Jokowi Kalah Pertandingan Kicauan Burung

Jokowi Kalah Pertandingan Kicauan Burung

Jenisburungdunia.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Festival Presidensial Piala Jokowi tahun 2018 dan Pertunjukan Burung yang berlangsung di Kebun Raya Bogor. Selain menghadiri, Jokowi juga berpartisipasi dalam kompetisi menyanyi burung di acara tersebut.

Namun sayangnya, burung jenis murai batu yang dimiliki oleh Presiden Jokowi tidak berhasil menang. Menanggapi hal ini, Jokowi menyatakan jika dalam kompetisi, kalah dan menang merupakan hal yang biasa. Kalah, ya bagaimana lagi. Berarti jurinya jujur,” ujar dia di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Jokowi justru menyatakan sempat ingin membeli burung yang menjadi juara di kompetisi tersebut. Namun, sayangnya burung tersebut tidak dijual oleh sang pemilik.

“Tapi tadi yang juara satu mau saya beli. (Sudah ditawar?)‎ Sudah tapi pemiliknya ngomong enggak dijual,” kata dia.

Banyak Spesies
Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan, Indonesia memiliki banyak spesies burung. Hingga saat ini tercatat ada sekitar 1.660-an jenis burung yang ada di Indonesia.

“Jadi di negara kita Indonesia memiliki spesies burung yang sangat banyak sekali. Dari informasi yan diberikan kepada saya ada 1660-an spesies jenis burung yang ada di negara kita.‎ Ini Sebetulnya sebuah kekayaan besar yang diberikan Allah, yang diberikan Tuhan kepada kita,” ‎ujar dia.

Oleh sebab itu, lanjut Jokowi, dirinya menghargai upaya yang dilakukan oleh para pencinta burung. Selain memelihara dan melatih burung untuk diikutsertakan dalam lomba, komunitas pencinta burung ini juga melakukan pengembangbiakan burung, termasuk yang sudah hampir punah.

“Oleh sebab itu, saya sangat menghargai tadi banyaknya penangkaran-penangkaran burung yg ada di banyak daerah sekarang ini. Tadi ada penangkaran murai, kolibri, jalak. Contoh jalak bali

dulu sudah punah tetapi karena berhasil ditangkarkan sekarang jumlahnya sudah banyak sekali,” kata dia.

Baca juga : Jokowi Mengikuti Pertandingan Burung Murai Batu

Penangkaran
Jokowi berharap upaya pengembangbiakan dan penangkaran yang dilakukan oleh komunitas pencinta burung ini terus dilakukan. Dengan demikian diharapkan bisa melindungi spesies burung dari potensi kepunahan.

“Penangkaran-penangkaran seperti itu yang justru akan selain memberikan ruang bagi penghobi, penggemar burung, juga penangkaran ini bisa menjaga spesies-spesies itu dari kepunahan,” tandas dia.

Sebagai informasi, Indonesia memiliki keanekaragaman burung yang sangat tinggi di dunia. Berdasarkan data burung Indonesia tahun 2017, jumlah jenis burung di Indonesia tercatat 1.769 jenis. Di antaranya tercatat 531 jenis burung yang statusnya dilindungi, seperti elang, jalak bali, rangkong gading, kasuari, gelatik jawa, cucak rawa. Indonesia juga menempati peringkat pertama yang memiliki jumlah burung endemik tertinggi di dunia. Di Indonesia tercatat lebih dari 372 jenis burung endemik, yaitu jenis burung yang tidak dapat ditemukan di negara lain di dunia‎.

Jokowi Mengikuti Pertandingan Burung Murai Batu

Jokowi Mengikuti Pertandingan Burung Murai Batu

Jenisburungdunia.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpartisipasi dalam kompetisi burung penyanyi yang diadakan di kebun raya Bogor. Burung Jokowi yang berpartisipasi dalam kontes adalah sejenis murai batu.

Meski tak berhasil kompetisi, burung jenis seperti murai batu disebut memiliki harga yang tinggi‎. Lantas berapa harga burung murai batu milik mantan Gubernur DKI Jakarta ini? Ketua Bidang Penangkaran BnR Joko TJM mengatakan, burung murai batu memang jenis burung yang umum diperlombakan dalam kompetisi antar pencinta hewan berdarah panas tersebut. Kalau di antara komunitas, murai batu ini memang masuk kelas bergengsi untuk kicauannya. Dia berasal dari Sumatera, Kalimantan, Jawa. Selain murai batu, ada juga jenis anis merah, kacer, branjangan,” ujar dia saat berbincang dengan Jenisburungdunia.net di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat.Lantaran masuk kelas bergengsi, burung jenis ini memiliki harga yang cukup fantastis. Bahkan untuk murai batu yang rutin memenangkan kompetisi bisa bernilai hingga Rp 800 juta.

“Kalau harganya yang untuk lomba itu minimal Rp 50 juta‎. Malah ada yang sampai Rp 800 juta. Memang tinggi harganya. Ini yang kecil, yang masih anak saja sekitar Rp 3,5-Rp 5 juta,” kata dia.

Meski bagi sebagian orang, harga tersebut tidak wajar, di antara pencinta burung, sebenarnya harga puluhan hingga ratusan juga rupiah ini dianggap wajar. Sebab, dalam sebuah kompetisi, semua aspek dinilai dan yang terbaik yang bisa keluar sebagai pemenang.

Kami adalah salah satu agen SV388 sabung ayam terbaik yang sudah ada di Indonesia dan akan membuat Anda menghabiskan banyak uang dari taruhan ayam online, di mana ketika Anda memilih kami sebagai agen untuk bermain atau bertaruh pada s128 sabung ayam

“Yang dinilai seperti durasi bunyi, bunyi dengan rapi dan saat berkicau dia main ekor. Kemudian irama, volume bunyi. Fisiknya juga harus utuh, seperti ekornya tidak boleh putus atau pendek,” tandas dia.

Baca juga : Ditawar Jokowi Rp 600 Juta Burung Murai Batu

Juri Jujur
Untuk diketahui, Presiden Jokowi menghadiri acara Festival dan Pameran Burung Berkicau Piala Presiden Jokowi 2018 yang berlangsung di Kebun Raya Bogor. Selain hadir, Jokowi juga turut serta dalam kompetisi kicau burung dalam acara tersebut. Namun sayangnya, burung jenis murai batu yang dimiliki oleh Presiden Jokowi tidak berhasil menang. Menanggapi hal ini, Jokowi menyatakan jika dalam kompetisi, kalah dan menang merupakan hal yang biasa.

“Kalah, ya bagaimana lagi. Berarti jurinya jujur,” ujar dia di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat.

Jokowi justru menyatakan sempat ingin membeli burung yang menjadi juara di kompetisi tersebut. Namun, sayangnya burung tersebut tidak dijual oleh sang pemilik.

“Tapi tadi yang juara satu mau saya beli. (Sudah ditawar?)‎ Sudah tapi pemiliknya ngomong enggak dijual,” kata dia.

Ditawar Jokowi Rp 600 Juta Burung Murai Batu

Ditawar Jokowi Rp 600 Juta Burung Murai Batu

Jenisburungdunia.net – Kesempatan untuk bertemu Presiden Joko Widodo adalah pengalaman yang tak terlupakan bagi Muhammad Nur Alamsyah, warga Brebes, Jawa Tengah. Selain itu, murai batu miliknya sampai ia menarik perhatian Jokowi sampai ia ditawari Rp. 600 juta.

Burung murai Alamsyah memang spesial. Satwa itu baru saja memenangkan lomba kicau mania tingkat nasional Piala Presiden 2018 pada Minggu, 11 Maret 2018 lalu. Karena keistimewaan itulah, Jokowi bersedia merogoh kocek dalam-dalam. Namun, sang empunya enggan melepas burung murai kesayangannya. Ia hanya bersedia berbagi kisah tentang awal mula memelihara burung murai juara itu. Dia mengaku membeli murai berwarna hitam coklat keemasan itu dari seseorang di Jakarta pada 2016 lalu.

“Jadi burung itu asli Lampung, karena murai memang habitatnya kan di sana. Mungkin saya orang ketiga. Sebelumnya, orang Lampung jual ke orang Jakarta, terus dibeli saya,” ucap pria yang akrab disapa Dede itu, Selasa, 13 Maret 2018.

Dede mengungkapkan murai piaraannya dibeli seharga sebuah mobil SUV. Itu berarti di atas Rp 200 jutaan. Meski begitu, ia tak mempersoalkannya karena menilai sepadan dengan kualitas burung yang dibeli.

“Saya beli burung murai itu Rp 250 juta, Rencananya memang akan digunakan untuk mengikuti berbagai macam lomba,” katanya.

Prediksinya tak meleset. Murai batu yang dinamai Kitaro itu sering memenangkan kompetisi, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional. Yang paling prestisius adalah kompetisi burung berkicau Piala Presiden pada Minggu lalu. Dia mendapatkan dua gelar sekaligus dalam lomba itu, sekaligus mengalahkan burung piaraan Jokowi.

“Dari empat kelas yang saya ikuti di Piala Presiden, saya menang dua, yakni kelas Murai Batu Radja dan Murai Batu B n R,” ucapnya.

Dua piala yang diserahkan langsung oleh Jokowi itu kini menghiasi meja besar di belakang rumahnya. “Sebelum ini saya juga ikut lomba di Monas Jakarta. Juara juga,” katanya dengan menunjukkan piala lain berbentuk monas berwarna kuning keemasan.

Baca juga : Murai Batu Jadi Hewan Dilindungi Pencintanya Menolak Keras

Burung-Burung Jagoan
Dede mengaku saat ini memelihara sekitar 40 ekor burung dari berbagai jenis. Selain murai batu, dia juga memiliki burung jalak, anis, murai, branjangan, dan lainnya.

“Kalau burung jalak saja saya punya lebih dari 10 ekor,” imbuh dia.

Dari puluhan burung yang dia miliki, hanya ada dua burung yang benar-benar mendapat sentuhan langsung darinya, yakni burung anis dan murai batu. Dua burung itu yang sering diikutkan lomba di berbagai ajang kicau mania.

“Kalau (burung) yang lain ada orang yang merawat sendiri. Yang saya amati dan rawat sendiri, dua burung itu,” ungkapnya.

Menurut dia, perawatan untuk burung jenis murai lebih mudah dibanding anis. Pasalnya, burung anis lebih sensitif karena ada proses pergantian bulu setiap tahunnya.

“Makanya butuh kesabaran dan ketelatenan,” ucap dia.