Burung Kicau Nokturnal

Burung Kicau Nokturnal

jenisburungdunia.net Ternyata ada loh jenis jenis burung yang aktif di malam hari dan memancarkan suaranya di malam hari. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Burung Kicau Nokturnal. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Burung Kicau Nokturnal

1. Northern Mockingbird
Unggas yang memiliki nama latin Mimus polyglottos ini banyak ditemui di daerah perkotaan di kawasan Amerika Utara. Tepatnya di negara-negara seperti Amerika Serikat, Meksiko bagian Utara, Bahama, Kepulauan Cayman, dan Kanada sebelah tenggara. Namun bila cuaca mulai berubah secara ekstrim, northern mockingbird akan bermigrasi ke daerah yang bersuhu lebih hangat.Tubuh hewan yang memiliki panjang sekitar 25-28 cm ini didominasi bulu yang berwarna abu-abu dan coklat. Pada sayap bagian bawah, terdapat warna putih yang akan terlihat seperti kilatan putih saat unggas ini terbang.Northern mockingbird suka menunjukkan kehadirannya. Maka tak heran kalau jenis burung kecil ini rajin berkicau, terutama pada malam hari. Ia bahkan mampu berkicau selama satu jam tanpa henti dengan volume suara yang terus meningkat pada tengah malam.

Usut punya usut, ternyata cara tersebut merupakan upaya untuk menunjukkan eksistensi dan batas wilayahnya. Jika jenis-jenis burung petarung menunjukkan kekuatannya dengan bertempur, northern mockingbird menunjukkannya dengan berkicau keras.Semakin nyaring dan kompleks kicauannya, menandakan semakin kuat pula tubuhnya. Karena itu jenis burung kecil yang rajin bunyi ini jarang sekali berkelahi dengan unggas lain. Sebab itu bukan cara mereka untuk menunjukkan kekuatan.Selain berkicau pada malam hari, keunikan northern mockingbird dibanding jenis-jenis burung kicau lainnya adalah kemampuannya untuk meniru. Tak cuma meniru suara burung, ia juga mampu meniru suara hewan lain, seperti kucing, anjing, katak, dan benda, contohnya alarm.

2. Eastern Whip-poor-will
Waduh nama unggas yang berasal dari kawasan Amerika Utara dan Amerika Tengah ini susah sekali disebut ya? Kesulitan tak hanya didapat saat menyebut nama sapaannya, tapi juga untuk mengenali kehadirannya. Kenapa?Karena ia memiliki warna tubuh berwarna coklat keabu-abuan yang menyerupai batang kayu dan daun. Ditambah bulunya yang bergelombang dan bercorak, ia semakin mirip dengan tumpukan daun yang gugur. Tak heran bila ia dikenal pintar menyamar.Sama seperti burung hantu, eastern whip-poor-will termasuk ke dalam kategori hewan nokturnal. Karena itu aktivitasnya kebanyakan dilakukan di malam hari, termasuk berkicau.

Baca Juga : Cara Merawat Lovebird Untuk Pemula

3.Black Bird
Unggas yang berwarna hitam ini sekilas mirip seperti gagak karena memiliki tubuh yang sama-sama berwarna hitam. Namun sebetulnya keduanya berbeda. Walau tergolong omnivora, blackbird tidak memakan daging seperti gagak.Ia lebih menyukai memangsa hewan-hewan kecil, seperti serangga, cacing tanah, dan buah-buahan. Karena itulah ia lebih memilih untuk tinggal di hutan daripada di wilayah perkotaan. Namun untuk beberapa kondisi, mereka lebih memilih untuk “mengudara” dekat pemukiman penduduk, khususnya saat musim dingin.

4. European Robin
Jenis burung kecil bersuara beesar, mungkin itulah julukan yang tepat diberikan pada unggas yang mudah ditemukan di kawasan Eropa dan Siberia ini. Kenapa dibilang kecil? Karena panjang tubuhnya maksimal hanya mencapai 14 cm saja.European Robin memiliki ciri tubuhnya didominasi dengan warna abu-abu. Lalu terdapat warna oranye di bagian dada dan wajahnya. Ciri lainnya adalah terdapat warna keputihan di bagian perut.Pada dasarnya, european robin adalah tipe diurnal, yaitu hewan yang beraktivitas di pagi hari. Namun seperti blackbird, ada kondisi-kondisi tertentu di mana jenis ini bisa bernyanyi lantang di tengah malam.

Pertama, yaitu ketika si jantan sedang “jaga rumah”. Jadi ketika musim dingin datang, jantan dan betina akan berpisah karena betina akan mencari tempat yang lebih hangat untuk mengerami telur.Di saat si betina sedang jauh dari rumah, si jantan akan bernyanyi untuk menunjukkan ke spesies lain bahwa tempat itu masih menjadi miliknya. Ia akan mengulangi nada yang ia nyanyikan di pagi hari satu jam menjelang matahari terbit sampai satu jam setelah matahari tenggelam.Kondisi lainnya di mana kamu bisa mendengar european robin menyanyi di malam hari adalah ketika ia berada di lingkungan perkotaan. Cahaya lampu membuatnya salah mengira bahwa malam adalah pagi hari. Hal tersebut disampaikan oleh ahli Biologi, Davide Dominoni pada BBC di tahun 2015.Ditambah lagi, suasana malam cenderung lebih tenang. Sehingga “pesan” yang ia sampaikan pada spesies unggas lain akan lebih mudah terdengar dibandingkan saat siang hari yang ramai dan bising.

Cara Merawat Lovebird Untuk Pemula

Cara Merawat Lovebird Untuk Pemula

jenisburungdunia.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Cara Merawat Lovebird Untuk Pemula, Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Cara Merawat Lovebird Untuk Pemula

Ingin memelihara lovebird tapi bingung cara memelihara dan menjaganya? Jangan khawatir, dalam artikel ini kamu bisa mendapatkan informasi mengenai cara merawat burung lovebird untuk pemula. Caranya pun sangat mudah dan sederhana, sehingga kamu tidak akan mengalami kesulitan dalam mempelajari perawatan burung ini.Lovebird adalah salah satu jenis unggas yang banyak diminati oleh para pecinta burung. Pasalnya, suara burung lovebird sangatlah merdu sehingga sering dilombakan. Oleh karena itu, jangan ragu-ragu lagi apabila ingin memelihara jenis unggas ini.

Hal-Hal Penting yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Memelihara Lovebirds
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum kamu memulai memelihara lovebird. Tapi tenang saja, karena persiapan sebelum memeliharanya tidaklah rumit. Berikut adalah beberapa contoh hal penting yang wajib kamu siapkan sebelum memutuskan memelihara lovebird.

1. Menyiapkan Kandang yang Luas
Tahukah kamu jika lovebird adalah burung yang sangat aktif? Oleh karena itu, ia membutuhkan kandang yang cukup luas untuk bermain dan terbang dengan bebas. Semakin luas kandang yang kamu siapkan, semakin nyaman pula ia tinggal di dalamnya.Sebelum kamu memutuskan untuk memelihara hewan ini, pastikan kamu telah menyiapkan kandang yang cukup luas untuknya. Ukuran kandang yang ideal adalah 45 cm x 45 cm. Selain itu, disarankan jarak antar palangnya tidak lebih dari 2cm untuk menghindari adanya cedera pada kakinya.

Baca Juga : Macam Macam Burung Mahal Peliharaan

2. Meletakkan Batang Pohon di Dalam Kandang
Jika kamu sudah menyiapkan kandangnya, jangan lupa untuk memberikan batang pohon di dalamnya. Fungsi dari batang pohon tersebut adalah sebagai tempat para burung untuk bertengger.Pastikan kamu telah menyediakan batang sebanyak 2 atau 3 buah dengan ukuran dan tekstur yang berbeda. Hal tersebut berguna untuk kenyamanan dan kesehatan kaki burung lovebird.Batang pohon yang digunakan harus cukup tebal untuk menopang burung dengan nyaman. Ketebalan dari batang pohon ini idealnya adalah sekitar 1,5 cm.

3. Menyiapkan Ruangan yang Tepat
Apabila kamu sudah siap dengan kedua hal di atas, saatnya memilih ruangan untuk kandangnya. Penentuan lokasi peletakan kandang sangatlah krusial.Lebih baik jangan meletakannya di dekat lantai, dekat jendela yang terbuka, atau tempat yang dingin. Hal tersebut dikarenakan unggas ini mudah merasa kedinginan dan terkena flu.Pilihlah tempat yang cukup hangat demi menjaga kesehatannya. Burung lovebird juga tidak menyukai asap dan bau yang menyengat. Jadi, jauhkanlah kandangnya dari dapur atau asap rokok, ya!

Macam Macam Burung Mahal Peliharaan

Macam Macam Burung Mahal Peliharaan

jenisburungdunia.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Macam Macam Burung Mahal Peliharaan. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Macam Macam Burung Mahal Peliharaan

1. Kenari Yorkshire
Sebenarnya, kenari yorkshire bukanlah jenis kenari yang lahir secara alami atau murni dari salah satu wilayah di utara Inggris. Namun, kenari yorkshire merupakan hasil dari persilangan kenari lancashire dan kenari belgia.Ketika dijual, harganya bisa mencapai 8 hingga 15 juta rupiah per satu ekornya. Namun, hal itu tidak menyurutkan keinginan pecinta kicauan untuk mengoleksi burung kecil berwarna cerah mencolok ini.Hal ini disebabkan karena adanya beberapa keistimewaan kenari yorkshire yang membuatnya selalu diminati pehobi kicauan. Beberapa di antaranya adalah tubuhnya yang besar dan berbentuk seperti wortel terbalik dengan perpaduan warna dari kuning, oranye, putih, merah kecokelatan, hingga cokelat terang.Sayangnya, jenis kenari yorkshire impor terhitung lumayan sulit untuk ditangkarkan karena gampang mati. Namun, kalau kamu berhasil menangkarkannya, kamu bisa meraup kesuksesan besar dari keberhasilanmu itu!

2. Cucak Rowo
Sejak zaman dahulu hingga sekarang, cucak rowo bisa dibilang merupakan salah satu jenis burung yang tidak pernah redup ketenarannya. Secara fisik, cucak rowo tidak memiliki penampilan yang menarik, namun dari segi kicauannya cucak rowo memiliki suara khas yang keras dan jernih seolah-olah menggema.Maka sangat wajar jika banyak sekali pecinta kicauan yang mengidamkan cucak rowo karena selain unik, harga jualnya juga jutaan rupiah. Tak jarang ada beberapa orang yang sampai download macam macam suara burung demi mendengarkan kicauan indahnya.Yang membuat cucak rowo memiliki harga jual yang mahal adalah karena penangkarannya yang terhitung tidak mudah. Cucak rowo harus benar benar mendapatkan perlakuan dan perawatan secara eksklusif agar tidak gampang stres.

Baca Juga : Macam Macam Burung Peliharaan Yang Mudah Jinak

3.Burung Murai Batu
Hewan yang disebut juga kurica hutan ini merupakan macam burung peliharaan yang tersebar di Pulau Sumatra. Ia menjadi primadona di dunia hobi kicau karena memiliki karakter suara yang merdu, menggema dan mengesankan. Bahkan, karena kelebihannya itu ia sempat mendapatkan penghargaan terbaik pada tahun 1947 dari Jean Delacour, seorang ahli ornitologi Amerika.Menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi para pemilik murai batu ini. Karena untuk sekarang, murai batu memiliki harga yang terus naik. Bahkan, untuk yang sudah berumur dan sudah sering mengikuti lomba, harganya bisa mencapai 10 juta rupiah.Gayanya yang ngotot dengan suara merdu dan lantang adalah modal utama murai batu. Ia juga termasuk dalam burung pintar karena mampu menirukan suara kicau lain yang ada di dekatnya.

4.Lovebird Parblue
Pesona burung kecil dengan suara keras yang satu ini hingga kini masih tetap eksis di kalangan pecinta kicauan. Semua itu terjadi karena harga jual dari lovebird ini selalu stabil. Bahkan, beberapa di antara jenisnya kini dipatok dengan harga yang cukup fantastis per ekornya.Salah satu jenis lovebird yang memiliki harga jual yang cukup tinggi adalah lovebird parblue. Salah satu dari macam macam burung peliharaan mahal ini harganya berkisar dari 3 hingga 5 juta rupiah per ekor.

Macam Macam Burung Peliharaan Yang Mudah Jinak

Macam Macam Burung Peliharaan Yang Mudah Jinak

jenisburungdunia.net. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Macam Macam Burung Peliharaan Yang Mudah Jinak. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Macam Macam Burung Peliharaan Yang Mudah Jinak

1. Lovebird
Unggas yang juga bisa disebut burung cinta ini memiliki bulu warna warni yang keindahannya pasti sangat disukai anak anak. Selain itu, ada banyak jenis lovebird yang bisa dioptimalkan kemampuannya untuk mengikuti lomba suara burung kicau atau kontes kecantikan.Sebagaimana namanya, hewan yang satu ini selalu hidup berdampingan dengan pasangannya dan bisa berkicau sepanjang waktu. Lovebird juga memiliki bentuk yang sangat cantik dan warnanya enak dilihat.Bahkan, jika kamu bisa pintar mengembangbiakannya, kamu bisa mendapatkan warna warna baru dan langka. Semakin langka warna lovebird, maka harga jualnya semakin tinggi.

2. Kenari
Macam macam burung peliharaan yang berikutnya ini termasuk pintar menirukan suara burung lainnya. Ukuran tubuhnya yang kecil sehingga tidak terlalu berbahaya untuk anak anak dan keluarga menjadikannya cocok sekali dijadikan peliharaan di rumah.Untuk perawatannya sendiri juga tidak memerlukan cara cara yang rumit dan merepotkan. Cukup memberikan pakan harian, minum, dijemur, dan bersihkan sangkarnya, sudah cukup untuk membuat kenari bahagia.Terlebih, suara kenari itu sangat merdu sehingga keluarga dan anak anak di rumah pasti senang memeliharanya. Ditambah lagi jenisnya ada banyak dan berwarna warni yang mencolok dan menarik perhatian.

3. Parkit
Hewan yang satu ini tidak terlalu jauh berbeda dari lovebird, terutama ukuran tubuh dan warna cerahnya yang mirip sekali. Secara fisik, yang membedakan keduanya hanyalah corak bulunya. Tidak seperti lovebird, parkit memiliki garis-garis hitam di sekitar kepala dan punggungnya.Perbedaan lainnya yang cukup mencolok terletak pada suara kicauannya. Suara parkit terdengar khas seperti crecetan sedangkan lovebird terkenal dengan suara kekek panjangnya.Meskipun begitu, kalau parkit sudah jinak, ia bisa juga dilatih dan diajak bermain di luar sangkar. Tentu saja hal ini akan membuat anak-anak semakin senang memeliharanya.

Baca Juga : Macam Macam Burung Peliharaan Yang Cerdas

4. Cockatiel
Kamu mungkin lebih mengenali hewan peliharaan yang satu ini dengan nama falk, palek, parkit australia, werio, atau bahkan kakatua mini. Nama manapun yang kamu kenal, cockatiel cocok sekali sebagai hewan peliharaan karena kejinakannya yang sudah tidak perlu diragukan lagi.Cockatiel termasuk dalam jenis unggas yang mudah jinak dengan manusia. Jika dilatih dengan benar, ia bisa melakukan trik-trik yang menarik. Bahkan, Cockatiel bisa dengan mudah dilatih untuk melakukan berbagai atraksi ketangkasan layaknya hewan di tempat sirkus.Tak hanya tingkahnya yang pintar, kemampuannya dalam meniru suara manusia dan burung lainnya juga terhitung luar biasa. Ia juga bisa menirukan suara komputer yang baru menyala, suara microwave, atau bahkan suara bel.

5. Pacific Parrotlet
Macam macam burung peliharaan yang akan dibahas selanjutnya adalah pacific parrotlet. Jenis ini merupakan burung paruh bengkok yang pintar, kepo atau penuh ingin tahu. Terkadang, ia bahkan terhitung cukup agresif mengejar sesuatu yang mereka anggap menarik.Meskipun begitu, pacific parrotlet juga mudah dilatih dan sangat jinak dengan manusia. Bahkan, ia bisa diajak bermain dengan anak anak sekalipun.Sayangnya, pacific parrotlet agak kurang digemari di Indonesia. Alasannya adalah karena warna bulunya yang kurang menarik jika dibandingkan dengan lovebird, juga harganya terhitung jauh lebih mahal.

Macam Macam Burung Peliharaan Yang Cerdas

Macam Macam Burung Peliharaan Yang Cerdas

jenisburungdunia.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Macam Macam Burung Peliharaan Yang Cerdas. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Macam Macam Burung Peliharaan Yang Cerdas

1. Jalak
Secara fisik, bentuk burung peliharaan yang satu ini memang tak begitu indah. Tapi jika sudah terpelihara dan terlatih dengan baik, ia bisa mengeluarkan suara yang sangat bagus.Bahkan, burung ini sangat kaya akan kicauan dan mampu menyanyi dalam berbagai suara dan lagu. Untuk mengajarinya bernyanyi pun terhitung mudah. Hingga akhirnya banyak orang yang ingin memelihara jalak karena kecerdasannya.

Ada beberapa macam jalak hidup di tanah air kita. Di antaranya adalah jalak suren alias jalak kuning, jalak abu abu, jalak sungu, jalak hitam, jalak sulawesi, jalak putih, dan jalak bali.Salah satu jenis jalak yang cantik bulunya adalah jalak bali. Bulu badannya berwarna putih bersih dengan sedikit hitam pada ujung ekor dan sayapnya. Kepalanya berjambul dengan warna putih.Jika burung jalak tengah berkumpul atau dikumpulkan pada satu tempat, kicauannya akan terdengar sangat gaduh. Meskipun begitu, kicauan tersebut sangat indah didengar.

2. Kakatua
Kakatua termasuk dalam macam macam burung peliharaan cerdas yang sangat disukai. Hal ini dikarenakan, kakatua mampu menirukan kata apa saja yang diucapkan manusia bila sudah terlatih dengan baik.Kakatua memiliki 4 buah jari, dua menghadap ke depan dan dua lainnya menghadap ke belakang. Paruhnya kuat, tebal, dan mengait. Badannya dan lehernya pendek, lidahnya tebal, dan kepalanya besar.Beberapa jenis yang banyak dipelihara adalah kakatua alba, kakatua jambul kesumba, kakatua jambul kuning, kakatua raja, dan kakatua putih kecil.

3. Murai Batu
Salah satu dari macam macam burung peliharaan ini paling banyak diminati oleh para pehobi kicauan. Selain suaranya yang keras, bunyi kicaunya yang unik dan bisa menirukan suara orang di sekitarnya seringkali membuat pecintanya terpesona. Apalagi murai batu terhitung cukup mudah untuk dilatih kicauannya.Murai batu sendiri sebenarnya merupakan salah satu dari sekian banyak burung berkicau yang berasal dari Indonesia. Jenisnya pun sangat beragam mulai dari murai batu medan, nias, aceh, dan murai borneo.

Baca Juga : Cucak Rawa Burung Kicau Mudah Depresi

Sayangnya, akibat banyaknya perburuan liar dan rusaknya lingkungan habitat aslinya, sekarang murai batu termasuk dalam salah satu burung yang hampir mengalami kepunahan. Karena hal itulah kini keberadaan murai batu di alam liar sangat dilindungi oleh pemerintah Indonesia. Semua itu tentunya dilakukan untuk menjaga jumlah populasinya agar kembali naik.Salah satu jenis murai batu yang sangat dicari sebagai koleksi atau untuk ditangkarkan adalah jenis murai batu dari Medan. Hal ini dikarenakan murai batu tersebut memiliki bentuk yang menawan dengan ekor yang sangat panjang.

4. Beo
Beo memiliki nama ilmiah Gracula religiosa. Burung peliharaan ini memiliki beberapa panggilan lain, di antaranya adalah tiung atau menco.Bagi kebanyakan orang, beo merupakan hewan peliharaan yang paling menarik karena pandai menirukan bunyi apa saja yang baru didengarnya atau sengaja diperdengarkan kepadanya. Mulai dari bunyi siulan, nyanyian, seruan, teriakan, panggilan nama seseorang, dan lain-lain.Beo juga sangat mudah dipelihara dan cepat mengenal pemiliknya. Sehingga kamu tidak akan kerepotan atau kebingungan dengan cara merawatnya.

Secara fisik, beo tidak memiliki penampilan yang terlihat keren atau menarik. Bulunya berwarna hitam, paruhnya kuning kemerah merahan, dan kepala berbulu pendek dengan gembel kuning di belakang matanya.Di Indonesia sendiri, ada banyak jenis beo yang bisa dipelihara. Di antaranya adalah beo maluku, beo jawa, beo enggano, beo mentawai, dan beo nias. Biasanya, jenis beo nias lah yang paling banyak dipelihara sebagai burung sangkar, karena termasuk jenis beo yang paling pintar.

Cucak Rawa Burung Kicau Mudah Depresi

Cucak Rawa Burung Kicau Mudah Depresi

jenisburungdunia.net Burung yang kicauannya bisa membuat stress ini penuh dengan infame,namanya menjadi bagian dari lirik lagu tradisional. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Cucak Rawa Burung Kicau Mudah Depresi. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Cucak Rawa Burung Kicau Mudah Depresi

Banyak jenis burung yang dipelihara karena keindahan warna bulunya dan ada juga yang dipelihara untuk didengarkan kicauannya. Diantara banyaknya jenis burung kicauan, burung cucak rawa merupakan salah satu burung kicauan yang populer di kalangan masyarakat umum. Burung ini pun menginspirasi sebuah lagu yang populer dinyanyikan oleh penyayi campursari Didi Kempot.Cucak rawa (Pycnonotus zeylanicus) merupakan burung kicau bernilai ekonomi tinggi. Walaupun sosoknya kurang menarik, burung ini memiliki kicauan yang merdu. Di wilayah Jawa Barat burung cucak rawa dikenal dengan nama cangkurawah, sedangkan di Sumatera dan Melayu disebut sebagai barau-barau. Dalam penamaan bahasa Inggris burung ini disebut Straw-headed Bulbul.

Cucak rawa banyak tersebar di Indonesia. Di pulau Jawa, burung ini sudah sangat jauh menyusut populasinya karena perburuan yang ramai sejak tahun 80-an. Burung-burung yang diperdagangkan di Jawa kebanyakan didatangkan dari Sumatera dan Kalimantan. Di sepanjang wilayah Batang Bungo, Jambi, populasi burung kicau ini terus mengalami penurunan (Gunawan, 2013).Salah satu penyebab menurunnya populasi cucak rawa dikarenakan rusaknya ekosistem hutan dan habitat alaminya. Burung ini bisa menjadi langka di alam dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi kepunahan bila tidak ada upaya pelestarian yang tepat dan berkelanjutan.IUCN pada tahun 2014 menyatakan cucak rawa dalam status rentan (vulnerable). Sedangkan pada tahun 1998, Convention on International Trade in Endangered Species of wild fauna and flora (CITES) menyatakan cucak rawa termasuk dalam kategori Appendix II yaitu jenis burung yang perlu diatur dan dibatasi perdagangannya, serta perdagannya hanya diperbolehkan dari hasil penangkaran (breeding).

Secara morfologi, burung ini berukuran sedang dengan panjang tubuh total mulai dari ujung paruh hingga ujung ekor yaitu sekitar 28 cm. Sisi atas kepala dan penutup telinganya memiliki warna jingga atau kuning pucat. Iris matanya berwarna kemerahan. Paruhnya berwarna hitam dan kakinya coklat gelap. Bagian sayap dan ekor berwarna kehijauan atau hijau coklat zaitun.Berdasarkan karakternya, cucak rawa tergolong ke dalam burung semi fighter atau bukan burung petarung murni. Burung ini termasuk burung yang sulit beradaptasi pada lingkungan yang baru. Disamping itu, burung ini mudah kaget apabila disekitarnya ada sesuatu yang mengganggu ketenangannya. Mereka memiliki tingkat stres yang tinggi, bahkan dalam kondisi tertentu burung ini mudah panik dan stres apabila merasa terancam. Istimewanya, burung ini akan menjadi jinak ketika diberikan perlakuan dan perawatan yang baik oleh manusia.

Baca Juga : Bertambah 6 Jenis Burung Di 2019

Pada tanggal 29 Juni 2018, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya telah menandatangani Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Pada peraturan baru ini terdapat 921 jenis tumbuhan dan satwa dalam status dilindungi, termasuk diantaranya 563 jenis burung. Berdasarkan lampiran tersebut, burung jalak suren (Gracupica jalla), kucica hutan atau dikenal juga sebagai murai batu (Kittacincla malabarica), dan cucak rawa ditetapkan sebagai jenis burung yang dilindungi. Namun baru dua bulan Permen LHK 20/2018 ini berjalan, lampiran dalam peraturan tersebut direvisi melalui Permen LHK 92/2018 dan mengeluarkan murai batu, cucak rawa, jalak suren, anis bentet kecil dan anis bentet sangihe dari daftar jenis burung yang dilindungi.

Bertambah 6 Jenis Burung Di 2019

Bertambah 6 Jenis Burung Di 2019

jenisburungdunia.net Di tahun 2019 kemarin penuh dengan banyak kejutan salah satunya adalah bertambahnya jenis burung di Indonesia . Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Bertambah 6 Jenis Burung Di 2019, Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Bertambah 6 Jenis Burung Di 2019

Awal tahun 2019 ini keanekaragaman hayati Indonesia patut bergembira. Jumlah jenis burung di Indonesia dikabarkan bertambah enam jenis. Penambahan ini menjadikan jumlah burung di Indonesia meningkat menjadi 1.777 jenis yang mencakup jenis burung penetap maupun migran yang berkunjung ke wilayah Indonesia setiap tahunnya.Biodiversity Conservation Specialist dari Burung Indonesia, Ferry Hasudungan, mengatakan bahwa penambahan ini berasal dari adanya perubahan taksonomi dan juga catatan baru untuk Indonesia. Dari penambahan enam jenis burung ini, tiga diantaranya merupakan burung imigrasi dan tiga jenis lainnya diperoleh dari perubahan taksonomi.“Tiga yang berimigrasi ada burung perancah eurasian oystercatcher (Haematopus ostralegus), burung sikatan zappey’s flycatcher (Cyanoptila cumatilis), dan kedidi paruh-sendok (Calidris pygmaea) yang sebelumnya hanya ditemukan di Singapura dan Malaysia bagian Selatan. Sedangkan tiga jenis lainnya hasil dari perubahan taksonomi ialah poksai kepala-botak (Garrulax calvus), sikatan-burik Sulawesi (Muscicapa sodhii), dan cikrak rote (Phylloscopus rotiensis),” ujar Ferry saat dihubungi Greeners melalui telepon pada Sabtu, (02/03/2019)

Ferry mengatakan dari enam jenis burung ini dua jenis sudah memasuki status Critical Danger, yakni kedidi paruh-sendok. Tidak hanya itu, dari keseluruhan 1.777 jenis burung di Indonesia 168 jenis burung dinyatakan terancam punah.Berdasarkan hasil kajian Burung Indonesia yang dilakukan hingga akhir 2018 jenis burung yang terancam punah berjumlah 163 jenis. Tahun 2019 ini, jumlah tersebut menjadi 168 jenis, di mana 30 jenis dinyatakan berstatus Kritis oleh badan konservasi dunia IUCN, status terakhir sebelumnya dinyatakan punah di alam. Selain itu 44 jenis dinyatakan berstatus Genting dan 94 jenis berstatus Rentan punah di alam.

“Meningkatnya keterancaman kepunahan ini disebabkan oleh dua faktor. Pertama, perburuan yang masih marak terjadi dengan tren meningkat dari tahun ke tahun, khususnya untuk burung kicau. Kedua, akibat hilangnya habitat untuk burung-burung ini karena yang tadinya banyak pohon untuk bersarang atau berkembang biak kini pohon itu semakin sedikit yang di mana kesempatan berkembang biak semakin berkurang,” ujar Ferry.

Baca Juga : Kediri Dan Koleki Burungnya

Ferry mengatakan, dari ribuan jenis burung yang tercatat di Indonesia, 557 jenis di antaranya telah dilindungi oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 tahun 2018. Sayangnya, dari 14 jenis burung yang status keterancamannya meningkat pada 2018, ada empat jenis yang belum mendapatkan status perlindungan dari pemerintah. Ini terjadi pada perenjak jawa (Prinia familiaris), poksai mantel (Garrulax palliatus), dan cucak rawa (Pycnonotus zeylanicus). Sedangkan jenis baru cikrak rote (Phylloscopus rotiensis), status keterancamannya saat ini belum dievaluasi.

“Harapannya ke depan pemerintah bisa lebih peduli kepada satwa burung ini terutama kebijakan untuk melindungi burung yang sudah terancam punah. Apalagi cucak rawa karena sebelumnya sudah dimasukkan ke dalam Permen 92/2018 tapi dikeluarkan kembali dengan alasan pemasukan ekonomi untuk negara,” katanya.

Kediri Dan Koleki Burungnya

Kediri Dan Koleki Burungnya

jenisburungdunia.net Salah satu daerah di Indonesia yang mempunyai beberapa jenis endemik burung yang tidak kecil jumlahnya,Kediri. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Kediri Dan Koleki Burungnya. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Kediri Dan Koleki Burungnya

Organisasi perlindungan hutan dan satwa liar Profauna Indonesia berhasil mengidentifikasi 38 jenis burung yang berada di area hutan afdeling Damarwulan, Kabupaten Kediri pada pertengahan bulan Maret 2018. Dari jumlah itu, dijumpai 11 jenis burung masuk kategori satwa yang dilindungi.Ketua Profauna Indonesia Rosek Nursahid menjelaskan, 11 jenis burung yang masuk kategori satwa dilindungi adalah paok pancawarna (Pitta guajana), cekakak sungai (Todhiramphus chloris), cekakak jawa (Halcyon cyanoventris), cekakak batu (Lacedo pulchella), madu sriganti (Nectarinia jugularis), takur tenggeret (Psilopogon australis), takur tohtor (Psilopogon armillaris), takur tulung tumpuk (Psilopogon javensis), takur ungkut ungkut (Psilopogon haemacepahala), elang bido (Spilornos cheela) dan elang hitam (Ictinaetus malayensis).“Jenis burung lainnya seperti bubut alang-alang (Centropos bengalensis), jingjing batu (Hemipus hirundinaceus), kadalan kembang (Phaenicophaeus javanicus), dan serindit jawa (Loriculus pusillus), juga menghuni hutan ini,” kata Rosek, dalam rilisnya, Senin (26/3/2018)

Juru kampanye Profauna Indonesia, Erik Yanuar menambahkan, terdatanya puluhan jenis burung tersebut sangat menggembirakan sebab beberapa jenis burung yang diidentifikasi sudah jarang ditemukan di alam Jawa Timur, seperti serindit jawa dan paok pancawarna. “Kedua jenis burung ini termasuk jenis yang masih sering diperdagangkan di pasar burung,” ujar Erik.Burung paok pancawarna sendiri, kata Erik, sebetulnya sudah termasuk daftar jenis satwa liar yang dilindungi, tapi masih banyak diperdagangkan di pasar-pasar burung karena keindahan warna bulunya.Keberadaan serindit jawa yang masuk termasuk keluarga burung nuri kecil memang semakin jarang ditemui di alam liar di Jawa Timur. Bahkan, Rosek yang sudah melakukan pengamatan satwa liar di alam sejak tahun 1994 mengatakan kalau perjumpaannya dengan burung ini di Hutan Damarwulan Kediri merupakan perjumpaan pertama kali di alam setelah terkahir kali menjumpainya 10 tahun yang lalu di daerah Malang selatan.

Baca Juga : Bertambahnya Jenis Burung Endemis Indonesia

Menurut Rosek, penangkapan burung di alam untuk diperdagangkan menjadi pemicu semakin langkanya berbagai jenis burung di habitat alaminya. Burung-burung yang dulu umum dijumpai kini semakin jarang, misalnya burung kacamata, bentet dan prenjak.Profauna Indonesia rutin mendata satwa liar di alam dengan program Wild Animals Watching (WAW). Hampir setiap bulan kegiatan ini dilakukan bersama pendukung Profauna di berbagai daerah. “Harapannya bisa memupuk rasa cinta satwa liar yang hidup di alam bebas dan bisa memberikan sumbangsih informasi bagi upaya pelestarian satwa liar itu,” kata Rosek menutup pembicaraan.

Bertambahnya Jenis Burung Endemis Indonesia

Bertambahnya Jenis Burung Endemis Indonesia

jenisburungdunia.net Luasnya wilayah nusantara ini dengan banyaknya persebaran flora dan fauna membuat siapapun tidak akan heran apabila masih ada beberapa yang belum kita temukan. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Bertambahnya Jenis Burung Endemis Indonesia. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Bertambahnya Jenis Burung Endemis Indonesia

Alam Indonesia yang kaya menyimpan keragaman hayati yang luar biasa. Spesies burung yang ditemukan di negara dengan hutan hujan tropis ketiga terluas di dunia ini diketahui bertambah jumlahnya pada tahun ini.Data Burung Indonesia menyatakan pada tahun 2017 terdapat 1.769 jenis burung yang teridentifikasi setelah sebelumnya tercatat 1.672 jenis. Hingga pertengahan tahun 2018 ini, jumlah burung yang teridentifikasi bertambah dua jenis, salah satunya merupakan jenis endemis Indonesia. Maka, jumlah jenis burung di Indonesia saat ini menjadi 1.771 jenis.Kepala Komunikasi dan Pengembangan Kelembagaan Burung Indonesia, Ria Saryanthi mengatakan, salah satu jenis burung yang bertambah yaitu myzomela rote (Myzomela irianawidodoae), burung endemis Pulau Rote di kawasan Nusa Tenggara Timur yang dideskripsikan oleh LIPI pada tahun 2017. Burung ini termasuk dalam famili Meliphagidae yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999. Pengidentifikasian burung ini juga menambah jumlah jenis burung yang dilindungi menjadi 436 jenis dari sebelumnya 435 jenis.Jenis burung endemis Indonesia lainnya yang teridentifikasi adalah paok papua (Erythropitta macklotii). Baik Myzomela irianawidodoae maupun paok papua, keberhasilan mengidentifikasi keduanya telah menambah jumlah jenis burung yang khas atau endemis Indonesia menjadi 513 jenis.

Sementara itu, Daftar Merah Badan Konservasi Dunia (IUCN Red List), status burung terancam punah secara global yang tercatat di Indonesia mangalami sedikit perubahan. Terdapat tiga jenis burung yang status keterancamannya kini meningkat.Ketiga jenis burung tersebut, yaitu dara-laut aleutian atau dara-laut alaska (Onychoprion aleuticus) yang sebelumnya berisiko rendah terhadap kepunahan (Least Concern/LC) menjadi rentan (Vulnerable/VU); myzomela bacan (Myzomela batjanensis) yang sebelumnya berstatus mendekati terancam punah (Near Threatened/NT) menjadi rentan; dan punggok sumba (Ninox sumbaensis) yang sebelumnya berstatus mendekati terancam punah kini meningkat tajam menjadi genting (Endangered/EN).

Baca Juga : Weris Si Cantik Dari Tanah Minahasa

Terhadap kondisi ini, Spesialis Konservasi Keanekaragaman Hayati Burung Indonesia, Ferry Hasudungan mengatakan bahwa jumlah jenis burung di Indonesia dapat terus bertambah dengan adanya penelitian-penelitian yang semakin intensif di lakukan di masa depan.“Jika alam Indonesia yang merupakan habitat burung terus-menerus dirusak, maka bukan tidak mungkin banyak jenis burung akan punah bahkan sebelum ditemukan. Terlebih yang sekarang ada dan sudah ditemukan pun nantinya anak cucu kita mungkin tidak akan pernah sempat mengenalnya dan hanya bisa mengetahuinya dari literatur-literatur akademis,” kata Ferry, Selasa (19/06/2018).

Kajian yang diterbitkan jurnal Nature Climate Change pada 2014 memperkirakan pada tahun 2012 lalu hutan primer di Indonesia telah hilang sebanyak 840.000 hektar. Jumlah ini merupakan yang tertinggi dibandingkan negara-negara lain, bahkan melampaui Brazil yang kehilangan 460.000 hektar hutannya. Sebagai informasi, luas hutan Amazon di Brazil sekitar empat kali luas hutan di Indonesia.Keberadaan hutan sangat terkait dengan kehidupan dan keberlangsungan berbagai jenis burung. Hal ini dikarenakan hutan merupakan tempat burung bersarang, hidup, berlindung dan bereproduksi. Kerusakan hutan akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan bertahan hidup burung-burung yang ada.Jasa lingkungan yang diberikan burung kepada manusia tidaklah sedikit. Burung menjadi agen pengendali berbagai jenis hama, melakukan penyerbukan berbagai tanaman, dan juga menyebarkan biji-bijian yang kemudian tumbuh menjadi tumbuh-tumbuhan di hutan dan alam liar. Oleh karena itu, terancamnya populasi burung dapat juga memperburuk kualitas hidup satwa-satwa lain dan keanekaragaman hayati pada umumnya.

Weris Si Cantik Dari Tanah Minahasa

Weris Si Cantik Dari Tanah Minahasa

jenisburungdunia.net Salah satu jenis burung yang menawan adalah burung yang satu ini mempunyai cirikhasnya tersendiri.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Weris Si Cantik Dari Tanah Minahasa Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Weris Si Cantik Dari Tanah Minahasa

Jenis burung yang terkenal di daerah Sulawesi Utara, khususnya di bagian utara adalah burung mandar. Burung mandar atau burung weris telah lama dikenal oleh masyarakat, khususnya masyarakat Minahasa dan Kota Kotamobagu.Burung weris merupakan burung yang masuk dalam keluarga Rallidae yaitu keluarga burung yang memiliki ukuran tubuh kecil hingga menengah. Habitat umum dari burung ini adalah rawa dekat sungai atau danau. Burung weris biasanya berkembang biak di daerah yang bervegetasi padat.Pada umumnya, Rallidae adalah omnivora. Banyak spesies dari family Rallidae yang memakan invertebrata, buah-buahan, biji-bijian, dan hanya sedikit yang bersifat herbivora. Perilaku berkembang biak famili ini sulit diketahui apakah monogami, poligami, atau poliandri.

Kebanyakan spesies ini jumlah telurnya 5-10 butir, namun ada juga burung yang bertelur hanya 1 butir, bahkan ada yang bertelur sampai 15 butir. Telur dalam satu sarang tidak selamanya menetas dalam jangka waktu bersamaan dan biasanya anak akan bergantung pada induknya sampai kurang lebih 1 bulan.Burung weris memiliki panjang sayap 129-144 mm, tarsus 39-46 mm, ekor 65-68 mm, dan panjang paruh 27-33 mm ( Allen et al. 2004). Ukuran panjang badannya adalah 28-33 cm, memiliki alis berwarna abu-abu pucat yang panjang, bagian atas kepala berbintik putih (Coates dan Bishop 1997).Banyak dari famili ini yang akrab dengan tanah basah, dan juga daratan, kecuali padang tandus, dan wilayah kutub. Burung ini menyenangi daerah lembap atau lahan basah, seperti daerah dekat sungai, rawa, atau danau dengan vegetasi lebat. Beberapa spesies dari famili Rallidae hidup dalam berbagai jenis hutan, dari daerah dataran rendah sampai daerah dataran tinggi.

Baca Juga : Burung Perenang Burung Belibis

Burung weris (Gallirallus philippensis) dikenal dengan nama mandar padi kalung kuning. Daerah penyebarannya meliputi Filipina, Indonesia, New Guinea, Australia, dan Selandia Baru yang dikenal sebagai “Buff Banded Rail” (Allen et al., 2004). Burung G. philippensis dianggap sangat rentan terhadap kepunahan. Dari 20 spesies genus Galliralus yang masih ada hanya dua yang dianggap tidak terancam, salah satunya adalah G. philippensis.Sebagian besar anggota genus Gallirallus adalah spesies kepulauan, beberapa di antaranya dikategorikan endemik dan masuk klasifikasi endangered dan extinct, karena tingginya gangguan dari predator seperti ular, kadal, anjing, kucing serta adanya degradasi habitat akibat aktivitas manusia. Menurut data dari IUCN (2012) G. philippensis masuk dalam kriteria least concern (LC) atau belum mengkhawatirkan.Mengutip dari Jurnal zootek (2014), diduga populasi atau keberadaan burung ini di alam mengalami penurunan. Faktor perburuan oleh manusia maupun predator hewan liar lain, menjadi penyebab utama berkurangnya burung weris yang ada di alam. Daging burung weris banyak dikonsumsi, khususnya pada acara-acara syukuran atau adat Minahasa. Selain itu juga daging burung weris masih sering ditemui di beberapa pasar-pasar tradisional, baik di Minahasa maupun di Kota Kotamobagu.