Alasan Burung Hantu Tidak Cocok Jadi Hewan Peliharaan

Alasan-Burung-Hantu-Tidak-Cocok-Jadi-Hewan-Peliharaan

jenisburungdunia – Hayo ngaku, saat masih kecil dulu, kamu pasti ingin memelihara burung hantu setelah menonton film Harry Potter. Burung hantu milik Harry Potter bernama Hedwig, yang berjenis burung hantu salju (Bubo scandiacus). Burung hantu adalah hewan peliharaan yang cerdas, ramah pada manusia dan mudah dijinakkan.

Meski kita sangat ingin memelihara burung hantu, ternyata kamu tidak bisa sembarangan. Inilah alasan mengapa burung hantu tidak cocok jadi binatang peliharaan!

1. Burung hantu perlu ruangan yang besar dan tidak dikurung di dalam sangkar

Burung-hantu-perlu-ruangan-yang-besar-dan-tidak-dikurung-di-dalam-sangkar

Burung hantu bukan binatang peliharaan yang mudah bagi pemula. Yang harus kamu ketahui, burung hantu perlu ruangan yang luas dan tidak bisa dikurung di dalam sangkar, jelas laman The Spruce Pets. Kamu bisa memeliharanya di dalam rumah dan memberikan akses ke bak mandi yang harus selalu bersih. Mengapa? Burung hantu perlu membersihkan bulunya secara rutin. Apabila bulunya kotor, saat terbang, sayapnya akan mengeluarkan suara. Di alam liar, burung hantu terbang diam-diam tanpa suara supaya mangsanya tidak menyadari kehadirannya. Selain itu, mereka perlu sering-sering terbang, jangan mengikat kakinya terus-menerus.

2. Burung hantu memakan daging, bisa hidup atau mati

Burung-hantu-memakan-daging-bisa-hidup-atau-mati

Berbeda dengan burung hias seperti lovebird, burung hantu tidak bisa diberi makan biji-bijian, pelet atau sayur dan buah segar. Burung hantu merupakan hewan karnivora, di alam liar mereka akan berburu untuk memperoleh makanan. Mereka biasa memakan tikus, kelinci kecil, ayam kecil hingga marmut. Kamu bisa memberi pakan dalam kondisi hidup atau mati. Selain itu, kamu juga bisa memberinya daging sapi atau ayam mentah. Tapi, opsi ini tidak untuk jangka panjang, karena burung hantu lebih suka memakan hewan dalam kondisi utuh. Tidak disarankan untuk memberinya cacing, serangga atau siput, ujar laman The Barn Owl Trust.

3. Merupakan hewan yang independen

Merupakan-hewan-yang-independen

Di alam liar, burung hantu adalah hewan yang soliter dan independen. Mereka biasa tinggal dan berburu sendiri, atau bersama dengan pasangan dan anaknya. Sifatnya ini membuat burung hantu kerap menyerang orang lain (selain pemiliknya) karena dianggap sebagai ancaman, jelas laman The Spruce Pets. Burung hantu terikat secara emosional dengan pemiliknya, apalagi jika dirawat dengan baik. Itulah mengapa, saat kita jatuh sakit dan tidak bisa merawatnya, mereka akan menjadi stres dan depresi. Burung hantu akan semakin stres apabila mereka dipindah ke pemilik lain karena mereka menganggap pemiliknya sebagai keluarga.

Baca Juga : Dibalik Julukan Burung Surga Cendrawasih

4. Menuntut banyak perhatian dari pemiliknya

Menuntut-banyak-perhatian-dari-pemiliknya

Meski tampangnya terlihat imut dan menggemaskan, burung hantu merupakan attention seeker. Mereka membutuhkan dan menuntut banyak perhatian dari pemiliknya. Burung hantu akan memekik keras agar diperhatikan dan dituruti kemauannya, jelas laman Bird Eden. Dan mereka akan stres apabila diabaikan. Hal ini akan menjadi masalah apabila kamu tinggal di lingkungan padat penduduk. Suara burung hantu yang keras akan mengganggu kenyamanan tetangga. Burung hantu akan lebih berisik saat musim kawin tiba. Bahkan, mereka akan melakukannya di siang atau malam. Itulah mengapa burung hantu tidak terlalu cocok dijadikan hewan peliharaan

5. Bulunya sering rontok, harus rajin dibersihkan

Bulunya-sering-rontok-harus-rajin-dibersihkan

Bulu cantik burung hantu akan rontok dan berganti baru setiap tahun. Mereka juga sering memuntahkan pelet, yakni makanan yang tidak tercerna, seperti tulang, bulu, cakar dan gigi. Bulu dan pelet harus segera dibuang dan dibersihkan, karena tidak baik bagi kesehatan burung hantu, terang laman Bird Eden. FYI, menurut laman Owl Pages, proses pergantian bulu memakan waktu hingga 3 bulan. Jangan lupa untuk membersihkan kotorannya. Saat buang air besar, burung hantu akan membersihkan ceca, yang terletak di ujung usus setiap harinya. Baunya cukup menyengat dan konsistensinya berbentuk semi-padat.

6. Di beberapa wilayah, memelihara burung hantu butuh izin khusus

Di-beberapa-wilayah-memelihara-burung-hantu-butuh-izin-khusus

Memelihara burung hantu tidak bisa sembarangan. Di Amerika Serikat, burung hantu tergolong sebagai hewan liar dan calon pemilik harus dilatih dahulu sebelum mendapat lisensi untuk memelihara. Berdasarkan aturan dari US Fish and Wildlife Service, jika kita gagal atau melanggar aturan, burung hantu itu akan diambil dan ditaruh di penangkaran. Izin memelihara burung hantu di Amerika Serikat sangat ketat dan hanya diberikan pada orang yang bertujuan untuk menangkarkan burung atau menjadikannya sebagai program pendidikan, tukas laman Bird Eden. Di Indonesia, burung hantu tidak seharusnya dipelihara karena termasuk hewan liar, meski masih banyak ditemukan di pasar hewan.

7. Jadi, masihkah kamu ingin memelihara burung hantu?

Jadi-masihkah-kamu-ingin-memelihara-burung-hantu

Dengan segala pertimbangan dan konsekuensi, pilihan terakhir ada di tanganmu. Menurut Diyah Wara Restiyati, ketua The Owl World of Indonesia, dari 58 spesies burung hantu di Indonesia, hanya 16 spesies di antaranya yang dilindungi oleh undang-undang. Pada kenyataannya, burung hantu banyak dijual, baik di pasar atau secara online.

Nah, itulah Beberapa alasan mengapa burung hantu tidak cocok jadi binatang peliharaan. Demi kebaikan, sebaiknya kamu tidak usah memelihara, ya!

 

Fakta Unik Dari Burung Hantu

Fakta Unik Dari Burung Hantu

Jenisburungdunia.net – Kamu mungkin pernah mendengar suara burung hantu, meski belum pernah melihatnya secara langsung. Dibandingkan dengan burung lain yang dapat dengan mudah kita lihat di mana-mana, burung hantu memang lebih misterius. Selain lebih aktif di malam hari, penampilan burung hantu juga kadang terlihat menyeramkan, bahkan di beberapa tempat dianggap sebagai simbol kematian, kok bisa? Cari tahu beberapa fakta unik dari burung hantu agar anda tidak penasaran lagi :

1. Kepala mereka tidak bisa berputar 360 derajat
Banyak orang mengatakan bahwa kepala burung hantu bisa berputar 360 derajat. Namun, itu hanya sebuah mitos. Seperti yang dilansir dari laman Mental Floss, burung hantu bisa memutar leher hingga 135 derajat di kedua arah sehingga total kepala mereka bisa berputar 270 derajat.

Apakah ini akan membuat burung hantu terluka? Tenang saja. Adaptasi tulang, pembuluh darah dengan reservoir kontraktil, dan jaringan pembuluh darah yang dimiliki burung hantu memungkinkan mereka untuk memutar kepala sebanyak 270 derajat tanpa perlu merasa kesakitan.

2. Memiliki mata berbentuk tabung
Selain kepala yang bisa berputar, burung hantu juga dikenal dengan matanya yang besar. Bagi sebagian orang, mata burung hantu mungkin menakutkan, terutama jika kita melihatnya di malam hari.

Uniknya, berbeda dengan burung lain yang punya mata berbentuk bola, burung hantu memiliki mata berbentuk tabung sehingga mata mereka terpaku pada tempatnya. Karena bentuk tersebut, burung hantu harus menoleh untuk bisa melihat ke arah lain.

3. Meski begitu, burung hantu rabun dekat
Selain bentuk yang tidak biasa, mata burung hantu didesain untuk melihat dalam gelap. Bentuk mata ini juga membuat burung hantu bisa melihat dalam keadaan jauh. Sebaliknya, burung hantu sangat buruk ketika harus melihat mangsanya dari dekat.

Ketika terbang mendekat, mangsa akan terlihat buram bagi burung hantu. Nah, agar tetap bisa menangkap mangsanya, burung hantu menggunakan bulu-bulu kecil pada paruh dan kaki untuk bisa merasakan keberadaan mangsanya.

4. Namun, mereka memiliki pendengaran super
Sama seperti kebanyakan hewan yang berburu pada malam hari, burung hantu memiliki indra pendengaran yang sangat tajam. Mereka bisa mendengar suara dari bawah dedaunan, tanah, bahkan salju sekalipun. Seekor burung hantu bahkan bisa mendengar suara tikus yang menginjak ranting dari ketinggian 23 meter.

Baca Juga : Fakta Unik Dari Burung Gagak

5. Burung hantu juga bisa berubah jadi kanibal
Pada dasarnya, burung hantu adalah hewan karnivor. Biasanya mangsa favorit mereka adalah tikus, serangga, atau mamalia kecil lainnya.

Meski begitu, tidak jarang burung hantu juga memangsa elang atau rusa, bahkan burung hantu dari jenis yang berbeda. Kebiasaan saling memangsa satu sama lain inilah yang kemudian menjadi penyebab menurunnya populasi burung hantu di seluruh dunia.

6. Menjadi simbol kemenangan sekaligus pertanda kematian
Dalam kepercayaan Yunani Kuno, burung hantu adalah hewan pendamping bagi Athena, dewi kebijaksanaan. Selain itu, Athena merupakan seorang prajurit. Keberadaan burung hantu sendiri sering dijadikan sebagai simbol perlindungan juga kemenangan.

Tidak heran, banyak tentara Yunani beranggapan keberadaan burung hantu selama perang merupakan simbol kemenangan. Namun, tidak semua orang menganggap burung hantu adalah hewan keberuntungan.