Cara Perawatan Dan Penangkaran Burung Cenderawasih

Cara-Perawatan-Dan-Penangkaran-Burung-Cenderawasih

jenisburungdunia – Burung cendrawasih sebenarnya tersebar di beberapa wilayah, namun daerah paling utama sebagai tempat budidaya burung cendrawasih adalah Papua.
Masyarakat lokal mengenal burung cendrawasih sebagai spesies burung yang identik dari dua buah provinsi pada pulau ini, akan tetapi sayangnya sudah menjadi perdagangan ilegal, perburuan dan juga taksidermi yang disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya burung cendrawasih tersebut.

Pada tahun 2013, WWF sudah melakukan survei populasi habitat dan spesies di Papua yang kemudian ditemukan ada lebih dari 40 jenis burung cendrawasih sehingga upaya konservasi sangat dibutuhkan dengan cara ekowisata dan juga kegiatan pendidikan. Kegiatan budidaya yang dilakukan salah satunya adalah mengamati burung pada habitat aslinya yang hanya bisa dilakukan jika kondisi hutan masih terjaga dengan sangat baik.

Proses perkawinan burung cendrawasih dimulai dengan beberapa ekor burung jantan yang akan mendekati cendrawasih betina pada luas sarang sekitar 30 hingga 100 meter. Dalam sarang tersebut juga terdapat beberapa pohon kecil yang tinggi tempat dimana para jantan bertengger untuk bersaing dengan burung jantan lainnya. Burung cendrawasih jantan nantinya akan mengepakkan sayapnya sambil menggelengkan kepala untuk menonjolkan diri pada betina.

Sarang burung cendrawasih berbentuk seperti mangkuk yang terbuat dari daun daunan, batang, pakis dan juga serabut tanaman yang juga dilapisi dengan bulu hewan dan terletak antara 2 hingga 11 meter dari permukaan tanah. Posisi sarang bisa lebih tinggi jika sering terlihat manusia yang bisa mengganggu sarangnya. Burung cendrawasih betina umumnya akan meletakkan 1 hingga 2 telur berwarna merah muda dengan masa inkubasi sekitar 18 hari pada alam bebas dan 20 hari dalam penangkaran.

Habitat Alami dan Pengembangbiakan Cendrawasih

Burung cendrawasih jantan merupakan burung yang poligami sehingga melakukan perkawinan dengan beberapa ekor burung cendrawasih betina.Sesudah melewati perkawinan, burung cendrawasih betina akan meletakkan sekitar 2 butir telur berwarna merah muda pada sarang yang gelap di pohon tinggi. Sedangkan makanan dari burung cendrawasih ini terdiri dari aneka jenis buah buahan dan juga serangga.

Burung cendrawasih juga bisa dilihat pada area pepohonan dan akan pergi ke pohon yang sama setiap tahunnya. Inilah yang menjadi alasan kenapa burung cendrawasih mudah di buru dan punah karena selalu kembali ke pohon yang sama dari generasi ke generasi.

Cara Kawin Burung Cendrawasih

Burung cendrawasih jantan memiliki bulu panjang dengan bentuk khusus. Saat seekor burung cendrawasih muda sudah mencapai usia dewasa, maka burung cendrawasih jantan sudah sempurna dalam urusan suara, bulu dan juga warna untuk menarik perhatian burung jantan dilengkapi juga dengan beberapa tarian yang dilakukan pada masa kawin.

Burung betina nantinya akan melakukan panggilan keras serta mengubah bentuk bulunya untuk memenangkan burung betina. Cendrawasih betina nantinya akan memeriksa dengan seksama dan terkadang menyentuh cendrawasih jantan sebelum akhirnya melakukan proses perkawinan.

Burung cendrawasih memiliki cara yang sangat unik pada saat ingin kawin. Cendrawasih jantan harus melakukan percobaan untuk bercumbu dalam waktu yang lumayan lama diawali dengan menari memutar mengelilingi betina kemudian meloncat dan diikuti juga dengan sedikit berkicau dimana proses perkawinan tersebut tidak bisa ditemukan pada satwa lainnya. Inilah yang menyebabkan burung cendrawasih dinamakan dengan burung dewata.

Baca Juga : Burung Termahal di Indonesia

Cendrawasih jantan akan melakukan ritual seperti tarian yang tidak biasa untuk menarik perhatian cendrawasih betina. Sebelum melakukan ritual tarian, burung jantan akan membersihkan daun yang ada di tanah dan berbagai benda yang bisa mengganggu penampilannya saat menari.

Makanan utama dari burung cendrawasih meliputi buah dan juga arthropoda serta sebagian kecil nektar dan vertebrata kecil yang juga dikonsumsi burung cendrawasih. Variasi jenis makanan juga dibedakan dari jenis burung cendrawasih dimana sebagian jenis burung cendrawasih lebih banyak mengkonsumsi buah buahan dan sebagian jenis lagi lebih banyak mengkonsumsi arthropoda.

Burung cendrawasih memakan buah saat sedang bertengger dan bukan saat sedang terbang. Burung cendrawasih bisa menggunakan kakinya untuk menahan makanan sehingga memungkinkan mereka untuk mengambil sari buah. Beberapa jenis buah yang biasanya dikonsumsi burung cendrawasih diantaranya strawberry, buah ara, mahoni, pala dan juga aneka jenis buah beri. Saat burung cendrawasih memakan buah, maka benih yang juga masuk ke pencernaan akan tetap utuh sehingga sat dikeluarkan bisa membantu meregenerasi hutan.

Perawatan Burung Cendrawasih

Burung cendrawasih akan lebih baik dibiarkan pada habitat aslinya. Akan tetapi saat dibudidayakan dari lingkungan aslinya, maka perawatan memadai wajib untuk diberikan sebagai cara menjaga kesehatan dan kualitas penampilan burung tersebut. Sedangkan untuk cendrawasih jantan lebih membutuhkan perlakukan tambahan untuk mempertahankan daya tarik mereka yang berasal dari bulu.

Pada habitat aslinya, burung cendrawasih hidup dengan energik dan memiliki sedikit masalah kesehatan serta pemangsa. Sedangkan dalam tempat budidaya, beberapa jenis perawatan harus disediakan untuk memastikan burung cendrawasih tidak mengalami masalah dan perlu diingat jika burung cendrawasih sedikit sulit beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda.

Jenis Burung Cenderawasih Biru

Jenis Burung Cenderawasih Biru

Jenisburungdunia.net – Cenderawasih biru adalah burung Cenderawasih yang berukuran sedang, dengan panjang sekitar 30cm, dari genus Paradisaea. Cendrawasih Biru ditemukan oleh Carl Hunstein dalam salah satu ekspedisinya di pulau Irian pada tahun 1884. Nama ilmiah spesies langka ini memperingati seorang putra mahkota dari Austria bernama Rudolf von Österreich-Ungarn.

Daerah Tempat Cendrawasih Biru
Daerah sebaran Cenderawasih biru terdapat di hutan-hutan pegunungan Papua Nugini bagian timur dan tenggara, umumnya dari ketinggian 1.400 meter sampai ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut. Pakan burung Cendrawasih Biru terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.

  • Ciri-Ciri Cendrawasih Biru
  • Ciri-ciri umum Cendrawasih Biru antara Lain
  • Burung ini berwarna hitam dan biru
  • Berparuh putih kebiruan
  • Kaki abu-abu
  • Iris mata berwarna coklat tua
  • Di sekitar mata terdapat dua buah setengah lingkaran putih
  • Sayap berwarna biru terang

Ciri-Ciri Burung Cendrawasih Biru jantan dewasa memiliki bulu-bulu jumbai hiasan pada sisi dada yang berwarna biru keunguan jika dilihat dari bawah dan berwarna coklat kemerahan jika dilihat dari atas. Pada bagian dadanya terdapat lingkaran oval hitam dengan tepi berwarna merah. Diekornya terdapat dua buah tali panjang berwarna hitam dengan ujung membulat berwarna biru.

Baca juga : Jenis Burung tukan

Ciri-Ciri Burung Cendrawasih Biru Betina berukuran lebih kecil, tanpa dihiasi bulu hiasan dan tubuh bagian bawah berwarna coklat kemerahan.

Proses Memikat Pasangan
Cenderawasih biru adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian yang memamerkan bulu-bulu hiasannya. Tidak seperti burung Cenderawasih Paradisaea lainnya, Cenderawasih Biru jantan melakukan tariannya tidak dalam kelompok. Jantan menggantungkan badannya ke bawah, membuka memamerkan bulu hiasannya seperti kipas biru sambil berkicau dengan suara menyerupai dengungan rendah. Didekatnya terdapat seekor betina. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain.

Pelestarian Cendrawasih Biru
Upaya-upaya untuk mengatasi kepunahan Perburuan burung Cendrawasih sebenarnya sudah dilarang dipasaran, namun karena harga burung ini cukup menggiurkan sehingga para pemburu terus mengadakan perburuan liar. Keindahannya sejak lama telah menjadi incaran komoditas usaha yang mendunia, mulai dari pemburu lokal, pemerintah kolonial Belanda, hingga pengusaha busana di Eropa Amerika dan Kanada yang memanfaatkan bulu burung tersebut. Populasi burung cendrawasih yang terus menurun menimbulkan keinginan beberapa pihak untuk mencoba melakukan penangkaran.