Dibalik Julukan Burung Surga Cendrawasih

Dibalik-Julukan-Burung-Surga-Cendrawasih

jenisburungduniaBerbicara tentang Papua, salah satu yang melekat di otak adalah burung cendrawasih. Hal ini dikarenakan persebaran burung ini hanya berada di tiga negara, yakni Australia, Halmahera dan Indonesia, tepatnya hanya di Papua. Terdapat total 42 spesies burung cendrawasih dan 30 di antaranya berada di Papua, bahkan terdapat dua burung yang endemik.

Tidak hanya karena burung ini terletak Papua, daya tariknya juga dikarenakan keindahan warna bulunya. Cendrawasih sendiri memiliki jenis yang berbeda-beda, ada Cendrawasih Merah, Cendrawasih Botak, Cendrawasih 12 Antena dan semuanya memiliki ciri yang berbeda. Keunikan ini membuatnya dikenal dunia hingga mendapat julukan sebagai Bird of Paradise alias burung surga.

Tapi, apakah benar julukan tersebut hanya dikarenakan keindahannya semata? Ternyata tidak, terdapat sejarah unik di balik penamaan burung surga ini. Hal ini diungkapkan oleh Ady Kristanto, fotografer alam dan Senior Biodiversity Conservation Officer Flora Fauna Indonesia, saat menjadi pembicara di Mari Cerita (MaCe) Papua pada Rabu, 11 September 2019 di Kuningan City, Jakarta Selatan.

Ady mengatakan bahwa pada awal abad 20, perburuan cendrawasih masih marak terjadi. Burung-burung yang diburu dibawa hingga ke Eropa. Tujuannya, bulu cendrawasih yang halus dan berwarna tersebut akan dijadikan hiasan mahkota dan topi para bangsawan.

“Pas dibawa kakinya patah, jadi mereka gak bisa napak gitu kan. Orang-orang Eropa sana kirain mereka memang gitu, terbang di atas terus,” ujar Ady.

Atas dasar kepercayaan tersebut, burung cendrawasih akhirnya dijuluki Bird of Paradise. Alfred Wallace, seorang peneliti biologi dari Inggris juga memberi nama latin burung ini yakni Paradisea apoda yang berarti burung surga tanpa kaki.

Setelah ditelusuri lebih dalam melalui data Kementerian Pariwisata Indonesia, ternyata eksistensi Cendrawasih sebenarnya telah diketahui raja-raja di Eropa sejak 1522. Cendrawasih pada masa itu sempat dijadikan hadiah dari Raja Maluku untuk Raja Spanyol.

Baca Juga : Ciri Khas Dari Burung Tukan

Kombinasi Warna Bulu dan Tarian Indah

Burung-Surga-Cendrawasih

Julukan ini semakin diperkuat karena seekor burung cendrawasih bisa memiliki kombinasi tiga warna bulu, seperti hitam, kuning, dan putih. Cendrawasih endemik Papua, cendrawasih botak juga justru memiliki kombinasi hingga empat warna, yakni hitam, merah, kuning dan biru pada bagian kepala.

Hal ini yang memberikan keunikan dan menjadi daya tarik bagi burung surga. Sayangnya, dulu perburuan liar masih marak sehingga populasi cendrawasih sempat menurun. Kini, burung tersebut sudah menjadi satwa yang dilindungi sehingga bisa dilihat di tempat-tempat tertentu di Papua.

Banyak orang yang tertarik untuk melihat langsung keajaiban burung ini. Pendiri Isyo Hill’s Bird Watching, salah satu tempat pengamatan burung di Papua, Alex Waisimon mengatakan bahwa dunia sangat antusias untuk melihat burung ini secara langsung, baik untuk kenangan pribadi maupun beberapa dokumentasi fotografer alam. Alex mengatakan pengunjung tempat pengamatan burungnya kebanyakan berasal dari luar negeri.

“I can say it’s (pengunjung domestik) only five per cent,” ungkap Alex saat ditemui di Kuningan City, Rabu, 11 September 2019.

Tak hanya warna bulu, orang-orang tersebut juga penasaran akan tarian yang dilakukan oleh cendrawasih. Tarian cendrawasih adalah sebuah atraksi yang ditunjukkan burung jantan untuk memikat burung betina sehingga bisa diajak kawin.

Perpaduan warna dan atraksi nan indah tersebut yang membuat titel “Burung Surga” melekat hingga sekarang. Jika Anda ingin melihat langsung burung khas ini, Anda bisa berkunjung ke Raja Ampat atau Isyo Hill di Rhepang Muaif, Jayapura. (Novi Thedora)

Beberapa Jenis Burung Kakatua di Dunia

Beberapa-Jenis-Burung-Kakatua-di-Dunia

jenisburungdunia – Total ada 21 spesies kakatua yang eksis di dunia. Mereka tersebar, ada yang tinggal di Indonesia, Australia, dan pulau yang ada di sekitar Oseania. Masing-masing spesies memiliki kekhasannya tersendiri.

Secara umum kakatua dibagi menjadi kakatua gelap (Calyptorhynchus), kakatua putih, dan spesies lainnya. Nah berikut ini beberapa jenis burung kakatua yang cantik terpopuler beserta penjelasannya.

1. Kakatua putih (Cacatua alba)

Kakatua-putih-Cacatua-alba

Ini dia salah-satu spesies kakatua terbesar dan paling cantik. Jambul dan bulunya putih, sedangkan bagian dalam dari sayapnya berwarna kuning menyala. Kakinya abu-abu dan paruhnya hitam. Disebut juga Umbrella cockatoo.

Mata kakatua putih jantan berwarna hitam. Lain lagi dengan kakatua muda atau betina, yang warna matanya cokelat.Ukuran tubuhnya bisa mencapai 45 cm. Untuk itu, anda memerlukan kandang atau penangkaran burung yang leluasa.

Habitat asli, Asal Usul Burung Kakatua Putih

Burung ini merupakan penghuni Indonesia, khususnya di kawasan hutan. Mereka jarang menampakkan diri di tempat terbuka. Mereka hidup dalam kelompok kecil, sekitar 2-10 anggota.

Kakatua putih sebagai burung peliharaan

Burung yang dihargai cukup mahal ini bisa menjadi hewan peliharaan mengagumkan. Mereka jinak dan penyayang, namun cukup berisik karena suka memekik. Sehingga kakatua ini sulit dipertahankan di dalam ruangan.

Mayoritas burung ini berakhir di suaka atau tempat penampungan burung. Pembeli akan memboyong dalam bentuk bayi yang masih pendiam. Mereka tumbuh cepat. Begitu usianya menginjak 3 tahunan, barulah burung ini menunjukkan sifat aslinya yang tegas dan keras. Lengkingan mereka sangat keras, bisa menghancurkan furnitur karena dikira mainan, serta sedikit agresif.

Burung ini juga bukan tipikal yang betah bertengger sepanjang hari. Mereka sangat hiperaktif. Apalagi kalau burung sedang ingin diperhatikan, maka mereka akan melakukan apa pun untuk memeroleh perhatian anda, termasuk dengan tingkah yang mengganggu sekaligus sangat lucu.

2. Kakatua solomon (Cacatua ducorpsii)

Kakatua-solomon-Cacatua-ducorpsii.jpg

Jika ingin kakatua yang lebih imut, anda bisa memilih Cacatua ducorpsii. Ukurannya sekitar 30 cm. Jambul putihnya juga relatif lebih kecil. Bulunya sama seperti kakatua putih. Warnanya putih. Namun ada sentuhan pink atau merah muda di area paruhnya. Burung ini disebut juga Ducorps corella.

Habitat Asli Kakatua Solomon

Sesuai namanya, spesies kakatua ini tinggal di Pulau Solomon yang berdekatan dengan Australia. Spesies ini sendiri masih berkaitan erat dengan Goffins Corella. Untuk membedakan antara kakatua jantan dan betina, yang jantan memiliki selaput pelangi berwarna hitam. Berbeda dengan burung betina, yang irisnya cokelat.

Kakatua solomon sebagai hewan peliharaan

Tentu saja kakatua yang satu ini bisa anda pelihara di rumah. Namun mereka juga nyaman menghuni tempat penangkaran burung. Kakatua ini penurut dan tidak begitu bising. Namun ketika kadang-kadang ketika merasa senang, burung ini juga akan menciptakan suara berisik.

Jika anda memelihara kakatua sedari kecil, kemungkinan besar mereka akan merasa begitu sayang. Mereka juga bisa meniru suara atau kata-kata. Tetapi kemampuannya tidak sebagus burung beo.

3. Cacatua galerita/ Kakatua koki/ jambul kuning (Sulphur-Crested Cockatoo)

Cacatua-galerita

Si jambul kuning ini juga termasuk kakatua besar. Ukurannya 50 cm. Ada beberapa yang mirip dengan mereka, namun ukurannya lebih kecil. Kakatua ini memiliki jambul kuning yang lancip, bulu putih, dan warna kuning di dalam sayapnya. Adapun paruh dan kakinya sama-sama hitam. Kakatua jantan memiliki mata hitam, sedangkan yang betina bermata cokelat.

Perawatan ketika kakatua ini kecil relatif mudah. Namun kesulitannya meningkat ketika burung sudah lebih tua. Tak heran kalau nilainya begitu tinggi.

Habitat asli kakatua jambul kuning

Pemilik jambul kuning sulfur ini tinggal di New-Guinea dan Australia (timur dan utara). Mereka menghuni kawasan hutan dan urban. Burung ini memiliki empat subspesies yang memiliki ciri atau karakter berbeda. Sehingga tidak direkomendasikan untuk menerapkan kawin silang di antara mereka.

Kakatua jambul kuning sebagai hewan peliharaan

Memelihara kakatua ini tidak begitu mudah lantaran ukuran dan kecerdasannya. Mereka memerlukan kandang yang sangat besar. Suara-suara yang dihasilkan juga sangat mengusik ketenangan. Oleh karena itu, mereka kurang cocok tinggal di perumahan yang menginginkan situasi tentram. Spesies ini pun biasanya tinggal di kebun binatang atau taman burung.

Baca Juga : Ciri Khas Dari Burung Tukan

4. Goffins cockatoo/ Goffini cockatoo/ kakatua tanimbar (Cacatua goffini)

Goffins-cockatoo

Kakatua ini juga termasuk spesies yang kecil, seukuran 30 cm. Bulunya putih, dengan sentuhan oranye dan pink. Bagian dalam sayapnya tampak kuning. Kemudian matanya memiliki lingkaran biru muda.

Kakatua ini sudah populer sebagai hewan peliharaan. Namun untuk membeli, memiliki, atau memindahkan hewan ini, anda mesti meiliki surat izin CITES (the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).

Habitat asli kakatua Tanimbar

Burung spesial ini berasal dari Pulau Tanimbal, Maluku Tenggara, Indonesia. Mereka betah tinggal di sekitar hutan tropis nusantara
Kakatua tanimbar sebagai hewan peliharaan

Anda mungkin saja memeliharanya secara pribadi. Namun terkadang perawatannya memang merepotkan. Pasalnya burung ini bisa begitu setia pada satu manusia yang merawatnya, namun sangat agresif terhadap manusia lainnya. Apalagi ketika mereka tidak jinak dan bersosialisasi dari kecil, maka ketika tumbuh besar pun akan serba sulit.

Ukurannya boleh kecil, namun pekikan burung bisa mengganggu pendengaran. Bahkan mereka bisa mengusik kenyamanan tidur anda di waktu malam. Namun tentu saja masing-masing burung memiliki karakter tersendiri. Jika kakatua ini sudah hidup lama bersama anda, bukan tak mungkin ia akan menjadi peliharaan menakjubkan. Kakaktua ini hiperaktif ketika menjerit, menari, berbicara, atau menggigit sesuatu. Mereka juga relatif jago meniru pembicaraan atau suara.

5. Major Mitchell’s Cockatoo/ Pink cockatoo (Cacatua leadbeateri)

Major-Mitchells-Cockatoo

Penyuka pink pasti langsung kepincut dengan penampilan burung ini. Tubuhnya memang berwarna pink lembut, sedangkan bulu pada sayapnya tampak putih. Jambulnya sendiri bisa berwarna kuning dan oranye jika sedang tegak. Ada pun kaki dan paruhnya berwarna putih tulang.

Namun burung berukuran sekitar 40 cm tidak mudah ditaklukan. Mereka juga dipatok dengan harga tinggi.

Habitat asli kakatua pink

Habitat asli mereka ada di kawasan hutan Australia selatan dan barat.

Kakatua pink sebagai hewan peliharaan

Sebenarnya kakatua ini jarang dipelihara di perumahan. Apalagi kalau mereka tidak dijinakkan dan tidak belajar sosialisasi sejak kecil. Maka ketika tumbuh besar, mereka akan sulit jinak dan berbaur dengan manusia. Mereka juga membutuhkan ruangan yang besar. Sehingga kakatua pink ini lebih umum dijadikan penghuni kebun binatang atau taman burung.

6. Moluccan Cockatoo/ Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis)

Moluccan-Cockatoo

Spesies ini sudah terkenal sebagai kakatua yang sangat besar dan penampilannya menakjubkan. Bulunya berwarna putih dan diperindah dengan nuansa pink yang berkilau. Bulu di dalam sayapnya berwarna kuning. Sedangkan jambulnya memancarkan oranye cerah, apalagi ketika berdiri tegak. Untuk paruh dan kakinya sendiri berwarna hitam.

Ukuran kakatua ini sekitar 50 cm. Meski pun besar, namun mereka relatif mudah dijinakkan. Hanya saja banderolnya sangat mahal.

Habitat asli kakatua Maluku

Dari namanya bisa kita tebak kalau kakatua ini asli Maluku – Indonesia, tepatnya di Kepulauan Seram. Mereka hidup di hutan tropis atau subtropis dalam kelompok kecil. Sayangnya populasi burung ini terus tergerus, lantaran habitatnya juga terus berkurang.
Kakatua Maluku sebagai hewan peliharaan

Kakatua ini memiliki reputasi sebagai burung jumbo yang cerdas dan indah. Mereka pun kerap menjadi bird shows alias burung pertunjukan. Lebih lagi burung ini selalu senang mempelajari hal-hal baru dan unjuk gigi di depan pemiliknya. Mereka memang penyayang dan mudah jinak.

Namun anda mesti siap dengan sikap self-mutilation sang burung. Belum lagi dengan jeritannya yang keras dan sesekali menunjukkan sikap agresif terhadap manusia. Oleh karena itu, memelihara kakatua Maluku akan menjadi misi sulit. Perlu kandang besar, pelatihan spesial, dan curahan kasih sayang agar sang burung tetap gembira.

Baca Juga : Ciri Khas Dari Burung Tukan

7. Little Corella/ kakatua rawa (Cacatua sanguinea)

Little-Corella

Dengan ukuran medium sekitar 36 cm, burung ini masuk kategori kakatua kecil. Ia mirip seperti kakatua tanimbar. Bulunya putih, bulu di bawah sayapnya kuning, dan bulu di sekitar paruhnya berwarna pink-oranye. Untuk jambulnya sendiri tidak begitu besar. Namun bercak biru di area matanya tampak lebih besar dibanding spesies lain.

Habitat asli kakatua rawa

Di alam liarnya, mereka merupakan salah-satu spesies umum. Kakatua ini hidup di Australia. Mereka tersebar di area terbuka, entah itu pertanian atau perkotaan. Namun populasinya tidak begitu disukai oleh para petani, sebab kawanan burung ini kerap merusak gandum atau hasil panen lain.
Kakatua rawa sebagai hewan peliharaan

Di Australia sendiri, tidak aneh kalau ada yang memelihara kaaktua rawa. Lebih lagi mereka mudah beradaptasi dengan kehidupan manusia. Mereka juga cenderung mudah dijinakkan, meski pun tidak hidup bersama manusia sejak kecil.

8. Lesser Sulphur-Crested Cockatoo (Cacatua sulphurea)

Lesser-Sulphur-Crested-Cockatoo

Burung ini seperti versi mungil dari burung kakatua jambul kuning. Ukurannya sekitar 34 cm. Namun keduanya merupakan spesies yang berbeda. Bahkan nama ilmiahnya juga berlainan.

Habitat asli Lesser Sulphur-Crested Cockatoo

Burung imut ini berasal dari Sulawesi, Sumba, dan kepulauan lain di Indonesia. Mereka hadir dengan enam subspesies. Semua subspesies itu bisa melakukan kawin silang, namun hasilnya cukup menyulitkan pihak penampungan atau kebun binatang. Mereka jadi tidak benar-benar mampu menentukan campuran genetiknya.

Burung Lesser Sulphur-Crested Cockatoo sebagai hewan peliharaan

Kakatua ini sudah populer sebagai hewan peliharaan. Mereka bisa mempelajari trik baru, penyayang, dan cerdas. Kakatua ini bisa meniru obrolan meski pun tidak selancar burung beo. Hanya saja mereka juga haus kasih sayang dan sering memproduksi suara bising. Kadang mereka menggigit apa pun yang dijumpainya.

Ciri Khas Dari Burung Tukan

Ciri Khas Dari Burung Tukan

Jenisburungdunia.net – Burung toucan merupakan jenis burung daerah tropis bengan bagian paruh besar. Burung ini hidup pada hutan-hutan tropis. Terdapat 37 jenis dari burung taucan atau tukan. Sebagian besar di antaranya yang hidup di hutan-hutan Amerika Tengah serta Selatan. Tukan hidup pada kawanan kecil di puncak pohon. Burung ini tampangnya juga mirip dengan burung rangkong, namun beda keluarga.

Ciri Khas Burung Toucan
Ciri khas burung taucan yaitu memiliki panjang antara 30 hingga 61 cm. Paruh serta bulunya pada umumnya berwarna merah, jingga, biru, kuning, serta hitam. Paruh burung tukan yang besar itu ternyata berongga dan ringan. Paruh itu melindungi wajah pada saat ia memetik buah-buahan. Tapi, beberapa jenis di antaranya yaitu merupakan peniru suara yang ulung.

Burung tukan bersarang pada batang pohon yang berongga serta tunggul. Terkadang burung unik ini berada dalam lubang bekas burung pelatuk. Saat sedang tidur, burung tukan menaruh paruhnya pada punggungnya serta akan menutup paruhnya dengan ekornya.

Ciri khas burung toucan dengan paruh pipih dan besar ini termasuk bentuk adaptasi supaya Toucan lebih gampang dalam meraih buah-buah dengan ukuran kecil yang menjadi kegemarannya. Selain memakan buah, Toucan juga berburu serangga serta kadal kecil menjadi tambahan asupan protein. Toucan punya peran penting untuk regenerasi hutan dengan menyebarkan biji-bijian dengan ciritnya pada seluruh pelosok hutan.

Perilaku Burung Toucan
Toucan akan mengerami telur-telurnya dengan bergantian dengan pasangannya. Saat malam hari, salah satu dari induk Toucan saja yang tidur pada dalam sarang. Pengeraman ini berlangsung dalam waktu 16 hari. Sesudah telur-telur itu menetas, bayi-bayi Toucan dibesarkan berada dalam sarang.

Selama tiga atau empat minggu sesudah menetas, burung tukan muda tidak bisa membuka matanya. Beberapa minggu selanjutnya, barulah anakan meninggalkan sarang induknya. Tukan merupakan burung penerbang yang buruk. Mereka lebih gemar melompat-lompat pada dahan jika dibandingkan terbang. Paruhnya dapat mencapai 20 cm.

Bagian paruhnya yang panjang menjadikan toucan mudah mencapai buah-buahan yang tumbuh di dahan atau ranting yang jauh. Bulunya yang memiliki warna cerah kemungkinan dipakai untuk menakuti jenis burung yang lain.

Suara mereka juga lebih mirip dengan suara katak.Bahkan suaranya lebih keras, pekikannya, hingga dapat terdengar sampai dengan sejauh 1 km pada tengah hutan. Burung tukan akan memakai paruhnya yang panjang guna menyibakkan daun, selanjutnya mengambil biji serta buah yang ada dalam pohon.

Fungsi Paruh Besar Toucan
Paruhnya yang besar terbuat dari keratin. Bagian paruhnya lebih bermanfaat untuk alat mencari makan serta menarik pasangannya. Burung ini juga bertelur kurang lebih sekitar 2-4 butir telur dan akan menetas dalam 2 minggu . Konstruksi paruhnya menjadikan burung ini meredam benturan yang keras.

Meskipun ukuran paruhnya sepertiga dari tubuhnya serta tampak berat juga. Akan tetapi pada kenyataannya itu tidak benar. Tekstur untuk bagian dalam paruh tukan bisa diibaratkan dengan tekstur busa keras.

Terdapat bagian yang berongga, dan ada yang hanya berupa rangka dan juga membran. Hasilnya yaitu bagian paruh yang ringan juga begitu kuat. Diperkirakan oleh para ahli memperkirakan warna paruh yang indah itu akan menyamarkan Toucan pada waktu berada pada buah-buahan yang terdapat di sekitarnya. Dengan begitu ia akan lebih gampang dalam mengintai mangsa. Paruh ini dapat dipakai untuk memecahkan benda yang sedikit keras.

Keunikan yang dimiliki oleh burung toucan yang memiliki paruh besar membuat orang banyak memburunya. Sehingga burung ini menjadi langka.

Ciri Khas Dari Burung Kuntul Alias Bangau

Ciri Khas Dari Burung Kuntul Alias Bangau

Jenisburungdunia.net – Bangau merupakan sebutan untuk burung dari keluarga Ciconiidae. Jenis burung ini memiliki postur tubuh yang besar, berkaki panjang, berleher panjang namun lebih pendek dari burung Kuntul, dan mempunyai paruh yang besar, kuat dan tebal. Hampir seluruh sayapnya berwarna putih dan memiliki ekor hitam yang panjang. Sementara bagian paruh dan kaki panjangnya berwarna merah.

Bangau tidak memiliki organ suara syrinx sehingga tidak bersuara. Paruh yang diadu dengan pasangannya merupakan cara berkomunikasi menggantikan suara panggilan. Bangau merupakan burung pantai migran, terbang jauh dengan cara melayang memanfaatkan arus udara panas sehingga dapat menghemat tenaga.

Ciri Burung Bangau
Bangau merupakan burung yang berat dengan rentang sayap yang lebar. Spesies Leptoptilos crumeniferus dari Afrika mempunyai rantang sayap 3,2 meter, sehingga dijuluki sebagai “burung darat dengan rentang sayap terpanjang di dunia” bersaingan dengan burung Kondor.

Badan yang berukuran besar, bersifat monogami, dan kesetiaan pada tempat bersarang menjadikan burung Bangau sering dijadikan simbol pembawa kebahagiaan di dalam banyak kebudayaan dan mitologi. Meskipun di cap sebagai burung setia, bangau juga dapat berganti pasangan apabila setelah atau berimigrasi tanpa di temani pasangannya.

Ketika burung ini terbang, mereka akan menjulurkan kepalanya ke depan dan mendorong bagian kakinya ke belakang. Aerodinamis merupakan gaya burung bangau pada saat terbang, dengan gaya inilah menjadikan mereka terbang lebih cepat karena membelah angin.

Burung bangau termasuk jenis burung yang unik, contoh kecil ketika ia membuat sarang atau rumah, maka akan di gunakan selama beberapa tahun, berbeda dengan burung alam lainnya. Untuk ukuran sarang burung bangau sendiri mencapai 2 meter dan kedalamannya kurang lebih samai 3 meter.

Burung bangau termasuk burung yang rentan terhadap musim dingin, jadi burung ini berpindah-pindah ke daerah lain dengan suhu udara yang hangat. Dengan hadirnya burung bangau, orang orang juga akan menerima kabar gembira jika musim panas akan segera datang.

Untuk mengenali burung ini tidaklah sulit, sebab banyak sekali ciri yang mudah di hafali. Contoh kecil, burung ini suka berdiri dengan satu kaki saja, sementara kaki yang satunya di istirahatkan.

Adapun tujuan bangau berdiri dengan kaki satu yakni dapat memudahkan terbang pada saat bahaya mengahmpirinya. Selain itu berdiri satu kaki di ketika mencari makanan di air juga untuk mengelabuhi binatang predator atau pemangasa. Sebetulnya banyak pendapat, mengapa burung bangau berdiri hanya menggunakan satu kaki saja. Sebut saja, untuk menyesuaikan diri terhadap temperatur tempat dia berdiri.

Habitat Burung Bangau
Bangau merupakan salah satu species burung yang rentan akan cuaca dingin, jadi ketika musim dingin tiba burung bangau akan berimigrasi ke tempat yang hangat seperti Eropa hingga ke Afrika Utara dan dari Turki hingga ke Jepang.

Sebelum musim dingin tiba, burung bangau bermigrasi ke wilayah tropis seperti afrika dan india. Uniknya di sini, burung bangau bisa tahu jika belahan bumi selatan lebih hangat kala waktu itu.

Yang menjubkan lagi, setalah 6 bulan lamanya dan musim semi tiba, burung bangau kembali pulang dan dapat menemukan kembali sarang yang buat sekaligus di tempati kembali.

Burung bangau yang mempunyai kaki ramping, berati menandakan jiak burung tersebut tidak suka perjalanan dengan melintasi lautan luas.

Burung bangau sangat suka melintasi lautan yang dekat dengan daratan. Ini bertujuan ketiak kelelahan dalam perjalan bisa beristirahat dan mencari makanan. Adapun laut yang dekat daratan seperti Laut Bhosporus, Selat Gibraltar dan Terusan Suez.

Pembuatan Sarang Bangau
Bangau bisa di katakan sebagai burung yang pemberani, sebab ia tidak takut dengan manusia. Kondisi ini berbeda dengan jenis burung pada umumnya yang takut dengan kehadiran manusia.

Dalam pembuatan sarang, burung bangau biasanya membuatnya di atas gedung, cerobong asap, dan pohon. Adapun bahan yang di gunakan untuk membuat sarang adalah ranting-ranting pohon.

Burung bangau adalah burung yang suka perindah secara bersama dengan kawan-kawannya atau pasangannya. Contoh kecil, ketika mereka sampai di eropa, burung ini biasanya menghabiskan waktu untuk beberapa saat. Selama minggu pertama di bulan april, biasanya bangau jantan akan membuat sarang untuk tempat tinggal.

Ciri Dari Burung Nuri Yang Mudah Dikenali

Ciri Dari Burung Nuri Yang Mudah Dikenali

Jenisburungdunia.net – Burung nuri atau dikenal juga sebagai burung bayan merupakan salah satu spesies dari sekian banyak jenis burung yang ada di dunia. Burung ini adalah jenis burung yang banyak dijumpai dan seringkali dipelihara. Banyak pecinta nuri dari berbagai belahan di Nusantara ini, termasuknya di Indonesia.

Burung nuri juga merupakan salah satu jenis burung yang terkenal akan keunikannya. Hal ini yang menjadi alasan mengapa banyak sekali orang yang ingin memiliki unggas yang satu ini Di Indonesia, terdapat beberapa jenis dari burung nuri yang cukup terkenal dan hidup di alam bebas. Ada beberapa juga yang sudah masuk ke dalam kategori terancam punah.

Wilayah di Indonesia yang paling banyak ditemukan spesies nuri yakni Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Maluku serta Papua. Namun bagi anda yang ingin mengetahui apa saja ciri-ciri burung nuri yakni sebagai berikut:

– Pada Nuri Bayan Berbeda Pada Jantan dan Betina
Untuk Nuri Bayan sendiri cukup mudah membedakan antara jenis kelamin jantan dan betina. Pada Nuri jantan biasanya memiliki bulu dengan warna hijau dan memiliki warna kuning pada bagian ujung paruhnya. Sedangkan nuri betina berwarna merah hati dan sedikit warna biru sementara paruh berwarna hitam. Baca juga terkait cara melatih burung beo yang agresif.

– Ukuran Tubuh
Ciri ciri nuri yang bisa diketahui selanjutnya yakni pada ukuran tubuhnya, dimana burung nuri secara umum memiliki tubuh kurang lebih sekitar 40 cm. Sementara itu untuk beratnya yakni sekitar 375 sampai dengan 550 gram. Akan tetapi ini belum menjadi ciri yang benar-benar seratus persen, karena setiap burung nuri tentu memiliki berat yang berbeda.

– Perbedaan Corak untuk Jantan dan Betina
Bahwa ciri-ciri dari kedua jenis kelaminnya yakni:
Jantan: mempunyai warna dominan hijau dengan sedikit bercak warna merah pada bagian sayap.
Betina: mempunyai warna utama yakni merah tanpa adanya bercak ungu dibagian dada. Pada bagian ekornya mempunyai warna kuning

– Paruh
Ciri lainnya bisa anda lihat dari paruhnya, yakni berwarna kuning kemerah-merahan dengan ujung berwarna kuning gading serta putih.

– Warna Tubuh
Untuk ciri tubuhnya, hampir di sekujur tubuh burung nuri didominasi warna merah dan diselingi warna hitam di bagian punggung dan bagian leher. Nah, sedangkan untuk betina, terletak pada bagian sayap, perut serta kaki berwarna hitam. Akan tetapi ciri ini tidak di peruntukkan pasti kesemua nuri.

Pasalnya seperti nuri bayan jantan yang mempunyai bulu hijau, bawah sayap dan sisi dada berwarna merah dan biru, serta kaki berwarna abu-abu kehitaman. Sementara untuk paruh atas berwarna jingga kemerahan dengan ujung kuning, paruh bagian bawah berwarna hitam. Ketahui juga tentang perbedaan bayan vosmaeri dan roratus.

– Makanan
Ciri yang lainnya dapat anda simak yakni bisa dilihat dari jenis makanannya. Burung nuri identik akan memakan beberapa aneka seperti buah-buahan, kacang, dan biji-bijian. Ketahui juga terkait cara ternak nuri tanau, cara penangkaran nuri kepala hitam, dan cara penangkaran nuri pelangi juga agar burung terpelihara dengan baik.

– Habitat
Sementara ciri yang lainnya dilihat dari habitatnya yakni burung nuri bersarang di dalam lubang pohon. Selain itu, sang betina biasanya akan menetaskan dua butir telur berwarna putih. Ketahui permasalahan terkait cara beternak nuri pelangi dengan mudah bagi pemula.

Itulah 7 poin penting ciri-ciri dari burung nuri yang perlu Anda ketahui

Ciri Ciri Dari Burung Walet Gunung

Ciri Ciri Dari Burung Walet Gunung

Jenisburungdunia.net – Mengetahui ciri ciri burung walet gunung akan sangat membantu anda, para pengusaha sarang walet, dalam menentukan jenis burung mana yang ingin anda ternakan. Sebab ada banyak jenis burung walet yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Dan semuanya sama – sama bisa memproduksi sarang namun dengan harga yang berbeda – beda.

Sederhananya, anda 2 jenis burung walet yang ada di Indonesia. Yaitu burung walet yang tinggal di daerah pantai dan lautan, dan burung yang berhabitat di wilayah pegunungan dan dataran tinggi.

Sesuai dengan namanya, tentunya jenis burung walet yang satu ini tinggal di daerah pegunungan dan dataran tinggi. Biasanya, peternak burung walet memilih jenis walet gunung dibandingkan jenis lainnya. Sebab untuk walet yang berhabitat di laut biasanya hidup secara liar dan membuat sarang di goa. Sehingga sarangnya dipanen secara langsung di goa – goa tersebut tanpa dibangunkan rumah oleh manusia.

Ciri Ciri Burung Walet Gunung Yang Paling Terlihat
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, burung walet gunung merupakan jenis walet yang paling mudah untuk diternak. Mengingat lokasi paling strategis untuk membuat bisnis ternak sarang walet adalah di daerah pegunungan dan dataran tinggi yang udaranya masih segar.

Sebab kualitas udara di sekitar akan mempengaruhi kualitas sarang yang diproduksi oleh burung walet juga. Oleh karena itu, ketahuilah beberapa ciri ciri burung walet gunung berikut ini agar anda lebih mudah dalam mencari bibit burung walet untuk diternakan nanti.

Ciri Fisik Burung Walet Gunung
Cara mengetahui burung walet gunung yang paling mudah adalah dengan melihat fisik alias tubuhnya. Normalnya, walet gunung dewasa memiliki tubuh dengan ukuran 13cm hingga 15cm dari kepala hingga ekor. Ukuran tubuhnya terbilang cukup kecil bila dibandingkan dengan jenis burung walet yang lainnya.

Kemudian di bagian kakinya biasanya tidak ada bulu sama sekali. Mungkin beberapa walet gunung memiliki bulu tipis di kakinya, tetapi sebagian besar walet gunung tidak memiliki kaki yang polos tanpa bulu. Berbeda dengan jenis walet lain yang seluruh tubuhnya dipenuhi bulu hingga ke kaki.

Warna Bulu Burung
Ciri ciri burung walet gunung yang berikutnya bisa anda semua lihat pada waran bulu di tubuhnya. Umumnya, jenis walet ini memiliki ekor berwarna hitam ke abu – abuan. Bukan hitam gelam seperti jenis walet yang lain.

Selain itu, di bagian bulu ekornya juga terdapat celah seperti terbelah yang cukup dalam. Sehingga anda bisa melihat ekor burung ini seperti terpisah menjadi 2 bagian.

Suara Walet Gunung
Berikutnya, anda juga bisa memperhatikan suara walet gunung. Sebab ia memiliki suara yang paling nyaring dibandingkan dengan jenis – jenis walet lainnya.

Memang untuk ciri yang satu ini, anda perlu memperhatikanya dengan teliti dan membutuhkan waktu yang lama. Sebab biasanya burung walet hanya mengeluarkan suara di saat – saat tertentu. Salah satunya adalah sedang birahi atau sedang memanggil koloninya yang lain. Mengingat burung ini merupakan jenis burung yang hidup berkelompok.

Nyaringnya suara walet gunung dikarenakan ia bisa berkomunikasi dengan burung walet lain dengan jarak yang sangat jauh. Biasanya anda akan mendengar suara burung ini ketika ia sudah menginap di bangunan yang anda siapkan untuk ternak walet.

Makanan Walet Gunung
Ciri ciri burung walet gunung yang berikutnya ada pada makanannya di alam liar. Karena tinggal di daerah pegunungan dan dataran tinggi yang umumnya masih dipenuhi hutan dan pepohonan, burung walet gunung lebih suka makan serangga – serangga kecil yang ada di batang pohon.

Biasanya, ulat – ulat kecil yang ada di batang pohon menjadi salah satu makanan favorit dari burung walet jenis ini. Sebab ulat memiliki banyak protein dan paling mudah ditemukan.

Beberapa jenis serangga lain seperti jangkrik atau telur semut juga merupakan makanan walet gunung bila tidak bisa menemukan ulat. Biasanya, burung walet mencari makan di siang hari ketika mereka terbang bersama koloninya.

Baca Juga : Fakta Burung Walet yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Habitat Asli
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, habitat asli burung walet gunung adalah di daerah pegunungan dan dataran tinggi. Burung ini biasanya hanya bisa hidup di tempat – tempat dengan udara dingin dan yang masih dipenuhi dengan hutan – hutan.

Di alam liar, walet hutan membuat sarang tebing – tebing, celah batu di bukit, atau di daerah bekas kawah gunung yang luas. Intinya, mereka mencari tempat yang luas dan berdinding serta memiliki kondisi udara yang sejuk.

Oleh karena itu bila anda ingin menternakan burung walet gunung, sebaiknya anda membuat bangunan dengan struktur kayu. Sebab suhu di dalam bangunan akan menjadi lebih sejuk dan nyaman untuk burung walet membuat sarang dan berkembang biak nantinya.

Kebiasaan dan Karakteristik Burung Walet Gunung
Ciri ciri burung walet gunung yang terakhir adalah kebiasaan dan karakteristik burung ini sehari – hari. Mengetahui karakteristik walet gunung akan sangat membantu anda dalam menjaga kualitas sarang walet serta menjaga jumlah walet yang ada di dalam bangunan.

Salah satu karakteristik burung walet gunung adalah ia lebih suka tinggal di daerah yang gelap dan tertutup. Seperti bangunan rumah tanpa ventilasi yang terlalu banyak, goa, dan juga celah – celah di tebing. Karena hidupnya berkelompok, burung walet gunung juga lebih suka membuat sarang di tempat yang luas agar bisa membuat sarang bersama dengan koloninya.

Selain itu, walet gunung akan merasa lebih nyaman bila tinggal di ruangan denagn suhu sekitar 25 derajat hingga 29 derajat celcius. Jadi, usahakan bangunan yang anda siapkan untuk sarang walet memiliki suhu ruangan tidak lebih dari 30 derajat celcius.

Harga Sarang Walet Gunung
Untuk saat ini, harga sarang walet gunung tidak jauh berbeda dengan harga sarang walet lainnya. Tetapi karena mulai banyak peternak sarang walet di Indonesia, harganya kini menjadi semakin bersaing dan menurun.

Namun harga sarang walet di pasar tetap tinggi. Per kilo sarang walet asli bisa mencapai 14 hingga 15 juta rupiah. Sedangkan sarang ini bisa dipanen sebanyak 3 kali dalam satu tahun. Dan dalam satu kali panen jumlah sarang yang diproduksi bisa hingga puluhan kilo bila anda memiliki banyak walet.

Pendapatan kotor dari hasil ternak walet gunung bisa mencapai 50 hingga 70 juta per tahunnya. Bahkan beberapa pengusaha walet yang sudah sukses bisa mendapatkan keuntungan hingga ratusan juta rupiah setiap tahun. Tetapi tentunya, anda perlu mengeluarkan modal awal yang cukup besar juga.

Nah seperti itulah beberapa ciri ciri burung walet gunung baik dari fisik, suara, habitat, hingga karakteristik dan harga sarangnya. Untuk para peternak burung walet, memang jenis walet gunung ini merupakan jenis yang paling cocok untuk diternak. Sebab jumlah burung dalam satu koloni lumayan banyak dan memancingnya agar masuk ke bangunan yang anda siapkan tidak begitu sulit.

Fakta Burung Walet yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Fakta Burung Walet yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Jenisburungdunia.net – Ada banyak fakta burung walet yang mungkin saja belum anda ketahui sebelumnya. Mulai dari ciri-ciri, kebiasaan, bentuk tubuh, dan masih banyak lagi fakta-fakta uniknya akan dirangkum secara jelas pada konten berikut ini.

Burung walet adalah hewan terbang dengan sayap yang runcing, ekor yang panjang dengan warna dominan tubuh hitam. Burung ini mempunyai nama latin yaitu Apodidae dan banyak hidup di daerah gua maupun permukiman. Di Indonesia, burung ini sangat mudah dijumpai bahkan hingga dibudidayakan. Bahkan menjadi peluang bisnis besar yang begitu menjanjikan.

Fakta Burung Walet
Burung walet memiliki beberapa fakta unik dan juga menarik yang mungkin Sebelumnya belum pernah anda Ketahui. Baik dari ciri tubuhnya, kebiasaan, maupun dari hal lainnya. Guna menambah wawasan ini mengenai burung yang satu ini, yuk disimak beberapa fakta tentang burung walet berikut ini :

1. Memiliki Sayap yang Kuat
Memang burung walet tubuhnya tak terlalu besar seperti burung elang ataupun burung Garuda, namun sayapnya begitu kuat sehingga hewan yang satu ini mampu terbang dalam radius yang sangat jauh. Bentangan sayap walet ukurannya mencapai 18 cm dan memiliki bentuk yang runcing.

2. Akan Mati Bila Terlalu Lama Dikurung
Fakta burung walet selanjutnya adalah hewan tersebut akan mati jika terlalu lama dikurung. Untuk itu, sebagai seorang peternak tidak disarankan untuk tidak terlalu lama mengurung hewan tersebut di dalam kandang dan harus sering-sering dikeluarkan untuk menghirup udara segar. Idealnya, burung walet hanya bisa bertahan hidup 5 atau 6 hari setelah dikurung

3. Mempunyai Kaki yang Lemah
Berbeda dengan sayapnya yang sangat kuat, justru kaki burung walet sangat lemah sehingga tidak bisa menopang tubuhnya sendiri. Dengan kondisi kaki yang seperti ini membuat burung walet tidak bisa bertengger di pohon atau kabel listrik dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, untuk menangkap serangga walet tidak menggunakan kakinya tetapi menyambar seperti serangga terbang yang sedang lewat.

4. Tidak Bisa Mematuk
Fakta tentang burung walet selanjutnya adalah hewan ini tidak bisa mematuk walaupun memiliki paruh. Jika ingin makan, burung yang satu ini biasanya langsung menyambar makanan seperti serangga yang sedang terbang.

5. Membuat Sarang Walet dengan Air Liur
Fakta burung walet selanjutnya adalah burung yang satu ini membuat sarang menggunakan air liurnya. Tanpa ada campuran bahan apapun, jadi 100% murni dari air liur walet. Biasanya burung walet membangun sarangnya di langit-langit gua atau langit-langit gedung tinggi untuk menghindari ancaman predator yang bisa merusak sarang tersebut.

Baca Juga : Ciri dan Penjelasan Mengenai Burung Walet

6. Sarang Burung Walet Bermanfaat Untuk Kesehatan
Sarang walet bukan hanya sebagai tempat menyimpan telur saja, tetapi juga dapat diolah menjadi makanan ataupun minuman yang menyehatkan tubuh manusia. Sarang burung walet mengandung sejuta manfaat dan telah banyak dibuktikan berdasarkan hasil penelitian.

7. Harga Sarang Walet Mahal
Tahukah anda? Harga sarang burung walet itu sangat mahal sekali. Semakin bagus kualitasnya, tentu akan semakin mahal harganya. Karena mahalnya sarang walet, membuat orang berniat untuk membudidayakannya hingga menjualnya baik di dalam negeri maupun ke luar negeri.

8. Pengimpor Sarang Walet Berasal dari China
Fakta burung walet selanjutnya masih berkaitan dengan sarangnya. Sarang burung walet banyak diminati oleh orang-orang China, sehingga banyak peternak walet yang mengekspornya ke negara China. Berdasarkan data Januari tahun 2017 dari Kementerian Pertanian, jumlah volume ekspornya mencapai 7,5 juta Dolar Amerika.

9. Mayoritas Ada di Asia Tenggara
Burung walet adalah hewan yang dapat bertahan hidup di iklim tropis. Karena itulah negara Asia Tenggara adalah habitat yang paling cocok yang membuat walet dapat bertahan hingga saat ini. Selain karena iklim, curah hujan yang tinggi di Asia Tenggara juga menjadi alasan mengapa burung walet bisa tinggal.

10. Hukum Mengkonsumsi Sarang Walet
Mengkonsumsi olahan sarang walet hukumnya halal dan diperbolehkan. Hal ini didasarkan pada kesepakatan dari Majelis Ulama Indonesia. Jadi, jangan pernah ragu mengkonsumsinya.

Ciri dan Penjelasan Mengenai Burung Walet

Ciri dan Penjelasan Mengenai Burung Walet

Jenisburungdunia.net – Masih banyak pecinta burung walet yang belum tau apa saja ciri-ciri burung walet itu. Bahkan masih banyak juga salah membedakan antara burung walet dengan burung sejenis. Contohnya seperti burung Sriti.

Harus diakui, jika melihat secara sekilas kedua jenis burung tersebut sangatlah mirip. Bahkan burung walet dan burung Sriti berada dalam genus yang sama, yakni: Collocalia.

Selain itu, burung satu ini juga dianggap mirip dengan burung layang-layang. Namun sebelum saya membahas lebih jauh soal ciri-cirinya, alangkah lebih jika anda mengetahui secara garis besar mengenai burung walet.

Apa Itu Burung Walet?
Burung walet atau yang memiliki nama latin Collocalia vestita merupakan burung dengan sayap meruncing, berekor panjang, berwarna hitam dengan bagian bawah tubuhnya berwarna coklat. Habitat burung walet adalah di pantai, daerah permukiman, ataupun gua.

Burung walet hanya bisa anda temukan di negara Asia Tenggara. Seperti Indonesia, Malaysia, Vietnam, Thailand, Filipina Kamboja, dan Laos. Dan anda tidak mungkin bisa menemukan burung walet di Eropa.

Hal tersebut bukanlah tanpa alasan, pasalnya walet hanya bisa berkembang biak di iklim tropis hujlan curah hujan yang tinggi. Kelembaban juga sangat berpengaruh akan hal ini.

Ciri-ciri Burung Walet
Setelah anda mengetahui gambaran mengenai burung walet, kini saatnya untuk mengetahui apa saja ciri dari burung walet yang satu ini. Mari simak kontennya di bawah ini

1. Habitat Burung Walet
Burung walet memang banyak hidup di gua. Akan tetapi, sejatinya burung satu ini dapat tinggal dilingkungan mana saja asal habitatnya luas, redup cahaya, dan jauh dari matahari.

Burung walet sangat menyukai lingkungan dengan suhu 260 – 400°C. Serta lingkungan dengan kelembaban udara antara 80 hingga 90 persen.

Burung walet memiliki jelajah yang luas untuk mencari makanan. Dan faktanya, habitat burung walet kurang dari 1000 mdpl sehinga sangat menyukai daratan rendah.

2. Fisik Burung Walet
Secara fisik, burung walet mempunyai sayap yang panjang dan paruh yang runcing. Sementara itu untuk warnanya, burung yang satu ini memiliki warna hitam dengan bagian bawah tubuhnya berwarna coklat.

Burung walet juga kakinya lemah dan tak mampu berdiri dengan baik untuk menopang tubuhnya sendiri. Maka tak heran, walet jarang ditemukan bertengger di kabel listrik.

3. Gaya Terbang Walet
Ciri-ciri burung walet selanjutnya bisa dilihat bagaimana hewan tersebut terbang ke angkasa. Pada dasarnya gaya terbang walet tak jauh berbeda dengan burung lainnya yang sejenis seperti Sriti.

Yakni dengan melayang-layang di udara dengan sesekali mengepakkan kedua sayapnya di udara.

4. Cara Berburu
Burung walet mencari makanan dengan cara terbang menyambar di udara. Mengapa harus demikian? Pasalnya burung yang satu ini memang tak dapat makan sembari mematuk burung / serangga lainnya.

Sehingga burung walet tidak mungkin memakan hewan lainnya jika hewan tersebut tidak terbang. Hal ini berlaku juga untuk burung lainnya yang sejenis Sriti.

5. Makanan Burung Walet
Burung walet sangat menyukai makanan seperti serangga kecil. Utamanya yang berada di kelapa sawit, tanaman tebu, semak-semak, persawahan, ladang, hutan, serta serangga yang berada di areal perkebunan.

6. Cara Membuang Kotoran
Ciri-ciri burung walet selanjutnya bisa anda lihat bagaimana hewan ini membuang kotorannya. Bahkan bisa dibilang cukup unik.

Burung walet ketika buang kotoran memundurkan pantatnya ke bibir sarang. Selain itu, walet juga suka buang air besar di dalam gedung selain di luar gedung tentunya.

Fakta berikutnya, burung walet enggan untuk membuang kotorannya sendiri di dalam sarang. Mereka benar-benar menjaga kebersihan rumah atau sarang mereka sendiri.

Baca Juga : Fakta Menarik Mengenai Burung Lovebird

7. Jumlah Telur
Burung walet berkembangbiak dengan cara bertelur. Jumlah telurnya sebanyak 2 butir bewarna putih, sama seperti kerabatnya burung Sriti.

Induk burung walet mengerami telurnya selama kurang lebih 3 minggu. Sementara itu, masa pengasuhannya yakni selama 45 hari hingga anak walet tersebut bisa terbang sendiri.

8. Sarang Burung Walet
Ciri-ciri sarang burung walet bergantung jenis sarang walet tersebut. Sebagai contoh sarang putih walet, mempunyai ciri-ciri berwarna putih kekuningan, tebal dan bulu menempel. Tentu berbeda untuk jenis walet lainnya.

Dalam membuang sarang, hewan bernama latin Collocalia ini menempel pada balok, papan sirip, dinding gedung, dan dinding bebatuan goa. Sarang tersebut digunakan untuk menyimpan telur dan mengembangbiakannya.

Namun pada umumnya, Ciri-ciri Sarang Burung Walet yang asli adalah memiliki warna yang terang, putih atau agak kecoklatan.

9. Air Liur
Ciri khas dari burung walet selanjutnya bisa diketahui dari air liurnya. Hal ini dapat diketahui ketika burung tersebut membuat sarang.

Produksi air liur burung walet sedikit lebih baik jika dibandingkan dengan burung Sriti.

10. Dapat Dibudidayakan
Memang walet merupakan hewan liar yang bisa berada dimana-mana, namun bukan berarti hewan bersayap yang satu ini tidak dapat dibudidayakan. Walet bisa dibudidayakan, bahkan kini telah menjadi komoditas ternak unggulan di Indonesia.

Namun untuk membudidayakannya dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Maka tak heran, jika hanya orang-orang yang memiliki modal besar yang dapat melakukan budidaya walet. Bahkan bisa menjadikannya sebagai ladang bisnis yang menguntungkan.

11. Sarang Walet dapat Diperjualbelikan
Sarang walet bisa dijual namun dengan aturan yang sangat ketat. Terutama soal perijinan ekspor. Selain itu, tentunya negara pengimpor sangat menginginkan sarang walet yang benar-benar berkualitas.

Soal harga juga sangat bervariasi tergantung bagaimana kualitasnya. Sarang walet berbentuk mangkok dan warnanya putih bersih, dapat dijual dengan harga termahal, bisa tembus Rp12.000.000 bahkan bisa lebih.

Sedangkan sarang walet dengan bentuk sudut atau patahan dijual dengan harga lebih relatif lebih terjangkau. Yakni kisaran 500 ribu hingga 800 ribu rupiah.

Harga tersebut merupakan harga ditingkat petani. Sementara itu, para pengekspor membanderol dengan harga 2-3 kali lipat lebih tinggi dari harga di tingkat petani tersebut.

12. Suara Burung Walet
Selanjutnya mengenai ciri-ciri burung walet dapat diketahui dari bagaimana hewan tersebut bersuara. Burung walet mempunyai suara keras nan cerewet sehingga cukup menggangu bagi orang-orang yang mendengarnya.

13. Taksonomi
Berbicara soal ciri-ciri hewan tidak lengkap rasanya jika tidak berbicara tentang taksonomi. Taksonomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi atau pengelompokan makhluk hidup.

Burung walet masih berkerabat dengan burung-burung lainnya seperti burung Kolibri, burung layang-layang, dan burung Sriti. Karena hal itulah banyak orang yang sulit membedakan ketiga burung tersebut.

Burung walet memang sangat unik, jika kita melihat dari ciri-cirinya di atas. Bahkan memiliki nilai jual tinggi dan dapat dijadikan peluang bisnis burung walet yang menjanjikan. Tetapi tak hanya itu saja sejatinya karakteristik dari burung tersebut.

Burung walet ada beberapa jenis dan setiap jenisnya mempunyai ciri khasnya masing-masing.

Fakta Menarik Mengenai Burung Lovebird

Fakta Menarik Mengenai Burung Lovebird

Jenisburungdunia.net – Tidak bisa dipungkiri bahwa Lovebird adalah salah satu jenis burung kicau dengan jumlah peminat yang banyak. Kepopuleran Lovebird memang wajar, karena burung ini memiliki banyak sekali pesona.

Selain suara kicau ngekeknya yang khas, kecantikan warna bulunya juga menjadi daya tarik tersendiri. Tapi dibalik itu semua, Lovebird juga ternyata menyimpan berbagai fakta menarik loh. Jika kalian adalah salah satu penghobi Lovebird, maka wajib mengetahui beberapa fakta menarik tentang Lovebird dibawah ini :

1. Harganya Bervariasi, Dari Ratusan Ribu Hingga Ratusan Juta Rupiah
Sebagai burung yang sedang digemari dikalangan penghobi, maka tidak heran kalau harga Lovebird kian meroket.

Burung Lovebird ada yang dibanderol dengan harga ratusan ribu. Biasanya burung dengan kualitas biasa saja.

Ada juga yang dibanderol dengan harga jutaan. Biasanya yang memiliki warna langka. Salah satunya adalah Lovebird Violet.

Namun ternyata bukan cuma itu saja yang mempengaruhi harga Lovebird, tapi juga prestasinya.

Jika seekor Burung Lovebird memiliki banyak prestasi, yaitu memenangkan banyak perlombaan, maka harganya kian mahal.

Ada yang belasan, hingga ratusan juta. Tergantung dari banyaknya prestasi yang didapat burung tersebut.

2. Tempat / Bentuk Sarang Berbeda-beda Setiap Spesiesnya
Salah satu keunikan Lovebird adalah dari cara mereka membangun sarang.

Dari sebuah penelitian, ternyata setiap spesies Lovebird yang berbeda memiliki cara yang berbeda pula dalam membangun sarang.

Bukan cuma itu saja, cara mereka membangun sarang juga berbeda loh.

Lovebird Fisher misalnya, spesies ini membawa potongan kulit pohon dengan menggunakan paruh mereka. Yang kemudian diletakkan didalam lubang pohon.

Sedangkan Lovebird Muka Salem, memiliki cara yang berbeda. Yaitu dengan menyelipkan kulit pohon dibawah bulunya.

3. Sama Seperti Merpati, Lovebird Adalah Burung yang Setia Dengan Pasangannya
Kalian pasti sudah tahu bahwa Merpati adalah salah satu burung yang paling setia dengan pasangannya.

Hingga mereka sering dijadikan simbol kesetiaan terhadap pasangan.

Tapi ternyata bukan cuma Metpati loh yang setia pada pasangannya, Lovebird juga demikian.

Di alam liar, Lovebird akan mulai mencari pasangan pada usia 10 bulan.

Karena pada usia tersebutlah ia mulai matang secara seksual.

Sekali menemukan pasangan, maka satu sama lain tidak akan mencari pasangan lainnya.

Sepasang Lovebird bisa berpasangan sampai mereka mati.

Dengan rata-rata usia 15 tahun, bisa terbayang ‘kan bagaimana romantisnya burung ini?

4. Lovebird Terdiri Dari Banyak Jenis / Spesies
Seperti yang sudah saya tulis diatas bahwa Lovebird tidak hanya terdiri dari 1 jenis saja, melainkan bermaca-macam.

Sejauh ini sudah diketahui ada 21 jenis Lovebird berdasarkan warna.

Setiap Lovebird dengan warna yang berbeda memiliki harga yang berbeda pula.

Semakin langka dan sulit dicetak, maka semakin mahal harganya.

Dengan beragamnya jenis Lovebird ini, tentu para penghobi semakin senang memelihara Lovebird.

5. Lovebird Adalah Burung yang Sangat Mencintai Pasangannya
Lovebird adalah burung yang romantis.

Dalam sebuah penelitian, sepasang Lovebird saling mencintai satu sama lain. Layaknya manusia.

Bahkan mereka juga bisa merasakan perasaan sedih, bahagia, dan kehilangan ketika ditinggal mati oleh pasangannya.

Dalam banyak kasus, Lovebird bahkan bisa mengalami depresi jika pasangannya mati.

Baca Juga : Kenal Lebih Dekat Keistimewaan Dari Burung Puyuh

6. Sesekali Menyuapi Pasangan Mereka
Setia dan romantis terhadap pasangan memang sudah jadi salah satu ciri khas Burung Lovebird.

Salah satu buktinya adalah kebiasaan yang sering mereka lakukan bersama pasangannya, yaitu saling menyuapi.

Kebiasaan ini biasanya dilakukan ketika mereka sudah tidak bertemu dalam beberapa waktu.

7. Bisa Menginfeksi Manusia Dengan Penyakit Berbahaya Bernama Zoonosis
Kalian harus lebih menjaga kebersihan nih kalau memelihara Lovebird.

Karena berdasarkan sebuah penelitian, Burung Lovebird bisa membawa Cryptococcus neoformans atau yang biasa disebut bakter ragi loh.

Bakter ini tidak hanya membahayakan bagi Lovebird, tapi juga bagi kita si pemeliharanya.

Karena bakter ini bisa ikut menginfeksi manusia.

Bakteri ini biasanya menyebar ke Lovebird jika burung tersebut melakukan kontak fisik atau bersentuhan dengan kotoran burung Merpati.

Itulah salah satu alasan kenapa ketika memelihara binatang apapun, kita harus senantiasa menjaga kebersihan burung dan sangkarnya.

8. Salah Satu Spesies Burung yang Paling Mudah Beradaptasi
Fakta lainnya dari burung Lovebird yang mungkin belum kalian ketahui adalah, burung ini termasuk yang paling mudah beradaptasi dibandingkan spesies burung lainnya.

Jadi, tidak heran walaupun Lovebird bukan burung endemik Indonesia, tapi banyak kicau mania yang memeliharanya.

9. Daerah Persebaran Lovebird
Lovebird bisa kita temukan di beberapa kota di Afrika, San Francisco, hingga Barat Daya Amerika.

Tidak seperti di Indonesia yang dipelihara didalam sangkar, Lovebird di negara-negara tersebut bisa kita temukan hidup bebas di kota.

Jika di Indonesia, mungkin seperti burung Gereja yang biasa terbang bebas disekitar rumah kita.

10. Di Alam Liar, Lovebird Hidup Di Dalam Lubang Pepohonan, Bebatuan Dan Semak-semak
Di habitat aslinya, Burung Lovebird hidup diberbagai macam tempat. Mulai dari lubang yang mereka buat di pepohonan, sela bebatuan, hingga semak-semak.

Burung Lovebird yang tinggal di perkotaan biasanya akan tidur di atap-atap rumah warga ataupun gedung yang sudah tidak terpakai.

Kenal Lebih Dekat Keistimewaan Dari Burung Puyuh

Kenal Lebih Dekat Keistimewaan Dari Burung Puyuh

Jenisburungdunia.net – Burung Puyuh adalah hewan unggas yang memiliki ukuran badan kecil dan gemuk. Berbeda dengan burung lainnya, Burung Puyuh tidak membuat sarang di atas pohon namun bersarang di permukaan tanah.

Masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi mendengar burung puyuh. Burung yang telurnya biasa dimanfaatkan untuk berbisnis terutama bisnis kuliner. Telur burung buyuh selain memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, juga memiliki rasa yang lezat. Biasanya sebagai makanan pelengkap saat sarapan.

Burung puyuh merupakan salah satu dari sekian banyak jenis unggas di dunia. Meski dikategorikan sebagai burung, namun burung puyuh tergolong burung yang sulit terbang. Ukuran tubuh kecil dan gemuk dengan kaki yang pendek. Pada umumnya burung putuh berukuran panjang 19 cm, berbafan bulat, berekor pendek, memiliki paruh pendek dan kuat, serta berjari kaki sebanyak empat. Untuk warna, kebanyakan berwarna cokelat kemerahan atau coklat kekuningan dihiasi corak yang khas sesuai jenisnya.

Soal jenis burung puyuh, terdapat beberapa jenis, setidaknya ada empat jenis yang tersebar di dunia. Keempat jenis burung puyuh itu diantaranya puyuh jepang, puyuh batu, puyuh gonggong jawa, dan bobwhite. Khusus di Indonesia kebanyakan berjenis gonggong jawa dengan corak vairasi garis dan totol. Namun banyak juga ternak burung puyuh di Indonesia yang menggunakan burung puyuh jepang. Karena berbeda dengan spesies puyuh lainnya, burung puyuh jepang mampu menghasilkan sekitar 300 telur per tahun dengan bobot telur sekitar 10 gram per butirnya.

Pada dasarnya, burung puyuh memakan biji-bijian, namun juga sering ditemui burung puyuh memakan serangga dan mangsa lain yang berukuran kecil. Burung puyuh lebih banyak hidup di permukaan tanah, berkemampuan untuk lari, dan terbang dengan kecepatan tinggi meskipun dengan jarak tempuh yang pendek. Khusus burung puyuh jepang mampu terbang dengan jarak yang lebih jauh dibanding spesies puyuh lainnya.

Baca Juga : Jenis Burung Perkutut Yang Indah Adanya

Perbedaan antara burung puyuh jantan dengan betina dapat terlihat jelas. Burung puyuh jantan dewasa memiliki ukuran lebih kecil dibanding puyuh betina. Selain itu, pada dada puyuh jantan bulunya bewarna cokelat polos, sedangkan puyuh betina terdapat corak totol disekitar dadanya. Selain itu pada pangkal paruh puyuh jantan bewarna kemerahan, sedangkan betina hanya bewarna cokelat. Terakhir, ciri lainnya yaitu pada puyuh jantan terdapat benjolan di atas kloaka, dan jika ditekan akan mengeluarkan cairan putih seperti pasta dari kloaka. Umur dewasa burung puyuh jantan ditandai dengan mulainya berkokok, sedangkan pada puyuh betina ditandai dengan mulai produktinya bertelur.

Uniknya, burung yang memilik telur bercorak ini merupakan burung yang menyukai kebersihan. Burung puyuh aktif selalu menjaga bulunya tetap bersih pada siang maupun malam hari. Di alam liar, burung puyuh dapat bertahan hidup selama 3-5 tahun. Istimewanya lain dari burung ini juga memiliki daya tahan yang tinggi terhadap penyakit.

Usaha ternak burung puyuh memang menjanjikan, karena burung puyuh dalam sekali bertelur mampu menghasilkan 10-20 butir telur. Setelah kurang lebih satu tahun setengah, burung puyuh yang tidak produktif lagi dijual untuk dimanfaatkan dagingnya. Di Indonesia ternak burung puyuh telah dilakukan sejak tahun 1979.Saat ini, konsumsi daging dan telur putuh mulai banyak diminati masyarakat karena tinggi gizi dan kadar protein.