Weris Si Cantik Dari Tanah Minahasa

Weris Si Cantik Dari Tanah Minahasa

jenisburungdunia.net Salah satu jenis burung yang menawan adalah burung yang satu ini mempunyai cirikhasnya tersendiri.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Weris Si Cantik Dari Tanah Minahasa Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Weris Si Cantik Dari Tanah Minahasa

Jenis burung yang terkenal di daerah Sulawesi Utara, khususnya di bagian utara adalah burung mandar. Burung mandar atau burung weris telah lama dikenal oleh masyarakat, khususnya masyarakat Minahasa dan Kota Kotamobagu.Burung weris merupakan burung yang masuk dalam keluarga Rallidae yaitu keluarga burung yang memiliki ukuran tubuh kecil hingga menengah. Habitat umum dari burung ini adalah rawa dekat sungai atau danau. Burung weris biasanya berkembang biak di daerah yang bervegetasi padat.Pada umumnya, Rallidae adalah omnivora. Banyak spesies dari family Rallidae yang memakan invertebrata, buah-buahan, biji-bijian, dan hanya sedikit yang bersifat herbivora. Perilaku berkembang biak famili ini sulit diketahui apakah monogami, poligami, atau poliandri.

Kebanyakan spesies ini jumlah telurnya 5-10 butir, namun ada juga burung yang bertelur hanya 1 butir, bahkan ada yang bertelur sampai 15 butir. Telur dalam satu sarang tidak selamanya menetas dalam jangka waktu bersamaan dan biasanya anak akan bergantung pada induknya sampai kurang lebih 1 bulan.Burung weris memiliki panjang sayap 129-144 mm, tarsus 39-46 mm, ekor 65-68 mm, dan panjang paruh 27-33 mm ( Allen et al. 2004). Ukuran panjang badannya adalah 28-33 cm, memiliki alis berwarna abu-abu pucat yang panjang, bagian atas kepala berbintik putih (Coates dan Bishop 1997).Banyak dari famili ini yang akrab dengan tanah basah, dan juga daratan, kecuali padang tandus, dan wilayah kutub. Burung ini menyenangi daerah lembap atau lahan basah, seperti daerah dekat sungai, rawa, atau danau dengan vegetasi lebat. Beberapa spesies dari famili Rallidae hidup dalam berbagai jenis hutan, dari daerah dataran rendah sampai daerah dataran tinggi.

Baca Juga : Burung Perenang Burung Belibis

Burung weris (Gallirallus philippensis) dikenal dengan nama mandar padi kalung kuning. Daerah penyebarannya meliputi Filipina, Indonesia, New Guinea, Australia, dan Selandia Baru yang dikenal sebagai “Buff Banded Rail” (Allen et al., 2004). Burung G. philippensis dianggap sangat rentan terhadap kepunahan. Dari 20 spesies genus Galliralus yang masih ada hanya dua yang dianggap tidak terancam, salah satunya adalah G. philippensis.Sebagian besar anggota genus Gallirallus adalah spesies kepulauan, beberapa di antaranya dikategorikan endemik dan masuk klasifikasi endangered dan extinct, karena tingginya gangguan dari predator seperti ular, kadal, anjing, kucing serta adanya degradasi habitat akibat aktivitas manusia. Menurut data dari IUCN (2012) G. philippensis masuk dalam kriteria least concern (LC) atau belum mengkhawatirkan.Mengutip dari Jurnal zootek (2014), diduga populasi atau keberadaan burung ini di alam mengalami penurunan. Faktor perburuan oleh manusia maupun predator hewan liar lain, menjadi penyebab utama berkurangnya burung weris yang ada di alam. Daging burung weris banyak dikonsumsi, khususnya pada acara-acara syukuran atau adat Minahasa. Selain itu juga daging burung weris masih sering ditemui di beberapa pasar-pasar tradisional, baik di Minahasa maupun di Kota Kotamobagu.

Jokowi Kalah Pertandingan Kicauan Burung

Jokowi Kalah Pertandingan Kicauan Burung

Jenisburungdunia.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Festival Presidensial Piala Jokowi tahun 2018 dan Pertunjukan Burung yang berlangsung di Kebun Raya Bogor. Selain menghadiri, Jokowi juga berpartisipasi dalam kompetisi menyanyi burung di acara tersebut.

Namun sayangnya, burung jenis murai batu yang dimiliki oleh Presiden Jokowi tidak berhasil menang. Menanggapi hal ini, Jokowi menyatakan jika dalam kompetisi, kalah dan menang merupakan hal yang biasa. Kalah, ya bagaimana lagi. Berarti jurinya jujur,” ujar dia di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Jokowi justru menyatakan sempat ingin membeli burung yang menjadi juara di kompetisi tersebut. Namun, sayangnya burung tersebut tidak dijual oleh sang pemilik.

“Tapi tadi yang juara satu mau saya beli. (Sudah ditawar?)‎ Sudah tapi pemiliknya ngomong enggak dijual,” kata dia.

Banyak Spesies
Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan, Indonesia memiliki banyak spesies burung. Hingga saat ini tercatat ada sekitar 1.660-an jenis burung yang ada di Indonesia.

“Jadi di negara kita Indonesia memiliki spesies burung yang sangat banyak sekali. Dari informasi yan diberikan kepada saya ada 1660-an spesies jenis burung yang ada di negara kita.‎ Ini Sebetulnya sebuah kekayaan besar yang diberikan Allah, yang diberikan Tuhan kepada kita,” ‎ujar dia.

Oleh sebab itu, lanjut Jokowi, dirinya menghargai upaya yang dilakukan oleh para pencinta burung. Selain memelihara dan melatih burung untuk diikutsertakan dalam lomba, komunitas pencinta burung ini juga melakukan pengembangbiakan burung, termasuk yang sudah hampir punah.

“Oleh sebab itu, saya sangat menghargai tadi banyaknya penangkaran-penangkaran burung yg ada di banyak daerah sekarang ini. Tadi ada penangkaran murai, kolibri, jalak. Contoh jalak bali

dulu sudah punah tetapi karena berhasil ditangkarkan sekarang jumlahnya sudah banyak sekali,” kata dia.

Baca juga : Jokowi Mengikuti Pertandingan Burung Murai Batu

Penangkaran
Jokowi berharap upaya pengembangbiakan dan penangkaran yang dilakukan oleh komunitas pencinta burung ini terus dilakukan. Dengan demikian diharapkan bisa melindungi spesies burung dari potensi kepunahan.

“Penangkaran-penangkaran seperti itu yang justru akan selain memberikan ruang bagi penghobi, penggemar burung, juga penangkaran ini bisa menjaga spesies-spesies itu dari kepunahan,” tandas dia.

Sebagai informasi, Indonesia memiliki keanekaragaman burung yang sangat tinggi di dunia. Berdasarkan data burung Indonesia tahun 2017, jumlah jenis burung di Indonesia tercatat 1.769 jenis. Di antaranya tercatat 531 jenis burung yang statusnya dilindungi, seperti elang, jalak bali, rangkong gading, kasuari, gelatik jawa, cucak rawa. Indonesia juga menempati peringkat pertama yang memiliki jumlah burung endemik tertinggi di dunia. Di Indonesia tercatat lebih dari 372 jenis burung endemik, yaitu jenis burung yang tidak dapat ditemukan di negara lain di dunia‎.

Fakta Burung Kakatua Jambul Kuning Yang Genit

Fakta Burung Kakatua Jambul Kuning Yang Genit

Jenisburungdunia.net – Dari 443 burung yang diasuransikan di Kepolisian Daerah Jawa Timur, ada seekor burung yang menarik perhatian beberapa wartawan dan polisi. Ini karena polanya menyenangkan dan genit. Ketika mendekati, Cacatua Galerita yang bermahkota Kuning selalu mengatakan “perempuan”.

Awalnya wartawan mengira bahwa suara memanggil “cewek-cewek”, berasal dari burung beo (Gracula religiosa). Namun, saat jenisburungdunia.net mendekati untuk mengambil gambar, ternyata suara itu berasal dari burung kakaktua putih jambul kuning. Bahkan, suaranya tambah keras ketika melihat banyak orang mendekatinya. Hal ini membuat sejumlah wartawan dan polisi mendengar seruan burung kakaktua tersebut tertawa.

“Mungkin ini, dikira cewek, sehingga dipanggil cewek-cewek,” canda Kasat Reskrim Polres Jember Polda Jatim, AKP Eric Pradana, sambil tertawa, Selasa, 9 Oktober 2018.

Kontan saja, candaan tersebut memantik tertawa orang di sekitarnya. Burung tersebut, mendapatkan perlakuan berbeda, dengan burung yang lainnya. Kalau burung-burung yang lain, dimasukkan dalam sangkar, tetapi burung genit ini dikeluarkan dari sangkarnya. Dia ditaruh di sebilah pijakan dengan kaki yang diikat rantai kecil. Saat sejumlah wartawan dan polisi mengambil gambar, burung tersebut seperti beraksi, dia bergaya layaknya orang tengah berswafoto. Seorang polisi wanita (polwan) Kepolisian Resort Jember, Ipda Trimuji Wilujeng, turut mengabadikan burung tersebut dari jarak dekat.

“Lucu ya, dan bisa bilang cewek,” katanya.

Bahkan Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, sempat membelai-belai burung genit itu sebelum menyampaikan keterangan resminya.

Baca juga : Proses Pelepasan Burung Paruh Bengkok Hasil Sitaan

Kesulitan Mengembalikan ke Habitat
Sementara Kepala Balai besar BKSDA Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Timur, Nandang Prihadi menjelaskan kesulitan mengembalikan burung-burung ini ke habitatnya, karena hewan tersebut hasil penangkaran.

“Butuh waktu lama, untuk menyesuaikan dengan lingkungan habitat aslinya,” katanya.

Yang menjadi masalah sekarang, lanjut Nandang, apakah pemilik penangkaran ini, memasukkan hewan yang dilindungi dari luar, tanpa melaporkan ke BKSDA. Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Timur, menyita sebanyak 443 ekor berbagai burung yang dilindungi, dari sebuah penangkaran burung yang dilindungi, CV Bintang Terang di Dusun Krajan desa Curah Kalong Kecamatan Bangsalsari Jember Jawa Timur, Selasa siang. Burung yang diamankan itu terdiri atas 212 ekor nuri bayan (eclectus roratus), 99 ekor kakaktua putih jambul kuning (Cacatua galerita), 23 kakaktua jambul oranye (Cacatua molluccensis), 82 ekor kakatua govin (Cacatua govineana), 5 ekor kakaktua raja, 1 ekor kakaktua alba, 1 ekor jalak putih, 6 ekor burung dara mahkota (Gaura victoria), 4 ekor nuri merah kepala hitam (Lorius lory), 4 ekor anakan nuri bayan, 6 nuri merah (Red nury), 61 butur telur burung nuri bayan dan kakaktua.

Dalam kesempatan itu, polisi juga menyita barang bukti 1 bendel dokumen perizinan penangkaran burung PT Bintang Terang, 1 bendel administrasi pembukunan, 1 telepon genggam, 1 paspor atas nama Lauw Djin Ai, 1 bendel sertifikat burung paruh bengkok yang diterbitkan oleh CV Bintang Terang. Tersangka dijerat Pasal 21 ayat 2 huruf A dan Huruf E, Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dengan denda 100 juta rupiah.

Proses Pelepasan Burung Paruh Bengkok Hasil Sitaan

Proses Pelepasan Burung Paruh Bengkok Hasil Sitaan

Jenisburungdunia.net – Puluhan burung beo dengan jenis Bibir Dora dari penangkapan IM, warga Panca Karsa II, kabupaten Taluditi, dirilis pada Sabtu (24/11/2018). Sementara IM harus bertanggung jawab atas tindakan mereka dan ditahan di Kepolisian Daerah Pohuwato, Gorontalo.

sebanyak 23 burung Perkicik Dora dilepas liarkan oleh pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi II Gorontalo bersama-sama anggota Reskrim Polres Pohuwato di Cagar Alam Panua. Cuitan burung Nuri itupun seolah mengucapkan terima kasih sambil melambaikan sayapnya.

Tatang Abdullah, Kepala resort Cagar Alam Panua BKSDA Sulawesi Utara II Gorontalo mengatakan, lepas liar burung nuri ini juga sebagai upaya tindak lanjut dari penyerahan barang bukti hasil tangkapan dari Polres Pohuwato.

“Cagar Alam Panua ini merupakan habibat dari burung perkici dora. Tidak akan kesulitan beradaptasi karena disini tempat mereka,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Pohuwato AKP Muhamad Kukuh Islami mengungkapkan, pihaknya terus mendalami keterangan saksi-saksi dan tersangka atas dugaan jaringan perdagangan satwa liar.

“Untuk sementera dari hasil penyidikan dan pemeriksaan tersangka, masih terus kita lakukan pengembangan,” ungkap Kukuh.

Ditempat terpisah, Koordinator Program Burung Indonesia Gorontalo, Amsurya Warman Amsa mengatakan, pihaknya sudah berulang kali melakukan sosialisasi terkait dengan jenis-jenis satwa yang dilindungi.

Baca juga : Kisah Pemilik Yang Meninggal Karena Burung Kasuari

“Termasuk jenis satwa-satwa yang dilindungi lainnya seperti babi rusa maleo dan sebagainya itu kan dilindungi. Tapi kan masih ada yang mungkin tidak paham atau paham tapi pura-pura tidak paham,” ujarnya.

Banyaknya peminat satwa khususnya yang masuk pada kategori terancam punah menjadikan bisnis jual beli satwa menjanjikan.

“Penyebabnya adalah lagi-lagi ada yang nampung, ada yang beli. Mau barang dilindungi atau tidak dilindungi kan kalau ada yang beli pasti akan dicari,” tambah Amsurya soal jual beli burung Nuri.

Kisah Pemilik Yang Meninggal Karena Burung Kasuari

Kisah Pemilik Yang Meninggal Karena Burung Kasuari

Jenisburungdunia.net – Kasuari, burung langka seperti emu, menyerang dan membunuh orang-orang Florida. Menurut pihak berwenang Florida. “Seekor kasuari, seekor burung raksasa dengan cakar panjang di setiap kakinya, membunuh pemiliknya yang jatuh di halaman belakang Gainesville, Florida.

Pemilik burung itu, Marvin Hajos – yang berusia 75 tahun, menurut afiliasi CNN WCJB – melakukan panggilan awal ke 911 Jumat sekitar pukul 10.00 pagi waktu ET.

“Panggilan kedua datang dari orang lain di tempat kejadian yang melaporkan keadaan darurat medis melibatkan seekor burung besar,” kata Letnan Joshua Crews dari Kantor Sheriff Kabupaten Alachua.

Hajos dipindahkan ke rumah sakit terdekat, di sana dia dinyatakan meninggal, kata letnan itu. Sementara kasuari tetap di properti Hajos karena pihak berwenang melakukan penyelidikan atas serangan itu.

“Pemiliknya adalah peternak burung langka asli Australia dan Papua,” kata Wakil Kepala Distrik Alachua, Jeff Taylor.

Pihak berwenang mengatakan kematian Hazos adalah sebuah bentuk kecelakaan akibat burung kasuari.

“Tampaknya pria itu jatuh, dan kasuari menyerangnya setelah jatuh,” kata Taylor.

Baca juga : Kasuari Ternyata Burung Berbahaya

Burung Paling Berbahaya di Dunia
Komisi Konservasi Ikan dan Satwa Liar Florida menganggap kasuari sebagai satwa liar Kelas II, yang berarti mereka membahayakan manusia. Sehingga pemiliknya harus menggunakan kandang tertentu sesuai persyaratan. Pemilik juga harus memiliki “pengalaman substansial” dengan hewan, kata komisi itu. Kasuari masuk dalam kategori hewan kelas II adalah yang sama dengan buaya, musang madu dan macan tutul, bersanding dengan binatang kelas I mencakup predator seperti singa, harimau dan beruang. Menurut Kebun Binatang San Diego, kasuari adalah burung besar yang tidak bisa terbang yang paling dekat hubungannya dengan emu.

“Ia dapat berlari hingga kecepatan 31 mil per jam melalui semak-semak yang lebat, melompat hampir 7 kaki ke udara dan merupakan perenang yang terampil, sehingga dapat dengan tangkas menangkis ancaman,” kata juru bicara kebun binatang.

Mereka dapat tumbuh lebih dari 5 kaki dan betinanya memiliki berat lebih dari 160 pon, imbuh pihak kebun binatang.

“Kasuari dianggap sebagai burung paling berbahaya di dunia!” kata kebun binatang. “Setiap kakinya yang berjari 3 memiliki cakar seperti belati yang panjangnya mencapai 4 inci (10 sentimeter)! Kasuari dapat melukai setiap predator atau ancaman potensial dengan satu tendangan cepat.”

Kasuari Ternyata Burung Berbahaya

Kasuari Ternyata Burung Berbahaya

Jenisburungdunia.net – Seorang pria di Florida meninggal pada Jumat pekan lalu karena ia diserang oleh kasuari peliharaannya (Casuarius). Untuk ahli burung (cabang zoologi yang mempelajari burung), spesies burung ini dikenal sebagai “burung paling berbahaya di dunia.”

Korban memelihara hewan ini di peternakannya, bersama dengan burung-burung eksotis lainnya, kata pihak berwenang. Polisi mengidentifikasi laki-laki yang tewas itu sebagai Marvin Hajos, usia 75 tahun. Layanan medis darurat menanggapi panggilan pada sekitar Jumat pagi, 12 April 2019, sekitar jam 10.00 waktu setempat, di tanah pertaniannya di dekat Alachua, Florida, Amerika Serikat. Demikian menurut Letnan Josh Crews dari Kantor Sheriff Alachua. Burung itu telah menyerbu Hajos dan melukainya dengan parah. Meski sempat mendapat penanganan di rumah sakit, namun nyawa Hajos tak bisa diselamatkan. Otoritas lokal kini harus menyelidiki penyebab sesungguhnya dari kematian Hajos.

Polisi pun memeriksa seorang saksi yang merupakan pihak terdekat Hajos, yaitu wanita yang mengaku sebagai tunangan Hajos. Si perempuan ini mengatakan kepada surat kabar Florida, Gainesville Sun, bahwa pasangannya akan melakukan apa saja yang ia sukai. Di satu sisi, burung kasuari itu kemudian diamankan petugas berwajib. Kantor sheriff menyampaikan bahwa mereka akan berkoordinasi dengan Florida Fish and Wildlife Commission (FWC) saat investigasi dimulai.

FWC mengidentifikasi kasuari tersebut sebagai “Margasatwa Kelas II”, yang dapat “menimbulkan bahaya bagi manusia.”

Badan itu pun menegaskan bahwa memelihara binatang ini memerlukan izin khusus, termasuk bagi mereka yang ingin melakukan pameran publik atau memiliki satwa tersebut. Kasuari, di mana ada tiga spesies, adalah burung asli daerah tropis Queensland (Australia) dan Papua Nugini. Mereka adalah kerabat dari burung unta, emus dan rheas.

Baca juga : Lapangan Bolah Di Tutup Karena Burung

Habitat Seseungguhnya Kasuari
Kasuari terlihat seperti burung purba dengan postur tubuh yang besar dan tinggi, dilengkpai oleh bulu-bulu hitam tebal yang menutupi tubuh mereka, kemudian warna bulu di kepala dan leher adalah biru, gelambirnya berwarna merah. Di atas kepala ada semacam ‘mahkota’ berwarna coklat muda. Namun, yang membuat kasuari berbahaya adalah kaki mereka, yang dilengkapi dengan tiga jari kuat dan besar serta kuku tajam bak belati –khususnya jari tengahnya.

“Jika Anda ditendang oleh kasuari dengan ‘paku’ itu, maka tubuh Anda yang terkena bisa retak parah,” papar Eric Slovak, asisten kurator burung di National Zoo di Washington D.C., Amerika Serikat. “Anda tidak mungkin tidak dilarikan ke rumah sakit.”

Meskipun berbahaya, kasuari adalah burung yang pemalu dan tertutup, menurut Slovak. Di alam liar, mereka bersembunyi jauh di dalam hutan hujan, tetapi sesekali tak segan untuk menyambangi lingkungan di mana manusia berada, seperti jalan raya atau sebuah permukian.

“Burung ini berbobot 90 kilogram dan tingginya bisa mencapai 1,8 meter, gemar berkeliaran untuk mencari buah-buahan sepanjang hari,” Slovak menjelaskan.

Kasuari di National Zoo dipinjamkan sementara ke kebun binatang lain, lantaran kandangnya direnovasi. Slovak menekankan bahwa pihaknya ‘mendandani’ kandang guna mengambil tindakan pencegahan serius, ketika burung-burung itu berada di dalam kebun binatang. Kandang mereka dibangun dari pintu dan gerbang untuk memisahkan mereka dari kontak langsung dengan manusia.

“Bukan karena mereka jahat, tetapi karena kita tahu betapa berbahayanya mereka jika mereka ketakutan karena alasan apa pun. Saya tidak akan mengerti mengapa ada orang yang menjadikan kasuari sebagai hewan peliharaan,” tambah Slovak.

Serangan Lain
Ada beberapa pertemuan yang menakutkan dengan burung-burung itu, kebanyakan di Australia, meskipun kematian terakhir yang diketahui terjadi pada tahun 1926, menurut Smithsonian Magazine. Dalam sebuah studi tahun 1999, Christopher P. Kofron dari Queensland Parks and Wildlife Service menghitung 221 serangan kasuari di Queensland, dan 150 terjadi pada manusia. Kofron mencatat, serangan itu cenderung terjadi “setiap tahun” dan burung-burung tersebut kerap menyerbu saat mereka berharap diberi makan oleh manusia, atau ketika mereka melindungi makanan, keturunan atau diri mereka sendiri.

Pada 2012, seorang turis Australia bernama Dennis Ward ditendang dari tebing oleh kasuari ketika ia dan keluarganya mengunjungi Babinda Boulders di Queensland. Dalam insiden mengerikan lainnya, Doon McColl dan pacarnya, Ray Willetts, terpaksa kejar-kejaran dengan beberapa kasuari di Mount Whitfield Conservation Park (Australia) pada tahun 1995. Doon sedang jogging ketika dia menemukan sesuatu di belakangnya. Gerombolan kasuari itu memojokkannya di pohon selama berjam-jam, sebelum akhirnya membiarkannya dan melepaskannya. Seminggu kemudian, Willetts juga dikejar oleh unggas besar ini saat sedang melintasi hutan.

Lapangan Bolah Di Tutup Karena Burung

Lapangan Bolah Di Tutup Karena Burung

Jenisburungdunia.net – Karena burung, lapangan sepak bola di New Jersey, Amerika Serikat ditutup sementara. Ini terjadi karena burung itu sedang bertelur di dekat tujuannya.Burung adalah sejenis pembunuh wanita. Ia termasuk dalam kategori spesies yang terancam.

Permasalahannya, burung tersebut membuat sarang di dekat gawang. Sehingga, harus ada cara khusus guna memindahkan sarang burung itu, termasuk telur-telurnya.

Untuk memindahkan sarang burung, diperlukan teknik khusus dan hanya dilakukan sesuai izin dari Departemen Perlindungan Lingkungan (DEP) setempat.

Sarang burung itu nyaris tidak terlihat dari kejauhan, namun melihat induk betina yang selalu berjaga di sekitar menunjukkan jika ada telur burung tersebut di sana.

Selain membutuhkan izin dari Departemen Perlindungan Lingkungan (DEP), memindahkan sarang dan telur burung membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Untuk mendapatkan izin memindahkan sarang dari DEP dan pemerintah federal bisa memakan waktu 30 hingga 60 hari.”

“Karenanya pilihan terbaik saat ini adalah cukup membiarkan sarang burung itu di sana,” kata Ken Hoffman, dari Departemen Pertamanan dan Rekreasi Teaneck.

Baca juga : Cara Merawat Burung Cucakrowo

Buat Sarang Lebih dari Dua Minggu
Sarang burung itu diprediksi dibuat sang betina di lapangan sepak bola selama dua minggu. Ia akan selalu menunggu sarangnya hingga telur-telur itu menetas.

Hingga saat itu tiba, tim sepak bola maupun warga kota harus mengalah dan mencari lokasi lain untuk latihan atau berolah raga.

Untuk menjauhkan warga yang penasaran dan mencegah mereka melihat terlalu dekat, petugas kota telah memasang garis pembatas di sekitar sarang burung tersebut.

Keistimewaan Burung Merpati

Merpati

Jenisburungdunia.net – Merpati adalah salah satu burung yang sering ditemukan di lingkungan sekitar rumah. Bahkan, banyak orang rela merawat merpati. Pemeliharaan yang tidak terlalu sulit dilakukan merpati sebagai salah satu faktor yang membuat banyak orang memeliharanya. Merpati dapat memberi makan dan kembali ke ruang utama setelah mereka selesai mencari makanan. Pada zaman kuno, merpati sering digunakan sebagai alat untuk mengirim surat.

berbagai fakta unik dari burung merpati

1. Burung merpati merupakan lambang dari pembawa perdamaian. Hal ini dikatakan dari referensi alkitab pertama dalam perjanjian lama. Burung merpati dikatakan sebagai burung pembawa damai seperti yang diceritakan dalam milenium pertama oleh Kisah Nuh.

2. Selama masa perang, burung merpati dipercaya memberikan efek yang sangat besar. Pada Perang Dunia I dan II, banyak nyawa yang selamat dari peperangan karena jasa dari burung merpati. Burung merpati akan datang dan memberitakan tentang garis musuh. Tidak hanya itu, burung merpati juga sangat berperan untuk mengumpulkan intelijen yang akan digunakan di belakang garis musuh. Di sini kelangsungan hidup dari orang-orang tersebut hanyalah 10%. Tentu saja ini menjadi hal yang sangat berjasa bagi mereka yang berhasil lolos dari Perang Dunia I dan II.

3. Ada beberapa kelompok agama yang masih mempercayai peranan burung merpati. Kelompok agama ini percaya bahwa mereka yang sudah meninggal, jiwanya akan berbentuk burung. Salah satunya adalah burung merpati. Hal inilah yang membuat kelompok agama ini sangat menghormati burung merpati. Ketika mereka memberi makan burung merpati maka mereka sudah memberi makan jiwa nenek moyang mereka.

4. Di beberapa negara masih banyak burung merpati berkeliaran di kota kota. Rupanya, burung merpati liar tersebut adalah keturunan merpati karang atau columba livia.

5. Pada tahun 1896, burung merpati digunakan pertama kali untuk layanan pos antara pulau Great Barrier dengan Selandia Baru.

Baca juga : Mitos Burung Perkutut Dalam Suku Jawa

6. Sepasang burung merpati yang hidup mampu berkembang biak sampai 8 kali setiap tahunnya. Dalam kondisi yang optimal, burung merpati yang sehat akan membawa dua merpati pemuda. Untuk frekuensi peternakan sendiri ditentukan oleh banyak tidaknya makanan yang tersedia. Diperlukan waktu selama 19 hari bagi telur merpati agar bisa menetas. Selama 19 hari inilah kedua orang tua dari burung merpati akan mengerami telur tersebut.

7. Beberapa tahun yang lalu, ada sebuah studi yang dilakukan dari Universitas Oxford. Mereka menyimpulkan bahwa burung merpati akan menggunakan jalan raya untuk menavigasi. Bahkan, burung merpati mampu mengubah arah yang ada di persimpangan jalan tol.

8. Reuters yang merupakan kantor berita terkenal di dunia melatih merpati rumahan untuk memulai bisnis di Benua Eropa. Merpati ini dilatih sedemikian rupa sehingga mampu membawa berita terbaru tentang harga saham dari Jerman ke Belgia.

9. Setelah 10 hari dilahirkan, burung-burung pada umumnya akan meninggalkan sarannya. Namun, berbeda dengan burung merpati yang akan tinggal di sarang tersebut sampai 2 bulan sebelum dewasa. Ini tentu merupakan waktu yang cukup lama bagi burung merpati untuk tinggal di sarangnya sampai ia membuat sarangnya sendiri.

10. Burung merpati adalah satu-satunya non mamalia yang sudah lulus tes cermin. Kemampuan ini adalah kemampuan yang sangat langka dan hanya dimiliki oleh satu dari 6 spesies aja. Burung merpati mampu membuat konsep dan hampir mengenali 26 huruf dalam bahasa Inggris. Tes cermin ini menuntut agar burung merpati mampu mengenali refleksinya pada cermin.

Fakta Burung Kolibri

kolibri

Jenisburungdunia.net – Kolibri adalah spesies terkecil dari hampir 10.000 spesies burung yang dikenal. Ada 343 spesies burung kolibri berbeda yang dapat ditemukan di seluruh dunia. Kerusakan dan hilangnya habitat mempengaruhi jumlah burung kolibri di alam liar. Pemanasan global (perubahan iklim) memengaruhi pola migrasi mereka dan mengubah perilaku normal burung kolibri.

Fakta Tentang Burung Kolibri 

  1. Kebanyakan kolibri panjangnya hanya 3,3 inci dan beratnya antara 0,07 dan 0,7 ons.
  2. Burung kolibri memiliki jumlah bulu lebih sedikit dibandingkan dengan burung lain (kurang dari 1000 helai), tetapi mereka dikenal sebagai “perhiasan terbang” karena mereka dapat mengubah warna bulu mereka ketika mereka terbang. Karakteristik unik ini adalah hasil dari pewarnaan warna-warni bulu dan pengaruh cahaya, kelembaban dan faktor lainnya.
  3. Kolibri dinamai karena suara dengungan yang dihasilkan oleh sayap mereka selama mereka terbang.
  4. Kolibri adalah hewan yang sangat cerdas. Mereka memiliki ukuran otak yang lebih besar (dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya) dibandingkan burung lain. Otak mereka memiliki bobot 4,2% dari total berat tubuh burung kolibri.
  5. Burung kolibri dapat mengingat bunga mana yang telah mereka kunjungi dan mereka tahu berapa banyak waktu yang dibutuhkan setiap bunga untuk mengisi ulang nektar.
  6. Burung kolibri dapat melihat dan mendengar lebih baik daripada manusia. Mereka bahkan dapat mendeteksi sinar ultraviolet. Namun burung kolibri tidak memiliki indra penciuman.
  7. Burung kolibri menggunakan penglihatan untuk menemukan bunga. Mereka lebih suka bunga merah dengan bentuk tubular. Burung kolibri memiliki paruh panjang yang membantu mereka mencapai bagian bawah bunga dan lidah bercabang (berbentuk W) yang digunakan untuk menjilati nektar di dalamnya.

Baca juga : Burung Gemak

Fakta ke 2 Burung Kolibri

  1. Burung kolibri terkenal karena kemampuannya menggerakkan sayapnya dengan cepat. Mereka dapat menggerakkan sayapnya 70 kali dalam satu detik. Tidak seperti burung lain, mereka menggerakkan sayapnya membentuk lingkaran penuh. Jenis penerbangan ini membutuhkan banyak energi dan itulah alasan mengapa kolibri makan banyak makanan setiap hari.
  2. Kolibri menggunakan karbohidrat (gula) sebagai sumber energi utama untuk terbang. Nektar dari bunga adalah sumber gula terbaik dan burung kolibri meminumnya 5 hingga 8 kali setiap jam. Menghabiskan 30 hingga 60 detik dalam memberi makan. Burung kolibri biasanya mengunjungi 1000 kuntum bunga per hari.
  3. Burung kolibri juga memakan serangga, yang memberi mereka cukup protein.
  4. Kolibri memiliki detak jantung yang luar biasa tinggi. Denyut jantung rata-rata selama penerbangan adalah 1.200 denyut per menit. Saat beristirahat, detak jantung hanya 250 detak per menit.
  5. Setiap malam kolibri memasuki keadaan seperti hibernasi yang disebut mati suri yang membantu mereka menghemat energi. Detak jantung melambat, suhu turun dan laju metabolisme menurun hingga 1/15 dari laju normal. Mereka biasanya menggantung terbalik di pohon selama fase ini.
  6. Kolibri kawin hanya kurang dari 4 detik.
  7. Betina biasanya bertelur 2 butir, ukurannya sangat kecil (hanya ½ inci panjangnya). Telur mewakili 10 persen dari berat sang ibu. Bayi kolibri tidak bisa terbang dan menghabiskan tiga minggu pertama hidupnya di dalam sarang.
  8. Sebagian besar kolibri mati pada tahun pertama setelah menetas. Mereka yang bertahan hidup, memiliki umur rata-rata 5 tahun di alam liar dan lebih dari 10 tahun di penangkaran.