Burung Perenang Burung Belibis

Burung Perenang Burung Belibis

jenisburungdunia.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Burung Perenang Burung Belibis. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Burung Perenang Burung Belibis

Sekilas hewan ini memiliki bentuk menyerupai bebek atau itik, namun nyatanya hewan ini sejenis burung air. Namanya tidak asing karena dijadikan merek dagang salah satu saos yang terkenal di negeri ini. Hewan ini bernama Belibis atau nama ilmiahnya Dendrocygna.Burung belibis di Indonesia mempunyai nilai ekonomi karena dagingnya dapat dikonsumsi. Dalam artikel Kompas (2009) melaporkan bahwa perburuan burung belibis di daerah pedalaman Mahakam, Kalimantan Timur, kerap terjadi. Hal ini disebabkan karena permintaan dagingnya dari pedagang yang tinggi. Dampak langsung dari terancamnya kelestarian burung belibis ini akan dirasakan masyarakat Mahakam, Kalimantan Timur, mengingat burung ini berfungsi sebagai motor produktifitas danau Mahakam dengan menyebarkan biji-biji rumput serta berkontribusi memberikan nutrisi (kotoran) terhadap ikan.Kasus terancamnya kelestarian burung belibis tidak hanya terjadi di daerah pedalaman Mahakam, Kalimantan Timur. Berdasarkan Pusat Penelitian Biologi LIPI & World Agroforestry Centre-ICRAF (2005), di wilayah Lawowoi, Sulawesi Selatan, burung belibis ditangkap dengan rangkaian jerat rotan yang dilengkapi dengan pikat. Setiap malam ratusan ekor belibis tertangkap, kemudian pagi harinya dijual di rumah makan dengan nama cuwiwi.

Di Indonesia burung belibis terdiri dari dua jenis yaitu burung belibis kembang (Dendrocygna arcuata) dan burung belibis batu (Dendrocygna javanica). Perbedaan mencolok dari kedua jenis ini adalah belibis batu memiliki warna bulu coklat kemerahan, tidak ada warna hitam dan putih pada bulu tepi, juga berukuran lebih kecil dibandingkan belibis kembang. Sedangkan belibis kembang memiliki ciri-ciri dengan bulu berwarna kecoklat-coklatan dan berukuran sedikit lebih besar.Belibis kembang bisa dijumpai mencari mangsa di daerah tambak dekat pantai, di rawa-rawa dan juga di daerah sekitar danau yang terdekat di pegunungan. Pola sebaran burung belibis hampir meliputi seluruh daerah Asia Tenggara, Cina Selatan hingga ke India. Belibis menyukai binatang-binatang kecil yang hidup di air, tanaman air dan juga biji-bijian sebagai makanannya.

Baca Juga : Cucak Rawa Burung Kicauan Yang Mudah Stress

Secara morfologi, belibis Dendrocygna arcuata mempunyai leher yang agak panjang dan kecil, sedangkan paruh dan kakinya berwarna hitam. Pergerakannya saat berjalan sangat lambat, namun sangat cepat saat berada di air. Kemampuannya berenang di air disebabkan karena burung belibis termasuk burung yang memiliki kaki berselaput dan jarang untuk terbang.Burung ini memang jarang terbang, namun sekalinya terbang mereka mampu terbang jauh. Biasanya belibis kembang terbang dengan kelompok dengan susunan khusus sambil mengeluarkan suara seperti siulan. Karena belibis ini pandai bersiul, orang Inggris menyebutnya “Wandering Whistling Duck” atau Itik Bersiul.Sebuah sarang belibis kembang dapat berisi telur sampai sebanyak 9 butir. Anaknya seperti anak-anak itik peliharaan, sehari setelah ditetaskan sudah pandai berenang beriringan meninggalkan sarang bersama induknya mencari makan. Belibis kembang dikenal sebagai burung pengembara yang suka berpindah-pindah tempat. Kalau sedang berpindah tempat, tidak jarang mereka terbang pada malam hari, tinggi di angkasa gelap (Mahardjo et al, 1976). Apa maksud mereka terbang di malam hari, hanya mereka yang tahu.

Dalam katagori IUCN (International Union for Consevation of Nature), baik burung belibis kembang dan belibis batu digolongkan kedalam golongan least concern atau dengan kata lain burung tersebut tidak berada dalam ambang batas kepunahan. Meski demikian upaya konservasi spesies ini sangat penting untuk dilakukan.Memburuknya habitat perkembangbiakan serta banyaknya belibis yang ditangkap menyebabkan populasi jenis ini semakin menurun. Hal ini juga terlihat jelas dari semakin turunnya hasil tangkapan harian. Jika tidak dikelola dengan baik dikhawatirkan populasi burung ini akan semakin langka mendekati punah.

Beberapa Burung dari Rusia Ini Pernah Bermigrasi ke Indonesia

Beberapa Burung dari Rusia Ini Pernah Bermigrasi ke Indonesia

Jenisburungdunia.net – Bukan lagi hal yang aneh lagi jika gelombang migrasi semakin tinggi akhir-akhir ini, terutama di Indonesia. Pantai Cemara adalah salah satu tempat migrasi favorit bagi burung-burung dari Rusia. Seperti apakah klasifikasi spesies tersebut?

Kondisi alam Rusia yang beragam menjadi habitat berbagai jenis fauna.

Siapa sangka, udara dingin di sana justru disukai aneka satwa. Terutama di kawasan Timur Jauh Rusia, yang terletak di antara Danau Baikal dan Samudera Pasifik. Lebih dari 300 spesies burung mendiami wilayah ini. Dilihat dari bentang alamnya, Timur Jauh Rusia mirip dengan Indonesia bagian timur. Tak mengherankan, banyak burung Rusia yang bermigrasi ke daerah ini. Pantai berpasir, lautan luas, hutan belantara, dan padang rumput, merupakan karakteristik yang disukai kelompok satwa tersebut.

Peristiwa migrasi burung asal Rusia juga terjadi di Pantai Cemara, Jambi. Anda akan menemukan beragam jenis burung khas Timur Jauh Rusia. Mereka berkumpul, terbang, dan mencari makan di sepanjang garis pantai. Fenomena itu bisa disaksikan setiap tahun. Namun, belakangan ini, jumlah yang berpindah semakin banyak. Mungkin, akibat dari pengaruh pemanasan global. Nah, burung apa saja yang bermigrasi dari Rusia ke Indonesia? Berikut ulasannya.

Camar Artik

Burung camar artik berasal dari belahan bumi utara, salah satunya Rusia. Satwa ini kerap bermigrasi ketika musim dingin untuk mencari makanan. Mereka berpindah hingga 18.000 km.

Burung ini mudah ditemukan di perairan Indonesia bagian timur. Mereka menangkap ikan dengan kedua cakarnya. Tangkapan itu sangat akurat sehingga sering dijadikan indikator bagi nelayan. Tempat burung camar ini berpijak, pasti banyak ikannya. Camar artik menjadikan relief alam sebagai petunjuk jalur migrasinya. Setiap tahun, mereka akan bermigrasi di jalur yang sama. Burung-burung ini kembali ke habitatnya menjelang musim panas.

Burung Bangau Rusia

Burung Bangau Rusia berhabitat di Yakutia dan Yamal. Mereka tidak suka hidup bersama manusia. Sering kali menghindar dengan memberikan pertanda berupa jeritan panjang. Ciri fisik burung ini antara lain, berbulu putih, kaki merah, dan memiliki paruh panjang. Seluruh bagian paruhnya berwarna merah muda dengan ujung lancip. Gemar bermigrasi ke daerah rawa, tepi sungai, atau pantai yang banyak ikannya.

Baca Juga : Mengenal Karakter Dasar Dari Burung Kenari

Trinil Nordman

Ukuran tubuhnya tergolong minimalis, sekitar 20-30 cm. Berbulu putih di bagian leher hingga perut, sedangkan punggungnya memiliki bintik cokelat. Paruh dan kakinya berwarna kuning. Trinil Nordman gemar mencari mangsa di tepi pantai. Makanannya terdiri dari moluska, udang, dan serangga. Mereka juga bisa dijumpai di kawasan rawa atau berlumpur.

Elang Laut Steller

Nama latinnya Hallaetus pelagicus yang berasal dari famili Acipitridae. Elang ini memiliki bulu hitam hampir di seluruh tubuh. Sayapnya juga berwarna hitam, tetapi terdapat corak putih di bagian atas. Dengan paruh bengkok berwarna kuning, burung ini kerap memangsa ikan. Kadang-kadang, mamalia dan burung pun menjadi santapannya. Saat cadangan makanan habis, mereka bermigrasi dari Rusia ke bumi selatan, termasuk Indonesia.

Burung Hantu Ikan Blakston

Ciri-ciri fisiknya mirip dengan burung hantu pada umumnya.Bermata kecil dan tajam, serta berparuh runcing. Namun, spesies yang satu ini berbeda. Kalau populasi mereka berkurang, itu pertanda kerusakan ekosistem hutan dan sungai. Banyak burung hantu ikan blakston bermigrasi melewati Indonesia pada musim dingin. Sayangnya, kini, pemandangan itu mulai berkurang. Spesies burung ini mulai sulit ditemukan.

Kenari Rusia

Berbulu putih, bersih, dan halus, merupakan ciri khas Kenari Rusia. Paruhnya pendek, tetapi runcing. Bermata kecil dengan pupil hitam. Awalnya, berkembang biak di kawasan Eropa, Inggris, dan Australia. Lambat laun, populasinya menyebar ke seluruh dunia. Terlebih didukung peristiwa migrasi sepanjang musim dingin.

Itulah enam burung dari Rusia yang bermigrasi melintasi Indonesia atau justru mendiami wilayahnya. Semoga artikel ini bermanfaat.