Weris Si Cantik Dari Tanah Minahasa

Weris Si Cantik Dari Tanah Minahasa

jenisburungdunia.net Salah satu jenis burung yang menawan adalah burung yang satu ini mempunyai cirikhasnya tersendiri.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Weris Si Cantik Dari Tanah Minahasa Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Weris Si Cantik Dari Tanah Minahasa

Jenis burung yang terkenal di daerah Sulawesi Utara, khususnya di bagian utara adalah burung mandar. Burung mandar atau burung weris telah lama dikenal oleh masyarakat, khususnya masyarakat Minahasa dan Kota Kotamobagu.Burung weris merupakan burung yang masuk dalam keluarga Rallidae yaitu keluarga burung yang memiliki ukuran tubuh kecil hingga menengah. Habitat umum dari burung ini adalah rawa dekat sungai atau danau. Burung weris biasanya berkembang biak di daerah yang bervegetasi padat.Pada umumnya, Rallidae adalah omnivora. Banyak spesies dari family Rallidae yang memakan invertebrata, buah-buahan, biji-bijian, dan hanya sedikit yang bersifat herbivora. Perilaku berkembang biak famili ini sulit diketahui apakah monogami, poligami, atau poliandri.

Kebanyakan spesies ini jumlah telurnya 5-10 butir, namun ada juga burung yang bertelur hanya 1 butir, bahkan ada yang bertelur sampai 15 butir. Telur dalam satu sarang tidak selamanya menetas dalam jangka waktu bersamaan dan biasanya anak akan bergantung pada induknya sampai kurang lebih 1 bulan.Burung weris memiliki panjang sayap 129-144 mm, tarsus 39-46 mm, ekor 65-68 mm, dan panjang paruh 27-33 mm ( Allen et al. 2004). Ukuran panjang badannya adalah 28-33 cm, memiliki alis berwarna abu-abu pucat yang panjang, bagian atas kepala berbintik putih (Coates dan Bishop 1997).Banyak dari famili ini yang akrab dengan tanah basah, dan juga daratan, kecuali padang tandus, dan wilayah kutub. Burung ini menyenangi daerah lembap atau lahan basah, seperti daerah dekat sungai, rawa, atau danau dengan vegetasi lebat. Beberapa spesies dari famili Rallidae hidup dalam berbagai jenis hutan, dari daerah dataran rendah sampai daerah dataran tinggi.

Baca Juga : Burung Perenang Burung Belibis

Burung weris (Gallirallus philippensis) dikenal dengan nama mandar padi kalung kuning. Daerah penyebarannya meliputi Filipina, Indonesia, New Guinea, Australia, dan Selandia Baru yang dikenal sebagai “Buff Banded Rail” (Allen et al., 2004). Burung G. philippensis dianggap sangat rentan terhadap kepunahan. Dari 20 spesies genus Galliralus yang masih ada hanya dua yang dianggap tidak terancam, salah satunya adalah G. philippensis.Sebagian besar anggota genus Gallirallus adalah spesies kepulauan, beberapa di antaranya dikategorikan endemik dan masuk klasifikasi endangered dan extinct, karena tingginya gangguan dari predator seperti ular, kadal, anjing, kucing serta adanya degradasi habitat akibat aktivitas manusia. Menurut data dari IUCN (2012) G. philippensis masuk dalam kriteria least concern (LC) atau belum mengkhawatirkan.Mengutip dari Jurnal zootek (2014), diduga populasi atau keberadaan burung ini di alam mengalami penurunan. Faktor perburuan oleh manusia maupun predator hewan liar lain, menjadi penyebab utama berkurangnya burung weris yang ada di alam. Daging burung weris banyak dikonsumsi, khususnya pada acara-acara syukuran atau adat Minahasa. Selain itu juga daging burung weris masih sering ditemui di beberapa pasar-pasar tradisional, baik di Minahasa maupun di Kota Kotamobagu.

Fakta Burung Kakatua Jambul Kuning Yang Genit

Fakta Burung Kakatua Jambul Kuning Yang Genit

Jenisburungdunia.net – Dari 443 burung yang diasuransikan di Kepolisian Daerah Jawa Timur, ada seekor burung yang menarik perhatian beberapa wartawan dan polisi. Ini karena polanya menyenangkan dan genit. Ketika mendekati, Cacatua Galerita yang bermahkota Kuning selalu mengatakan “perempuan”.

Awalnya wartawan mengira bahwa suara memanggil “cewek-cewek”, berasal dari burung beo (Gracula religiosa). Namun, saat jenisburungdunia.net mendekati untuk mengambil gambar, ternyata suara itu berasal dari burung kakaktua putih jambul kuning. Bahkan, suaranya tambah keras ketika melihat banyak orang mendekatinya. Hal ini membuat sejumlah wartawan dan polisi mendengar seruan burung kakaktua tersebut tertawa.

“Mungkin ini, dikira cewek, sehingga dipanggil cewek-cewek,” canda Kasat Reskrim Polres Jember Polda Jatim, AKP Eric Pradana, sambil tertawa, Selasa, 9 Oktober 2018.

Kontan saja, candaan tersebut memantik tertawa orang di sekitarnya. Burung tersebut, mendapatkan perlakuan berbeda, dengan burung yang lainnya. Kalau burung-burung yang lain, dimasukkan dalam sangkar, tetapi burung genit ini dikeluarkan dari sangkarnya. Dia ditaruh di sebilah pijakan dengan kaki yang diikat rantai kecil. Saat sejumlah wartawan dan polisi mengambil gambar, burung tersebut seperti beraksi, dia bergaya layaknya orang tengah berswafoto. Seorang polisi wanita (polwan) Kepolisian Resort Jember, Ipda Trimuji Wilujeng, turut mengabadikan burung tersebut dari jarak dekat.

“Lucu ya, dan bisa bilang cewek,” katanya.

Bahkan Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, sempat membelai-belai burung genit itu sebelum menyampaikan keterangan resminya.

Baca juga : Proses Pelepasan Burung Paruh Bengkok Hasil Sitaan

Kesulitan Mengembalikan ke Habitat
Sementara Kepala Balai besar BKSDA Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Timur, Nandang Prihadi menjelaskan kesulitan mengembalikan burung-burung ini ke habitatnya, karena hewan tersebut hasil penangkaran.

“Butuh waktu lama, untuk menyesuaikan dengan lingkungan habitat aslinya,” katanya.

Yang menjadi masalah sekarang, lanjut Nandang, apakah pemilik penangkaran ini, memasukkan hewan yang dilindungi dari luar, tanpa melaporkan ke BKSDA. Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Timur, menyita sebanyak 443 ekor berbagai burung yang dilindungi, dari sebuah penangkaran burung yang dilindungi, CV Bintang Terang di Dusun Krajan desa Curah Kalong Kecamatan Bangsalsari Jember Jawa Timur, Selasa siang. Burung yang diamankan itu terdiri atas 212 ekor nuri bayan (eclectus roratus), 99 ekor kakaktua putih jambul kuning (Cacatua galerita), 23 kakaktua jambul oranye (Cacatua molluccensis), 82 ekor kakatua govin (Cacatua govineana), 5 ekor kakaktua raja, 1 ekor kakaktua alba, 1 ekor jalak putih, 6 ekor burung dara mahkota (Gaura victoria), 4 ekor nuri merah kepala hitam (Lorius lory), 4 ekor anakan nuri bayan, 6 nuri merah (Red nury), 61 butur telur burung nuri bayan dan kakaktua.

Dalam kesempatan itu, polisi juga menyita barang bukti 1 bendel dokumen perizinan penangkaran burung PT Bintang Terang, 1 bendel administrasi pembukunan, 1 telepon genggam, 1 paspor atas nama Lauw Djin Ai, 1 bendel sertifikat burung paruh bengkok yang diterbitkan oleh CV Bintang Terang. Tersangka dijerat Pasal 21 ayat 2 huruf A dan Huruf E, Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dengan denda 100 juta rupiah.

Proses Pelepasan Burung Paruh Bengkok Hasil Sitaan

Proses Pelepasan Burung Paruh Bengkok Hasil Sitaan

Jenisburungdunia.net – Puluhan burung beo dengan jenis Bibir Dora dari penangkapan IM, warga Panca Karsa II, kabupaten Taluditi, dirilis pada Sabtu (24/11/2018). Sementara IM harus bertanggung jawab atas tindakan mereka dan ditahan di Kepolisian Daerah Pohuwato, Gorontalo.

sebanyak 23 burung Perkicik Dora dilepas liarkan oleh pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi II Gorontalo bersama-sama anggota Reskrim Polres Pohuwato di Cagar Alam Panua. Cuitan burung Nuri itupun seolah mengucapkan terima kasih sambil melambaikan sayapnya.

Tatang Abdullah, Kepala resort Cagar Alam Panua BKSDA Sulawesi Utara II Gorontalo mengatakan, lepas liar burung nuri ini juga sebagai upaya tindak lanjut dari penyerahan barang bukti hasil tangkapan dari Polres Pohuwato.

“Cagar Alam Panua ini merupakan habibat dari burung perkici dora. Tidak akan kesulitan beradaptasi karena disini tempat mereka,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Pohuwato AKP Muhamad Kukuh Islami mengungkapkan, pihaknya terus mendalami keterangan saksi-saksi dan tersangka atas dugaan jaringan perdagangan satwa liar.

“Untuk sementera dari hasil penyidikan dan pemeriksaan tersangka, masih terus kita lakukan pengembangan,” ungkap Kukuh.

Ditempat terpisah, Koordinator Program Burung Indonesia Gorontalo, Amsurya Warman Amsa mengatakan, pihaknya sudah berulang kali melakukan sosialisasi terkait dengan jenis-jenis satwa yang dilindungi.

Baca juga : Kisah Pemilik Yang Meninggal Karena Burung Kasuari

“Termasuk jenis satwa-satwa yang dilindungi lainnya seperti babi rusa maleo dan sebagainya itu kan dilindungi. Tapi kan masih ada yang mungkin tidak paham atau paham tapi pura-pura tidak paham,” ujarnya.

Banyaknya peminat satwa khususnya yang masuk pada kategori terancam punah menjadikan bisnis jual beli satwa menjanjikan.

“Penyebabnya adalah lagi-lagi ada yang nampung, ada yang beli. Mau barang dilindungi atau tidak dilindungi kan kalau ada yang beli pasti akan dicari,” tambah Amsurya soal jual beli burung Nuri.

Kisah Pemilik Yang Meninggal Karena Burung Kasuari

Kisah Pemilik Yang Meninggal Karena Burung Kasuari

Jenisburungdunia.net – Kasuari, burung langka seperti emu, menyerang dan membunuh orang-orang Florida. Menurut pihak berwenang Florida. “Seekor kasuari, seekor burung raksasa dengan cakar panjang di setiap kakinya, membunuh pemiliknya yang jatuh di halaman belakang Gainesville, Florida.

Pemilik burung itu, Marvin Hajos – yang berusia 75 tahun, menurut afiliasi CNN WCJB – melakukan panggilan awal ke 911 Jumat sekitar pukul 10.00 pagi waktu ET.

“Panggilan kedua datang dari orang lain di tempat kejadian yang melaporkan keadaan darurat medis melibatkan seekor burung besar,” kata Letnan Joshua Crews dari Kantor Sheriff Kabupaten Alachua.

Hajos dipindahkan ke rumah sakit terdekat, di sana dia dinyatakan meninggal, kata letnan itu. Sementara kasuari tetap di properti Hajos karena pihak berwenang melakukan penyelidikan atas serangan itu.

“Pemiliknya adalah peternak burung langka asli Australia dan Papua,” kata Wakil Kepala Distrik Alachua, Jeff Taylor.

Pihak berwenang mengatakan kematian Hazos adalah sebuah bentuk kecelakaan akibat burung kasuari.

“Tampaknya pria itu jatuh, dan kasuari menyerangnya setelah jatuh,” kata Taylor.

Baca juga : Kasuari Ternyata Burung Berbahaya

Burung Paling Berbahaya di Dunia
Komisi Konservasi Ikan dan Satwa Liar Florida menganggap kasuari sebagai satwa liar Kelas II, yang berarti mereka membahayakan manusia. Sehingga pemiliknya harus menggunakan kandang tertentu sesuai persyaratan. Pemilik juga harus memiliki “pengalaman substansial” dengan hewan, kata komisi itu. Kasuari masuk dalam kategori hewan kelas II adalah yang sama dengan buaya, musang madu dan macan tutul, bersanding dengan binatang kelas I mencakup predator seperti singa, harimau dan beruang. Menurut Kebun Binatang San Diego, kasuari adalah burung besar yang tidak bisa terbang yang paling dekat hubungannya dengan emu.

“Ia dapat berlari hingga kecepatan 31 mil per jam melalui semak-semak yang lebat, melompat hampir 7 kaki ke udara dan merupakan perenang yang terampil, sehingga dapat dengan tangkas menangkis ancaman,” kata juru bicara kebun binatang.

Mereka dapat tumbuh lebih dari 5 kaki dan betinanya memiliki berat lebih dari 160 pon, imbuh pihak kebun binatang.

“Kasuari dianggap sebagai burung paling berbahaya di dunia!” kata kebun binatang. “Setiap kakinya yang berjari 3 memiliki cakar seperti belati yang panjangnya mencapai 4 inci (10 sentimeter)! Kasuari dapat melukai setiap predator atau ancaman potensial dengan satu tendangan cepat.”

Kasuari Ternyata Burung Berbahaya

Kasuari Ternyata Burung Berbahaya

Jenisburungdunia.net – Seorang pria di Florida meninggal pada Jumat pekan lalu karena ia diserang oleh kasuari peliharaannya (Casuarius). Untuk ahli burung (cabang zoologi yang mempelajari burung), spesies burung ini dikenal sebagai “burung paling berbahaya di dunia.”

Korban memelihara hewan ini di peternakannya, bersama dengan burung-burung eksotis lainnya, kata pihak berwenang. Polisi mengidentifikasi laki-laki yang tewas itu sebagai Marvin Hajos, usia 75 tahun. Layanan medis darurat menanggapi panggilan pada sekitar Jumat pagi, 12 April 2019, sekitar jam 10.00 waktu setempat, di tanah pertaniannya di dekat Alachua, Florida, Amerika Serikat. Demikian menurut Letnan Josh Crews dari Kantor Sheriff Alachua. Burung itu telah menyerbu Hajos dan melukainya dengan parah. Meski sempat mendapat penanganan di rumah sakit, namun nyawa Hajos tak bisa diselamatkan. Otoritas lokal kini harus menyelidiki penyebab sesungguhnya dari kematian Hajos.

Polisi pun memeriksa seorang saksi yang merupakan pihak terdekat Hajos, yaitu wanita yang mengaku sebagai tunangan Hajos. Si perempuan ini mengatakan kepada surat kabar Florida, Gainesville Sun, bahwa pasangannya akan melakukan apa saja yang ia sukai. Di satu sisi, burung kasuari itu kemudian diamankan petugas berwajib. Kantor sheriff menyampaikan bahwa mereka akan berkoordinasi dengan Florida Fish and Wildlife Commission (FWC) saat investigasi dimulai.

FWC mengidentifikasi kasuari tersebut sebagai “Margasatwa Kelas II”, yang dapat “menimbulkan bahaya bagi manusia.”

Badan itu pun menegaskan bahwa memelihara binatang ini memerlukan izin khusus, termasuk bagi mereka yang ingin melakukan pameran publik atau memiliki satwa tersebut. Kasuari, di mana ada tiga spesies, adalah burung asli daerah tropis Queensland (Australia) dan Papua Nugini. Mereka adalah kerabat dari burung unta, emus dan rheas.

Baca juga : Lapangan Bolah Di Tutup Karena Burung

Habitat Seseungguhnya Kasuari
Kasuari terlihat seperti burung purba dengan postur tubuh yang besar dan tinggi, dilengkpai oleh bulu-bulu hitam tebal yang menutupi tubuh mereka, kemudian warna bulu di kepala dan leher adalah biru, gelambirnya berwarna merah. Di atas kepala ada semacam ‘mahkota’ berwarna coklat muda. Namun, yang membuat kasuari berbahaya adalah kaki mereka, yang dilengkapi dengan tiga jari kuat dan besar serta kuku tajam bak belati –khususnya jari tengahnya.

“Jika Anda ditendang oleh kasuari dengan ‘paku’ itu, maka tubuh Anda yang terkena bisa retak parah,” papar Eric Slovak, asisten kurator burung di National Zoo di Washington D.C., Amerika Serikat. “Anda tidak mungkin tidak dilarikan ke rumah sakit.”

Meskipun berbahaya, kasuari adalah burung yang pemalu dan tertutup, menurut Slovak. Di alam liar, mereka bersembunyi jauh di dalam hutan hujan, tetapi sesekali tak segan untuk menyambangi lingkungan di mana manusia berada, seperti jalan raya atau sebuah permukian.

“Burung ini berbobot 90 kilogram dan tingginya bisa mencapai 1,8 meter, gemar berkeliaran untuk mencari buah-buahan sepanjang hari,” Slovak menjelaskan.

Kasuari di National Zoo dipinjamkan sementara ke kebun binatang lain, lantaran kandangnya direnovasi. Slovak menekankan bahwa pihaknya ‘mendandani’ kandang guna mengambil tindakan pencegahan serius, ketika burung-burung itu berada di dalam kebun binatang. Kandang mereka dibangun dari pintu dan gerbang untuk memisahkan mereka dari kontak langsung dengan manusia.

“Bukan karena mereka jahat, tetapi karena kita tahu betapa berbahayanya mereka jika mereka ketakutan karena alasan apa pun. Saya tidak akan mengerti mengapa ada orang yang menjadikan kasuari sebagai hewan peliharaan,” tambah Slovak.

Serangan Lain
Ada beberapa pertemuan yang menakutkan dengan burung-burung itu, kebanyakan di Australia, meskipun kematian terakhir yang diketahui terjadi pada tahun 1926, menurut Smithsonian Magazine. Dalam sebuah studi tahun 1999, Christopher P. Kofron dari Queensland Parks and Wildlife Service menghitung 221 serangan kasuari di Queensland, dan 150 terjadi pada manusia. Kofron mencatat, serangan itu cenderung terjadi “setiap tahun” dan burung-burung tersebut kerap menyerbu saat mereka berharap diberi makan oleh manusia, atau ketika mereka melindungi makanan, keturunan atau diri mereka sendiri.

Pada 2012, seorang turis Australia bernama Dennis Ward ditendang dari tebing oleh kasuari ketika ia dan keluarganya mengunjungi Babinda Boulders di Queensland. Dalam insiden mengerikan lainnya, Doon McColl dan pacarnya, Ray Willetts, terpaksa kejar-kejaran dengan beberapa kasuari di Mount Whitfield Conservation Park (Australia) pada tahun 1995. Doon sedang jogging ketika dia menemukan sesuatu di belakangnya. Gerombolan kasuari itu memojokkannya di pohon selama berjam-jam, sebelum akhirnya membiarkannya dan melepaskannya. Seminggu kemudian, Willetts juga dikejar oleh unggas besar ini saat sedang melintasi hutan.

Lapangan Bolah Di Tutup Karena Burung

Lapangan Bolah Di Tutup Karena Burung

Jenisburungdunia.net – Karena burung, lapangan sepak bola di New Jersey, Amerika Serikat ditutup sementara. Ini terjadi karena burung itu sedang bertelur di dekat tujuannya.Burung adalah sejenis pembunuh wanita. Ia termasuk dalam kategori spesies yang terancam.

Permasalahannya, burung tersebut membuat sarang di dekat gawang. Sehingga, harus ada cara khusus guna memindahkan sarang burung itu, termasuk telur-telurnya.

Untuk memindahkan sarang burung, diperlukan teknik khusus dan hanya dilakukan sesuai izin dari Departemen Perlindungan Lingkungan (DEP) setempat.

Sarang burung itu nyaris tidak terlihat dari kejauhan, namun melihat induk betina yang selalu berjaga di sekitar menunjukkan jika ada telur burung tersebut di sana.

Selain membutuhkan izin dari Departemen Perlindungan Lingkungan (DEP), memindahkan sarang dan telur burung membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Untuk mendapatkan izin memindahkan sarang dari DEP dan pemerintah federal bisa memakan waktu 30 hingga 60 hari.”

“Karenanya pilihan terbaik saat ini adalah cukup membiarkan sarang burung itu di sana,” kata Ken Hoffman, dari Departemen Pertamanan dan Rekreasi Teaneck.

Baca juga : Cara Merawat Burung Cucakrowo

Buat Sarang Lebih dari Dua Minggu
Sarang burung itu diprediksi dibuat sang betina di lapangan sepak bola selama dua minggu. Ia akan selalu menunggu sarangnya hingga telur-telur itu menetas.

Hingga saat itu tiba, tim sepak bola maupun warga kota harus mengalah dan mencari lokasi lain untuk latihan atau berolah raga.

Untuk menjauhkan warga yang penasaran dan mencegah mereka melihat terlalu dekat, petugas kota telah memasang garis pembatas di sekitar sarang burung tersebut.

Jenis Burung tukan

jenis burung tukan

Jenisburungdunia.net – Burung-burung memiliki toco atau Ramphastos toco hidup di hutan hujan Amerika Selatan. Burung ini memiliki daya tarik di kebun binatang karena merupakan salah satu burung paling populer di dunia.

Burung Tukan toco adalah hewan omnivora dan di alam liar, burung besar ini dapat hidup hingga 20 tahun.

Memiliki Paruh yang Besar

Burung tukan coco memiliki paruh yang sangat besar dibandingkan dengan paruh burung yang lain yang seukuran dengan tubuhnya. Umumnya, paruh burung ini memiliki warna yang beragan dan berwarna terang. Burung ini memiliki bulu berwarna gelap kecuali pada bagian lehernya. panjang tubuh burung ini sekitar 65 sentimeter dengan panjang paruh sekitar 20 sentimeter.

Paruh yang Istimewa

Paruh burung tukan yang besar, panjang, dan berwarna-warni ini digunakan sebagai alat makan. Burung tukan toco atau Ramphastos toco hidup di hutan hujan Amerika Selatan. Burung ini memiliki daya tarik loh di kebun binatang karena termasuk salah satu burung yang paling populer di dunia. Burung tukan toco ini merupakan hewan omnivora dan di alam bebas burung berparuh besar ini dapat hidup mencapai 20 tahun.

Memiliki Paruh yang Besar

Burung tukan coco memiliki paruh yang sangat besar dibandingkan dengan paruh burung yang lain yang seukuran dengan tubuhnya. Umumnya, paruh burung ini memiliki warna yang beragan dan berwarna terang. Burung ini memiliki bulu berwarna gelap kecuali pada bagian lehernya. panjang tubuh burung ini sekitar 65 sentimeter dengan panjang paruh sekitar 20 sentimeter.

Paruh yang Istimewa

Paruh burung tukan yang besar, panjang, dan berwarna-warni ini digunakan sebagai alat makan. Paruh yang cukup panjang ini untuk membantunya menjangkau buah pada cabang pohon dan untuk mengupas buah. Selain itu, paruh besar burung ini berfungsi sebagai penarik perhatian pasangannya. Burung tukan menggunakan paruhnya untuk saling menangkap dan melemparkan buah kecil atau potongan buah kepada pasangannya.

Baca juga : Jenis Burung Ibis

Hidup dalam kawanan

Burung ini selain memakan buah-buahan, mereka juga memakan serangga, telur, dan kadal. Burung tukan ini hidup dalam kawanan kecil yang terdiri sekitar enam burung. Kawanan burung tukan dikenal sebagai kelompok burung yang paling berisik di hutan karena mereka suka mengeluarkan berbagai suara secara bersahut-sahutan, terutama di pagi hari.

Uniknya, burung ini bersarang di lubang pohon yang dibuat oleh hewan lain seperti, burung pelatuk. Hal ini dikarenakan paruhnya tidak dapat digunakan untuk melubangi pohon.