjadi alasan mengapa banyak sekali orang yang ingin memiliki unggas yang satu ini Di Indonesia, terdapat beberapa jenis dari burung nuri yang cukup terkenal dan hidup di alam bebas. Ada beberapa juga yang sudah masuk ke dalam kategori terancam punah.

Wilayah di Indonesia yang paling banyak ditemukan spesies nuri yakni Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Maluku serta Papua. Namun bagi anda yang ingin mengetahui apa saja ciri-ciri burung nuri yakni sebagai berikut:

– Pada Nuri Bayan Berbeda Pada Jantan dan Betina
Untuk Nuri Bayan sendiri cukup mudah membedakan antara jenis kelamin jantan dan betina. Pada Nuri jantan biasanya memiliki bulu dengan warna hijau dan memiliki warna kuning pada bagian ujung paruhnya. Sedangkan nuri betina berwarna merah hati dan sedikit warna biru sementara paruh berwarna hitam. Baca juga terkait cara melatih burung beo yang agresif.

– Ukuran Tubuh
Ciri ciri nuri yang bisa diketahui selanjutnya yakni pada ukuran tubuhnya, dimana burung nuri secara umum memiliki tubuh kurang lebih sekitar 40 cm. Sementara itu untuk beratnya yakni sekitar 375 sampai dengan 550 gram. Akan tetapi ini belum menjadi ciri yang benar-benar seratus persen, karena setiap burung nuri tentu memiliki berat yang berbeda.

– Perbedaan Corak untuk Jantan dan Betina
Bahwa ciri-ciri dari kedua jenis kelaminnya yakni:
Jantan: mempunyai warna dominan hijau dengan sedikit bercak warna merah pada bagian sayap.
Betina: mempunyai warna utama yakni merah tanpa adanya bercak ungu dibagian dada. Pada bagian ekornya mempunyai warna kuning

– Paruh
Ciri lainnya bisa anda lihat dari paruhnya, yakni berwarna kuning kemerah-merahan dengan ujung berwarna kuning gading serta putih.

– Warna Tubuh
Untuk ciri tubuhnya, hampir di sekujur tubuh burung nuri didominasi warna merah dan diselingi warna hitam di bagian punggung dan bagian leher. Nah, sedangkan untuk betina, terletak pada bagian sayap, perut serta kaki berwarna hitam. Akan tetapi ciri ini tidak di peruntukkan pasti kesemua nuri.

Pasalnya seperti nuri bayan jantan yang mempunyai bulu hijau, bawah sayap dan sisi dada berwarna merah dan biru, serta kaki berwarna abu-abu kehitaman. Sementara untuk paruh atas berwarna jingga kemerahan dengan ujung kuning, paruh bagian bawah berwarna hitam. Ketahui juga tentang perbedaan bayan vosmaeri dan roratus.

– Makanan
Ciri yang lainnya dapat anda simak yakni bisa dilihat dari jenis makanannya. Burung nuri identik akan memakan beberapa aneka seperti buah-buahan, kacang, dan biji-bijian. Ketahui juga terkait cara ternak nuri tanau, cara penangkaran nuri kepala hitam, dan cara penangkaran nuri pelangi juga agar burung terpelihara dengan baik.

– Habitat
Sementara ciri yang lainnya dilihat dari habitatnya yakni burung nuri bersarang di dalam lubang pohon. Selain itu, sang betina biasanya akan menetaskan dua butir telur berwarna putih. Ketahui permasalahan terkait cara beternak nuri pelangi dengan mudah bagi pemula.

Itulah 7 poin penting ciri-ciri dari burung nuri yang perlu Anda ketahui

Ciri Ciri Dari Burung Walet Gunung

Ciri Ciri Dari Burung Walet Gunung

Jenisburungdunia.net – Mengetahui ciri ciri burung walet gunung akan sangat membantu anda, para pengusaha sarang walet, dalam menentukan jenis burung mana yang ingin anda ternakan. Sebab ada banyak jenis burung walet yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Dan semuanya sama – sama bisa memproduksi sarang namun dengan harga yang berbeda – beda.

Sederhananya, anda 2 jenis burung walet yang ada di Indonesia. Yaitu burung walet yang tinggal di daerah pantai dan lautan, dan burung yang berhabitat di wilayah pegunungan dan dataran tinggi.

Sesuai dengan namanya, tentunya jenis burung walet yang satu ini tinggal di daerah pegunungan dan dataran tinggi. Biasanya, peternak burung walet memilih jenis walet gunung dibandingkan jenis lainnya. Sebab untuk walet yang berhabitat di laut biasanya hidup secara liar dan membuat sarang di goa. Sehingga sarangnya dipanen secara langsung di goa – goa tersebut tanpa dibangunkan rumah oleh manusia.

Ciri Ciri Burung Walet Gunung Yang Paling Terlihat
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, burung walet gunung merupakan jenis walet yang paling mudah untuk diternak. Mengingat lokasi paling strategis untuk membuat bisnis ternak sarang walet adalah di daerah pegunungan dan dataran tinggi yang udaranya masih segar.

Sebab kualitas udara di sekitar akan mempengaruhi kualitas sarang yang diproduksi oleh burung walet juga. Oleh karena itu, ketahuilah beberapa ciri ciri burung walet gunung berikut ini agar anda lebih mudah dalam mencari bibit burung walet untuk diternakan nanti.

Ciri Fisik Burung Walet Gunung
Cara mengetahui burung walet gunung yang paling mudah adalah dengan melihat fisik alias tubuhnya. Normalnya, walet gunung dewasa memiliki tubuh dengan ukuran 13cm hingga 15cm dari kepala hingga ekor. Ukuran tubuhnya terbilang cukup kecil bila dibandingkan dengan jenis burung walet yang lainnya.

Kemudian di bagian kakinya biasanya tidak ada bulu sama sekali. Mungkin beberapa walet gunung memiliki bulu tipis di kakinya, tetapi sebagian besar walet gunung tidak memiliki kaki yang polos tanpa bulu. Berbeda dengan jenis walet lain yang seluruh tubuhnya dipenuhi bulu hingga ke kaki.

Warna Bulu Burung
Ciri ciri burung walet gunung yang berikutnya bisa anda semua lihat pada waran bulu di tubuhnya. Umumnya, jenis walet ini memiliki ekor berwarna hitam ke abu – abuan. Bukan hitam gelam seperti jenis walet yang lain.

Selain itu, di bagian bulu ekornya juga terdapat celah seperti terbelah yang cukup dalam. Sehingga anda bisa melihat ekor burung ini seperti terpisah menjadi 2 bagian.

Suara Walet Gunung
Berikutnya, anda juga bisa memperhatikan suara walet gunung. Sebab ia memiliki suara yang paling nyaring dibandingkan dengan jenis – jenis walet lainnya.

Memang untuk ciri yang satu ini, anda perlu memperhatikanya dengan teliti dan membutuhkan waktu yang lama. Sebab biasanya burung walet hanya mengeluarkan suara di saat – saat tertentu. Salah satunya adalah sedang birahi atau sedang memanggil koloninya yang lain. Mengingat burung ini merupakan jenis burung yang hidup berkelompok.

Nyaringnya suara walet gunung dikarenakan ia bisa berkomunikasi dengan burung walet lain dengan jarak yang sangat jauh. Biasanya anda akan mendengar suara burung ini ketika ia sudah menginap di bangunan yang anda siapkan untuk ternak walet.

Makanan Walet Gunung
Ciri ciri burung walet gunung yang berikutnya ada pada makanannya di alam liar. Karena tinggal di daerah pegunungan dan dataran tinggi yang umumnya masih dipenuhi hutan dan pepohonan, burung walet gunung lebih suka makan serangga – serangga kecil yang ada di batang pohon.

Biasanya, ulat – ulat kecil yang ada di batang pohon menjadi salah satu makanan favorit dari burung walet jenis ini. Sebab ulat memiliki banyak protein dan paling mudah ditemukan.

Beberapa jenis serangga lain seperti jangkrik atau telur semut juga merupakan makanan walet gunung bila tidak bisa menemukan ulat. Biasanya, burung walet mencari makan di siang hari ketika mereka terbang bersama koloninya.

Baca Juga : Fakta Burung Walet yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Habitat Asli
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, habitat asli burung walet gunung adalah di daerah pegunungan dan dataran tinggi. Burung ini biasanya hanya bisa hidup di tempat – tempat dengan udara dingin dan yang masih dipenuhi dengan hutan – hutan.

Di alam liar, walet hutan membuat sarang tebing – tebing, celah batu di bukit, atau di daerah bekas kawah gunung yang luas. Intinya, mereka mencari tempat yang luas dan berdinding serta memiliki kondisi udara yang sejuk.

Oleh karena itu bila anda ingin menternakan burung walet gunung, sebaiknya anda membuat bangunan dengan struktur kayu. Sebab suhu di dalam bangunan akan menjadi lebih sejuk dan nyaman untuk burung walet membuat sarang dan berkembang biak nantinya.

Kebiasaan dan Karakteristik Burung Walet Gunung
Ciri ciri burung walet gunung yang terakhir adalah kebiasaan dan karakteristik burung ini sehari – hari. Mengetahui karakteristik walet gunung akan sangat membantu anda dalam menjaga kualitas sarang walet serta menjaga jumlah walet yang ada di dalam bangunan.

Salah satu karakteristik burung walet gunung adalah ia lebih suka tinggal di daerah yang gelap dan tertutup. Seperti bangunan rumah tanpa ventilasi yang terlalu banyak, goa, dan juga celah – celah di tebing. Karena hidupnya berkelompok, burung walet gunung juga lebih suka membuat sarang di tempat yang luas agar bisa membuat sarang bersama dengan koloninya.

Selain itu, walet gunung akan merasa lebih nyaman bila tinggal di ruangan denagn suhu sekitar 25 derajat hingga 29 derajat celcius. Jadi, usahakan bangunan yang anda siapkan untuk sarang walet memiliki suhu ruangan tidak lebih dari 30 derajat celcius.

Harga Sarang Walet Gunung
Untuk saat ini, harga sarang walet gunung tidak jauh berbeda dengan harga sarang walet lainnya. Tetapi karena mulai banyak peternak sarang walet di Indonesia, harganya kini menjadi semakin bersaing dan menurun.

Namun harga sarang walet di pasar tetap tinggi. Per kilo sarang walet asli bisa mencapai 14 hingga 15 juta rupiah. Sedangkan sarang ini bisa dipanen sebanyak 3 kali dalam satu tahun. Dan dalam satu kali panen jumlah sarang yang diproduksi bisa hingga puluhan kilo bila anda memiliki banyak walet.

Pendapatan kotor dari hasil ternak walet gunung bisa mencapai 50 hingga 70 juta per tahunnya. Bahkan beberapa pengusaha walet yang sudah sukses bisa mendapatkan keuntungan hingga ratusan juta rupiah setiap tahun. Tetapi tentunya, anda perlu mengeluarkan modal awal yang cukup besar juga.

Nah seperti itulah beberapa ciri ciri burung walet gunung baik dari fisik, suara, habitat, hingga karakteristik dan harga sarangnya. Untuk para peternak burung walet, memang jenis walet gunung ini merupakan jenis yang paling cocok untuk diternak. Sebab jumlah burung dalam satu koloni lumayan banyak dan memancingnya agar masuk ke bangunan yang anda siapkan tidak begitu sulit.

Ciri dan Penjelasan Mengenai Burung Walet

Ciri dan Penjelasan Mengenai Burung Walet

Jenisburungdunia.net – Masih banyak pecinta burung walet yang belum tau apa saja ciri-ciri burung walet itu. Bahkan masih banyak juga salah membedakan antara burung walet dengan burung sejenis. Contohnya seperti burung Sriti.

Harus diakui, jika melihat secara sekilas kedua jenis burung tersebut sangatlah mirip. Bahkan burung walet dan burung Sriti berada dalam genus yang sama, yakni: Collocalia.

Selain itu, burung satu ini juga dianggap mirip dengan burung layang-layang. Namun sebelum saya membahas lebih jauh soal ciri-cirinya, alangkah lebih jika anda mengetahui secara garis besar mengenai burung walet.

Apa Itu Burung Walet?
Burung walet atau yang memiliki nama latin Collocalia vestita merupakan burung dengan sayap meruncing, berekor panjang, berwarna hitam dengan bagian bawah tubuhnya berwarna coklat. Habitat burung walet adalah di pantai, daerah permukiman, ataupun gua.

Burung walet hanya bisa anda temukan di negara Asia Tenggara. Seperti Indonesia, Malaysia, Vietnam, Thailand, Filipina Kamboja, dan Laos. Dan anda tidak mungkin bisa menemukan burung walet di Eropa.

Hal tersebut bukanlah tanpa alasan, pasalnya walet hanya bisa berkembang biak di iklim tropis hujlan curah hujan yang tinggi. Kelembaban juga sangat berpengaruh akan hal ini.

Ciri-ciri Burung Walet
Setelah anda mengetahui gambaran mengenai burung walet, kini saatnya untuk mengetahui apa saja ciri dari burung walet yang satu ini. Mari simak kontennya di bawah ini

1. Habitat Burung Walet
Burung walet memang banyak hidup di gua. Akan tetapi, sejatinya burung satu ini dapat tinggal dilingkungan mana saja asal habitatnya luas, redup cahaya, dan jauh dari matahari.

Burung walet sangat menyukai lingkungan dengan suhu 260 – 400°C. Serta lingkungan dengan kelembaban udara antara 80 hingga 90 persen.

Burung walet memiliki jelajah yang luas untuk mencari makanan. Dan faktanya, habitat burung walet kurang dari 1000 mdpl sehinga sangat menyukai daratan rendah.

2. Fisik Burung Walet
Secara fisik, burung walet mempunyai sayap yang panjang dan paruh yang runcing. Sementara itu untuk warnanya, burung yang satu ini memiliki warna hitam dengan bagian bawah tubuhnya berwarna coklat.

Burung walet juga kakinya lemah dan tak mampu berdiri dengan baik untuk menopang tubuhnya sendiri. Maka tak heran, walet jarang ditemukan bertengger di kabel listrik.

3. Gaya Terbang Walet
Ciri-ciri burung walet selanjutnya bisa dilihat bagaimana hewan tersebut terbang ke angkasa. Pada dasarnya gaya terbang walet tak jauh berbeda dengan burung lainnya yang sejenis seperti Sriti.

Yakni dengan melayang-layang di udara dengan sesekali mengepakkan kedua sayapnya di udara.

4. Cara Berburu
Burung walet mencari makanan dengan cara terbang menyambar di udara. Mengapa harus demikian? Pasalnya burung yang satu ini memang tak dapat makan sembari mematuk burung / serangga lainnya.

Sehingga burung walet tidak mungkin memakan hewan lainnya jika hewan tersebut tidak terbang. Hal ini berlaku juga untuk burung lainnya yang sejenis Sriti.

5. Makanan Burung Walet
Burung walet sangat menyukai makanan seperti serangga kecil. Utamanya yang berada di kelapa sawit, tanaman tebu, semak-semak, persawahan, ladang, hutan, serta serangga yang berada di areal perkebunan.

6. Cara Membuang Kotoran
Ciri-ciri burung walet selanjutnya bisa anda lihat bagaimana hewan ini membuang kotorannya. Bahkan bisa dibilang cukup unik.

Burung walet ketika buang kotoran memundurkan pantatnya ke bibir sarang. Selain itu, walet juga suka buang air besar di dalam gedung selain di luar gedung tentunya.

Fakta berikutnya, burung walet enggan untuk membuang kotorannya sendiri di dalam sarang. Mereka benar-benar menjaga kebersihan rumah atau sarang mereka sendiri.

Baca Juga : Fakta Menarik Mengenai Burung Lovebird

7. Jumlah Telur
Burung walet berkembangbiak dengan cara bertelur. Jumlah telurnya sebanyak 2 butir bewarna putih, sama seperti kerabatnya burung Sriti.

Induk burung walet mengerami telurnya selama kurang lebih 3 minggu. Sementara itu, masa pengasuhannya yakni selama 45 hari hingga anak walet tersebut bisa terbang sendiri.

8. Sarang Burung Walet
Ciri-ciri sarang burung walet bergantung jenis sarang walet tersebut. Sebagai contoh sarang putih walet, mempunyai ciri-ciri berwarna putih kekuningan, tebal dan bulu menempel. Tentu berbeda untuk jenis walet lainnya.

Dalam membuang sarang, hewan bernama latin Collocalia ini menempel pada balok, papan sirip, dinding gedung, dan dinding bebatuan goa. Sarang tersebut digunakan untuk menyimpan telur dan mengembangbiakannya.

Namun pada umumnya, Ciri-ciri Sarang Burung Walet yang asli adalah memiliki warna yang terang, putih atau agak kecoklatan.

9. Air Liur
Ciri khas dari burung walet selanjutnya bisa diketahui dari air liurnya. Hal ini dapat diketahui ketika burung tersebut membuat sarang.

Produksi air liur burung walet sedikit lebih baik jika dibandingkan dengan burung Sriti.

10. Dapat Dibudidayakan
Memang walet merupakan hewan liar yang bisa berada dimana-mana, namun bukan berarti hewan bersayap yang satu ini tidak dapat dibudidayakan. Walet bisa dibudidayakan, bahkan kini telah menjadi komoditas ternak unggulan di Indonesia.

Namun untuk membudidayakannya dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Maka tak heran, jika hanya orang-orang yang memiliki modal besar yang dapat melakukan budidaya walet. Bahkan bisa menjadikannya sebagai ladang bisnis yang menguntungkan.

11. Sarang Walet dapat Diperjualbelikan
Sarang walet bisa dijual namun dengan aturan yang sangat ketat. Terutama soal perijinan ekspor. Selain itu, tentunya negara pengimpor sangat menginginkan sarang walet yang benar-benar berkualitas.

Soal harga juga sangat bervariasi tergantung bagaimana kualitasnya. Sarang walet berbentuk mangkok dan warnanya putih bersih, dapat dijual dengan harga termahal, bisa tembus Rp12.000.000 bahkan bisa lebih.

Sedangkan sarang walet dengan bentuk sudut atau patahan dijual dengan harga lebih relatif lebih terjangkau. Yakni kisaran 500 ribu hingga 800 ribu rupiah.

Harga tersebut merupakan harga ditingkat petani. Sementara itu, para pengekspor membanderol dengan harga 2-3 kali lipat lebih tinggi dari harga di tingkat petani tersebut.

12. Suara Burung Walet
Selanjutnya mengenai ciri-ciri burung walet dapat diketahui dari bagaimana hewan tersebut bersuara. Burung walet mempunyai suara keras nan cerewet sehingga cukup menggangu bagi orang-orang yang mendengarnya.

13. Taksonomi
Berbicara soal ciri-ciri hewan tidak lengkap rasanya jika tidak berbicara tentang taksonomi. Taksonomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi atau pengelompokan makhluk hidup.

Burung walet masih berkerabat dengan burung-burung lainnya seperti burung Kolibri, burung layang-layang, dan burung Sriti. Karena hal itulah banyak orang yang sulit membedakan ketiga burung tersebut.

Burung walet memang sangat unik, jika kita melihat dari ciri-cirinya di atas. Bahkan memiliki nilai jual tinggi dan dapat dijadikan peluang bisnis burung walet yang menjanjikan. Tetapi tak hanya itu saja sejatinya karakteristik dari burung tersebut.

Burung walet ada beberapa jenis dan setiap jenisnya mempunyai ciri khasnya masing-masing.

Fakta Menarik Mengenai Burung Lovebird

Fakta Menarik Mengenai Burung Lovebird

Jenisburungdunia.net – Tidak bisa dipungkiri bahwa Lovebird adalah salah satu jenis burung kicau dengan jumlah peminat yang banyak. Kepopuleran Lovebird memang wajar, karena burung ini memiliki banyak sekali pesona.

Selain suara kicau ngekeknya yang khas, kecantikan warna bulunya juga menjadi daya tarik tersendiri. Tapi dibalik itu semua, Lovebird juga ternyata menyimpan berbagai fakta menarik loh. Jika kalian adalah salah satu penghobi Lovebird, maka wajib mengetahui beberapa fakta menarik tentang Lovebird dibawah ini :

1. Harganya Bervariasi, Dari Ratusan Ribu Hingga Ratusan Juta Rupiah
Sebagai burung yang sedang digemari dikalangan penghobi, maka tidak heran kalau harga Lovebird kian meroket.

Burung Lovebird ada yang dibanderol dengan harga ratusan ribu. Biasanya burung dengan kualitas biasa saja.

Ada juga yang dibanderol dengan harga jutaan. Biasanya yang memiliki warna langka. Salah satunya adalah Lovebird Violet.

Namun ternyata bukan cuma itu saja yang mempengaruhi harga Lovebird, tapi juga prestasinya.

Jika seekor Burung Lovebird memiliki banyak prestasi, yaitu memenangkan banyak perlombaan, maka harganya kian mahal.

Ada yang belasan, hingga ratusan juta. Tergantung dari banyaknya prestasi yang didapat burung tersebut.

2. Tempat / Bentuk Sarang Berbeda-beda Setiap Spesiesnya
Salah satu keunikan Lovebird adalah dari cara mereka membangun sarang.

Dari sebuah penelitian, ternyata setiap spesies Lovebird yang berbeda memiliki cara yang berbeda pula dalam membangun sarang.

Bukan cuma itu saja, cara mereka membangun sarang juga berbeda loh.

Lovebird Fisher misalnya, spesies ini membawa potongan kulit pohon dengan menggunakan paruh mereka. Yang kemudian diletakkan didalam lubang pohon.

Sedangkan Lovebird Muka Salem, memiliki cara yang berbeda. Yaitu dengan menyelipkan kulit pohon dibawah bulunya.

3. Sama Seperti Merpati, Lovebird Adalah Burung yang Setia Dengan Pasangannya
Kalian pasti sudah tahu bahwa Merpati adalah salah satu burung yang paling setia dengan pasangannya.

Hingga mereka sering dijadikan simbol kesetiaan terhadap pasangan.

Tapi ternyata bukan cuma Metpati loh yang setia pada pasangannya, Lovebird juga demikian.

Di alam liar, Lovebird akan mulai mencari pasangan pada usia 10 bulan.

Karena pada usia tersebutlah ia mulai matang secara seksual.

Sekali menemukan pasangan, maka satu sama lain tidak akan mencari pasangan lainnya.

Sepasang Lovebird bisa berpasangan sampai mereka mati.

Dengan rata-rata usia 15 tahun, bisa terbayang ‘kan bagaimana romantisnya burung ini?

4. Lovebird Terdiri Dari Banyak Jenis / Spesies
Seperti yang sudah saya tulis diatas bahwa Lovebird tidak hanya terdiri dari 1 jenis saja, melainkan bermaca-macam.

Sejauh ini sudah diketahui ada 21 jenis Lovebird berdasarkan warna.

Setiap Lovebird dengan warna yang berbeda memiliki harga yang berbeda pula.

Semakin langka dan sulit dicetak, maka semakin mahal harganya.

Dengan beragamnya jenis Lovebird ini, tentu para penghobi semakin senang memelihara Lovebird.

5. Lovebird Adalah Burung yang Sangat Mencintai Pasangannya
Lovebird adalah burung yang romantis.

Dalam sebuah penelitian, sepasang Lovebird saling mencintai satu sama lain. Layaknya manusia.

Bahkan mereka juga bisa merasakan perasaan sedih, bahagia, dan kehilangan ketika ditinggal mati oleh pasangannya.

Dalam banyak kasus, Lovebird bahkan bisa mengalami depresi jika pasangannya mati.

Baca Juga : Kenal Lebih Dekat Keistimewaan Dari Burung Puyuh

6. Sesekali Menyuapi Pasangan Mereka
Setia dan romantis terhadap pasangan memang sudah jadi salah satu ciri khas Burung Lovebird.

Salah satu buktinya adalah kebiasaan yang sering mereka lakukan bersama pasangannya, yaitu saling menyuapi.

Kebiasaan ini biasanya dilakukan ketika mereka sudah tidak bertemu dalam beberapa waktu.

7. Bisa Menginfeksi Manusia Dengan Penyakit Berbahaya Bernama Zoonosis
Kalian harus lebih menjaga kebersihan nih kalau memelihara Lovebird.

Karena berdasarkan sebuah penelitian, Burung Lovebird bisa membawa Cryptococcus neoformans atau yang biasa disebut bakter ragi loh.

Bakter ini tidak hanya membahayakan bagi Lovebird, tapi juga bagi kita si pemeliharanya.

Karena bakter ini bisa ikut menginfeksi manusia.

Bakteri ini biasanya menyebar ke Lovebird jika burung tersebut melakukan kontak fisik atau bersentuhan dengan kotoran burung Merpati.

Itulah salah satu alasan kenapa ketika memelihara binatang apapun, kita harus senantiasa menjaga kebersihan burung dan sangkarnya.

8. Salah Satu Spesies Burung yang Paling Mudah Beradaptasi
Fakta lainnya dari burung Lovebird yang mungkin belum kalian ketahui adalah, burung ini termasuk yang paling mudah beradaptasi dibandingkan spesies burung lainnya.

Jadi, tidak heran walaupun Lovebird bukan burung endemik Indonesia, tapi banyak kicau mania yang memeliharanya.

9. Daerah Persebaran Lovebird
Lovebird bisa kita temukan di beberapa kota di Afrika, San Francisco, hingga Barat Daya Amerika.

Tidak seperti di Indonesia yang dipelihara didalam sangkar, Lovebird di negara-negara tersebut bisa kita temukan hidup bebas di kota.

Jika di Indonesia, mungkin seperti burung Gereja yang biasa terbang bebas disekitar rumah kita.

10. Di Alam Liar, Lovebird Hidup Di Dalam Lubang Pepohonan, Bebatuan Dan Semak-semak
Di habitat aslinya, Burung Lovebird hidup diberbagai macam tempat. Mulai dari lubang yang mereka buat di pepohonan, sela bebatuan, hingga semak-semak.

Burung Lovebird yang tinggal di perkotaan biasanya akan tidur di atap-atap rumah warga ataupun gedung yang sudah tidak terpakai.