Fakta Burung Kakatua Jambul Kuning Yang Genit

Fakta Burung Kakatua Jambul Kuning Yang Genit

Jenisburungdunia.net – Dari 443 burung yang diasuransikan di Kepolisian Daerah Jawa Timur, ada seekor burung yang menarik perhatian beberapa wartawan dan polisi. Ini karena polanya menyenangkan dan genit. Ketika mendekati, Cacatua Galerita yang bermahkota Kuning selalu mengatakan “perempuan”.

Awalnya wartawan mengira bahwa suara memanggil “cewek-cewek”, berasal dari burung beo (Gracula religiosa). Namun, saat jenisburungdunia.net mendekati untuk mengambil gambar, ternyata suara itu berasal dari burung kakaktua putih jambul kuning. Bahkan, suaranya tambah keras ketika melihat banyak orang mendekatinya. Hal ini membuat sejumlah wartawan dan polisi mendengar seruan burung kakaktua tersebut tertawa.

“Mungkin ini, dikira cewek, sehingga dipanggil cewek-cewek,” canda Kasat Reskrim Polres Jember Polda Jatim, AKP Eric Pradana, sambil tertawa, Selasa, 9 Oktober 2018.

Kontan saja, candaan tersebut memantik tertawa orang di sekitarnya. Burung tersebut, mendapatkan perlakuan berbeda, dengan burung yang lainnya. Kalau burung-burung yang lain, dimasukkan dalam sangkar, tetapi burung genit ini dikeluarkan dari sangkarnya. Dia ditaruh di sebilah pijakan dengan kaki yang diikat rantai kecil. Saat sejumlah wartawan dan polisi mengambil gambar, burung tersebut seperti beraksi, dia bergaya layaknya orang tengah berswafoto. Seorang polisi wanita (polwan) Kepolisian Resort Jember, Ipda Trimuji Wilujeng, turut mengabadikan burung tersebut dari jarak dekat.

“Lucu ya, dan bisa bilang cewek,” katanya.

Bahkan Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, sempat membelai-belai burung genit itu sebelum menyampaikan keterangan resminya.

Baca juga : Proses Pelepasan Burung Paruh Bengkok Hasil Sitaan

Kesulitan Mengembalikan ke Habitat
Sementara Kepala Balai besar BKSDA Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Timur, Nandang Prihadi menjelaskan kesulitan mengembalikan burung-burung ini ke habitatnya, karena hewan tersebut hasil penangkaran.

“Butuh waktu lama, untuk menyesuaikan dengan lingkungan habitat aslinya,” katanya.

Yang menjadi masalah sekarang, lanjut Nandang, apakah pemilik penangkaran ini, memasukkan hewan yang dilindungi dari luar, tanpa melaporkan ke BKSDA. Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Timur, menyita sebanyak 443 ekor berbagai burung yang dilindungi, dari sebuah penangkaran burung yang dilindungi, CV Bintang Terang di Dusun Krajan desa Curah Kalong Kecamatan Bangsalsari Jember Jawa Timur, Selasa siang. Burung yang diamankan itu terdiri atas 212 ekor nuri bayan (eclectus roratus), 99 ekor kakaktua putih jambul kuning (Cacatua galerita), 23 kakaktua jambul oranye (Cacatua molluccensis), 82 ekor kakatua govin (Cacatua govineana), 5 ekor kakaktua raja, 1 ekor kakaktua alba, 1 ekor jalak putih, 6 ekor burung dara mahkota (Gaura victoria), 4 ekor nuri merah kepala hitam (Lorius lory), 4 ekor anakan nuri bayan, 6 nuri merah (Red nury), 61 butur telur burung nuri bayan dan kakaktua.

Dalam kesempatan itu, polisi juga menyita barang bukti 1 bendel dokumen perizinan penangkaran burung PT Bintang Terang, 1 bendel administrasi pembukunan, 1 telepon genggam, 1 paspor atas nama Lauw Djin Ai, 1 bendel sertifikat burung paruh bengkok yang diterbitkan oleh CV Bintang Terang. Tersangka dijerat Pasal 21 ayat 2 huruf A dan Huruf E, Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dengan denda 100 juta rupiah.

Proses Pelepasan Burung Paruh Bengkok Hasil Sitaan

Proses Pelepasan Burung Paruh Bengkok Hasil Sitaan

Jenisburungdunia.net – Puluhan burung beo dengan jenis Bibir Dora dari penangkapan IM, warga Panca Karsa II, kabupaten Taluditi, dirilis pada Sabtu (24/11/2018). Sementara IM harus bertanggung jawab atas tindakan mereka dan ditahan di Kepolisian Daerah Pohuwato, Gorontalo.

sebanyak 23 burung Perkicik Dora dilepas liarkan oleh pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi II Gorontalo bersama-sama anggota Reskrim Polres Pohuwato di Cagar Alam Panua. Cuitan burung Nuri itupun seolah mengucapkan terima kasih sambil melambaikan sayapnya.

Tatang Abdullah, Kepala resort Cagar Alam Panua BKSDA Sulawesi Utara II Gorontalo mengatakan, lepas liar burung nuri ini juga sebagai upaya tindak lanjut dari penyerahan barang bukti hasil tangkapan dari Polres Pohuwato.

“Cagar Alam Panua ini merupakan habibat dari burung perkici dora. Tidak akan kesulitan beradaptasi karena disini tempat mereka,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Pohuwato AKP Muhamad Kukuh Islami mengungkapkan, pihaknya terus mendalami keterangan saksi-saksi dan tersangka atas dugaan jaringan perdagangan satwa liar.

“Untuk sementera dari hasil penyidikan dan pemeriksaan tersangka, masih terus kita lakukan pengembangan,” ungkap Kukuh.

Ditempat terpisah, Koordinator Program Burung Indonesia Gorontalo, Amsurya Warman Amsa mengatakan, pihaknya sudah berulang kali melakukan sosialisasi terkait dengan jenis-jenis satwa yang dilindungi.

Baca juga : Kisah Pemilik Yang Meninggal Karena Burung Kasuari

“Termasuk jenis satwa-satwa yang dilindungi lainnya seperti babi rusa maleo dan sebagainya itu kan dilindungi. Tapi kan masih ada yang mungkin tidak paham atau paham tapi pura-pura tidak paham,” ujarnya.

Banyaknya peminat satwa khususnya yang masuk pada kategori terancam punah menjadikan bisnis jual beli satwa menjanjikan.

“Penyebabnya adalah lagi-lagi ada yang nampung, ada yang beli. Mau barang dilindungi atau tidak dilindungi kan kalau ada yang beli pasti akan dicari,” tambah Amsurya soal jual beli burung Nuri.

Kisah Pemilik Yang Meninggal Karena Burung Kasuari

Kisah Pemilik Yang Meninggal Karena Burung Kasuari

Jenisburungdunia.net – Kasuari, burung langka seperti emu, menyerang dan membunuh orang-orang Florida. Menurut pihak berwenang Florida. “Seekor kasuari, seekor burung raksasa dengan cakar panjang di setiap kakinya, membunuh pemiliknya yang jatuh di halaman belakang Gainesville, Florida.

Pemilik burung itu, Marvin Hajos – yang berusia 75 tahun, menurut afiliasi CNN WCJB – melakukan panggilan awal ke 911 Jumat sekitar pukul 10.00 pagi waktu ET.

“Panggilan kedua datang dari orang lain di tempat kejadian yang melaporkan keadaan darurat medis melibatkan seekor burung besar,” kata Letnan Joshua Crews dari Kantor Sheriff Kabupaten Alachua.

Hajos dipindahkan ke rumah sakit terdekat, di sana dia dinyatakan meninggal, kata letnan itu. Sementara kasuari tetap di properti Hajos karena pihak berwenang melakukan penyelidikan atas serangan itu.

“Pemiliknya adalah peternak burung langka asli Australia dan Papua,” kata Wakil Kepala Distrik Alachua, Jeff Taylor.

Pihak berwenang mengatakan kematian Hazos adalah sebuah bentuk kecelakaan akibat burung kasuari.

“Tampaknya pria itu jatuh, dan kasuari menyerangnya setelah jatuh,” kata Taylor.

Baca juga : Kasuari Ternyata Burung Berbahaya

Burung Paling Berbahaya di Dunia
Komisi Konservasi Ikan dan Satwa Liar Florida menganggap kasuari sebagai satwa liar Kelas II, yang berarti mereka membahayakan manusia. Sehingga pemiliknya harus menggunakan kandang tertentu sesuai persyaratan. Pemilik juga harus memiliki “pengalaman substansial” dengan hewan, kata komisi itu. Kasuari masuk dalam kategori hewan kelas II adalah yang sama dengan buaya, musang madu dan macan tutul, bersanding dengan binatang kelas I mencakup predator seperti singa, harimau dan beruang. Menurut Kebun Binatang San Diego, kasuari adalah burung besar yang tidak bisa terbang yang paling dekat hubungannya dengan emu.

“Ia dapat berlari hingga kecepatan 31 mil per jam melalui semak-semak yang lebat, melompat hampir 7 kaki ke udara dan merupakan perenang yang terampil, sehingga dapat dengan tangkas menangkis ancaman,” kata juru bicara kebun binatang.

Mereka dapat tumbuh lebih dari 5 kaki dan betinanya memiliki berat lebih dari 160 pon, imbuh pihak kebun binatang.

“Kasuari dianggap sebagai burung paling berbahaya di dunia!” kata kebun binatang. “Setiap kakinya yang berjari 3 memiliki cakar seperti belati yang panjangnya mencapai 4 inci (10 sentimeter)! Kasuari dapat melukai setiap predator atau ancaman potensial dengan satu tendangan cepat.”

Kasuari Ternyata Burung Berbahaya

Kasuari Ternyata Burung Berbahaya

Jenisburungdunia.net – Seorang pria di Florida meninggal pada Jumat pekan lalu karena ia diserang oleh kasuari peliharaannya (Casuarius). Untuk ahli burung (cabang zoologi yang mempelajari burung), spesies burung ini dikenal sebagai “burung paling berbahaya di dunia.”

Korban memelihara hewan ini di peternakannya, bersama dengan burung-burung eksotis lainnya, kata pihak berwenang. Polisi mengidentifikasi laki-laki yang tewas itu sebagai Marvin Hajos, usia 75 tahun. Layanan medis darurat menanggapi panggilan pada sekitar Jumat pagi, 12 April 2019, sekitar jam 10.00 waktu setempat, di tanah pertaniannya di dekat Alachua, Florida, Amerika Serikat. Demikian menurut Letnan Josh Crews dari Kantor Sheriff Alachua. Burung itu telah menyerbu Hajos dan melukainya dengan parah. Meski sempat mendapat penanganan di rumah sakit, namun nyawa Hajos tak bisa diselamatkan. Otoritas lokal kini harus menyelidiki penyebab sesungguhnya dari kematian Hajos.

Polisi pun memeriksa seorang saksi yang merupakan pihak terdekat Hajos, yaitu wanita yang mengaku sebagai tunangan Hajos. Si perempuan ini mengatakan kepada surat kabar Florida, Gainesville Sun, bahwa pasangannya akan melakukan apa saja yang ia sukai. Di satu sisi, burung kasuari itu kemudian diamankan petugas berwajib. Kantor sheriff menyampaikan bahwa mereka akan berkoordinasi dengan Florida Fish and Wildlife Commission (FWC) saat investigasi dimulai.

FWC mengidentifikasi kasuari tersebut sebagai “Margasatwa Kelas II”, yang dapat “menimbulkan bahaya bagi manusia.”

Badan itu pun menegaskan bahwa memelihara binatang ini memerlukan izin khusus, termasuk bagi mereka yang ingin melakukan pameran publik atau memiliki satwa tersebut. Kasuari, di mana ada tiga spesies, adalah burung asli daerah tropis Queensland (Australia) dan Papua Nugini. Mereka adalah kerabat dari burung unta, emus dan rheas.

Baca juga : Lapangan Bolah Di Tutup Karena Burung

Habitat Seseungguhnya Kasuari
Kasuari terlihat seperti burung purba dengan postur tubuh yang besar dan tinggi, dilengkpai oleh bulu-bulu hitam tebal yang menutupi tubuh mereka, kemudian warna bulu di kepala dan leher adalah biru, gelambirnya berwarna merah. Di atas kepala ada semacam ‘mahkota’ berwarna coklat muda. Namun, yang membuat kasuari berbahaya adalah kaki mereka, yang dilengkapi dengan tiga jari kuat dan besar serta kuku tajam bak belati –khususnya jari tengahnya.

“Jika Anda ditendang oleh kasuari dengan ‘paku’ itu, maka tubuh Anda yang terkena bisa retak parah,” papar Eric Slovak, asisten kurator burung di National Zoo di Washington D.C., Amerika Serikat. “Anda tidak mungkin tidak dilarikan ke rumah sakit.”

Meskipun berbahaya, kasuari adalah burung yang pemalu dan tertutup, menurut Slovak. Di alam liar, mereka bersembunyi jauh di dalam hutan hujan, tetapi sesekali tak segan untuk menyambangi lingkungan di mana manusia berada, seperti jalan raya atau sebuah permukian.

“Burung ini berbobot 90 kilogram dan tingginya bisa mencapai 1,8 meter, gemar berkeliaran untuk mencari buah-buahan sepanjang hari,” Slovak menjelaskan.

Kasuari di National Zoo dipinjamkan sementara ke kebun binatang lain, lantaran kandangnya direnovasi. Slovak menekankan bahwa pihaknya ‘mendandani’ kandang guna mengambil tindakan pencegahan serius, ketika burung-burung itu berada di dalam kebun binatang. Kandang mereka dibangun dari pintu dan gerbang untuk memisahkan mereka dari kontak langsung dengan manusia.

“Bukan karena mereka jahat, tetapi karena kita tahu betapa berbahayanya mereka jika mereka ketakutan karena alasan apa pun. Saya tidak akan mengerti mengapa ada orang yang menjadikan kasuari sebagai hewan peliharaan,” tambah Slovak.

Serangan Lain
Ada beberapa pertemuan yang menakutkan dengan burung-burung itu, kebanyakan di Australia, meskipun kematian terakhir yang diketahui terjadi pada tahun 1926, menurut Smithsonian Magazine. Dalam sebuah studi tahun 1999, Christopher P. Kofron dari Queensland Parks and Wildlife Service menghitung 221 serangan kasuari di Queensland, dan 150 terjadi pada manusia. Kofron mencatat, serangan itu cenderung terjadi “setiap tahun” dan burung-burung tersebut kerap menyerbu saat mereka berharap diberi makan oleh manusia, atau ketika mereka melindungi makanan, keturunan atau diri mereka sendiri.

Pada 2012, seorang turis Australia bernama Dennis Ward ditendang dari tebing oleh kasuari ketika ia dan keluarganya mengunjungi Babinda Boulders di Queensland. Dalam insiden mengerikan lainnya, Doon McColl dan pacarnya, Ray Willetts, terpaksa kejar-kejaran dengan beberapa kasuari di Mount Whitfield Conservation Park (Australia) pada tahun 1995. Doon sedang jogging ketika dia menemukan sesuatu di belakangnya. Gerombolan kasuari itu memojokkannya di pohon selama berjam-jam, sebelum akhirnya membiarkannya dan melepaskannya. Seminggu kemudian, Willetts juga dikejar oleh unggas besar ini saat sedang melintasi hutan.

Lapangan Bolah Di Tutup Karena Burung

Lapangan Bolah Di Tutup Karena Burung

Jenisburungdunia.net – Karena burung, lapangan sepak bola di New Jersey, Amerika Serikat ditutup sementara. Ini terjadi karena burung itu sedang bertelur di dekat tujuannya.Burung adalah sejenis pembunuh wanita. Ia termasuk dalam kategori spesies yang terancam.

Permasalahannya, burung tersebut membuat sarang di dekat gawang. Sehingga, harus ada cara khusus guna memindahkan sarang burung itu, termasuk telur-telurnya.

Untuk memindahkan sarang burung, diperlukan teknik khusus dan hanya dilakukan sesuai izin dari Departemen Perlindungan Lingkungan (DEP) setempat.

Sarang burung itu nyaris tidak terlihat dari kejauhan, namun melihat induk betina yang selalu berjaga di sekitar menunjukkan jika ada telur burung tersebut di sana.

Selain membutuhkan izin dari Departemen Perlindungan Lingkungan (DEP), memindahkan sarang dan telur burung membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Untuk mendapatkan izin memindahkan sarang dari DEP dan pemerintah federal bisa memakan waktu 30 hingga 60 hari.”

“Karenanya pilihan terbaik saat ini adalah cukup membiarkan sarang burung itu di sana,” kata Ken Hoffman, dari Departemen Pertamanan dan Rekreasi Teaneck.

Baca juga : Cara Merawat Burung Cucakrowo

Buat Sarang Lebih dari Dua Minggu
Sarang burung itu diprediksi dibuat sang betina di lapangan sepak bola selama dua minggu. Ia akan selalu menunggu sarangnya hingga telur-telur itu menetas.

Hingga saat itu tiba, tim sepak bola maupun warga kota harus mengalah dan mencari lokasi lain untuk latihan atau berolah raga.

Untuk menjauhkan warga yang penasaran dan mencegah mereka melihat terlalu dekat, petugas kota telah memasang garis pembatas di sekitar sarang burung tersebut.

Cara Merawat Burung Cucakrowo

Cara Merawat Burung Cucakrowo

Jenisburungdunia.net – Karakter dan sifat burung Cucak Rowo, bagaimana memilih burung Cucak Rowo, cara merawat burung Rowo Cucak, cara memasak burung Cucak Rowo, penyesuaian makanan tambahan, makanan, suplemen kekebalan, antitoksin, vitamin, mineral, asam amino antibiotik untuk burung Rowo Cucak dan tips tentang Rowo Cucak.

Burung Cucak Rowo (Burung Cucak Rawa) adalah burung yang mempunyai tempat tersendiri di hati penggemarnya. Ketenarannya tidak pernah pudar. Bagi sebagian masyarakat Indonesia, memelihara burung ini menyangkut status sosial seseorang di dalam masyarakat. Disamping dipelihara sebagai klangenan, burung Cucak Rowo juga sering diturunkan di arena lomba. Suaranya yang sangat keras dan lantang, membuat taste tersendiri didalam menikmati nyanyian burung Cucak Rowo. Memelihara dan merawat burung Cucak Rowo sama dengan merawat burung berkicau jenis lainnya. Walaupun demikian, ada beberapa hal mendasar yang tetap harus kita perhatikan.

KARAKTER DASAR BURUNG CUCAK ROWO

  • Semi fighter. Burung Cucak Rowo bukanlah burung petarung murni, daya tarung yang ada pada burung ini cenderung akibat tingkat birahi pada level tertentu yang akan membuat burung ini menjaga daerah teritorialnya.
  • Sulit beradaptasi. Burung Cucak Rowo tidak mudah beradaptasi terhadap lingkungan yang baru. Disamping itu, burung ini mudah kaget apabila di sekitarnya ada sesuatu yang mengganggu ketenangannya.
  • Memiliki tingkat stres yang tinggi. Dalam kondisi tertentu, burung ini mudah panik dan stres apabila merasa terancam.
  • Mudah jinak. Dalam waktu tertentu dan perlakuan serta perawatan yang baik, burung ini mudah jadi jinak kepada pemiliknya.

PEMILIHAN BAHAN BURUNG CUCAK ROWO YANG BAIK

(CIRI-CIRI BURUNG CUCAK ROWO YANG BAIK DARI KATURANGGAN)

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Cucak Rowo.

  • Postur badan, Pilihlah bahan yang berpostur besar memanjang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher, berbadan pendek dan berpostur tubuh kecil.
  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
  • Lincah dan bernafsu makan besar, Ini adalah ciri-ciri bahan yang bermental baik.
  • Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
  • Leher panjang padat berisi, Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.

MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG CUCAK ROWO

  • Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Cucak Rowo. Voer diberikan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisinya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
  • Buah Segar, burung Cucak Rowo sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandung Vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.
  • EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberian EF tersebut.

PERAWATAN DAN SETINGAN HARIAN BURUNG CUCAK ROWO

Perawatan harian untuk burung Cucak Rowo relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.

Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Setingan Harian untuk burung Cucak Rowo:

  • Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
  • Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer, Air Minum dan buah segar.
  • Berikan Jangkrik 5 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
  • Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
  • Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
  • Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
  • Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
  • Berikan Jangkrik 3 ekor pada cepuk EF.
  • Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.

PENTING

  • Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 2x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
  • Buah Segar diberikan rutin setiap hari, dengan format: Hari Senin sampai hari Kamis berikan buah Pepaya, hari Jum’at dan hari Sabtu berikan Apel atau Pisang atau buah lainnya.
  • Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
  • Berikan vitamin SUPERVIT seminggu sekali saja.
  • Berikan buah pisang yang yang telah diolesi Madu setiap hari Sabtu.

Baca juga : Burung Kingfisher

MENGATASI BURUNG CUCAK ROWO OVER BIRAHI

  • Pangkas porsi Jangkrik jadi 2 pagi dan 2 sore.
  • Berikan 3 tetes CATALYST di air minum, 2x-3x seminggu.
  • Bisa diberikan 2 ekor Ulat Bambu dalam 3 hari berturut-turut.
  • Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore.
  • Lamanya penjemuran dikurangi jadi 30 menit/hari saja.

MENGATASI BURUNG CUCAK ROWO KONDISI DROP

  • Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik jadi 8 pagi dan 4 sore.
  • Tingkatkan porsi pemberian Kroto jadi 3x seminggu.
  • Mandi dibuat 2 hari sekali saja.
  • Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Cucak Rowo lain dahulu.
  • Lamanya penjemuran ditambah jadi 2-3 jam/hari.
  • Berikan vitamin SUPERVIT setiap hari.

PERAWATAN DAN SETINGAN BURUNG CUCAK ROWO UNTUK LOMBA

Perawatan lomba untuk burung Cucak Rowo sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan hariannya. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung Cucak Rowo agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba untuk burung Cucak Rowo yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.

Berikut ini Pola Perawatan dan Setingan Lomba untuk burung Cucak Rowo:

  • H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan jadi 8 ekor pagi dan 4 ekor sore.
  • H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
  • 1 Jam sebelum digantang lomba, berikan Jangkrik 3 ekor dan Ulat Hongkong 10-20 ekor.
  • Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 1 ekor lagi.

PENTING

  • Jangan memandikan burung pada saat di lapangan, karena dapat membuat birahi burung tersebut jadi sangat tidak stabil.
  • Berikan kesempatan pada burung untuk beradaptasi sebentar pada suasana lapangan, agar burung tidak kaget.

PERAWATAN DAN SETINGAN BURUNG CUCAK ROWO PASCA LOMBA

Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.

Berikut ini Pola Perawatan dan Setingan Pasca Lomba untuk burung Cucak Rowo:

  • Porsi EF dikembalikan ke Setingan Harian.
  • Berikan vitamin SUPERVIT di H+1 setelah Lomba.
  • Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.

PERAWATAN DAN SETINGAN BURUNG CUCAK ROWO MABUNG

Mabung (Moulting) atau rontok bulu adalah siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung Cucak Rowo pada masa mabung adalah jadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung cucak Rowo jadi rusak. Pada masa mabung, metabolisme tubuh burung Cucak Rowo meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung Cucak Rowo butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal. Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung jadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.

Berikut ini Pola Perawatan Masa Mabung untuk burung Cucak Rowo :

  • Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
  • Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari.
  • Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Setingan Jangkrik dibuat 10 ekor pagi dan 6 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi dan Ulat Hongkong 3 ekor setiap pagi.
  • Berikan vitamin SUPERVIT 2x seminggu.
  • Perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya sangat mudah dicerna sehingga melancarkan proses metabolisme tubuh burung. Disamping itu buah Pepaya banyak mengandung banyak vitamin C yang akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh burung.
  • Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.

SUARA MASTER YANG BAIK UNTUK BURUNG CUCAK ROWO

Irama lagu yang dimiliki burung Cucak Rowo memegang peranan yang sangat penting di dalam penilaian lomba burung Cucak Rowo. Karena kembali kepada filosofi burung berkicau, daya tarik utama dari burung berkicau adalah kemampuan berkicaunya (irama lagu). Memilih suara-suara master untuk burung Cucak Rowo janganlah terfokus hanya memilih suara-suara master yang kedengarannya unik dan bagus.

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan;

  • Kesesuaian irama lagu dan frekuensi antara suara master dengan burung andalan kita. Ketidaksesuaian suara master dengan burung akan menyebabkan lagu yang fals dan tidak enak didengar.
  • Mengikuti Trend Lagu yang ada. Misalnya tonjolan dan tembakan yang sedang digandrungi pada saat ini adalah tonjolan dengan speed rapat divariasikan dengan irama lagu yang ngeroll.
  • Variasi irama lagu yang mewah. Yang dimaksud irama lagu yang mewah disini bukanlah suara tonjolan yang keras, tetapi kita harus bisa memilih suara-suara master yang memiliki variasi speed yang selaras dan irama lagu yang memiliki cengkok dan mengalun.

Sangat banyak metode dan cara-cara yang dapat dilakukan di dalam proses pemasteran burung berkicau. Dan juga banyak sekali berkembang mitos-mitos yang keliru dalam prakteknya di lapangan. Salah satu mitos aneh yang berkembang, yaitu burung yang akan di master harus melihat burung masternya, agar burung yang di master dapat menirukan gaya bunyi dan cara membuka mulut burung master tersebut. Mitos lainnya yaitu proses pemasteran burung berkicau harus menunggu burung dalam keadaan ganti bulu atau mabung. Sebenarnya; Pemasteran dapat kita lakukan tidak harus menunggu burung berkicau dalam keadaan mabung atau berganti bulu. Burung berkicau dalam keadaan normal, bahkan dalam keadaan top performance pun juga dapat dilakukan pemasteran.

Ada Mitos yang mengatakan pemasteran burung harus menunggu masa burung mabung. Alasannya karena; Pada saat mabung, burung berkicau cenderung untuk banyak diam dan sangat jarang sekali berkicau. Burung yang banyak diam pada masa mabung tersebut, cenderung untuk lebih banyak menggunakan waktunya untuk menyimak dan mengolah suara-suara yang ada di sekelilingnya. Apabila suara yang didengarnya sesuai dengan tipikal karakter suaranya, maka akan direkam dan ditirukan. Kunci keberhasilan dalam memaster burung Cucak Rowo adalah memaster burung dengan suara-suara master (burung master) yang cocok dan sesuai dengan karakter dasar lagu burung yang akan di master (burung maskot).

Satu lagi yang terpenting, jangan lupa untuk selalu memperdengarkan suara-suara master tersebut secara berkala (Feedback) kepada burung Cucak Rowo tersebut. Supaya irama lagu yang sudah ada tidak hilang dan jadi rusak. Banyak wacana dan opini keliru yang berkembang mengenai jenis-jenis suara burung Cucak Rowo ini, tetapi tidak satupun dapat dibuktikan secara ilmiah. Terutama untuk suara ropel pada burung Cucak Rowo.

Hal ini terbukti;
Anakan dari hasil breeding pasangan burung Cucak Rowo yang bersuara Ropel, belum tentu akan bersuara Ropel seperti kedua indukannya. Atau malah sebaliknya, dari indukan yang engkel atau lebih dikenal dengan bersuara tunggal, belum tentu juga akan menghasilkan anakan burung Cucak Rowo yang bersuara engkel. Hal ini sudah sering dan banyak terjadi.

Fakta ini membuktikan bahwa:
Suara Ropel yang dihasilkan oleh burung Cucak Rowo adalah dampak dari proses pemasteran selama burung tersebut tumbuh besar. Kedua indukan ropel akan mewarisi suara ropel kepada anak-anaknya apabila pada saat anakan tersebut menetas dan tumbuh besar, selalu mendengar suara ropel dari kedua indukannya tersebut. Inilah pentingnya proses pemasteran bagi burung Cucak Rowo. Burung Cucak Rowo memiliki tingkat IQ yang standar, berbeda dengan burung-burung berkicau dari keluarga Turdidae yang memang dikenal lebih cerdas. Tetapi dengan metode dan tahapan-tahapan pemasteran yang tepat, proses pemasteran burung Cucak Rowo sangat mudah dilakukan. Perlu diingat, proses memaster sama dengan proses DOKTRIN. Sering di dengarkan, maka akan direkam dan ditirukan. Sangat alamiah. Mungkin akan timbul pertanyaan, bagaimana, kapan dan pada usia berapa burung Cucak Rowo harus kita master? Hampir semua burung berkicau dapat di master dengan suara yang kita inginkan, tetapi apabila proses memaster dari usia dini dan usia muda, maka akan memperoleh hasil yang lebih optimal. Karena memori burung pada usia dini masih kosong, sehingga sangatlah mudah untuk men-doktrinnya. Akan tetapi kita juga dapat memaster dan merubah suara dari burung yang telah berumur dewasa, tetapi dengan metode dan tahapan-tahapan yang benar. Masalah waktu bukanlah suatu kendala untuk suatu keberhasilan.

Burung Kingfisher

Burung Kingfisher

Jenisburungdunia.net – Salah satu jenis burung liar yang sering kita lihat di sekitar rumah adalah burung Kingfisher. Raja Udang sering berkeliaran di alam liar atau di daerah pemukiman. Raja udang memiliki beberapa jenis, termasuk raja burung udang biru. Udang biru dengan nama latin Alcedo coerulescens adalah salah satu jenis atau suku Alcedinidae. Konon kabarnya suku ini terpisah dari kelompok burung Checkakak yang kini termasuk dalam suku Halcyonidae.

Burung cekakak dan raja udang yang sama sama disebut dengan ingfisher masuk dalam sub-ordo Alcedines. Perbedaan dari jenis burung raja udang dan cekakak yaitu, cekakak (keluarga Halcyonidae/tree kingfisher) memiliki cii khas yaitu bagian tubuhnya besar dan juga lebih bersifat terrestrial.

Kemudian untuk burung raja udang yang berasal dari keluarga Alcedinidae/river kingfisher ini juga lebih bersifat akuatik.

Karakteristik Burung Raja Udang Biru
Karakteristik burung raja udang biru ini memiliki tubuh dengan ukuran yang sangat kecil, kurang lebih 14 cm. Tubuh bagian atas dan garis dada biru kehijauan tampak mengilap. Mahkota serta penutup sayap bergaris hitam kebiruan. Sedangkan untuk bagian kekang, tenggorokan, serta bagian perut berwarna putih. Karakteristik burung raja udang biru ini memiliki iris berwarna coklat, paruh hitam, serta kaki merah. Apabila raja udang ini sedang menukik ke dalam aliran air maka akan tampak bayangan biru kehijauan dari bulunya yang tampak seperti kilatan permata yang menawan. Makanan utama dari burung ini yaitu ikan. Akan tetapi meskipun burung ini bernama Raja Udang tetapi burung ini tidak selalu memakan udang maupun ikan. Sebagian diantara burung ini ada yang suka makan ular dan kadal akan tetapi sebagian lainnya ada yang menyukai serangga atau suka makan kepiting. Burung ini termasuk burung pemburu yang pandai. Sebab dari tempatnya bertengger burung ini selalu sabar menunggu mangsanya.

Baca juga : Burung Hyacinth Macaw

Keunikan Burung Raja Udang Biru
Raja udang Biru kerap terlihat bertengger di vegetasi tepi air. Burung ini juga akan terbang melayang (hovering) dengan kepakan cepat sembari bersuara. Ketika berburu hewan air kecil, misalnya saja seperti udang, ikan kecil maupun makan kecebong. Burung Raja udang biru meluncur menuju perairan, selanjutnya menangkap mangsanya yang berenang dengan sedikit menyelam. Pandangannya yang awas dan juga gerak yang cepat, tangkas dan tepat pasti nya menjadi pendukung utama perburuan mangsa. Raja-udang Biru masaperkembangbiakannya yaitu pada bulan Mei sampai dengan Agustus dengan telur berwarna keputih-putihan yang jumlahnya sekitar 3 sampai dengan 5 butir. Raja-udang Biru juga termasuk enis endemik Indonesia, persebarannya berada di Sumatera, Jawa, Bali, Lombok serta berada di Sumbawa.

Burung ini juga sering ditemukan di rawa pesisir, mangrove serta di muara sungai. Akan tetapi, kawasan yang menjadi habitat bagi burung Raja udang Biru banyak yang fungsi nya beralih. Jadi bisa menjadi penyebab hilangnya rumah untuk burung Raja udang Biru. Jika diamati, banyak burung keluarga Alcedinidae serta Halcyonidae yang memiliki bulu cerah. Khususnya biru. Dan warna biru pada bulu Raja udang Biru tidak berdasarkan pigmentasi. Warna biru maupun warna hijau cerah yang ada di burung-burung ini muncul sebab efek cahaya yang dinamakan dengan efek tyndall. Warna biru yang timbul dari efek ini seperti yang terjadi pada langit. Yang terlihat biru pada bulu raja udang itu ternyata berfungsi seperti partikel berukuran koloid yang terdapat di langit ketika intensitas cahaya matahari di titik puncaknya. Burung unik ini sebaiknya terus dilestarikan.

Burung Hyacinth Macaw

jenis burung peliharaan, jenis burung kecil, jenis jenis burung di malaysia, jenis burung sawah dan namanya, jenis burung yang rajin bunyi, jenis burung warna hitam, jenis burung paling digemari, jenis burung jalak, jenis burung jinak tanpa sangkar, burung yang mudah dipelihara dan jinak, burung yang mudah dipelihara dan murah, jenis burung dan namanya, burung yang tidak boleh dipelihara, burung bagus untuk dipelihara, burung kecil pemakan pisang, nama nama burung kecil dan gambarnya, nama nama burung dan gambarnya, nama burung warna hitam, burung bubut, jenis burung yang gampang berkicau, jenis burung yang tidak mudah stres, burung yg gampang gacor, jenis burung yang mudah jinak dengan manusia, burung yg lagi ngetren sekarang, harga burung kacer, Page navigation,

Jenisburungdunia.net – peternak bandung – macaw eceng gondok atau macac eceng gondok latin yang disebut Anodorhynchus hyacinthinus, adalah burung beo yang memiliki ukuran terbesar dibandingkan dengan spesies Makaw lainnya, jenis macaw ini telah tercatat tumbuh hingga ukuran sekitar 1 meter, diukur dari atas Kepala ke ujung ekor. Plot eceng gondok Guacamayo dari benua Amerika, dengan habitat aslinya di Amerika bagian timur, tengah dan selatan, mampu tumbuh dengan berat antara 1,2 dan 1,7 kg. Mantel eceng gondok benar-benar biru, tetapi bulu leher kadang-kadang bisa sedikit abu-abu.

Harga Jual Hyacinth Macaw
Burung parbeng dengan kecerdasan diatas rata-rata kecerdasan yang dimiliki jenis burung lain memanglah memiliki nilai jual tersendiri, apa lagi burung parung bengkok import yang salah satunya adalah jenis Hyacinth Macaw. Burung jenis ini di Indonesia harga satu ekor burung Hyacinth Macaw dewasa dibanderol dengan harga yang tidaklah murah, dengan danan sekitar 350 juta rupiah kita baru bisa membawanya pulang untuk menemani hari-hai kita melepas penat, harga yang fantastis bukan.

Cara Memelihara Hyacinth Macaw Sebagai Hewan Peliharaan
Selain Burung Paruh bengkok (parrot) Scarlet Macaw, Blue and Gold (BnG) , Hyacinth Macaw juga tak kalah populernya dikalangan para pecinta burung paruh bengkok, jenis burung yang jika dilatih dengan teknik / cara melatih Macaw secara benar akan mampu meniru suara manusia serta melakukan trik layaknya yang ada di sikus, karena memang burung Makaw ini memiliki kecerdasan serta mudah dijinakan.

Kandang Ideal Bagi Hyacinth Macaw
Diantara jenis macaw yang ada, Hyacinth Macaw memiliki ukuran yang lebih panjang oleh karenanya jika Anda hendak memeliharanya yang ditempatkan di kandang maka hendaknya ukuran kandang disesuaikan dengan ukuran Hyacinth Macaw. Untuk ukuran minimum kandang yang ideal bagi seekor burung Macaw Hyacinth adalah ukuran 2 meter dan tinggi 2,5 meter. Sangat direkomendasikan Anda memilih kandang yang berupa jeruji.

Baca juga : Burung Manakin Makotah Emas

Selain ditempatkan di kandang, merawat burung Macaw Hyacinth bisa dipelihara dengan tangkringan, dengan catatan kaki kita beri rantai serta bulu sayap dipotong sebagian tentunya agar Hyacinth yang Anda beli dengan harga puluhan juta kabur jauh. Dalam menentukan pilihan jenis tangkring jangan asal-asalan, untuk mencegah Macaw Hyacinth keracunan karena megigit kayu tangkringan, pastikan bahwa tangkringan yang digunakan adalah dari jenis kayu yang tidak bergetah.

Makanan Hyacinth Macaw
Dengan tiap hari memberian jenis pakan yang masih segar serta jenis makanan yang bervariasi, nafsu makan Hyacinth Macaw akan terjaga. Jenis pakan yang bisa kita selang-seling diantaranya buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan serta sayuran. Sejalan dengan makin populernya burung parrot oleh pecinta burung di Indonesia, jenis pellet lokal khusus untuk burung paruh bengkok pun bermunculan yang bisa Anda berikan untuk Makaw kesayangan, Sangat disarankan Anda memilih jenis pelet yang mengandung gizi dan nutrisi yang diperlukan oleh burung Macaw.

Sebagai catatan tambahan, Burung Macaw dialam bebas mampu memakan/mencerna buah beracun hal ini karena burung Makaw juga memakan nutrisi dalam tanah dalam jumlah banyak guna menetralisir racun.

Burung Manakin Makotah Emas

Burung Toco Toucan

Jenisburungdunia.net – Setelah lebih dari 50 tahun mempelajari mahkota emas burung manakin, seperti dilansir laman Tech Times, Rabu (27/12/2017), para ilmuwan akhirnya berhasil mengidentifikasi burung itu sebagai spesies burung hibrida yang mampu pertama berevolusi untuk membentuk spesiesnya.

Spesies hibrida merupakan generasi hasil persilangan antara dua atau lebih spesies yang berbeda. Dalam kasus ini, kedua spesies adalah manakin snow-capped (bertopi salju) dan manakin opal-crowned (bermahkota opal). Periset mengumpulkan sampel genetik dan bulu selama dua kali kunjungan ke Brasil. Kemudian mereka mengurutkan sebagian besar genom manakin bermahkota emas, termasuk 16.000 penanda genetik yang berbeda. Mereka menemukan bahwa sekitar 20 persen genomnya berasal dari manakin snow-capped dan 80 persen dari opal-crowned. Para periset mengatakan, keturunan pertama hibrida lahir sekira 180.000 tahun lalu, ketika burung dari dua spesies tersebut dikawinkan (h/t Livemint). Penemuan pertama manakin bermahkota emas tersebut ditemukan oleh ilmuwan asal Brasil, yaitu Helmut Sick dan Raimunda Costa, pada Juli 1957. Mereka mengumpulkan tiga ekor jantan dewasa dari anak sungai kecil di Rio Cururu-ri di sebelah timur Amazon Brasil.

Spesimen pertama disimpan di Museum Nasional Rio de Janeiro, sementara dua spesimen lainnya dikirim ke Museum Sejarah Nasional AS dan Museum Naturkunde Alexander Humboldt. Manakin bermahkota emas sebelumnya dikenal dengan pipra. Kemudian diubah menjadi Lepidothrix vilasboasi sebagai penghormatan bagi Villas-Boas bersaudara. Mereka dianggap sebagai aktivis yang dikenal karena profesinya terkait masyarakat adat Brasil. Para ilmuwan ingin kembali ke habitat burung tersebut untuk penyelidikan lebih lanjut tapi tidak dapat menemukan lokasinya yang tepat. Ternyata, ada dua bagian sungai bernama Rio Cururu –yaitu Cururu-acu yang terletak lebih jauh ke selatan. Sebuah studi menyatakan bahwa pada awal 1950-an, ada dugaan bahwa manakin bermahkota emas adalah spesies manakin opal-crowned dan manakin snow-capped. Namun pada waktu itu, para ilmuwan tidak mampu membuktikan teori tersebut karena kekurangan bukti.

Baca juga : Burung Toco Toucan

Studi yang sama juga ditulis oleh para ilmuwan yang menemukan kembali spesies tersebut pada 2002. Mereka mengklaim bahwa Sick dan Costa melakukan kesalahan dalam mengidentifikasi burung yang mereka kumpulkan. Dari ketiga burung tersebut, ternyata salah satunya adalah betina sedangkan dua lainnya adalah jantan muda. Penemuan kembali spesies tersebut menawarkan lokasi habitat mereka serta bagaimana perilaku mereka dalam kawanan ternak. Sayangnya, ini juga menunjukkan betapa rentan manakin mahkota emas rentan atau terancam karena deforestasi hutan hujan Amazon. Kini, sebuah studi lainnya yang diungkapkan oleh para ilmuwan dari Toronto, Kanada, membuktikan bahwa kendati ketiga spesies itu tampak tidak terkait, manakin opal-crowned dan manakin snow-capped adalah induk varietas manakin bermahkota emas.

Dua spesies induk masing-masing memiliki susunan keratin yang sangat berbeda, yang bertanggung jawab untuk menciptakan warna reflektif sehingga membantu pejantan menarik hati betina di kawasan hutan hujan yang gelap. Dengan mempelajari struktur DNA, para ilmuwan juga dapat menentukan bahwa spesies induk menghasilkan populasi hibrida sekitar 180.000 tahun yang lalu. Kemudian, spesies hibrida tersebut berkembang dan bertahan menjadi spesiesnya sendiri dengan struktur DNA yang sudah dimodifikasi. Ini sebabnya burung tersebut memiliki warna berbeda. Selain analisis DNA, ketiga spesies juga diperiksa di bawah mikroskop elektron. Langkah ini menunjukkan bahwa meskipun kepala manakin mahkota emas berwarna kuning, ia memiliki struktur yang mirip dengan spesies induknya. “Spesies tanaman hibrida sangatlah umum, tetapi spesies hibrida pada vertebrata (hewan bertulang belakang) langka sekali,” kata Jason Weir, penulis utama penelitian tersebut dalam hasil studi yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Burung Toco Toucan

Burung Toco Toucan

Jenisburungdunia.netBurung toucan adalah jenis burung unik yang dapat ditemukan di Amerika Tengah dan juga di Amerika Selatan. Keunikan dari toucan ini adalah ukuran paruhnya yang terlihat begitu besar. Bukan hanya itu, meski memiliki sepasang sayap, tetapi toucans tidak terlalu bagus menggunakan sayapnya untuk terbang. Bahkan bergerak di mana burung-burung ini melompat.

Terdapat kurang lebih 40 spesies burung toucan, keseluruhannya dapat dengan mudah dikenali sebab ukuran paruhnya yang besar. Yang pada umumnya memiliki warna cerah. Untuk ukuran di setiap spesies mungkin juga berbeda. Toco toucan merupakan jenis yang paling besar dan paling terkenal, burung ini panjangnya kurang lebih 75 cm. Kemudian untuk spesies toucan yang paling kecil yaitu Aracar toucanet. Lain halnya dengan toco toucan, sebab panjangnya hanya sekitar 35 cm saja.

Habitat Burung Toucan
Burung toucan ini sebenarnya asalnya dari hutan hujan Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Toucan khususnya biasa hidup di hutan hujan antara Mexico dengan Argentina. Burung ini juga dijadikan sebagai ikon hutan hujan. Burung toucan memiliki peranan yang cukup penting untuk hutan hujan. Sebab jenis burung ini termasuk vector yang dapat membantu menyebarkan biji pepohonan yang buahnya sebagai makanan burung toucan.

Baca juga : Fakta Unik Dari Burung Cendrawasih

Keunikan Burung Toucan
Keunikan burung toucan yaitu memiliki paruh yang sangat besar dari pada paruh dari jenis burung lain yang tubuhnya juga seukuran dengannya. Bagian paruhnya ada yang berwana-warni dan biasanya berwarna terang. Meski besar, paruh ini sangat ringan dan kuat sebab strukturnya tidak pejal dan punya rongga berisi banyak udara. Bulu toucan berwarna gelap kecuali di bagian leher serta sebagian bulu sayap dan juga ekor yang memiliki warna cerah. Panjang tubuhnyanya kurang lebih sekitar 65 cm dan panjang paruhnya sendiri sekitar 20 cm. Paruh dari burung toucan memiliki panjang lebih dari sepertiga ukuran tubuhnya. Pada bagian lapisan luar paruhnya terbuat dari keratin, bahan yang ada pada kuku dan rambut. Yang menjadikan paruh ini ringan yaitu lapisan paruhnya itu terdiri dari banyak lempengan kecil heksagonal yang menumpuk seperti atap sirap.

Tekstur paruhnya bagian dalam dapat disamakan dengan tekstur busa keras. Sebagian berongga, dan sebagian juga berupa rangka dan membran. Dengan demikian, paruh tukan walau tampak besar tapi cukup ringan serta kuat. Dengan konstruksi paruh itu, menjadikan burung tukan bisa meredam benturan yang keras. Bahkan bentuk paruhnya dapat dipakai sebagai model bagi para ahli mesin pada industri otomotif serta penerbangan. Sebab alat industri yang diciptakan dengan meniru dari bentuk atau struktur paruh tukan akan bisa memberikan perlindungan yang semakin baik khsusnya untuk pengemudi kendaraan. Khususnya pada waktu terjadi benturan atau tabrakan. Tak hanya pada paruhnya saja, akan tetapi keunikan burung toucan ini juga terdapat pada suaranya. Sebab suaranya mirip dengan suara katak tapi sangat kencang. Bahkan suaranya dapat terdengar sampai berkilo-kilo meter jauhnya di tengah hutan.

Perkembangbiakan Burung Toucan
Toucan sering hidup berpasangan atau pada kawanan kecil dengan jumlah kurang lebih enam burung. Kumpulan dari burung toucan dikenal menjadi kelompok burung yang suaranya berisik di hutan hujan. Burung ini bersarang pada lubang pohon yang dibangun oleh hewan lain, seperti halnya burung pelatuk. Pada umumnya memiliki dua sampai empat telur. Induk jantan dan betina semua akan menjaga telur mereka.