Jokowi Mengikuti Pertandingan Burung Murai Batu

Jokowi Mengikuti Pertandingan Burung Murai Batu

Jenisburungdunia.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpartisipasi dalam kompetisi burung penyanyi yang diadakan di kebun raya Bogor. Burung Jokowi yang berpartisipasi dalam kontes adalah sejenis murai batu.

Meski tak berhasil kompetisi, burung jenis seperti murai batu disebut memiliki harga yang tinggi‎. Lantas berapa harga burung murai batu milik mantan Gubernur DKI Jakarta ini? Ketua Bidang Penangkaran BnR Joko TJM mengatakan, burung murai batu memang jenis burung yang umum diperlombakan dalam kompetisi antar pencinta hewan berdarah panas tersebut. Kalau di antara komunitas, murai batu ini memang masuk kelas bergengsi untuk kicauannya. Dia berasal dari Sumatera, Kalimantan, Jawa. Selain murai batu, ada juga jenis anis merah, kacer, branjangan,” ujar dia saat berbincang dengan Jenisburungdunia.net di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat.Lantaran masuk kelas bergengsi, burung jenis ini memiliki harga yang cukup fantastis. Bahkan untuk murai batu yang rutin memenangkan kompetisi bisa bernilai hingga Rp 800 juta.

“Kalau harganya yang untuk lomba itu minimal Rp 50 juta‎. Malah ada yang sampai Rp 800 juta. Memang tinggi harganya. Ini yang kecil, yang masih anak saja sekitar Rp 3,5-Rp 5 juta,” kata dia.

Meski bagi sebagian orang, harga tersebut tidak wajar, di antara pencinta burung, sebenarnya harga puluhan hingga ratusan juga rupiah ini dianggap wajar. Sebab, dalam sebuah kompetisi, semua aspek dinilai dan yang terbaik yang bisa keluar sebagai pemenang.

Kami adalah salah satu agen SV388 sabung ayam terbaik yang sudah ada di Indonesia dan akan membuat Anda menghabiskan banyak uang dari taruhan ayam online, di mana ketika Anda memilih kami sebagai agen untuk bermain atau bertaruh pada s128 sabung ayam

“Yang dinilai seperti durasi bunyi, bunyi dengan rapi dan saat berkicau dia main ekor. Kemudian irama, volume bunyi. Fisiknya juga harus utuh, seperti ekornya tidak boleh putus atau pendek,” tandas dia.

Baca juga : Ditawar Jokowi Rp 600 Juta Burung Murai Batu

Juri Jujur
Untuk diketahui, Presiden Jokowi menghadiri acara Festival dan Pameran Burung Berkicau Piala Presiden Jokowi 2018 yang berlangsung di Kebun Raya Bogor. Selain hadir, Jokowi juga turut serta dalam kompetisi kicau burung dalam acara tersebut. Namun sayangnya, burung jenis murai batu yang dimiliki oleh Presiden Jokowi tidak berhasil menang. Menanggapi hal ini, Jokowi menyatakan jika dalam kompetisi, kalah dan menang merupakan hal yang biasa.

“Kalah, ya bagaimana lagi. Berarti jurinya jujur,” ujar dia di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat.

Jokowi justru menyatakan sempat ingin membeli burung yang menjadi juara di kompetisi tersebut. Namun, sayangnya burung tersebut tidak dijual oleh sang pemilik.

“Tapi tadi yang juara satu mau saya beli. (Sudah ditawar?)‎ Sudah tapi pemiliknya ngomong enggak dijual,” kata dia.

Murai Batu Jadi Hewan Dilindungi Pencintanya Menolak Keras

Murai Batu Jadi Hewan Dilindungi Pencintanya Menolak Keras

Jenisburungdunia.net – Lusinan massa komunitas pecinta burung di Pekanbaru, Riau, menolak untuk menetapkan berbagai jenis burung sebagai hewan yang dilindungi. Komunitas ini bertujuan memberi makan burung-burung seperti burung gagak, rawa-rawa dan anis merah sebagai upaya penyelamatan.

“Kami menyelamatkan burung yang habitatnya dirusak para cukong kayu yang telah membabat hutan,” kata Joko Prayitno selaku koordinator aksi di Kantor Balai Besar Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau di Pekanbaru.

Menurut Joko, penerbitan peraturan menteri terkait burung dilindungi telah merugikan pemelihara, pedagang, serta peternak burung.

“Sebab, burung ini bukan hanya sekadar hobi, melainkan banyak orang yang menggantungkan hidup di sini, seperti pedagang di pasar burung, penjual pakan, dan pembuat kandang,” ujar Joko

Saat ini, kata dia, ada sekitar 8.000 lebih pencinta burung di Riau. Terdiri dari, 3.000 lebih pedagang burung di pasar, sekitar 5.000 pemelihara burung yang tergabung dalam grup media sosial Kicau Mania dan lebih dari 400 peternak.

“Masih banyak lagi pencinta burung yang belum terdata. Artinya, animo masyarakat sebagai pencinta burung masih tinggi di Riau,” ujarnya.

Dia menuntut agar Menteri LHK untuk mencabut peraturan menteri tersebut. Kalau pun tak dicabut, setidaknya peraturan menteri tersebut dapat berpihak kepada para pencinta burung.

“Kita minta tidak ada pembatasan dalam peternakan burung. Harus memiliki izin boleh, tapi jangan ada biaya yang diberatkan. Pendataan juga boleh, tapi harus secara keseluruhan,” ujarnya mencontohkan.

Sudah Disahkan
Dia juga menyebut, alasan Menteri LHK menetapkan tiga jenis burung tersebut sebagai satwa dilindungi karena upaya pelestarian, tidak tepat. Sebab, pihaknya sangat berperan dalam pelestarian burung.

“Sebenarnya kami juga sudah membuat penangkaran burung. Burung yang bukan endemik Indonesia juga sudah bisa kita tangkarkan di sini. Seperti Kendari, murai batu juga sudah ada penangkarannya,” ujarnya.

Baca juga : Fakta Burung Kakatua Jambul Kuning Yang Genit

“Kalau kementerian lihat ke bawah, sebenarnya kami inilah yang melestarikan burung,” ucap pria yang juga Ketua Pelestari Kicau Sumatera Independen.

Aksi mereka disambut Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Riau, Hartono. Terkait dengan aksi tersebut, katanya, akan diteruskannya ke pusat.

“Dari regulasi yang ada, pusat menentukan. Kita akan sampaikan itu,” ujarnya.

Dia juga mengucapkan terima kasih terhadap massa yang melakukan aksi karena menjadi masukan baginya. Meski begitu, ia menyatakan peraturan menteri yang menyatakan murai batu, cucak rawa, dan anis merah sebagai satwa dilindungi, sudah disahkan. Terkait dengan peraturan menteri tersebut, pihaknya akan bekerja sama dengan komunitas untuk mendata para pencinta burung di Riau. “Dari data itu, kita akan menjadi database kita pada saat pengajuan perizinan,” sebutnya Kebijakan pemerintah yang menetapkan beberapa jenis burung sebagai satwa dilindungi, tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.